Anda di halaman 1dari 42

BAB V

P E R A L AT A N
K R I S TA L I S A S I
RU M U S A N M A S A L A H T U J UA N P E N U L I S A N
1. Apa yang dimaksud dengan kristalisasi ? 1. Mahasiswa dapat memahami pengertian
2. Apa saja macam-macam peralatan kristalisasi.
kristalisasi ? 2. Mahasiswa dapat mengetahui macam-
3. Bagaimana cara menghitung neraca macam peralatan kristalisasi.
massa dan panas pada kristalisasi? 3. Mahasiswa dapat menghitung neraca
4. Bagaimana cara menentukan tinggi dan massa dan panas pada kristalisasi.
diameter alat kristalisasi ? 4. Mahasiswa dapat menentukan tinggi dan
diameter alat kristalisasi
POKOK-POKOK
ISI :
1. Kristalisasi
2. Peralatan Kristilisasi
3. Perhitungan Dalam
Kristalisasi
A. KRISTALISASI
• Pengertian

Kristal adalah bahan dengan susunan atom molekul yang


teratur (sisi kristal). Atom dan molekul didalamnya dalam bentuk
curah teratur membentuk suatu bentuk pola tertentu.
Kristalisasi adalah pemisahan bahan padat berbentuk kristal
dari suatu lelehan, Kristal-kristal yang terbentuk pada umumnya
masih harus dipisahkan dari sebagian besar larutan dengan cara
penjernihan atau penyaringan. Bila perlu dilakukan proses dilanjutkan
dengan pencucian dan pengeringan.
DIPANDANG DARI ASALNYA, KRISTALISASI DAPAT DIBAGI
MENJADI 3 PROSES UTAMA YAITU :

• Kristalisasi dari larutan (solution) : merupakan proses kristalisasi yang umum


dijumpai di bidang Teknik Kimia pembuatan produk-produk kristal senyawa anorganik
maupun organic seperti urea, gula pasir, sodium glutamat, asam sitrat, garanm dapur, tawas,
fero sulfat dIl
• Kristalisasi dari lelehan (melt) : dikembangkan khususnya untuk pembuatan silicon
single pem ale kristal yang selanjutnya dibuat silicon waver yang merupakan bahan dasar
utan chip-chip integrated circuit ( IC ). Proses Prilling ataupun granulasi sering asukkan
dalam tipe kristalisasi ini.
• Kristalisasi dari fasa Uap : adalah proses sublimasi-desublimasi dimana suatu senyawa
dalam fasa uap disublimasikan membentuk kristal. Dalam industri prosesnya bisa meliputi
beberapa tahapan untuk mendapatkan produk kristal yang murni. Contohnya pemisahan
suatu senyawa dari campurannya melalui tahapan proses cair uap padat kristalin. Padat
Coniohnya: pemurnian anthracene, anthraquinon, camphor, thymol, Uranium hexafluoride,
zirconium tetrachloride, sulphur
TUJUAN PROSES
KRISTALISASI
Tujuan Proses Kristalisasi dari proses kristalisasi
adalah untuk mendapatkan produk (hasil) dengan
derajat kemurnian yang tinggi, selain itu bentuk
serta ukurannya juga turut menentukan kualitas
hasil kristal. Ini semata-mata diperlukan untuk:
a. Kemudahan filtrasi (penyaringan) pencucian.
b. Pelaksanaan reaksi dengan bahan kimia lain.
c. Kemudahan dalam proses pengangkutan dan
penyimpanan.
TAHAPAN PEMBUATAN KRISTAL

1. Pembentukan inti kristal 2. Pertumbuhan kristal


Inti kristal (partikel - partikel kristal yang amat Tahapan ini merupakan penggabungan dari dua
kecil) terbentuk secara spontan sebagai akibat dari proses yaitu antara Transportasi molekul -molekul
keadaan larutan lewat jenuh (supercooling dari atau ion-ion dalam larutan ke permukaan kristal
lelehan). Inti ini dihasilkan dengan memperkecil dengan Penempatan molekul - molekul atau ion -
kristal - kristal yang ada dalam alat kristalisasi, atau ion pada sisi kristal.
dengan menambahkan benih kristal dalam larutan
lewat jenuh.
METODE KRISTALISASI

Untuk bahan bahan yang kelarutannya berkurang drastis


Metode dengan menurunnya temperatur, kondisi lewat jenuh
Pendinginan dapat dicapai dengan pendinginan larutan panas dan
jenuh.
Untuk bahan-bahan yang kelarutannya berkurang sedikit
Metode dengan menurunnya suhu (misalnya NaCI), kondisi lewat
Penguapan jenuh dapat dicapai dengan penguapan sebagian pelarut
(yang berarti pemekatan larutan).
Dalam hal ini, larutan panas dialirkan ke dalam sebuah
Metode riang yang divakumkan. Sebagaian pelarut menguap, panas
Penguapan - penguapan diambil dari larutan itu sendiri sehingga
pendinginan larutan menjadi dingin dan lewat jenuh.
Metode Untuk pemisahan terutama bahan organik (misalnya zat
Penambahan pewarna) dari larutan- larutan aquatik seringkali
bahan lain ditambahkan suatu garam yang murah harganya (misalnya
NaCl).
Kegunaan Kristalisasi Dalam Dunia Industri
• Industri garam dapur menggunakan konsep kristalisasi dalam membuat kristal garam

• Industri kaca menggunakan teori kristalisasi silika untuk membuat kaca.

• Industri gula pasir, gula pasir merupakan kristal glukosa dimana proses produksinya melibatkan proses
kristalisasi.

• Industri makanan, seperti produksi bubuk kopi instant yang tanpa ampas, menggunakan metode
kristalisasi, sehingga kristal kafein dan gula dapat larut dengan cepat di air panas.
B. PERALATAN KRISTALISASI

Berdasarkan prinsip kerja kristalisasi dan alat yang digunakan, maka


kristalisasi dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. kristalisasi pendinginan
2. kristalisasi penguapan
3. kristalisasi vakum
FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI DASAR
PEMILIHAN SEBUAH ALAT KRISTALISASI :
1. Cara operasi (kontinyu atau tak kontinyu)
2. Sesuai kerja kristalisasi yang diinginkan
3. Kondisi bahan baku (seperti contoh ; lelehan atau larutan)
4. Ukuran kristal yang diinginkan
5. Bentuk kristal yang diinginkan
6. Kemurnian kristalisat yang diinginkan
7. Kecenderungan produk untuk membentuk kerak
1 . K R I S TA L I S A S I P E N D I N G I N A N
Pada kristalisasi pendinginan, supersaturasi dicapai dengan cara
mendinginkan larutan. Pada sistem lelehan, pada saat suhu larutan turun,
komponen zat yang memiliki titik beku lebih tinggi akan membeku terlebih
dahulu, sementara zat lain masih larut sehingga keduanya dapat dipisahkan
dengan cara penyaringan. Pada sistem larutan, penurunan suhu akan
menurunkan kelarutan zat terlarut (solut), sehingga zat terlarut akan keluar
dari larutan dan mengkristal.

Alat untuk operasi kristalisasi pendinginan di antaranya:

a. Tangki tak berpengaduk

b. Tangki berpengaduk

c. Trough crystallizer

d. Cooling disc crystallizer

e. Rotary crystallizer

f. Scraped-surface crystallizer

g. Oslo-Krystal cooling crystallizer.


A . ) TA N G K I TA K B E R P E N G A D U K

Alat ini berupa bejana terbuka dan larutan dibiarkan


dingin dengan sendirinya. Batang logam dimasukkan ke dalam
larutan sehingga kristal besar dapat tumbuh di permukaan logam
tersebut. Karena pendinginannya lambat, biasanya kristal yang
terbentuk berukuran besar dan mother liquor yang tertahan pada
kristal cukup banyak, sehingga kristal biasanya tidak terlalu murni.
Karena proses kristalisasi tidak terkontrol, produk kristal
beragam, mulai dari serbuk kecil hingga bongkahan yang besar.
Pemasangan pengaduk pada
B . ) TA N G K I B E R P E N G A D U K
crystallizer menghasilkan kristal yang
lebih kecil dan seragam serta dapat
mengurangi waktu kristalisasi. Produk
akhir cenderung mempunyai
kemurnian yang tinggi karena mother
liquor yang tertahan oleh kristal lebih
sedikit. Baffle vertikal mungkin
dipasang di dalam tangki untuk
pencampuran yang lebih baik.
Pendinginan lebih baik menggunakan
jaket dibanding koil untuk mencegah
terbentuknya kerak.
C . ) T RO U G H C RY S TA L L I Z E R

Alat ini berupa palung (trough) yang panjang


dengan lebar sekitar 1,2 meter. Larutan yang akan
Crystallizer Wulff-Bock
dikristalkan dimasukkan dari ujung satu dan
dikeluarkan di ujung lainnya. Baffle transversal dipasang
di dalam crystallizer, sehingga aliran berbentuk zigzag.
Pada crystallizer Swenson-Walker dilengkapi dengan
jaket untuk pendinginan dan pengaduk sekaligus
pembawa berupa heliks berputar dengan kecepatan
rendah (5-10 putaran/menit) di dalam crystallizer untuk
membantu pertumbuhan kristal. Crystallizer Swenson-Walker
D. ) C O O L I N G D I S C C RY S TA L L I Z E R
Crystallizer ini terdiri dari
silinder yang terbagi menjadi
beberapa kompartemen yang
dipisahkan oleh penukar panas
pelat vertikal di antara piringan
yang berputar pelan. Slurry kristal
mengalir dari satu kompartemen
TIPE TERBUKA TIPE TERTUTUP ke kompartemen selanjutnya.
E . ) ROTA RY C RY S TA L L I Z E R

Crystallizer ini berupa silinder


berputar, sama seperti rotary drier atau
rotary kiln. Pendinginan dilakukan dengan
mengalirkan udara atau air pendingin di
dalam silinder. Kristal akan terbentuk di
permukaan luar silinder dan produk kristal
diambil dengan menggunakan pisau.
F. ) S C R A P E D - S U R F AC E
C RY S TA L L I Z E R Alat ini berupa penukar
panas pipa ganda dengan
alat penggaruk di
permukaan dalam pipa.
Akibat turbulensi yang tinggi
dan gerakan menggaruk,
kristal yang dihasilkan
sangat kecil. Salah satu jenis
crystallizer ini adalah Brodie
purifier.
G . ) O S L O - K RY S TA L C O O L I N G
C RY S TA L L I Z E R

Crystallizer ini merupakan crystallizer


pendinginan dengan sirkulasi eksternal. Alat
ini berupa tangki tak berpengaduk yang
menggunakan pompa untuk sirkulasi.
Pendinginan dilakukan dengan heat
exchanger terpisah.
2 . K R I S TA L I S A S I P E N G UA PA N
Jika kelarutan solut dalam solven tidak turun
secara signifikan dengan penurunan temperatur,
supersaturasi dapat dicapai dengan pengurangan pelarut.
Pengurangan pelarut dapat dilakukan dengan cara
penguapan pelarut. Kristalisasi penguapan dapat dilakukan
jika zat yang akan dipisahkan tahan terhadap panas dan titik
bekunya lebih tinggi daripada titik didih pelarut. Berikut ini
beberapa teknik kristalisasi dengan penguapan.

a. Penguapan dengan cahaya matahari

b. Evaporasi dengan pemanas steam

c. Evaporasi sirkulasi paksa


A . ) P E N G UA PA N D E N G A N
C A H AYA M ATA H A R I

Proses ini biasa digunakan untuk


memperoleh garam alami dari air laut. Air laut
ditampung di kolam-kolam dangkal dan
dibiarkan menguap menggunakan panas dari
sinar matahari. Dalam waktu beberapa hari,
garam yang terkandung dalam air laut akan
mengkristal.
B . ) E VA P O R A S I D E N G A N
PEMANAS STEAM

Penguapan pelarut dapat dilakukan


dengan menggunakan evaporator dengan
menggunakan steam di dalam tube. Sebuah
evaporator calandria dengan downcomer di
Evaporator calandria
tengah memungkinkan magma untuk
bersirkulasi. Untuk meningkatkan efisiensi
penggunaan steam dan memaksimalkan
penguapan pelarut, evaporasi dapat dilakukan
lebih dari satu effect. Uap yang dihasilkan dari
evaporator pertama digunakan untuk
memanaskan evaporator kedua, dan
seterusnya.

Multiple-effect
evaporator
C . ) E VA P O R A S I S I R K U L A S I
PA K S A Evaporasi dilakukan dengan
sirkulasi eksternal dengan
menggunakan pompa dan pemanas
terpisah dari bejana kristalisasi. Magma
disirkulasikan melalui dasar bejana
berbentuk kerucut melewati pemanas
vertikal. Feed masuk sebelum pompa
sirkulasi dan produk diambil dari pipa
sirkulasi. Penguapan dapat dilakukan
dengan pemanasan ataupun tanpa
pemanasan. Penguapan tanpa
(a) (b) (c)
pemanasan dilakukan dengan membuat
(a) evaporator dengan pemanas bejana kristalisasi vakum, sehingga
(b)penguapan dengan vakum (flash cooling) terjadi flash cooling.
(c) evaporator kristalisasi Oslo-Krystal
3 . K R I S TA L I S A S I VA K U M

Kristalisasi vakum dilakukan pada tekanan di


bawah atmosfer. Tujuan penggunaan tekanan di bawah
atmosfer ialah untuk menguapkan pelarut tanpa
pemanasan. Prinsip kristalisasi vakum hampir sama
dengan kristalisasi penguapan, yaitu pengurangan
pelarut. Pada kristalisasi vakum, penguapan terjadi
secara adiabatis. Panas laten penguapan diambil dari
panas larutan itu sendiri, sehingga penguapan dan
pendinginan larutan terjadi secara bersamaan atau juga
disebut flash cooling. Hal ini akan menghasilkan
supersaturasi yang lebih tinggi dari kristalisasi
penguapan.
JENIS-JENIS CRYSTALLIZER
(KRISTALLISATOR)
1.) Jenis Crystallizer dengan Circulating 2.) Jenis Crystallizer Tanpa Circulating
Magma, yaitu : Magma, yaitu :
• Forced Circulating Liquid Evaporator Crystallizer • Jacketed Pipe Scraped Crystallizer
• Draft Tube Baffle (DTB) Cyrstallizer • Batch Stirred Tank With Internal Cooling Coil
• OSLO Evaporative Crystallizer • Direct Contact Refrigeration Crystallizer
• OSLO Surface Cooled Crystallizer • Twinned Crystallizer
• Vacuum Pan Crystallizer • APV-Kestner Long Tube Vertical Evaporative
Crystallizer
• Crystal Vacum Crystallizer
• Circulating Magma Vacuum Crystallizer
1. Jenis Crystallizer
dengan Circulating
Magma
A . ) F O R C E D C I R C U L AT I N G L I Q U I D
E VA P O R ATO R C RYS TA L L I Z E R
Mekanisme kerjanya ialah, larutan induk terlebih dahulu
dilewatkan melalui sebuah Heat Exchangers untuk dipanaskan sehingga
terjadi pengurangan jumlah atau kandungan pelarut dan terjadi
peningkatan kosentrasi zat terlarut, hal tersebut menunjukkan keadaan
zat terlarut sudah lewat jenuh atau supersaturasi. Kemudian larutan
tersebut dialirkan menuju badan crystallizer untuk diperoleh padatan
berupa kristal. Produk kristal dapat diambil sebagai hasil pada bagian
bawah crystallizer, namun tidak semua cairan induk berubah menjadi
padatan kristal. Karena itu ada proses pengembalian kembali hasil pipa
sirkulasi (circulating pipe) atau proses recycle hasil kristaliasi. Terlihat
bahwa umpan dan campuran umpan dengan hasil yang masih belum
padatan, dialirkan dengan paksa atau forced circulation, serta adanya
Heat Exchangers dapat membuat kenaikan titik didih yang sempurna.
Kenaikan titik didih pada Heat Exchangers pada Evaporator untuk dapat
membuat larutan menjadi lewat jenuh berkisar antara 3 – 100 F untuk
sekali lewat. Karena mengalir secara paksa menggunakan pompa, maka
kecepatan aliran cukup tinggi.
B.) DRAFT TUBE BAFFLE (DTB)
C Y R S TA L L I Z E R
Mekanisme kerjanya ialah, umpan masuk melalui
Heat Exchangers untuk proses pemanasan, karena terdapat
pengaduk yang diletakkan pada poros badan atau tangki
crystallizer maka cairan induk akan tertarik menuju daerah
pengaduk yang menuju ke arah atas, lalu ber sikulasi turun
ke bawah bila hasilnya sudah berupa kristal. Namun bila
tidak akan dikembalikan menuju Heat Exchangers kembali
melalui pipa sirkulasi. Karena masuk ke HE maka akan
terjadi kenaikan titik didih sekitar 1- 20F. Terjadi pemisahan
antara cairan induk dan kristal pada draft tube ialah karena
adanya perbedaan massa jenis, dimana massa jenis kristal
akan lebih besar dila dibandingkan dengan cairan induk,
oleh karena itu adanya gaya gravitasi mengakibatkan kristal
tersebut akan turun ke bawah dan diambil sebagai produk.
Produk kristal memiliki ukuran sekitar 6 – 20 mesh untuk
padatan KCl, (NH4)2SO4, dan (NH4)H2PO4.
C . ) O S L O E VA P O R AT I V E
C RYS TA L L I Z E R

Mekanisme kerjanya ialah, umpan masuk pada


karena "G", dipompa umpan akan bergerak secara paksa,
masuk kedalam evaporator yang terdapat HE, cairan umpan
tersebut masuk kedalam B. Sebelum masuk ke B, pada bagian
A cairan induk yang panas akan bercampur dengan panas
penguapan pada bagian B. Laju penguapan tersebut harus
dikontrol antara kerja pompa untuk mengalirkan cairan
induk dengan perubahan panas campuran tersebut. Pada
bagian B terjadi proses pencampuran antara keadaan
supersaturasi dengan kedaan penguapan, maka sering timbul
scale atau kerak garam, sehingga akan mengganggu proses
sirkulasi dari aliran tersebut. Sering kali diberikan bibit kristal
pada bibit kristal untuk mempercepat pembentukan kristal-
kristal yang kita harapkan.
D. ) O S L O S U R FAC E C O O L E D
C RYS TA L L I Z E R

Mekansismenya Tidak jauh berbeda


dengan OSLO Evaporative Crystallizer, hanya
saja cairan induk didinginkan terlebih dahulu
sebelum masuk kedalam crystallizer. Lainnya
sama dengan jenis crystallizer OSLO EC.
E . ) VAC U U M PA N
C RYS TA L L I Z E R

Jenis crystallizer ini banyak digunakan pada industri


gula. Proses kristalisasi gula terjadi di dalam suatu pan masak
yang prosesnya kerjanya dilakukan pasa keadaan vakum
(hampa udara). Langkah pertama dari proses kristalisasi
adalah menarik masakan (nira pekat) untuk diuapkan airnya
sehingga mendekati kondisi jenuh nya. Dengan pemekatan
secara terus-menerus koefisien ke jenuh an nya akan
meningkat. Pada keadaan lewat jenuh maka akan terbentuk
suatu pola kristal sukrosa. Setelah itu langkah membuat bibit
yaitu dengan memasukkan bibit gula kedalam gula kedalam
pan masak kemudian melakukan proses pembesaran kristal.
Pada proses masak ini kondisi kristal harus dijaga jangan
sampai larut kembali ataupun tidak beraturan.
F. ) C RYS TA L VAC U M
C RYS TA L L I Z E R

Prinsip kerja dari Crytallizer jenis ini adalah :


Feed dicampur dengan cairan yang direcycle dipompa
keruang penguap untuk diuapkan secara adiabatic
sehingga terjadilarutan lewat jenuh. Larutan tersebut
mengalir melalui pipa ketangki kristalisasi sehingga
terbentuk kristal di dalam tangki kristalisasi, kemudian
kristal dikeluarkan melalui dischargenya dancairannya
direcycle. Dengan alat ini ukuran kristal yang
diinginkan dapat diatur dengan mengatur kecepatan
pompa sirkulasi. Kalau sirkulasinya lambat maka kristal
yang kecil-kecil pun akan larut mengendap.
G . ) C I R C U L AT I N G M AG M A
VAC U U M C RYS TA L L I Z E R

Pada tipe kristalisator ini, baik kristal


ataupun larutan di sirkulasi diluar badan
kristal. Setelah dipanaskan larutan akan
dialirkan ke badan kristaliser. Kondisi vakum
menjadi penyebab menguapnya pelarut,
sehingga menjadi lewat jenuh dan dihasilkan
kristal.
H . ) F O R C E D C I R C U L AT I O N
B A F F L E S U R FAC E C O O L E D
C RYS TA L L I Z E R
Terlihat pada gambar diatas, umpan dan recylce kristalisasi
bersama-sama masuk kedalam medium pendingin. Namun ada
kelemahannya yaitu, panjang untuk pertukaran panas pada HE dan
kecepatan umpan serta recycle kristalisasi sangat di perhitungkan, sebab
jika terjadi kesalahan penurunan suhu untuk dapat melakukan kristalisasi
pada proses pendinginan tidak berlangsung secara optimal.
Oleh karena itu, pompa untuk sirkulasi sangat dikontrol dengan
baik, karena pompa itulah yang menciptakan laju alir di samping bukaan
valve. Adanya pompa menyebabkan cairan induk akan mengalir secara
turbulen baik di dalam HE maupun di dalam badan Crystallizer, maka akan
terjadi sering tumbukan untuk menghasilkan kristal, dimana terdapat sekat
antara saluran Head HE dengan ujung keluaran cairan induk. Bila kristal
sudah terbentuk pada cairan induk yang sudah lewat jenuh, maka kristal
akan turun karena adanya gaya gravitasi dan perbedaan massa jenis. Kristal
dari Crystallizer jenis ini berukuran besar antara 30 – 100 mesh
2. Jenis Crystallizer Tanpa
Circulating Magma
A . ) J AC K E T E D P I P E S C R A P E D
C RYS TA L L I Z E R

Prinsip kerjanya ialah cairan induk


masuk dari bagian atas samping kanan, lama
kelamaan akan membentuk kristal didalam
pipa tersebut dan kristal akan mengendap
dibawah dan menempel didinding pipa, yang
nantinya scaper blades akan mengambil
kristal-kristal tersebut. Ukuran kristal yang
dihasilkan akan seragam, umumnya besar-
besar.
B . ) B AT C H S T I R R E D TA N K
WITH INTERNAL COOLING
COIL
Jenis crystallizer ini termasuk jenis yang batch, artinya
tidak ada aliran yang keluar setiap waktunya. Tangki crystallizer
diisi, lalu diambil hasilnya pada waktu tertentu. Jenis ini dapat
digunakan untuk proses yang continous dengan dilengkapi
pengaduk. Umumnya jenis ini memiliki tutup yang berbentuk
torispherical, dimana umpan atau cairan induk masuk dari atas
dan masuk kedalam tangki untuk didinginkan. Medium
pendingin digunakan koil yang berada didalam tangki
crystallizer tersebut, sehingga efisiensi perpindahan panas
cukup tinggi. Karena kontak antar cairan dengan medium
pendingin cukup luas. Disamping itu, bila digunakan pengaduk
pembentuk kristal terutama pada secondary nucleation akan
lebih besar bila dibandingkan dengan tanpa pengaduk.
C . ) D I R E C T C O N TAC T
R E F R I G E R AT I O N C RYS TA L L I Z E R

Prinsip kerja dari crystallizer jenis ini ialah dengan adanya


pendinginan dari refrigerant yang digunakan. Dimana umpan
berupa cairan induk dimasukkan kebadan crystallizer dengan suhu
yang lebih tinggi dari suhu yang refrigerant (suhu cair refrigerant
minus). Karena titik didih dari refrigerant sangat kecil atau jauh
dibawah suhu cairan induk, maka ada perpindahan panas dari
cairan induk menuju refrigerant, dimana akan mengakibatkan suhu
refrigerant akan naik dan menguap untuk mendinginkan cairan
induk, sampai cairan induk berada pada keadaan lewat jenuhnya.
Penggunaan refrigerant ini medium pendingin sangatlah efektif,
karena apabila digunakan HE dengan media refrigerant sebagai
pendingin, perbedaan suhu yang dihasilkan akan sangat kecil.
Contoh dari jenis crystallizer ini pada proses pembuatan kristal
Calcium Chloride dengan refrigerant freon atau propane dan
pembuatan kristal p-xylene dengan refrigerant propane.
Perhitungan Neraca Panas
pada Peralatan Kristalisasi
Perhitungan Pada
Kristalisasi
Perhitungan Diameter Alat
Kristalisasi
CONTOH SOAL

Suhu alat Swenson-Walker Crystallizer seperti yang di tunjukkan pada Gambar


alat tersebut digunkan untuk memproduksi 1 ton/jam dari FeSO4.7H2O kristal
dengan pendinginan larutan yang di perlukan pada suhu 120Of. Slurry keluar dari
alat suhunya 80Of. Kelarutannya dapat di lihat pada kurva pelarutan. Suhu
pendinginan air dalam jaket adalah 60Of dan ketika keluar dari pendingin suhunya
70Of. Ini mungkin diasumsikan bahwa semua koefisien akhir dari perpindahan
panas untuk kristalisasi adalah 35 Btu/jam sq Of . 3,5 sq ft jaraknya dari permukaan
alat kristalisasi.
Hitung air pendingin yang di perlukan dengan gpm?
PENYELESAIAN

Hasil mungkin akan di kalkulasikan dari data kelarutan Perkiraan yang di hasilkan pendingin air dlam gpm
pada suhu 120oF dan larutan yang masuk ke dalam alat adalah :
260.560
140 FeSO4.7H2O per air lebih. Oleh karena itu hasilnya = 52 gpm.
(70−60)(8,34)(60)
menjadi 66 per 100 air berlebih atau 66 per 240 larutan Hasil yang di perlukan pada permukaan dikalkulasikan
awal.Total dari larutan umpan yang di perlukan adalah : dari persamaan :
240
2.000 X 66 = 7.270 lb/jam. Q = U A ∆tm
Syarat pendinginan boleh di kalkulasikan dengan prosedur ∆t1 = 120 – 70 = 50
yang garis besarnya menggunakan data di bawah ini: ∆t2 = 80 – 60 = 20
50−20 30
Panas rata-rata dalam larutan awal = 0,70 Btu/jam (oF). ∆tm = 50 = = 32,8 OF
𝐿𝑛 (20) 0,916
Panas darei alrutan FeSO4.7H2O = - (-4.400)(1,8)/278 =
28,5 Btu/jam. Dari soal neraca panas di atas, maka dapat dicari
Ini di asumsikan bila nilai yang terjadi pada suhu 80oF. besarnya diameter alat setelah didapatkan luas alat
Oleh karena itu neraca panasnya adalah : yang digunakan.
260.560
Q = (2.720)(0,70)(120-80)+(2000)(28,5) A = (32)(32,8) = 227 ft2
= 203.560 + 57.000 = 260.560 Btu/jam. Jadi diameter kristalizer tersebut adalah, D = (4 x
A/3,14)0,5 = 17 ft.
KESIMPULAN

Kristalisasi adalah pemisahan bahan padat berbentuk kristal dari suatu


lelehan, kristal-kristal yang terbentuk pada umumnya masih harus dipisahkan dari
sebagian besar larutan dengan cara penjernihan atau penyaringan. Metode
kristalisasi ada 4 yaitu; pemanasan, pendinginan, pemanasan-pendinginan, dan
penambahan bahan lain. Jenis-jenis kristalizer antara lain : Alat kristalisasi batch
berpengaduk (Agitated Batch Crystallizers), Kristalitator tabung jujut-sekat
(simple vacuum crytallizer)/ Alat kristalisasi kristal (The Krystal Crystallizer),
kristalisator Sabuk (Belt Crystalyzer) dan Kristalisator Gabungan (Growth type
Crystalizer).