Anda di halaman 1dari 19

Nama Anggota:

Yoza Melia Putri 15110001

Siti Aida 15110036

Yono Wahyudi 15110040

Zakiah Arka 15110042


TOPIK
•MELAKSANAKAN PENGUJIAN TAMBAHAN
1 UNTUK PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

•REVIEW KEWAJIBAN KONTINJEN DAN


2 KOMITMEN

•REVIEW TERHADAP PERISTIWA KEMUDIAN


3

• AKUMULASI BUKTI AKHIR


4

• MENGEVALUASI HASIL
5

• MENERBITKAN LAPORAN AUDIT


6
•BERKOMUNIKASI DENGAN KOMITE AUDIT DAN
7 MANAJEMEN

•PENEMUAN FAKTA FAKTA LEBIIH LANJUT


8
PEMBAHASAN

A. MELAKSANAKAN PENGUJIAN TAMBAHAN UNTUK PENYAJIAN DAN


PENGUNGKAPAN

Tujuan yang berhubungan


dengan transaksi, tujuan yang
berhubungan dengan saldo, dan
tujuan penyajian dan pengungkapan.
Akan dibahas tiga tahap pertama
proses audit menjelaskan bagaimana
auditor merancang dan
melaksanakan pengujian audit untuk
memperoleh bukti yang cukup guna
mendukung setiap kategori dari
tujuan tujuan audit itu.
• Melaksanakan prosedur untuk memahami pengendalian yang
berkaitan dengan tujuan penyajian dan pengungkapan sebagai
bagian dari prosedur penilaian risiko.
•Melakukan pengujian pengendalian dan berkaitan dengan
pengungkapan apabila penilaian awal atas risiko
pengendalian berada di bawah maksimum.
•Melaksanakan prosedur substantif untuk memperoleh
assurance bahwa semua tujuan audit dicapai menyangkut
informasi dan jumlah yang disajikan serta diungkapkan
dalam laporan keuangan.

B. REVIEW KEWAJIBAN KONTINJEN DAN KOMITMEN

Kewajiban potensi kewajiban di masa


kontijen
mendatang kepada pihak
(contigent liability
luar sebesar jumlah yang
tidak diketahui dari
aktivitas yang telah terjadi
• Terdapat potensi pembayaran di masa depan ke
pihak luar atau kerusakan aktiva (aset) yang
1 diakibatkan oleh kondisi yang ada.

Diperlukan tiga kondisi • Terdapat ketidakpastian mengenai jumlah

agar kewajiban kontijen 2


pembayaran atau kerusakan dimasa mendatang.

ada :
• Hasil akan dipecahkan oleh satu atau beberapa
kejadian di masa mendatang.
3

Auditor terutama mencurahkan perhatiannya


Standar akuntansi menggunakan pada beberapa kewajiban kontijen :
dua pendekatan utama dalam a. Tuntutan tertunda (pending) untuk
pelanggaran paten, kewajiban produk, atau
kaitannya dengan ketidakpastian
tindakan lainnya
kontijensi kerugian: b. Perselisihan pajak penghasilan
1. menggunakan pendekatan c. Garansi produk
nilai wajar d. Diskonto wesel tagih
2. menggunakan ambang e. Jaminan untuk kewajiban orang lain
(threshold) probabilitas f. Saldo letter of credit yang beredar yang
tidak digunakan
Tujuan auditor yang utama dalam memverifikasi kewajiban
kontijen adalah :
1. Mengevaluasi perlakuan akuntansi kewajiban kontijen
yang diketahui untuk menentukan apakah manajemen
telah mengklasifikasikan dengan benar kontijensi
tersebut (tujuan klasifikasi penyajian dan
pengungkapan)
2. Mengidentifikasi seberapa praktis setiap kontijensi
yang belum diidentifikasikan oleh manajemen (tujuan
kelengkapan penyajian dan pengungkapan)

a. Prosedur Audit Untuk Menemukan Kontijensi

Beberapa rosedur audit yang sering digunakan untuk mencari


kewajiban kontijen, tetapi tidak semuanya dapat diterapkan dalam
semua audit:
Lanjutan…

Mengajukan pertanyaan pada kewajiban kontijen, terutama


manajemen (secara lisan maupun tuntutan hukum dan penundaan
tertulis ) mengenai kemungkinan penilaian pajak.
adanya kontijensi yang tidak Memperoleh surat dari setiap
dicatat pengacara utama yang
Mereview laporan agen memberikan jasa hukum untuk
pendapatan internal tahun kliennya dalam status penundaan
berjalan dan tahun sebelumnya tuntutan atau kewajiban kontinjen
untuk penyelesaian pajak lain.
penghasilan. Mereview dokumentasi audit atas
Mereview notulen rapat direksi setiap informasi yang mungkin
dan pemegang saham untuk menunjukkan potensi kontijensi.
menunjukkan adanya tuntutan Memeriksa letter of credit yang
hukum atau kontijensi lainnya berlaku pada tangal neraca dan
Menganalisis beban (biaya) memperoleh konfirmasi
hukum untuk periode audit dan menyangkut saldo yang digunakan
mereview faktur dan laporan dari dan tidak digunakan
penasehat hukum untuk indikasi
Lanjutan…

b. Evaluasi Kewajiban Kontinjen yang Diketahui

c. Prosedur Audit untuk Menemukan Komitmen

d. Mengajukan Pertanyaan kepada Pengacara Klien


C. REVIEW TERHADAP PERISTIWA KEMUDIAN

Tanggung jawab auditor untuk mereview peristiwa kemudian biasanya


terbatas pada periode awal dengan tanggal neraca dan berakhir dengan
tanggal laporan audit. Karena tanggal laporan audit berkaitan dengan
penyelesaian prosedur audit yang penting dikantor klien, review
terhadap peristiwa kemudian harus sudah selesai menjelang akhir audit.

a. Jenis Peristiwa Kejadian

1. Peristiwa yang memiliki dampak


langsung terhadap laporan keuangan dan
memerlukan penyesuaian atas jumlah
Ada dua jenis laporan keuangan tahun berjalan
peristiwa
kejadian 2. Peristiwa yang tidak memiliki dampak
langsung terhadap jumlah laporan
keuangan tetapi memerlukan
pengungkapan.
Lanjutan…

1. Peristiwa yang Memiliki Dampak Langsung Terhadap Laporan


Keuangan dan Memerlukan Penyesuaian

Beberapa peristiwa yang terjadi Peristiwa periode selanjutnya, seperti


setelah tanggal neraca berikut ini, memerlukan penyesuaian
menyediakan informasi terhadap saldo akun pada laporan
tambahan bagi manajemen yang keuangan tahun berjalan jika
membantunya menentukan jumlahnya material :
penyajian yang wajar dari saldo •Deklarasi kebangkrutan oleh
akun pada tanggal neraca. pelanggan dengan saldo piutang usaha
yag beredar karena kondisi keuangan
pelanggan yang memburuk
• Penyelesaian tuntutan hukum dengan
jumlah yang beredar dari jumlah yang
dicatat pada pembukuan
•Pelepasan peralatan yang tidak
digunakan dalam operasi dengan
harga dibawah nilai buku pada saat ini
Lanjutan…

2. Peristiwa yang Tidak Memiliki Dampak Langsung Terhadap Laporan


Keuangan Tetapi Memerlukan Pengungkapan

Contoh jenis peristiwa


kemudian yang tidak
diakui ini meliputi:
Peristiwa kemudian
jenis ini menyediakan
bukti tentang kondisi
yang tidak ada pada •Penurunan nilai pasar sekuritas yang
tanggal neraca dipegang untuk investasi sementara
dilaporkan tetapi atau untuk dijual kembali
muncul setelah •Penerbitan sekuritas obligasi atau
tanggal neraca dan ekuitas
cukup signifikan •Penurunan nilai pasar persediaan
sehingga memerlukan sebagai konsekuensi dari tindakan
pengungkapan. pemerintah yang menghalangi
penjualan lebih lanjut dari suatu
produk
•Kerugian persediaan yang tidak
diasuransikan akibat dari kebakaran
•Merger atau akuisisi
b. Pengujian Audit
1. Prosedur yang biasanya
diintegrasikan sebagai
bagian dari verifikasi
Terdapat dua saldo akun akhir tahun.
kategori prosedur 2. Prosedur yang
audit untuk review dilaksanakan terutama
peristiwa kemudian: untuk tujuan
mengungkapkan
peristiwa atau transaksi
yang harus diakui
sebagai peristiwa
Mereview Catatan yang Disiapkan kemudian
Setelah Tangal Neraca
Mereview Laporan Internal yang
Disiapkan pada Tanggal Neraca
Memeriksa Notulen yang Diterbitkan
pada Tanggal Neraca
Berkorespondensi dengan Pengacara
Pengajuan Pernyataan kepada
Manajemen
Memperoleh Letter of Representation
c. Penanggalan Ganda

Auditor memiliki dua


pilihan sebanding yang
dapat diterima untuk
memperluas pengujian
peristiwa kemudian:

1. Memperluas semua pengujian


peristiwa kemudian hingga ke
tanggal yang baru

2. Membatasi review peristiwa kemudian


pada persoalan yang berhubungan
dengan peristiwa kemudian yang baru.
D. AKUMULASI BUKTI AKHIR

a. Melaksanakan Prosedur Analitis Akhir


Ada lima jenis
akumulasi b. Mengevaluasi Asumsi Going-Concern
bukti akhir:
c. Memperoleh Surat Representasi
Manajemen

d. Mempertimbangkan Informasi
Tambahan dalam Kaitannya dengan
Laporan Keuangan Secara Keseluruhan

e. Membaca Informasi Lain dalam Laporan


Tahunan
F. MENERBITKAN LAPORAN
E. MENGEVALUASI HASIL
AUDIT

laporan audit merupakan


1. Bukti yang tepat dan satu-satunya hal yang
mencukupi ingin dilihat oleh sebagian
2. Bukti yang mendukung besar pengguna dalam
pendapat auditor proses audit, dan
3. Pengungkapan laporan konsekuensi dari
keuangan menerbitkan laporan audit
4. Mengaudit review yang tidak benar dapat
dokumentasi sangat berat, maka penting
5. Review indenpenden untuk menerbitkan laporan
6. Ikhtisar evaluasi bukti yang benar.
G. BERKOMUNIKASI DENGAN KOMITE AUDIT DAN MANAJEMEN

1. Mengkomunikasikan Kecurangan dan Tindakan Ilegal


2. Mengomunikasikan Defisiensi Pengendalian Internal
3. Komunikasi Lain dengan Komite Audit
4. Surat Manajemen

H.PENEMUAN FAKTA FAKTA LEBIIH LANJUT

Ketika penemuan fakta fakta lebih lanjut ini terjadi, auditor


berkewajiban untuk memastikan bahwa para pemakai yang
mengandalkan laporan keuangan diberitahu mengenai salah saji
tersebut. (Jika auditor sudah mengetahui salah saji tersebut
sebelum laporan audit diterbitkan, auditor akan bersikeras bahwa
manajemenlah yang harus memperbaiki salah saji itu, atau sebagai
gantinya, laporan audit yang berbeda akan diterbitkan).
Tahap penyelesaian audit merupakan tahap yang
penting untuk memastikan audit yang berkualitas.
Dalam tahap ini, auditor melaksanakan pengujian
tambahan atas penyajian dan pengungkapan, termasuk
mereview kontijensi dan peristiwa kemudian. Auditor
juga mereview kecukupan bukti audit dan keputusan
yang diambil untuk menentukan apakah hal itu
mendukung pendapat audit. Kemudian auditor
berkomunikasi dengan komite audit dan manajemen
mengenai temuan yang penting dan persoalan lainnya.