Anda di halaman 1dari 27

Batang Tekan Tunggal

Batang Tekan Ganda


Syarat Batang Tekan
a. Batang yang menahan tegangan tekan, nilai panjang
tekuk harus diambil antar 2 (dua) titik/tumpuan.
b. Pada konstruksi rangka batang tekan sebagai
panjang tekuk harus diambil garis bagan.
c. Nilai panjang tekuk (lk) tergantung jenis tumpuan :
Sendi-sendi  lk = 1 l.
Sendi-jepit  lk = ½2 l.
Jepit-Jepit  lk = ½ l.
Jepit-bebas  lk = 2 l.
Persamaan Batang Tekan
Dimana :
lk
  : angka kelangsingan
lk : panjang tekuk
imin i min : Jari-jari Kelembaman
minimum
I min I min : Momen Inersia
imin  minimum
Abr A br : luas penampang
bruto
P : faktor tekuk
 o
tk //  P : gaya tekan
Abr
Selanjutnya :

P.
_

 tjd 
ABruto
  tkII

Persamaan Euler
 .E.I min
2
Ptk  2
n.l k
Dimana :
Ptk : Gaya tekan (kg)
E : Modulus Elastisitas (kg/cm2)
Imin : Momen Inersia minimum
n : faktor keamanan (3-5)
lk : panjang tekuk
Menurut Buku Tjoa, hal-10:
Untuk merencanakan konstruksi rangka batang tekan
sebagai PEDOMAN AWAL dapat digunakan Rumus:
Sesuai dengan Klas Kayu nya :
 Klas I Imin  40.Ptk. Ltk2
 Klas II Imin  50.Ptk. Ltk2
 Klas III Imin  60.Ptk. Ltk2
 Klas IV Imin  80.Ptk. Ltk2
Dengan Catatan :
Ptk = Gaya tekan dalam ton
Ltk = Panjang tekuk dlm m,
Imin= Inersia minimum dalam cm4
Daftar III : Faktor Tekuk
(Hubungan antara  dan  )
 
    
0 1.00 31 1.26 71 1.90
1 1.01 32 1.27 72 1.92
2 1.01 33 1.28 73 1.95
3 1.02 34 1.29 74 1.97
4 1.03 35 1.30 75 2.00
5 1.03 36 1.32 76 2.03
6 1.04 37 1.33 77 2.05
7 1.05 38 1.34 78 2.08
8 1.06 39 1.35 79 2.11
9 1.06 40 1.36 80 2.14
10 1.07 41 1.38 81 2.17
11 1.08 42 1.39 82 2.21
12 1.09 43 1.40 83 2.24
13 1.09 44 1.42 84 2.27
14 1.10 45 1.43 85 2.31
15 1.11 46 1.44 86 2.34
Bila nilai  > 100..??
Pakai Rumus EULER :
Bila nilai : 0    100 , Pakai rumus :
300
 
 2.  300

Pakai Rumus Tetmayer :


Bila nilai : .  100 , Pakai rumus :
3. v. 2
  , dengan ;
3500
v  2,5  102. , atau ;  2,5  0,01. 
Contoh Soal 1

Diketahui : Sebuah kolom kayu


dengan panjang l = 3 meter.
Tumpuan diasumsikan sendi-sendi.
Kolom tersebut harus dapat
menahan gaya tekan P = 10 ton.
Digunakan kayu mutu A klas kuat II.
Ditanyakan : Rencanakan ukuran
kayu saudara ?.
Jawaban Contoh Soal 1
Diketahui :
Ptk = 10 ton = 10.000 kg
E = 100.000 kg/cm2
n = diasumsikan 3,5
lk = l = 300 cm  sendi-sendi
Ditanyakan : dimensi penampang batang
b/h
Jawab : Kalau menggunakan rumus Euler,
maka :
Lanjutan Jawaban Contoh Soal 1
 2 (100.000)( I min )
 .E.I min
2
10.000 
Ptk   3,5(300) 2
n.lk2
I min  3194cm 4

Agar supaya arah tekuk yang terjadi sama terhadap


sumbu X dan sumbu Y, maka dimensi penampang
kayu digunakan b = h, sehingga :
3 4
b.h b
I min    b = 13,99 cm
12 12
Misalkan : digunakan ukuran kayu : 15/15
Lanjutan Jawaban Contoh Soal 1
Kontrol Tegangan :
4 4
b 15
I min    4218,8cm 4
12 12
I min 4218,8
imin    4,33cm
Abr 15 x15
lk 300
     1,85
 69 maka

imin 4,33
.P 1,85(10.000) _
  o
tk   82,2 kg cm 2   tk 
 OK
Abr 15 x15
Batang Tekan Ganda
Agar batang tekan menjadi lebih
kaku, maka kita harus memperbesar
momen inersia (I) atau memperkecil
nilai panjang tekuk (lk). Salah satu
cara yang ekonomis untuk
memperbesar momen inersia kita
buat batang tekan ganda dengan
diberi jarak antar penampangnya.
Pola Penampang Batang Tekan Ganda
Y
Y

h X
X

b a b

Y
Y

X X

Catatan :
b : lebar penampang kayu
h : tinggi penampang kayu
a : jarak antar tepi kayu
Syarat Batang Tekan Ganda
• Agar ekonomis, maka jarak antar
penampang kayu (a) dibuat sedemikian
rupa, shg nilai IX  IY.
• Unt menghindari tekuk dan agar batang
dapat bekerja bersama-sama, maka
batang tsb. dihubungkan dengan klos.
• Ada 2 (dua) sumbu batang :
1. Sumbu Bahan (sumbu-X)
2. Sumbu Bebas Bahan (sumbu-Y)
Sumbu Bahan (Sb-X)
Y
Pada batang tekan ganda,
perhitungan momen lembam
h X terhdp sb bahan (sb-X), dpt
diasumsikan sbg batang
b a b tunggal , dengan lebar sama
dengan jumlah masing
bagian, shg didapat :
A  2(b.h)
I  2( 112 .b.h 3 )
2( 112 .b.h 3 )
ix   0, 289 h
2(b.h)
i x  0, 289 h lihat
 PKKI ( hal14)
Menentukan nilai IY
Untuk menentukan nilai IY ada faktor
pengurangan, karena bahan akan
menekuk kearah sumbu bebas bahan
(sb-Y) terlebih dahulu.
Momen Inersia sb-Y adalah :

1 Dimana :
I Y  ( I Yt  3I Yg ) It : Momen Inersia teori
4
Ig : Momen Inersia bahan
IY bila berimpit
iy 
Abr
Contoh menentukan nilai IY
I Yt  2( 1
12 .b .h  b.h(
3 ba 2
2 ) )
h X
I Yg  1
12 .h(2.b) 3
b a b

Jika a>2b, maka :

2 Dimana :
10.P.l P : Gaya Tekan (kg)
IY 
y
ly : panjang tekuk arah sb-Y
n n : jumlah batang
KLOS

l/3 Menurut PKKI, bila :


b ≤ 18 cm  2 baut
l/3 l b > 18 cm  4 baut

l/3
klos
Fungsi Klos
• Fungsi klos selain memperpendek
panjang tekuk, juga mampu menahan
gaya geser akibat terjadinya lendutan.
• Ditengah bentang tidak perlu dipasang
klos, karena nilai gaya geser = 0.
• Menurut PKKI, pemsangan klos dalam
3 (tiga) bentang
Contoh Soal 1 Y
Diketahui :
Kolom tekan dg. Penampang
spt. tergambar 16 X

Ditanyakan:
Kearah manakah Kolom tsb 4 6 4 6 4
akan menekuk?
Jawab :
Tekuk terhadap sb-X :
ix = 0,289 h = 0,289(16cm)
ix = 4,62 cm
Lanjutan Jawaban Contoh Soal 1
• Tekuk terhadap sb-Y :

I t  3{121 (16)( 4)3}  2{( 4)(16)(10) 2 }  13056cm 4


I g  121 (12)3 (16)  2304cm 4
I Y  14 ( I t  3I g )
I Y  14 {13056  3(2304)}  4992cm 4
iy  4992
3( 4 )(16) 
 i y  5,09cm

 Kolom menekuk kearah sb-X


Contoh Soal 2
• Diketahui :
sebuah batang panjang 2,5m dapat
menahan gaya tekan 4 ton. Batang tsb
ditumpu sendi-sendi. Kayu yang
digunakan kayu Mahoni dengan
tegangan tekan ijin sejajar serat,
rangkap 2 (dua)
• Ditanyakan :
Tinggi h, bila tebal penampang kayu 4
cm dan jarak antar tepi kayu 4 cm.
Jawaban Contoh 2
P=4 ton Potongan A-A

h X

4 4 4

l = 2,5 m Jawab :
Dicoba : h = 12 cm
A A Kayu Mahoni  Mutu A Klas II
Tekuk terhadap sb-X :
ix = 0,289 h = 0,289(12 cm)
ix = 3,47 cm
Lanjutan Jawaban Contoh 2
Tekuk terhadap sb-Y :

I t  2{ (12)( 4)  (4)(12)( 4) }  1664cm


1
12
3 2 4

Ig  1
12 (12)(8)  512cm
3 4

I Y  14 ( I t  3I g )
I Y  (1664  3(512)  800cm
1
4
4

iy  800
(8 )(12) 
 i y  2,9cm

 Kolom menekuk kearah sb-Y


Lanjutan Jawaban Contoh 2
Kontrol tegangan pada arah sb-Y :
  
i y  2,9cm  lk
iy  250
2,9    2,38
 87 

( 2,38 )( 4000)
 tko   99,17 kg cm 2   tk 
 NOK
(8)(12)
Ukuran h = 12 cm tidak memenuhi, sehingga tinggi h
diperbesar
Dicoba  h = 15 cm
Tekuk terhadap sb-X :
ix = 0,289 h = 0,289(15 cm)
ix = 4,335 cm
Lanjutan Jawaban Contoh 2
Tekuk terhadap sb-Y :
I t  2{12 (15)( 4)  (4)(15)( 4) }  2080cm
1 3 2 4

Ig  1
12 (15)(8)  640cm
3 4

I Y  14 ( I t  3I g )
I Y  (2080  3(640)  1000cm
1
4
4

iy  1000
( 8 )(15) 
 i y  2,887cm

 Kolom menekuk kearah sb-Y


Lanjutan Jawaban Contoh 2
Kontrol tegangan pada arah sb-Y :

  
i y  2,887cm  lk
iy  250
2 ,887    2,38
 87 
(2,38)( 4000)
 
o
tk  79,3 kg cm 2   tk 
 OK
(8)(15)