Anda di halaman 1dari 33

ATTRACTION :

Liking And Loving


Kuliah ke-
Faktor yang mempengaruhi
Interpersonal Attraction:
1. Propinquity  orang yang sering kita
lihat dan berinteraksi dengan kita
sangat mungkin menjadi teman atau
orang yang kita sukai (propinquity
effect), karena:
• Availability
• The expectation of continued interaction
• Predictability
• Familiarity
(mere exposure effect)
Faktor yang mempengaruhi
Interpersonal Attraction:
2. Similarity  law of attraction
• Terutama dalam attitudes & value.
• Opini dan kepribadian
• Gaya Interpersonal (ketrampilan komunikasi)
• Minat dan pengalaman
Similarity penting karena:
• Directly reinforcing
• Validates own versions of social reality
• Positive & rewarding
interaction
• Related to familiarity
Faktor yang mempengaruhi
Interpersonal Attraction:
3. Maintaining balance
Balance theory dari Heider
4. Physical attractiveness
Beberapa Fakta :
• Eksperimen Dating
• Matching
• Attractiveness semakin penting
ketika hubungan berlanjut
• Contrast effect
Mengapa attractiveness penting?
• Visibility
• Achieving equity  Equity theory

P’s reward – P’s cost = O’s reward – O’s cost


P’s
• Social investment
competition O’s investment
(competitive marketplace analogy)
• Physical attractiveness
stereotype
• Assumption about similarity
Social Psychology of “Beauty”
• Different expectations
• Receive different treatment and more
favorable social exchange
• Different personalities and social skills
Asumsi mengenai penampilan fisik:
Dibandingkan yang tidak menarik, orang
yang menarik diharapkan:
• Memiliki kepribadian yang baik
• Semakin ingin dinikahi
• Lebih mudah kawin lagi bila bercerai
• Memiliki pekerjaan prestisius
• Memiliki prospek yang lebih baik dalam
kehidupan sosial maupun profesional
• Memiliki kepercayaan dan nilai sama dengan
kita
• Pada anak, memiliki potensi
akademik dan IQ lebih tinggi
• Dianggap penyebab hal baik, dan
bukan penyebab hal buruk
Dibandingkan wanita yang tak menarik,
wanita yang menarik diharapkan:

1. Semakin mudah minta cerai


2. Semakin mudah menjalin hubungan di
luar nikah
3. Memiliki kesempatan dan godaan lebih
tinggi untuk berselingkuh
4. “Hangat” secara seksual
5. Lebih mudah sombong
Faktor yang mempengaruhi
Interpersonal Attraction:

5. Faktor lain, yaitu:


– Positive emotional arousal
– Ability
– Reciprocal liking, ada 2 hal yang
berpengaruh, yaitu perceived reciprocity &
actual reciprocity
– Reward value of positive
approval dipengaruhi oleh gain/loss theory
Faktor yang mempengaruhi
Interpersonal Attraction:
5. Faktor lain, yaitu : (lanjutan…..)
– The Selectively Hard-to-get person lebih
menarik dibandingkan uniformly hard-to-get
atau pun uniformly easy-to-get person
– Complementary needs theory
Love

Apa definisi CINTA ????

Menurut Baron & Byrne

Suatu kombinasi emosi, kognisi, dan perilaku yang


dapat terlibat dalam
hubungan intim
Love
Secara tradisional, dibagi dua, yaitu:
companionate love dan passionate
love.

Liking = loving pada lelaki


tetapi liking  loving pada wanita.
What is love?
• Rubin (1973) cinta mempunyai 3 karakteristik,
yaitu:
(1) attachment (butuh orang lain; keinginan
dimiliki dan dipenuhi oleh orang lain),
(2) caring (saling memberi perhatian), dan
(3) intimacy (sejauhmana keterikatan diantara
mereka).

• Harold Kelley (1983) mengidentifikasi 4


komponen, yaitu: caring, needing,
trust, dan tolerance for another’s faults.
What is love?
• Davis (1985), ada dua cluster, yaitu: passion cluster
(Daya tarik, hasrat seksual, eksklusif), dan caring cluster
(Mendahulukan kepentingan pasangan, “memberikan
segalanya”).

• Robert Sternberg (1988) mengajukan triangular theory


of love, yang melibatkan tiga komponen dasar yaitu:
1. intimacy (Kedekatan yang dirasakan oleh kedua
orang)
2. passion (motif dan gairah seksual yang
diasosiasikan dengan hubungan dari pasangan)
3. commitment (Komitmen mempertahankan hub jangka
panjang)
Triangular Theory of Love

LIKING
(Intimacy alone)

Co
mp
ve

an
Lo

ion
tic

ate
an
m

Consumate Love

Lo
Ro

ve
INFATUATION EMPTY LOVE
(Passion alone) Fatous Love (Commitment
alone)
Style of Loving
Menurut Lee (1988), ada 6 tipe:
1. Erotic or romantic love : gejolak emosi yang tinggi, cepat 
padam.
2. Playful or self­centered love : Tidak ada satu kelekatan di 
salah satu pihak, memandang cinta sebagai rangkaian 
tantangan dan menghindari komitmen.
3. Companionate love : Berawal dari pertemanan
4. Obsessive or insecure love : Obsesif terhadap orang yang 
dicintai dan ditandai oleh kecemasan
5. Practical love : Mencari pasangan yang match baik 
kepribadian, agama, hobi dll, dan orientasi menikah
6. Agape or altruistic love : Ditandai dengan kesabaran, dan 
tidak menuntut timbal balik.
Factors Related to Love
1. Rewards
2. Gender differences, ada beberapa fakta:
– Lelaki lebih romantis
– Lelaki lebih cepat jatuh cinta
– Wanita lebih sering memutuskan hubungan
– Lelaki lebih “sengsara” ketika putus
– Lelaki 3 kali lebih banyak bunuh diri akibat
putus cinta
– Simptom fisik pada wanita lebih kuat
– Lelaki cenderung pada: romantic, dan playful.
Wanita pada: companionate, obsessive, dan
practical love.
Balanced Theory
Balanced P P
+ + + -

O X O X
+ -
P P

- - - +

O X O X
+ -
Balanced Theory
P P
Imbalanced
+ + + -

O X O +
X
-

P P

- + - -

O X O X
+ -
Matching phenomenon 
kecenderungan pria dan wanita untuk
memilih pasangan yang baik
secara fisik maupun karakter
“match” yg sebanding.

Hampir semua wanita mencintai pria karena


karakternya, sedangkan pria mencintai
wanita karena penampilannya
(Bertrand Raussel)
Companionate love
• Cinta yang didasarkan pada pertemanan, saling
ketertarikan, minat yang sama, saling menghargai dan
peduli terhadap kesejahteraan masing-masing
• Kasih sayang yang kita rasakan terhadap pasangan yang
tinggal bersama karena adanya rasa saling menyayang
yang begitu mendalam.
• Dapat bertahan lama
• Dalam keadan apapun, pasangan tetap hangat meskipun
badai menerpa karena memang sejak awal pasangan
telah bersepakat mencintai
apapun yang terjadi
Passionate love
• Suatu respon emosional yang intensif dan seringkali tidak
realistik terhadap orang lain
• Menginterpretasi emosi yang dirsakan sebagai “cinta sejati”,
orang lain memandang “kegilaan”
• Perasaan kasih sayang yang diiringi keinginan untuk
senantiasa bersama dan bersatu dengan orang yang dikasihi.
• Biasanya memiliki perasaan cinta yang begitu kuat
• Merasa bahagia karena mendapatkan cinta dan perhatian
pasangannya
• Merasa putus asa atau kehilangan ketika
ditinggalkan
• Meskipun api cinta begitu membara, tetapi
lama kelamaan bisa meredup.
Triangular Theory of Love

• Infatuation : Cinta pada pandangan pertama yang


penuh nafsu dan bersifat obsesif tanpa adanya
keintiman dan komitmen. Hubungan yang tidak
seimbang dan sangat tidak stabil.
• Empty Love : Mencintai orang lain tanpa keintiman
dan nafsu, terjadi dalam hubungan jangka panjang,
stagnan, menikah untuk kebaikan bersama, takut
akan perubahan atau “demi anak”.
• Liking : Pertemanan sejati tanpa komitmen jangka
panjang
Triangular Theory of Love

• Romantic Love : Sepasang kekasih tertarik satu


sama lain secara fisik dan emosional tetapi tanpa
komitmen)
• Companionate Love : (pertemanan jangka panjang
dengan komitmen)
• Fatous Love : Komitmen berdasarkan nafsu tetapi
tanpa adanya waktu untuk berkembangnya
keintiman)
• Consummate Love : Cinta yang lengkap, terdiri dari
3 komponen ; komitmen, keintiman dan nafsu
Repeated Exposure
Effect (Zajonc)