Anda di halaman 1dari 20

LABORATORY

DIAGNOSTIC HIV AND


AIDS

Prof. DR. Dr. Ratna Akbari Ganie,


SpPK, FISH

CLINICAL PATHOLOGY DEPARTMENT MEDICAL


FACULTY USU / RSUP H.ADAM MALIK
MEDAN
Beberapa jenis tes antibodi HIV
Rapid test
ELISA
Western Blotting
Rapid test
Material provided:
– SD BIOLINE HIV-1/2 test device/ Multi-
device/strip/POCT
– Optional: Lancet, alcohol swab and capillary
pipette (20 l/drop)
– Assay diluent
Test procedure
I. Blood specimen (with a lancet):
1. Pierce with sterile lancet provided
2. Take a 20 l capillary pipette provided, draw
blood into the capillary pipette to black line
3. Add 20 l of drawn blood into the sample
well (s)
4. Add 4 drops of assay diluent into the sample
well (s)
II. Blood (by venipucture), plasma or serum
specimen
1. Add 10 l of plasma or serum (20 l of
blood) into the sample well (s)
2. Add 4 drops of assay diluent into the
sample well (s)
ELISA
PEMERIKSAAN ELISA

Humoral component :

Penderita HIV ( + ) membentuk antibodi anti-


envelope antibodi gp120, anti-p24 antibodi

Metode pemeriksaan :- ELISA (KUANTITASI)


- Rapid test (KUALITASI)

HIV Antigen ELISA mendeteksi HIV core Antigen


(p24) merupakan mayor antigen .

HIV antibodi terhadap protein gp120 dan p24


Pemeriksaan antibodi → Induplo ( cek
ulang dengan duplikasi ) untuk
menghindari teknikal error dan false
positif.
Hasil : Reaktif → pemeriksaan
konfirmasi menggunakan metode
Western Blotting (Immunoblotting) .
False positif jarang terjadi.
Kekurangan :
- Memerlukan waktu yang lama
- Membutuhkan Staff yang terlatih
- Memerlukan biaya yang relatif mahal
Western Blotting
(Confirmation Test)
•Untuk tujuan surveilans, reagen yang
dipilih harus memiliki sensitivitas >99%, dan
spesifisitas reagen berikutnya >98%, dan
untuk reagen ketiga spesifisitas >95%
Strategi III (Rapid Test) untuk pasien
asymptomatic

•Semua regensia yang dipakai harus


terdaftar di DepKes RI.
Tes HIV Viral Load PCR
Metode PCR menyediakan suatu
mekanisme untuk mendeteksi target
organisme dengan konsentrasi yang
sangat kecil dengan spesifisitas yang
tinggi dan dibuat tiruannya berlipat ganda
sehingga ada tidaknya virus dan bakteri
spesifik serta mutasi materi genetik dapat
dideteksi
Tahapan Proses PCR
Pre – PCR :
Preparasi reagensia
Preparasi spesimen : isolasi/ purifikasi DNA/
RNA
PCR : proses amplifikasi
Denaturasi (pemisahan rantai DNA)
Annealing (penempelan primer)
Extension (pemanjangan oleh enzim)
Post – PCR :
Deteksi/ Analisa Hasil PCR
Viral load HIV adalah jumlah partikel virus
HIV yang ditemukan dalam setiap mililiter
darah

Semakin banyak jumlah partikel virus HIV


di dalam darah, semakin cepat sel-sel
CD4 dihancurkan dan semakin cepat
pasien menuju ke arah AIDS
Viral load HIV dapat diukur dengan PCR,
salah satu metode PCR yang digunakan
saat ini adalah dengan COBAS
AMPLICORTM Analyzer Process Steps
Dalam proses amplifikasi target sekuen
digandakan berulang-ulang sehingga
didapat jutaan kopi yang dinamakan
amplikon. Hasil pemeriksaan dilaporkan
sebagai copies/mL atau dalam
perhitungan matematik logaritma atau ‘log’
Misalnya hasil pasien X adalah 173.000
copies/mL=log 5,24 atau pelaporan dalam
satuan International Unit= 88.230
IU/mL=log 4,946
Viral load (VL) menunjukkan tingginya
replikasi HIV dan kecepatan
penghancuran CD4 dan tinggi rendahnya
VL menunjukkan cepat-lambatnya
perjalanan penyakit dan kematian
Pengukuran CD4+
Pengukuran cellular component :
Target cell adalah T.helper (CD4+)
Normal :CD4+ :65 % dan CD8+ : 35% dari
total T-cell
Pada penderita AIDS konsentrasi CD4+
menurun secara drastis.
Konsentrasi CD4+ dihubungkan dengan
konsentrasi CD8
Menyebabkan rasio CD4+ / CD8 terbalik pada
HIV / AIDS
TEKNIK PEMERIKSAAN CD4+

Cara Immunophenotyping menggunakan


Flow Cytometri dan Cell sorter

Prinsip : Menggabungkan kemampuan alat


untuk mengindentifikasi karakteristik masing-
masing permukaan cell dengan kemampuan
memisahkan cell yang berada dalam suatu
suspensi menurut karakteristik masing-
masing dengan menggunakan satu atau lebih
Probe yang sesuai secara automatis melalui
suatu celah yang diteruskan oleh seberkas
sinar laser.
Sinar laser
Cell Sinyal elektronik
detector
cell

Detector  dicatat sebagai karakteristik


cell yang bersangkutan
 Identifikasi jenis cell
 aktivitas cell
 Jumlah cell dalam populasi
campuran