Anda di halaman 1dari 14

Diskusi Topik – Gangguan Mental

Organik Akibat Epilepsi


PEMBIMBING
MAYOR CKM DR. LOLLYTHA C, S, SP. KJ

DI PRESENTASIKAN OLEH
DEDE ACHMAD BASOFI, S. KED
I 111 12 011
Definisi Gangguan Mental Organik
(GMO)

 Gangguan mental yang berkaitan dengan


penyakit/gangguan sistemik atau otak yang dapat
didiagnosis sendiri
 Gangguan Mental Organik  Terdapat suatu patologi
yang dapat diidentifikasi  tumor otak, penyakit
serebrovaskular, intoksikasi obat dll)
 Terdapat disfungsi kognitif, sensorium, persepsi dan isi
pikir serta suasana perasaan dan emosi
Definisi Epilepsi

 Merupakan kelainan serebral  ditandai dengan faktor


predisposisi menetap  konsekuensi neurobiologis,
kognitif, psikologis dan sosial
 Manifestasi gangguan fungsi otak dengan berbagai
etiologi  gejala tunggal khas (serangan berkala
karena lepasnya muatan listrik neuron-neuron di otak
secara berlebihan dan paroksismal
Epidemiologi

 WHO  prevalensi 8,2 per 1000 penduduk  insidensi 50


per 100.000 penduduk
 Indonesia berkisar 1,8 juta orang dengan epilepsi
 20-50 pasien baru terdiagnosis per 10.000 per tahunnya
 Angka kematian  2 per 100.000 kematian
Etiologi Epilepsi

 Gangguan metabolik  Wanita hamil terpapar


(hipoglikemia, dengan sinar radioaktif atau x
hipomagnesemia, gangguan pada tiga bulan pertama
keseimbangan cairan dan kehamilan
elektrolit  Trauma yang menyebabkan
 Riwayat trauma cedera otak  selama proses
serebrovaskular, stroke persalinan
 Infeksi virus pada wanita hamil  Infeksi susunan saraf pusat
(sifilis, toksoplasma virus (meningitis, ensefalitis)
rubella atau herpes simpleks
Klasifikasi Epilepsi

 Idiopatik
 Penyebab tidak diketahui  pasien tidak
menunjukkan manifestasi kelainan organik di otak 
penurunan kecerdasan tidak terjadi  Faktor
Genetik
 Simtomatik
 Penyebab diketahui  fungsi otak terganggu
Patogenesis – Perubahan Perilaku

Pennurunan
kesadaran,
Gangguan Pelepasan
perubahan fungsi PERUBAHAN
susunan saraf neuron pada
motorik/sensorik, PERILAKU
pusat korteks serebri
emosional dan
stereotipik
Lanjutan

Mempengaruhi perhatian

Kerusakan Fungsi Kognitif Bahasa

Memori

Kecepatan Befikir
Penggolongan Gangguan Perilaku

Sensasi otonomik : rasa penuh di perut,


Preiktal kemerahan dan perubahan pernafasan

Kognitif : amnesia untuk waktu selama


Iktal kejang

Interiktal Gangguan kepribadian  epilepsi lobus


temporal  perubahan perilaku seksua
 penyimpangan dalam minat seksual,
hilangnya minat dalam masalah seksual
Gangguan Perasaan

 Gejala gangguan perasaan  lebih jarang pada


epilepsi
 Gejala gangguan mood  besifat episodik dan terjadi
paling sering jika fokus epileptik mengenai lobus
tempralis dan hemisfer serebral non dominan
 Kepentingan gejala gangguan perasaan 
meningkatnya insidensi usaha bunuh diri pada orang
dengan epilepsi
Penatalaksanaan

 Antiepilepsi  antikonvulsan  efek anti kejang +


psikotropik
 Carbamazepin dan asam valproat  antimanik dan
mood stabilizer
 Mekanisme dibagi menjadi dua  mencegah
timbulnya letupan depolarisasi eksesif pada neuron
didalam fokus epilepsi
 Mencegah terjadinya letupan depolarisasi pada
neuron yang normal akibat pengaruh fokus epilepsi
 Mengendalikan gejala iritabilitas dan meledaknya
agregasi  obat antipsikotik tipikal
 Pasien epilepsi dengan gangguan psikiatri  mengatasi
epilepsinya (antikonvulsan)  obat antipsikotik untuk
menurunkan ambang kejang  potensi terjadinya
interaksi antara antikonvulsan dan antipiskotik
Prognosis

 Prognosis baik  kejang dapat dikontrol


dengan antikonvulsan
 Tidak mengalami gangguan psikiatri  jika iya
(mengalami kejang yang tidak terkontrol dalam
jangka waktu yang panjang
THANK YOU!