Anda di halaman 1dari 20

Water jet loom adalah mesin tenun yang menggunakan semprotan

air untuk menyisipkan benang pakan kedalam mulut lusi (warp


shed). Mesin tersebut memiliki kecepatan penyisipan benang pakan
yang tinggi.
1). Terdapat peralatan penyemprot air atau nozzle sebagai alat peluncur
benang pakan. Fungsi dari alat ini adalah untuk menyemprotkan air yang
mengantarkan pakan. Arus air yang keluar dari nozzle harus membentuk
semprotan yang padat dan kecepatannya harus lebih besar dari benang
pakannya. sehingga membangkitkan kekuatan yang diperlukan untuk proses
peluncuran pakan agar proses tersebut berjalan dengan baik.

2). Terdapat peralatan penggulung dan pengulur benang pakan yaitu feeder.
Peralatan ini terpisah dari rangka mesin yang berfungsi untuk mengukur,
menggulung dan mengulur benang pakan sesuai dengan lebar sisir ditambah
dengan toleransinya. Dengan alat ini benang pakan tidak akan tersendat-
sendat pada saat ditarik oleh air sehingga air dapat dengan mudah
meluncurkan benang pakan karena tanpa alat tersebut panjang benang pakan
yang diluncurkan pada setiap pick tidak akan sama.
3). Adanya float box/tangki air, yaitu tempat penampungan air
dengan persyaratan tertentu yang merupakan hal mutlak dan
harus tersedia dalam jumlah yang mencukupi, digunakan sebagai
pengantar benang pakan pada saat proses peluncuran benang
pakan.

4). Adanya penutup mesin untuk melindungi mesin dari cipratan


air di sekitar peluncuran pakan dan saluran untuk mengalirkan
sisa proses.

5). Kain hasil proses produksi pada water jet loom selalu dalam
keadaan basah, sehingga biasanya pada mesin dilengkapi alat
penghisap air yang berfungsi sebagai pengering kain grey
sebelum dilakukan proses inspeksi
1). Produktivitas tinggi.
2). Biaya irit.
3). Kecepatan penyisipan pakan tinggi.
4). Hemat penggunaan ruang.
5). Rendah tingkat kebisingan dan getaran
1.Bobbin Jumbo
2.Feeder
3.Gripper
4.Nozzle
5.Cutter
6.Sisir Tenun
7.Benang Leno
8.Benang Lusi
Pada saat meluncurkan benang pakan, semburan air pada water jet loom harus sesuai dan
berkesinambungan dengan peralatan-peralatan lain diluar peluncuran benang pakan.

Keterangan
A : Jet start angle
B : Flying start angle
C’ : Jet end angle
C : Flying end angle
D : Weft flying end angle
L : Lead angle (L=B-A)
F : Flying angle (F=D-B)
J : Jet angle
Drum feeder berfungsi menyiapkan benang pakan yang akan disuapkan ke dalam mulut lusi
dan mengatur panjang benang pakan sesuai dengan yang telah ditentukan
Gripper berfungsisebagai peralatan pembantu penyuapan peluncuran benang pakan serta
menjaga tegangan benang pakan agar tidak terjadi balloning. Prinsip kerja gripper
menggunakan sistem elektromagnetik, gerakan membuka dan menutup diatur oleh
solenoid.
Nozzle pada water jet loom berfungsi untuk membuat tekanan air menjadi semburan yang
lurus (tidak pecah) serta memancarkan air dari pompa sekaligus mengantarkan benang
pakan untuk melakukan proses peluncuran

1. Nozzle body 3.Nut 7-9. O-ring


2. Needle 4-6. Yarn Guide 10. Rectifier/Stabilizer
Posisi nozzle pada saat akan meluncurkan benang pakan ketika mulut lusi
terbuka mempengaruhi peluncuran benang pakan. Jika sudut tembak semburan
air dari nozzle tidak tepat terhadap benang pakan, maka proses peluncuran
benang pakan akan terganggu. Kedudukan nozzle pada saat meluncurkan benang
pakan harus berbentuk parabola, tidak boleh lurus namun tidak begitu
melengkung. Karena bila terlalu melengkung akan menyebabkan pakan tidak
meluncur dengan sempurna
Filling Cutter berfungsi untuk mengguntig benang pakan saat hendak diketek oleh sisir
tenun
Air sebagai media perantara peluncuran
pakan dihisap dari float box (5), kemudian
diteruskan menuju plunger (2) melalui inlet
tube (5) yang saat masuk diatur oleh pump
inlet valve. Adanya gerak menghisap air dari
float box ke plunger karena pump cam
berputar searah jarum dari posisi jari-jari
lingkaran terendah, maka plunger mulai
terdesak masuk sehingga air terhisap
masuk ke dalam plunger. Air dalam plunger
kemudian didesak keluar karena adanya
tekanan dari pump spring, melalui outlet
tube (10) yang diatur keluarnya oleh pump
outlet valve diteruskan ke nozzle.
FLOAT BOX

Float box atau tangki air, berfungsi untuk menampung air sebelum diluncurkan dan
menjaga suhu air.

Keterangan :
1. Float box 4.Float 7.Nut
2. Float stay 5.Filter 8.Drain Plug
3. Float valve 6.Pump inlet tube 9.Cover
PUMP VALVE

Pump valve berfungsi mengatur masuknya air ke plunger dan keluarnya air ke
nozzle, dan menjaga supaya tidak ada kebocoran air dan tidak ada udara yang ikut
terhisap. Pump valve terbagi menjadi dua bagian yaitu pump inlet valveyang
mengatur masuknya air dari float box menuju plunger melalui inlet tube dan pump
out valve yang mengatur keluarnya air dari pluger menuju nozzle melalui outlet
tube.

1. Body 8-B. Pump Valve Out


2. Silinder 9.Outlet Tube
8-A Pump valve In 10. Inlet Tube
PUMP SPRING

Pump spring berfungsi memberi tekanan pada air yang berada di plunger. Tekanan
air akan menentukan kekuatan semburan air yang akan membawa pakan ke dalam
mulut lusi.
PLUNGER

Plunger berfungsi sebagai penghisap air yang berada di float box


Standar Standar Yang
Analisa Komponen Utama
Optimum Diinginkan
Bahan Organik : fragmen
Turbidity < 1,1 ppm < 2,0 ppm dari binatang, tanaman,
humus, mikroba
pH (25 °C) 6,8 – 7,2 6,7 – 7,5
Total Hardness
< 25 ppm < 30 ppm Ca2+, Mg2+
(kesadahan)
Total Besi, Mangan < 0,15 ppm < 0,20 ppm Ionoxide, Fe2+, Mn2+
Cl2, air yang mengandung
Chlor Bebas < 0,1 ppm < 0,3 ppm chlor seperti air perkotaan
bukan air alami
HCO3 yang diproduksi oleh
Alkalinitas < 30 ppm < 60 ppm
kekurangan mineral
Konsumsi untuk Zat organik : bakteri, jamur,
< 2 ppm < 3 ppm
Permanganat (COD) dll
Sisa Penguapan < 100 ppm < 150 ppm Ada kotoran dalam air
Suhu Air 16 °C – 20 °C 14 °C – 20 °C
Standar Standar Yang
Analisa Komponen Utama
Optimum Diinginkan
Bahan Organik : fragmen
Turbidity < 1,1 ppm < 2,0 ppm dari binatang, tanaman,
humus, mikroba
pH (25 °C) 6,8 – 7,2 6,7 – 7,5
Total Hardness
< 25 ppm < 30 ppm Ca2+, Mg2+
(kesadahan)
Total Besi, Mangan < 0,15 ppm < 0,20 ppm Ionoxide, Fe2+, Mn2+
Cl2, air yang mengandung
Chlor Bebas < 0,1 ppm < 0,3 ppm chlor seperti air perkotaan
bukan air alami
HCO3 yang diproduksi oleh
Alkalinitas < 30 ppm < 60 ppm
kekurangan mineral
Konsumsi untuk Zat organik : bakteri, jamur,
< 2 ppm < 3 ppm
Permanganat (COD) dll
Sisa Penguapan < 100 ppm < 150 ppm Ada kotoran dalam air
Suhu Air 16 °C – 20 °C 14 °C – 20 °C