Anda di halaman 1dari 22

DISKUSI TOPIK

GANGGUAN AFEKTIF
BIPOLAR
PEMBIMBING:
dr. Lollytha C. Simanjuntak, Sp. KJ

DISUSUN OLEH:
Hayati
I1011132006
PENDAHULUAN
• Mood  emosi dan suasana perasaan yang
meresap dan berkelanjutan yang mempengaruhi
tingkah laku seseorang dan mewarnai persepsi
tentang keberadaan dirinya di dunia.
• Gangguan mood terkadang disebut gangguan
afektif - merupakan kategori penyakit kejiwaan
yang penting yang terdiri dari gangguan depresi,
gangguan bipolar, dan kelainan lainnya.
Gangguan Mood
Episode manik: mulai dengan
tiba-tiba dan berlangsung
• Kontrol terhadap mood dan afek hilang
antara 2 minggu sampai 4-5
• Gejala mood: bulan
- Normal  normotim/euthym
Episode depresi:
- ↑ ↑  Hipertim  episode manik cenderung berlangsung
- ↓ ↓  Hipotim  episode depresif lebih lama (rata-rata 6
• Gangguan mood: bulan)
- Depresi  gangguan depresif mayor, distimia
- Mania  siklotimia
- Depresi + mania/hipomania  gangguan bipolar I/II
GANGGUAN MOOD

Pasien yang hanya Pasien dengan episode


memiliki episode depresif manik dan depresif atau
dikatakan memiliki pasien dengan episode
gangguan depresi (major manik saja dikatakan
depressive disorder) atau memiliki gangguan
depresi unipolar. bipolar.
GANGGUAN BIPOLAR
Definisi
• Gangguan yang sifatnya berulang (sekurang-kurangnya dua episode) dimana afek
pasien dan tingkat aktifitasnya jelas terganggu, pada waktu tertentu terdiri dari
peningkatan afek disertai penambahan energi dan aktifitas (mania atau hipomania),
dan pada waktu lain berupa penurunan afek disertai pengurangan energi dan
aktifitas (depresi)
■ Gangguan bipolar I: gangguan dengan perjalanan klinis satu atau lebih
episode manik dan kadang-kadang episode depresif berat
■ Gangguan bipolar II: suatu varian gangguan bipolar ditandai dengan
episode hipomania dan bukannya mania

Sadock, Benjamin J. Kaplan & Sadock buku ajar psikiatri klinis; alih bahasa, Profitasari, Tiara Mahatmi Nisa; editor edisi bahasa
Indonesia, Husny Muttaqin, Retna Neary Elseria Sihombing. Ed 2. Jakarta: EGC, 2010
Epidemiologi
• Bipolar I0,4-1,6% Laki-laki = perempuan
> Orang lajang dan orang yang bercerai daripada menikah
Awitan usia: 5-50 tahun, rerata 30 tahun

• Bipolar II 0,5%

• Gangguan bipolar I atau bipolar II, dengan siklus cepat 5-


15% orang dengan gangguan bipolar
Perempuan > laki-laki

Mengalami ≥ 4 episode manik dalam 1 tahun

Sadock, Benjamin J. Kaplan & Sadock buku ajar psikiatri klinis; alih bahasa, Profitasari, Tiara Mahatmi Nisa; editor edisi bahasa
Indonesia, Husny Muttaqin, Retna Neary Elseria Sihombing. Ed 2. Jakarta: EGC, 2010
ETIOLOGI
FAKTOR BIOLOGIS
Ketidakseimbangan
neurotransmitter monoamin 
norepinefrin, dopamine,
serotonin

FAKTOR GENETIK
Sekitar 10-25% peningkatan
risiko, apabila salah satu
orang tua mengalami
gangguan mood

FAKTOR PSIKOSOSIAL
Stress dan faktor
kepribadian seseorang
Klasifikasi gangguan bipolar

Ada empatjenis gangguan bipolar tertera di dalamDiagnostic and Statistical Manual


of Mental Disorders IV-Text Revision (DSM-V TR) yaitu:
1.Gangguan bipolar tipeI
1 episode manik ataubercampuryang berat

2.Gangguan bipolar tipeII


1 episode depresiyang beratdiikuti adanya episode hipomanik (tidaksampai episode manikseluruhnya)

3.Cyclothymia
Beberapaperiodehipomanikdangejaladepresiselama2 tahun (tidakpernahepisode depresimayor atau
episode manik)

4.Gangguanbipolar tidakspesifik
Beberapagejalaklinistidakmemenuhiketentuangangguanbipolar spesifiktertentu, misalnya gangguan
bipolar yang munculakibatkondisisuatuterapipengobatan
SEROTONIN AND DOPAMIN
PATHWAY
KETIDAKSEIMBANGAN
NEUROTRANSMITTER PADA BIPOLAR
NEUROTRANSMITTER EPISODE DEPRESIF EPISODE MANIK
NOREPINEFRIN
SEROTONIN
DOPAMIN
EPISODE MANIK
Paling sedikit satu minggu (bisa kurang, bila dirawat) pasien
mengalami mood yang elasi, ekspansif, atau iritabel. Pasien
memiliki, secara menetap, tiga atau lebih gejala berikut:
• Grandiositas atau percaya diri berlebihan
• Berkurangnya kebutuhan tidur
• Cepat dan banyaknya pembicaraan
• Lompatan gagasan atau pikiran berlomba
• Perhatian mudah teralih
• Peningkatan energI dan hiperaktivitas psikomotor
• Meningkatnya aktivitas bertujuan (social, seksual, pekerjaan
dan sekolah)
• Tindakan-tindakan sembrono (ngebut, boros, investasi tanpa
perhitungan yang matang)
EPISODE HIPOMANIA
Paling sedikit empat hari, secara menetap, pasien mengalami
peningkatan mood, ekspansif atau irritable yang ringan, paling
sedikit terjadi gejala (empat gejala bila mood irritable) yaitu:
• Grandiositas atau meningkatnya kepercayaan diri
• Berkurangnya kebutuhan tidur
• Meningkatnya pembicaraan
• Lompat gagasan atau pemikiran berlomba
• Perhatian mudah teralih
• Meningkatnya aktifitas atau agitasi psikomotor
• Pikiran menjadi lebih tajam
• Daya nilai berkurang
EPISODE DEPRESIF
Paling sedikit dua minggu pasien mengalami lebih dari empat
tanda yaitu:
• Mood depresif atau hilangnya minat atau rasa senang
• Menurun atau meningkatnya berat badan atau nafsu makan
• Sulit atau banyak tidur
• Agitasi atau retardasi psikomotor
• Kelelahan atau berkurangnya tenaga
• Menurunnya harga diri
• Ide-ide tentang rasa bersalah, ragu-ragu dan menurunnya
konsentrasi
• Pesimis
• Pikiran berulang tentang kematian, bunuh diri (dengan atau
tanpa rencana) atau tindakan bunuh diri.
EPISODE CAMPURAN
• Paling sedikit satu minggu pasien mengalami episode mania
dan depresi yang terjadi secara bersamaan.
DIAGNOSTIC OVERVIEW
Prognosis
Faktor • Riwayat pekerjaan buruk
• Penyalahgunaan alkohol
menunjukkan • Dengan gejala psikotik
• Ciri depresif pd fase antara periode mania dan
prognosis depresi
• Tipe depresi
lebih buruk • Jenis kelamin laki-laki

Faktor •

Fase manik yang pendek
Onset tidak pada usia muda
menunjukkan • Sedikit ide untuk bunuh diri
• Sedikit gejala psikotik
prognosis • Sedikit masalah medis
lebih baik
TERIMA KASIH