Anda di halaman 1dari 60

TEKNOLOGI PERTENUNAN

“PENGOPERASIAN WEAVING”
PERTENUNAN
Kain tenun terbentuk dari 2 kelompok benang yaitu benang
lusi dan benang pakan. Benang lusi adalah benang yang
arahnya vertikal membentuk panjang kain, sedangkan
benang pakan arahnya horizontal membentuk lebar kain.
Kedua kelompok benang tersebut saling bersilangan tegak
lurus membentuk sudut 90o.

Dalam proses pertenunan benang lusi adalah benang yang


terpasang di atas mesin atau alat tenun. Sedangkan benang
pakan adalah benang yang diluncurkan dari satu sisi mesin
atau alat ke sisi yang lainnya melalui perantaraan media
tertentu, misalnya, teropong (shuttle), air, angin, rapier,
gripper projectile.
KLASIFIKASI MESIN TENUN

ATBM ATM

(Alat Tenun Bukan Mesin) (Alat Tenun Mesin)

HAND GEDOGAN SHUTTLE SHUTTLELESS

NON OTOMATIS SEMI OTOMATIS OTOMATIS RAPIER PROJECTILE AIR JET WATER JET

CORAK LUSI CORAK PAKAN CORAK LUSI CORAK PAKAN

TAPPET/CAM DOBBY JACQUARD BAK BERSUSUN TAPPET/CAM DOBBY JACQUARD AKUMULATOR


ATBM (Handloom)
ATM (power loom)
GERAKAN-GERAKAN PADA
PERTENUNAN
1. GERAKAN POKOK
- PEMBUKAAN MULUT LUSI
- PELUNCURAN PAKAN
- PENGETEKAN
2. GERAKAN SEKUNDER
- PENGULURAN LUSI
- PENGGULUNGAN KAIN
3. OTOMATISASI
PEMBUKAAN MULUT LUSI
PELUNCURAN PAKAN
PENGETEKAN PAKAN
PENGULURAN DAN
PENGGULUNGAN KAIN
MACAM-MACAM ALAT
PELUNCUR PAKAN
 TEROPONG
 UDARA
 AIR
 PELURU
 BATANG
AIR JET LOOM
AIR JET LOOM ADALAH MESIN TENUN YANG MENGGUNAKAN UDARA SEBAGAI MEDIA
PELUNCUR BENANG PAKANNYA.

UJUNG BENANG PAKAN YANG DIGULUNG PADA CREEL, AKAN MELUNCUR MASUK
PADA MULUT LUSI DENGAN CARA DI DORONG OLEH KEKUATAN HEMBUSAN UDARA
MELALUI MAIN NOZLE DAN SUB-SUB NOZLE SEPANJANG SISIR TENUN YANG
MERUPAKAN AREA PELUNCURAN BENANG PAKAN.
SUPPLY
PACKAGE

ACCUMULAT
OR

SUCTION
PFT

MAIN STRETCHING
NOZZLE NOZZLE

MOVABLE FILLING FILLING


RELAY
MAIN THREAD STOP
NOZZLE
NOZZLE SCISSOR MOTION
SUPLAY PACKAGE ADALAH GULUNGAN BENANG PAKAN YANG DITEMPATKAN PADA RAK
CREEL BENANG PAKAN YANG POSISINYA BERADA PADA YARN SUPLAY SIDE
ACCUMULATOR : ADALAH PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGGULUNG
BENANG PAKAN YANG AKAN SEGERA DILUNCURKAN. PRINSIP KERJANYA ADALAH
MENARIK BENANG PAKAN DARI BOOBIN CREEL, LALU MENGGULUNGNYA DAN
SELANJUTNYA MELEPASKAN GULUNGAN BENANG TERSEBUT UNTUK DI DORONG
OLEH HEMBUSAN UDARA.
PFT-AIR : ADALAH PEMOGRAMAN UNTUK MENGATUR TEGANGAN BENANG PAKAN
FIXED MAIN NOZLE: ADALAH NOZLE UTAMA DIMANA BENANG PAKAN DIDORONG
MELALUI HEMBUSAN UDARA YANG DIKELUARKAN MELALUI NOZLE INI

MOVEABLE MAIN NOZLE ADALAH NOZLE YANG DITEMPATKAN PADA LADE SEHINGGA
NOZLE INI DAPAT IKUT BERGERAK SESUAI DENGAN GERAKAN LADE TERSEBUT.
FILLING TREAD SCISSOR: ADALAH GUNTING PAKAN, YANG BERFUNGSI UNTUK
MEMOTONG BENANG PAKAN SETELAH BENANG PAKAN DILUNCURKAN
SUB NOZLE/RELAY NOZLE: ADALAH NOZLE-NOZLE PEMBANTU YANG DITEMPATKAN
PADA SISIR TENUN YANG AKAN MENGHEMBUSKAN UDARA UNTUK MEMBANTU
MENDORONG BENANG PAKAN
FILLING DETECTOR: ADALAH PERALATAN YANG BEKERJA SECARA OPTICAL, YANG AKAN
MENDETEKSI KEHADIRAN BENANG PAKAN PADA PINGGIR KAIN UNTUK MEYAKINKAN
APAKAH BENANG PAKAN TELAH SAMPAI PADA PINGGIR KAIN DENGAN LEBAR YANG
SESUAI.

FILLING STOP 1 FILLING STOP 2


STRETCHING NOZLE: ADALAH NOZLE KHUSUS YANG BERFUNGSI UNTUK MELURUSKAN
BENANG PAKAN PADA SAAT HENDAK DI RAPATKAN
SUCTION: ADALAH PERALATAN YANG BERFUNGSI UNTUK MENGHISAP BENANG PAKAN
YANG PUTUS, BENANG PAKAN TAK SAMPAI AKIBAT DARI KEGAGALAN PELUNCURAN
PAKAN
Gerakan-gerakan yang ada
pada AJL Picanol:

PRA(Pick Repair Automation)


PSO (Prewinder Switch Of)
VACUM SUCTION
3
2 4 5 6

7
KETERANGAN :

1. BEAM LUSI 4. HEALD WIRE/ GUN 7. BEAM KAIN

2. BACK REST ROLLER 5. SISIR

3. DROP WIRE 6. ROL TAKE UP


Hal hal yang harus di
perhatikan pada beam lusi
adalah
1. Kerataan dari permukaan benang lusi .
2. Warna harus sama untuk benang lusi yang
berwarna sejenis .
3. Kebersihan dari benang lusi.
4. Jumlah lusi harus sesuai dengan data
teknik / corak yang sedang jalan di mesin.
5. Susunan benang lusi harus sesuai dengan
data teknik untuk corak .
Hal hal yang harus di
perhatikan pada back rest roll
adalah:
 Kebersihan dari back rest roll.
 Permukaan dari back rest roll harus licin agar pada
saat benang lusi bergesekan pada back rest roll
tidak putus.
ELEMEN YANG DILALUI
BENANG LUSI PADA MESIN AJL
PICANOL
3. DROP WIRE
Hal hal yang harus di
perhatikan pada drop wire :
 Pada bagian mulutnya tidak boleh tajam karena
akan menyebabakan benang lusi putus.
 Pada bagian atas dropwire tidak boleh patah karena
ketika benang lusi putus bisa mengakibatkan drop
wire tidak turun karena menyangkut pada drop wire
yang lain dan efeknya terjadi cacat lusi.
 Drop wire tidak boleh berkarat karna akan
mengakibatkan cacat kotor pada kain.
ELEMEN YANG DILALUI
BENANG LUSI PADA MESIN AJL
PICANOL
4. HEALD WIRE/ GUN
Mesin Tenun Dobby Mesin Tenun Jacquard
Hal hal yang harus
diperhatikan pada heald wire :

 Mata gun ini harus licin dan tidak terdapat sudut


sudut runcing hal ini untuk mencegah tejadinya
putus benang lusi karena bergesekan pada proses
pertenunan.
 Heald wire / gun tidak boleh kotor dan berkarat , hal
ini akan mengakibatkan cacat pada kain yaitu cacat
kain kotor.
ELEMEN YANG DILALUI
BENANG LUSI PADA MESIN AJL
PICANOL
5. REED/ SISIR TENUN
Hal hal yang harus di
perhatikan pada sisir :
 Nomor sisir yang dipasang harus sesuai dengan
data teknik.
 Jumlah benang lusi yang dicucuk pada lubang sisir
harus sama dengan data teknik.
 Keadaan sisir harus dalam kondisi yang baik ,
lubang sisir tidak boleh ada yang renggang dan
bergelombamg.
ELEMEN YANG DILALUI
BENANG LUSI PADA MESIN AJL
PICANOL
6. ROL TAKE UP
Hal hal yang perlu di
perhatikan pada roll take up
adalah :
 Roll amplas permukaannya harus bagus tidak boleh
aus atau rusak, karena akan mengakibatkan
penggulungan kain tidak sempurna.
 Tidak boleh ada kotoran atau benda apapun yang
merusak pada roll amplas, karna akan
mengakibatkan cacat pada kain.
ELEMEN YANG DILALUI
BENANG LUSI PADA MESIN AJL
7. PICANOL
ROLL BATCHING
Hal hal yang harus di
perhatikan pada roll batching :

 Hasil gulangan kain dari roll batching tidak boleh


kusut.
 Bearing roll batching harus berputar dengan baik
agar pada saat kain di gulung hasilnya bagus, tidak
terjadi ayaman pecah untuk pick / density kecil dan
tidak kusut pada kain pick / density yang besar.
PENYETELAN PADA AIR JET
LOOM
PENYETELAN TEKANAN UDARA
PENYETELAN FEEDER DRUM
PENYETELAN SUDUT RELAY NOZLE
PENYETELAN PADA AIR JET
LOOM
DASAR PERTIMBANGAN PENYETELAN TEKANAN UDARA

-NOMOR BENANG PAKAN YANG DILUNCURKAN


-LEBAR KAIN YANG AKAN DIBUAT (LEBAR KERJA MESIN)
-KECEPATAN PUTAR (RPM MESIN TENUN)
CONTOH PENYETELAN
(TIMING)
1. Pin feeder drum : 80°-200°
2. Main nozzle : 90°-190°
3. Grup sub nozzle I : 110°-190°
4. Grup sub nozzle II : 140°-220°
5. Grup sub nozzle III : 170°-240°
6. Grup sub nozzle IV : 170°-240°
GANGGUAN-GANGGUAN
PADA AJL
Pengaruh struktur benang

Kekasaran benang,panjang staple,kohesi serat


meningkatkan ketahanan benang terhadap hembusan
udara,memberikan ketahanan waktu putus benang
yang lebih lama.
Benang-benang yang memiliki diameter lebih besar
membutuhkan hembusan udara yang lebih besar
untuk meluncurkannya,hal ini di sebabkan karena
massa benang meningkat seiring dengan
meningkatnya diameter benang,dimana luas
permukaan benang meningkat seiring dengan
diameternya
GANGGUAN-GANGGUAN
PADA AJL
PENGARUH NOMOR BENANG

Benang-benang yang kasar memiliki kepadatan linier benang yang


tinggi,oleh sebab itu percepatannya biasanya rendah ,hal ini di
sebabkan oleh karena percepatan benang berbanding terbalik
terhadap massa benang .Mengarah ke ujung akhir
penyisipan,kecepatan benang yang kasar meningkat yang di
sebabkan oleh kelembaman (inersia) yang lebih besar.Pengaruh
kelembaman pada kecepatan benang sebagai kompensasi dari
kecepatan awal yang rendah yang di hasilkan pada kecepatan yang
sama ,terlepas dari nomor benang,bilamana perubahan dalam nomor
benangnya sangat kecil.Namun demikian,pengaruh nomor benang
menjadi penting jika perbedaan nomor benang terlalu besar.Benang
yang lebih halus mempunyai rata-rata kecepatan yang tinggi di
bandingkan dengan benang yang bernomor kasar.
GANGGUAN-GANGGUAN
PADA AJL
Pengaruh twist dan rangkapan
Jumlah lilitan (twist) benang mempunyai peranan penting dalam
jalannya benang selama penyisipan pakan dengan AJL.Twist dapat
meningkatkan kekuatan benang dan dapat memberikan gaya-gaya
pada serat agar tidak bergeser/slip dari kedudukannya.Gaya-gaya
tersebut memberikan serat-serat menjadi lebih kompak.Tingkatan twist
yang tinggi dapat meningkatkan waktu penyisipan,karena dengan
adanya twist diameter benang menjadi lebih kecil sehinnga permukaan
benang menjadi lebih halus.Gaya dorong pada benang menjadi lebih
menurun,karena diameter benang berkurang,sehingga friksi/gesekan
antara benang dan hembusan udara juga berkurang.Sebagai
akibatnya ,benang dengan twist yang rendah memiliki kecepatan
penyisipan yang lebih tinggi.Tetapi tidak ada perbedaan yang berarti
antara benang dengan jenis twist yang di gunakanya apakan twis S atau
Z pada penyisispan pakan dengan menggunakan AJL.
GANGGUAN-GANGGUAN
PADA AJL
Pengaruh twist dan rangkapan
Jumlah lilitan (twist) benang mempunyai peranan penting dalam
jalannya benang selama penyisipan pakan dengan AJL.Twist dapat
meningkatkan kekuatan benang dan dapat memberikan gaya-gaya
pada serat agar tidak bergeser/slip dari kedudukannya.Gaya-gaya
tersebut memberikan serat-serat menjadi lebih kompak.Tingkatan twist
yang tinggi dapat meningkatkan waktu penyisipan,karena dengan
adanya twist diameter benang menjadi lebih kecil sehinnga permukaan
benang menjadi lebih halus.Gaya dorong pada benang menjadi lebih
menurun,karena diameter benang berkurang,sehingga friksi/gesekan
antara benang dan hembusan udara juga berkurang.Sebagai
akibatnya ,benang dengan twist yang rendah memiliki kecepatan
penyisipan yang lebih tinggi.Tetapi tidak ada perbedaan yang berarti
antara benang dengan jenis twist yang di gunakanya apakan twis S atau
Z pada penyisispan pakan dengan menggunakan AJL.
GANGGUAN-GANGGUAN
PADA AJL
Pengaruh tekstur (Texturing)
False twist dan air jet texturing dapat meningkatkan kekuatan gesekan
pada benang dan juga meningkatkan kecepatan benang di bandingkan
dengan benang – beanag filamen.Hal ini di sebabkan karena struktur
dari benang-benang tekstur yang mempunyai sifat rua (bulky),sehingga
penetrasi udara kedalam benang tekstur menjadi lebih baik dan dapat
menyebabkan gaya dorong menjadi lebih baik.
RAPIER
ELEMEN-ELEMEN YANG DI LALUI
BENANG PAKAN
Rak Creel
Pakan/
RAPIER

ACCUMULATOR

GUIDE BR
BRAKE TENSI IDLE
ON

WEFT STOP M COLOUR SEL FILLING SCISS


OTION ECTOR OR
Rak Pakan/ Creel

Hal-hal yang harus


diperhatikan:

 Besi creel posisinya harus benar-benar lurus


dengan accumulator, agar benang pakan
dapat diluncurkan dengan sempurna.

 Cara pemasangan benang pakan yang benar


adalah harus ada benang pakan cadangan,
agar pada saat benang pakan habis mesin
tidak terlalu lama berhenti dan efisiensi
mesin tenun bisa lebih tinggi.

Back
ACCUMULATOR

Hal-hal yang harus diperhatikan:


 Penggulungan benang pakan harus
bagus tidak boleh tersendat
apapun.

 Alur benang pakan yang masuk


pada accumulator harus benar.

 Putaran accumulator harus selaras


dengan RPM mesin Tenun itu
sendiri.

Back
BRAKE TENSION

Hal-hal yang harus diperhatikan:


 Semua tension harus
sama/ rata
kekencangannya, jika
terlalu kendor akan
menyebabkan pakan
kendor pada kain yang
dihasilkan.

 Bila tension terlalu


kencang juga akan
menimbulkan pakan tak
sampai pada ujung kain.
Back
WEFT STOP MOTION

Hal-hal yang harus diperhatikan:

 Lubang eyelate harus dijaga


kebersihannya agar sensor ini akan
berfungsi dengan baik.

 Posisi lubang eyelate harus lurus


dengan brake tension ataupun
dengan colour selector, agar
benang pakan akan meluncur
dengan sempurna.

Back
COLOUR SELECTOR
Hal-hal yang harus diperhatikan:

•Jangan salah memasukan benang


pakan pada lubang colour selector.

•Periksa kelurusan dari batang colour


selector agar terbawa oleh rapier LHS.

Back
FILLING SCISSOR

Hal-hal yang harus


diperhatikan :

 Filling scissor ini harus tajam tidak


boleh tumpul agar pengguntingan bisa
sempurna.

Back
GUIDE BRIDLE

Hal-hal yang harus


diperhatikan :
 Benang pakan yang sudah masuk
ke colour selector harus dimasukan
ke guide bridle agar benang pakan
bisa terpotong oleh gunting pick
dan terbawa oleh rapier LHS.
 Benang pakan kalau tidak
dimasukan ke guide bridle akan
menabrak benang lusi dan
kemudian benang lusi banyak
yang putus/ rampung.

Back
RAPIER
Rapier terbagi menjadi 2,
antara
- Rapier Left Hand Side lain :  Rapier Left Hand Side
(LHS)  (LHS)yang berfungsi
untuk
 pembawa atau penyuplai
 benang pakan yang
disebut
 juga Tacker.
Rapier Right Hand Side (RHS)
 - Rapier Right Hand Side (RHS) yang berfungsi untuk
penerima benang pakan
yang
di suplai oleh rapier LHS
yang
disebut juga Giver.

Back
CONTROL BAR

 Alat untuk membuka mulut


rapier pada saat pengambilan
benang pakan.baik sebelah
kiri maupun kanan.

Back