Anda di halaman 1dari 14

Kelompok 5 :

1. Amalia Aslama
2. Bella Nata Fitri
3. Monafia
4. Nadiyah Nurfatin
5. Rizka Dwi Angginita
6. Shintia Dwi Cahya
7. Yuni Nirwana Putri
Retikulosit adalah Sel Darah Sitoplasma pada retikulosit masih
Merah (SDM) yang masih muda mengandung sejumlah besar sisa-
yang tidak berinti dan berasal sisa ribosome dan RNA yang
dari proses pematangan berasal dari sisa inti dari bentuk
normoblas di sumsum tulang penuh pendahulunya

Retikulosit paling muda (imatur)


adalah yang mengandung ribosome
terbanyak, sebaliknya retikulosit tertua
hanya mempunyai beberapa titik
ribosome
Hitung retikulosit
merupakan indikator
aktivitas sumsum tulang
dan digunakan untuk
mendiagnosis anemia

Cara Cara
Basah Kering
Prinsip : Sediaan darah
dipulas dengan pewarnaan
Supravital (Vital Staining)
dengan larutan Briliant
Cresyl Blue (BCB). Jumlah
retikulosit dihitung dalam
1000 eritrosit.
Alat : Bahan :
-Objek gelas -BCB 1 %
-Cover glass atau -Darah vena +
deck glass antikoagulan EDTA
-Hemositometer
-Pipet tetes
-Mikroskop
1. Teteskan beberapa tetes larutan BCB 1 % dalam metil
alkohol pada objek gelas, dibiarkan kering dan digosok
dengan kertas saring sampai mengkilap.
2. Letakkan setetes darah pada objek gelas tadi dan tutup
dengan cover glass atau deck glass.
3. Biarkan beberapa menit sebelum dihitung agar retikulosit
mengendap.
4. Apabila tidak segera dihitung, letakkan objek gelas tadi
pada cawan petri yang telah diberi kapas basah untuk
menghindari sediaan menjadi kering.
5. Hitung jumlah retikulosit dalam 1000 eritrosit menggunakan
mikroskop dengan lensa objektif 100x
6. Lakukan juga hitung jumlah eritrosit.
Prinsip : Sediaan darah tipis
dipulas dengan pewarnaan
Supravital (Vital Staining)
dengan larutan Briliant
Cresyl Blue (BCB). Jumlah
retikulosit dihitung dalam
1000 eritrosit
Alat : Bahan :
-Objek gelas -Briliant Cresyl Blue
(BCB) atau New
-Tabung reaksi
Methylene Blue (NMB)
-Inkubator 1 gram
-Hemositometer -Larutan sitrat saline
-Pipet tetes 100 ml
-Mikroskop -Darah vena +
antikoagulan EDTA
1. Masukkan ke dalam tabung reaksi larutan BCB yang telah
disaring dan darah sama banyak ( 1 : 1 ).
2. Campur sampai homogen, kemudian tabung ditutup rapat
dan diinkubasi dengan suhu 37ºC selama 15 menit.
3. Setelah waktu diinkubasi selesai, tabung dikocok kembali.
4. Ambil satu tetes dari campuran darah dan BCB tadi,
kemudian letakkan pada objek gelas dan dibuat sediaan
apus darah.
5. Keringkan sediaan di udara terbuka.
6. Hitung jumlah retikulosit dalam 1000 eritrosit menggunakan
mikroskop dengan lensa objektif 100x
7. Lakukan juga hitung jumlah eritrosit.
Dewasa : 0,2 – 2,0 %
Anak-anak : 0,2 – 2,0 %
Bayi (matur, darah tali pusat): 2 – 6 %
1. Metode Sediaan Basah 2. Metode Sediaan Kering
 Zat warna yang tidak  Objek gelas yang digunakan
disaring mungkin mengendap tidak bebas lemak.
pada eritrosit sehingga  Eritrosit tidak tersebar secara
tampak seperti retikulosit. merata.
 Sebelum membuat sediaan,  Salah dalam menentukan sel
campuran darah dan zat retikulosit.
warna tidak bercampur
sampai homogen.
 Menghitung di daerah yang
padat.
 Jumlah eritrosit tidak
mencapai 1000 sel.
Retikulosit merupakan eritrosit muda yang
tidak berinti dan berasaldari proses
pematangan normoblas di sumsum tulang.
Sel ini mempunyai jaringan organela
basofilik yang terdiri dari RNA
(ribonucleic acid) dan protoforpirin yang
dapat terwarnai biru denganbrilliant cresyl
blue (BCB) atau new methylene blue. Sisa
RNA akan bertahan 1-2 harisetelah berada
diluar sumsum tulang