Anda di halaman 1dari 29

PNEUMONIA

 Pneumonia dalah penyakit peradangan parenkim paru


yang ditandai dengan batuk, sesak napas, demam,
ronki basah halustimbulnya ketidakseimbangan
ventilasi dengan perfusi (ventilation perfusion
mismatch). Pada gambaran foto polos dada didapatkan
gambaran infiltrat
Etiologi
Penyebab Pneumonia dibagi menurut umur
Baru lahir – 20 hari Group B Streptococcus
Escherchia coli
3 minggu – 3 bulan Chlamydia trachomatys, Streptocuccus pneumoniae,
Haemophillus infuenza, RSV, Influenza virus
4 bulan – 5 tahun Streptococcus pneumoniae, Chlamidia tracomatyis, RSV, adeno
virus
5 tahun – remaja Chlamydia trachomatys, Streptocuccus pneumoniae,
Haemophillus infuenza, RSV
Patogenesis
Inhalasi/droplet bakteri mencapai
alveoli

Bakteri kontak dgn dinding alveoli

Opsonisasi  terbentuk IgG

Fagosit oleh sel alveolar tipe Rekrut sel PMN


II (neutrofil)

Respon inflamasi

Kongesti & edema


Area edem meluas

Terisi eritrosit, eksudat purulen


(hepatisasi merah)

Deposit benang fibrin &


degradasi oleh sel PMN
(hepatisasi kelabu)

Aktifitas lanjut sel fagosit,


membersihkan debris dlm
alveolar
(Resolusi)
Diagnosis:
Anamnesis:
Batuk (+), sesak mendadak (+), demam tinggi terus
menerus (+), nyeri dada, ekspetorasi purulen.
Pem.fisik:
Demam (>38oC), sesak napas, takipneu, napas cuping
hidung.
Retraksi dinding dada, rhonki basah halus.
Lab:
Darah lengkap, CRP, mikrobiologis, rontgen
Foto thorax: infiltrat s/d konsolidasi.
Gambaran pneumonia pada anak
Prediktor kuat:
demam.
Sianosis
Ditambah satu/ lebih gejala  takipnea, batuk, napas
cuping hidung, retraksi, rhonki, & suara napas melemah.
Tandah bahaya pd anak 2 bln- 5 thn:
 Tidak dpt minum.
 Kejang.
 Kesadaran menurun.
 Stridor.
 Gizi buruk.
Tanda bahaya pd anak <2 bln:
 Malas minum.
 Kejang.
 Keasdaran menurun.
 Stridor.
 Mengi.
 Demam/ akral dingin.
Klasifikasi pneumonia pd anak

Pneumonia Bukan
Usia Pneumonia
berat pneumonia

2 bln s/d 5 thn Sesak napas(+) Sesak napas Napas cepat (-).
(+). Sesak (-)
Takipnea; >50
x/mnt (2 bln-1
thn) atau >40
x/mnt (>1 thn)
<2 bln Napas cepat Napas cepat (-)/
>60 x/mnt atau sesak (-).
sesak napas.
Indikasi MRS :
a. Ada kesukaran nafas, toksis
b. Sianosis
c. Umur kurang 6 bulan
d. Ada penyulit, misalnya :muntah-muntah, dehidrasi,
empiema
e. Diduga infeksi oleh Stafilokokus
f. Imunokompromais
g. Perawatan di rumah kurang baik
h. Tidak respon dengan pemberian antibiotika oral
Terapi
ABC.
Diet TKTP.
Antibiotik:

OBAT DOSIS/KgBB/24 jam CARA PEMBERIAN

Ampisilin 50-100 mg Po/im/iv, 3-4x/hari


Amoksisilin 30-75 mg Po/im/iv, 3-4x/hari
Azitromisin 7,5-15 mg Po, 1x/hari
Eritromisin 50 mg Po, 4x/hari
Gentamisin 5-7 mg Im/iv, 1-2x/hari
Cefotaxim 50-100 mg Iv, 3-4x/hari
Cefixime 3-5 mg Po, 2x/hari
Ceftriaxone 50-100 mg Im/iv 1-2x/hari
Ceftazidime 50-100 mg Im/iv, 1-2x/hari
Kloramfenikol 50-100 mg Iv/oral, 4x/hari
Meropenem 10-30 mg Iv, 3x/hari

Simtomatis.
Diagnosis Banding
Bronkitis Akut
 Bronkitis akut  proses inflamasi yg mengenai
bronkus utama, dan menengah yg bermanifestasi sbg
batuk, serta biasanya akan membaik tanpa terapi dlm
2 minggu.
 Bronkitis kronis  kondisi kronis atau berulang dari
batuk produktif yg terjadi selama 3 bln dlm setahun &
berlangsung selama 2 tahun.
 Etiologi
 Umumnya virus  rhinovirus, RSV, influenza,
parainfluenza, adenovirus, rubeola, & paramyxovirus.
 Bakteri  mycoplasma pneumoniae, pertusis, diphteria,
S.aureus, S.penumoniae, H.influenza.
BRONKITIS AKUT VIRUS
 Mengikuti gejala ISPA  rhinitis, faringitis.
 Batuk muncul stlh 3-4 hari ISPA.
 Awalnya keras & kering, lalu ringan & produktif.
 Anak besar  produksi sputum dgn batuk serta nyeri
dada.
 Gejala menghilang dlm 10-14 hr.
Terapi
Suportif  istirahat, minum yg byk, penurun panas.
Antibiotik  jika dicurigai ada infeksi bakteri atau telah
dibuktikan dgn pemeriksaan.
Obat penekan batuk tidak perlu  batuk diperlukan u/
pengeluaran sputum.
Jika ada wheezing  bronkodilator β2-agonis.
BRONKITIS AKUT BAKTERI
 Pd infeksi pertusis & C.diphteriae  ISPA
dominan  rinitis, konjungtivitis, demam sedang,
& batuk.
 Khas  batuk kuat berturut2 dlm satu ekspirasi, yg
diikuti dgn usaha keras & mendadak u/ inspirasi.
 Lab PA  infiltrasi mukosa o/ limfosit & leukosit
PMN.
 Diagnosis pasti  kultur dari sekresi mukus.
 Terapi eritromisin.
Bronkiolitis
BRONKIOLITIS
 Penyakit IRA-bawah gy ditandai dgn adanya
inflamasi pd bronkiolus.
 Infeksi akut pd bronkiolus secara menyeluruh yg
ditandai dgn adanya obstruksi inflamasi pd
saluran napas.
 sering di derita bayi dan anak kecil yang berumur
<2 tahun.
 angka kejadian tertinggi 6 bulan.
 klinis  pernafasan cepat, retraksi dinding dada
dan wheezing.
Paling sering terjadi pada usia 2 – 24 bulan,
puncaknya pada usia 2 – 8 bulan.
95%  <2 tahun .
75 %  <1 tahun
Etiologi:
RSV  sering.
Virus  parainfluenza, adenovirus, mikoplasma,
influenza.
Patofisiologi.
Virus pd epitel bersilia  inflamasi akut  obstruksi
bronkiolus akibat edema, sekresi mukus, timbunan
debris sel2 mati  diikuti infiltrasi limfosit peribronkial
& edema submukosa.
Resistensi meningkat slma inspirasi & ekspirasi  air
trapping & hiperinflasi, karena radius saluran respiratori
lebih kecil slma ekspirasi.
Atelektasis terjadi pd saat terjadi obstruksi total & udara
yg terjebak di absorbsi.
Diagnosis:
Anamnesis:
Gejala awal ISPA akibat virus, seperti pilek ringan, batuk
dan demam, yang mengenai anak usia maksimal 24
bulan yang lebih banyak terkena adalah usia dibawah 12
bulan.(7)
Satu hingga dua hari  batuk+sesak nafas. 
wheezing, merintih,nafas berbunyi, muntah setelah
batuk, rewel dan penurunan nafsu makan.
Adanya riwayat kontak dengan penderita infeksi saluran
pernafasan atas
Pemeriksaan fisik.
Takipnea, takikardia, demam sub febris.
Ekspirasi memanjang, wheezing.
Retraksi ringan, vesikuler menurun, napas cuping
hidung.
foto thorax:
Normal atau emfisematus.
Bronkiolitis

Ringan Sedang Berat

- Kemampuan untuk - Gangguan pernafasan - Tidak dapat untuk makan


makan normal sedang dengan beberapa - Gangguan pernafasan
- Sedikit atau tidak ada kontraksi dinding berat, dengan retraksi
gangguan pernafasan dada dan nafas cuping dinding
- Tidak kebutuhan hidung dada yang jelas, nafas
akan oksigen - Hipoksemia ringan dan cuping hidung dan
tambahan (saturasi dapat dikoreksi dengan dengkuran.
O2 oksigen - Hipoksemia yang tidak
> 95 % - Mungkin terkoreksi dengan
menampakkan oksigen
pernafasan yang pendek tambahan
ketika - Mungkin terdapat
makan peningkatan frekuensi
- Mungkin memiliki atau episode
episode apnoe yang apnoe yang panjang.
singkat - Mungkin menampakkan
peningkatan kelelahan.
SKOR DERAJAT BRONKHIOLITIS

Interpretasi:
Ringan <3
Sedang 3-15
Berat >15
Terapi:
Derajat ringan:
Rawat jalan, suportif, nutrisi.
Derajat sedang:
MRS  Oksigenasi 35%-40%, salbutamol nebulasi 0,1
mg/kg/dosis per 4-6 jam.
Antibiotik  infiltrat jelas, leukositosis, kegagalan
respirasi, kultur bakteri (+), kasus2 berat.
Suportif
Derajat berat:
Nebulasi salbutamol, steroid dexametason 0,1-0,2
mg/kg/dosis I.V.
Antibiotik spektrum luas.
Suportif.
Terima kasih