Anda di halaman 1dari 24

KEUANGAN PERUSAHAAN

BAB II MODAL DALAM


PERUSAHAAN
Kelas 6 C / Kelompok 2 :
1. FATIA KAHFIANI ( 201412 )
2. EKA SETIYANI ( 201412090 )
3. RIKA ERLINA RAHAYU ( 201412109 )
4. HERLINDA WIDAYANTI ( 201412110 )

1
Pengertian Modal

Pengertian modal (Riyanto;2008) :


 Physical Oriented : Modal adalah hasil produksi yg
digunakan untuk memproduksi lebih lanjut
 Non-physical Oriented : Modal adalah nilai, daya beli atau
kekuasaan memakai atau menggunakan yang terkandung
dalam barang modal.
 Modal aktif : modal yang menunjukan bentuknya (pada sisi
debit)
 Modal pasif : modal yang menunjukan sumbernya (pada sisi
kredit)
Pengertian Modal Menurut oPara Ahli :
1. Prof Baker :barang-barang kongkret yang masih ada dalam rumah
tangga perusahaan yang terdapat di neraca sebelah debit, maupun
berupa daya beli atau nilai tukar dari barang-barang yang terdapat
disebelah kredit
2. Lutge : modal adalah dalam artian uang
3. Schwiedland : modal meliputi baik modal dlm bentuk uang
maupuan dlm bentuk barang
4. A. Amonn, J. von Komorzynsk : modal sbg kekuasaan
menggunakan yg diharapkan atas barang modal yg belum
digunakan
5. Mnrt. J.B. Clark pengertian modal ada 2 yakni:
1. Modal Abstrak (capital) : relatif tetap
2. Modal Kongkret : relatif berganti-ganti
6. Mnrt. Fisher :
1. Modal Abstrak (capital value) : relatif permanen
2. Modal Kongkret (capital goods) : mengalam perubahan
Pengertian Modal Menurut Para Ahli

 Prof. Meij  Modal adalah kolektivitas barang modal yg terdapat


dalam neraca sebelah debit.
Barang modal adalah semua barang yg ada dlm rumah tangga
perusahaan dlm fungsi produksinya utk membentuk pendapatan.
 Prof. Polak  Modal adalah kekuasaan untuk menggunakan
barang modal (modal ada di sisi neraca sebelah kredit)
Modal aktif
Berdasar cara dan lamanya perputaran, modal aktif atau kekayaan
suatu perusahaan dapat dibedakan menjadi aktiva lancar dan
aktiva tetap (Riyanto, 2008) :
 Aktiva lancar
aktiva yang habis dalam satu kali putaran dalam proses
produksi, biasanya jangka pendek (kurang dari satu tahun).
Contoh : kas, piutang, persediaan.
 Aktiva tetap
aktiva yang tahan lama, yang tidak atau berangsur-angsur habis
dalam dalam proses produksi. biasanya jangka panjang (lebih
dari satu tahun). Contoh : pabrik, tanah, dll
Modal aktif berdasar fungsinya

Berdasar fungsi kerjanya aktiva dalam perusahaan, modal aktif


atau kekayaan suatu perusahaan dapat dibedakan menjadi
modal kerja atau working capital assets dan Modal tetap atau
fixed capital assets
(Riyanto, 2008) :
 Modal kerja (working capital assets)
modal kerja dapat dimaksudkan sebagai keseluruhan aktiva
lancar (gross working capital) atau kelebihan dari aktiva
lancar di atas hutang lancar (net working capital)
 Modal tetap (fixed capital assets)
Perbedaan modal kerja dan modal tetap (Riyanto, 2008)

Modal kerja Modal tetap


 Jumlah fleksibel  Jumlah tidak flesibel
 Elemen berubah-ubah  Elemen relatif permanen
sesuai kebutuhan  Perputaran jangka
 Perputaran jangka panjang
pendek
Modal pasif
Berdasarkan asalnya, modal pasif dapat dibedakan antara modal sendiri dan
modal asing, atau modal badan usaha dan modal kreditur/utang (Riyanto,
2008) :
 Modal sendiri/ modal badan usaha
modal yang berasal dari perusahaan itu sendiri (cadangan,laba) atau
berasal dari pemilik (misal : modal saham). Modal ini menjadi
tanggungan terhadap seluruh resiko perusahaan dan secara yuridis
modal inilah yang merupakan jaminan bagi para kreditur.
 Modal asing/ modal kreditur
modal yang berasal dari kreditur, merupakan hutang bagi perusahaan.
Modal pasif
Berdasarkan lama penggunaan, modal pasif dapat dibedakan antara
modal jangka panjang dan modal jangka pendek (Riyanto, 2008).

Pembagian modal pasif dapat juga didasarkan pada syarat likuiditas,


syarat solvabilitas, dan syarat rentabilitas (Riyanto, 2008) :
 Berdasar likuiditas, modal pasif adalah terdiri atas : modal jangka
panjang dan modal jangka pendek
 Berdasar solvabilitas, modal pasif adalah terdiri atas : modal sendiri
dan modal asing
 Berdasar rentabilitas modal pasif adalah terdiri atas : modal dengan
pendapatan tetap (obligasi) dan modal dengan pendapatan tidak tetap
(saham)
Struktur kekayaan
 Struktur kekayaan adalah perimbangan atau perbandingan baik
dalam artian absolut maupun dalam artian relatif antara aktiva lancar
dengan aktiva tetap (Riyanto, 2008).
 Contoh : suatu perusahaan memiliki data disisi aktiva yakni : aktiva
lancar Rp. 7.000.000,00 dan aktiva tetapnya sebesar Rp. 3.000.000,00
 Maka struktur kekayaan = 7.000.000,00 : 3.000.000,00
=7:3
Atau
= 70% : 30%
Struktur finansiil

 Struktur finansiil mencerminkan cara bagaimana aktiva-aktiva


perusahaan dibelanjai, dengan demikian struktur finansiil tercermin pada
keseluruhan pasiva dalam neraca (Riyanto, 2008).
 Struktur finansiil mencerminkan perimbangan baik dalam artian absulut
maupun relatif antara keseluruhan modal asing (baik jangka pendek
maupun jangka panjang) dengan modal sendiri (Riyanto, 2008).
 Contoh : suatu perusahaan memiliki data disisi pasiva yakni : modal asing
Rp. 2.000.000,00 dan modal sendiri sebesar Rp. 8.000.000,00
 Maka struktur kekayaan = 2.000.000,00 : 8.000.000,00
=2:8
Atau
= 20% : 80%
Struktur Modal
 Struktur modal adalah pembelanjaan permanen dimana mencerminkan
struktur modal
perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri. (Riyanto,
2008).
 Apabila struktur finansiil tercermin pada keseluruhan pasiva dalam neraca,
maka struktur modal hanya tercermin pada hutang jangka panjang dan
unsur-unsur modal sendiri, dimana kedua golongan tersebut merupakan
dana permanen atau dana jangka panjang (Riyanto, 2008).
 Struktur modal hanya merupakan sebagian dari struktur finansiil (Riyanto,
2008)
 Contoh : suatu perusahaan memiliki data disisi pasiva yakni : hutang jangka
panjang Rp. 1.000.000,00 dan modal sendiri sebesar Rp. 9.000.000,00
 Maka struktur modal = 1.000.000,00 : 9.000.000,00
=1:9
Atau
= 10% : 90%
Struktur finansiil yang konservatif
Dalam hubungannya dengan struktur finansiil dan struktur
kekayaan, terdapat pedoman atau aturan struktur finansiil yang
konservatif (Riyanto,2008) :
 Aturan struktur finansiil konservatif yang vertikal
 Aturan struktur finansiil konservatif yang horizontal
Aturan struktur finansiil konservatif yang vertikal
(Riyanto,2008)
 Aturan struktur finansiil konservatif yang vertikal memberikan batasan
imbangan yang harus dipertahankan perusahaan mengenai besarnya modal
asing dan modal sendiri.
 Perusahaan yang sehat harus dibangun atas dasar modal sendiri, yaitu modal
tahan resiko, sehingga aturan finansiil menetapkan bahwa besarnya modal
asing dalam keadaan apapun juga tidak boleh melebihi besarnya modal sendiri
 Koefisien hutang, yaitu angka perbandingan antara jumlah modal asing
dengan modal sendiri tidak boleh melebihi 1: 1
 Setiap perluasan modal sendiri akan memperbesar kemampuan perusahaan
dalam menanggung resiko perusahaan
Aturan struktur finansiil konservatif yang horizontal
(Riyanto,2008)
 Aturan struktur finansiil konservatif yang horizontal
memberikan batas imbangan antara besarnya modal sendiri
dengan besarnya aktiva tetap plus persediaan besi.
 Keseluruhan aktiva tetap dan persediaan besi harus sepenuhnya
ditutup dengan modal sendiri. Dengan kata lain besarnya modal
sendiri tidak boleh kurang atau lebih kecil daripada jumlah aktiva
tetap plus persediaan besi.
 Kondisi tersebut dapat digambarkan pada slide berikut :
Gambar keadaan normal dalam perimbangan antara jumlah
aktiva tetap +persediaan besi dengan modal sendiri

Aktiva lancar Modal asing

Aktiva tetap + persediaan besi Modal sendiri


Aturan struktur finansiil konservatif yang horizontal
(Riyanto,2008)
Kondisi lain yang akan disajikan dalam 2 slide berikutnya adalah :
1. Apabila kondisi modal sendiri lebih kecil atau kurang daripada
besarnya aktiva tetap plus persediaan besi, sehingga besarnya
modal sendiri tidak cukup untuk menjamin atau menutup
aktiva tetap dan persediaan besi.
2. Dan kondisi sebaliknya, apabila modal sendiri lebih besar
daripada besarnya aktiva tetap plus persediaan besi, sehingga
kelebihan modal sendiri dapat digunakan untuk menutup
sebagian aktiva lancar.
Gambar keadaan modal sendiri “kurang cukup”
untuk membelanjai aktiva tetap plus persediaan besi

Aktiva lancar
Modal asing
Aktiva tetap +
persediaan besi Modal sendiri
Gambar 2 : keadaan modal sendiri “lebih dari cukup” untuk membelanjai
aktiva tetap plus persediaan besi

Modal asing
Aktiva lancar

Modal sendiri
Aktiva tetap + persediaan besi
Contoh :
Dengan menggunakan data PT Mulia pada slide berikutnya,
saudara diminta menghitung :
a. Struktur kekayaan
b. Struktur finansiil
c. Struktur modal
Neraca
PT Mulia
per 31 Desember 2013
AKTIVA PASIVA

Kas 5.000.000 Hutang lancar 20.000.000

piutang 20.000.000 Hutang jangka 50.000.000


panjang
persediaan 50.000.000 Modal saham 85.000.000

Aktiva tetap 80.000.000

Total 155.000.000 total 155.000.000


a. Struktur Kekayaan
b. Struktur finansial
c. Struktur Modal