Anda di halaman 1dari 3

Regulasi Sertifikasi Kompetensi Profesi

Regulasi terkait pelaksanaan Sistem Sertifikasi Profesi sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 23
Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)

PP No 23 Tahun 2004 BNSP merupakan lembaga yang independen dalam melaksanakan tugasnya untuk
tentang BNSP melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Untuk mendukung rencana Pemerintah terkait Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi dalam rangka Sertifikasi Profesi maka
perlu adanya perubahan regulasi sehingga Peran dan Fungsi BNSP menjadi lebih aktif dan mengalami perubahan yang signifikan

Arahan Bapak Menko Perekonomian:

PERAN BNSP LEBIH AKTIF PERUBAHAN SIGNIFIKAN STRUKTUR KELEMBAGAAN

Untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN Sejalan dengan rencana Program 1. Struktur Kelembagaan yang baru harus
(MEA), maka BNSP harus fokus dalam Pengembangan Pendidikan Dan Pelatihan dapat mencakup kegiatan sertifikasi
pengembangan sertifikasi kompetensi, melalui: Vokasi, melalui: diseluruh sektor industri.
 Pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi  Penguatan Pendidikan dan Pelatihan 2. Penguatan Kelembagaan dengan
(LSP)  Proses Sertifikasi Kompetensi peningkatan kewenangan Kepala Sekretariat
 Menstimulasi pelaksanaan sertifikasi  Skema Akreditasi agar dapat mengelola anggaran secara
kompetensi  Percepatan Pembuatan Standar Kompetensi mandiri
 Mendorong perjanjian dan pelaksanaan MRA
1
Garis Besar Perubahan Peraturan Pemerintah tentang BNSP (1)

1. Dalam upaya untuk meningkatkan proses sertifikasi yang masif dan berkualitas maka diperlukan:

i. Penguatan sistem sertifikasi kompetensi agar sertifikat kompetensi


Penguatan fungsi dapat diakui (direkognisi) pada tingkat nasional maupun
internasional, yang sejalan dengan Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia (KKNI);

ii. Penguatan akuntabilitas lembaga:


a. Penguatan pengawasan kepada Lembaga Sertifikasi Profesi
(LSP) agar proses pemberian sertifikat kompetensi dapat
berjalan dengan transparan,;
b. Penguatan pengawasan internal

Penguatan fokus kegiatan anggota BNSP. Saat ini jumlah anggota


Penguatan: Penguatan Kelembagaan berjumlah 23 orang sehingga dirasakan kurang efektif. Agar lebih efektif
Fungsi – Kelembagaan – keanggotaan dibuat dalam bentuk Konsil, dengan fokus mengerjakan
Kualitas Anggota substansi kebijakan dan membangun rekognisi. Untuk itu jumlah anggota
perlu dikurangi menjadi 7 orang (1 Ketua, 1 Wakil Ketua, dan 5 Anggota).

i. Penguatan persyaratan calon anggota yang harus mempunyai


kemampuan manajerial dan kompetensi di bidang profesi tertentu
paling singkat 10 tahun.
ii. Penguatan pemberian insentif dengan cara memberikan hak
Penguatan Kualitas Anggota fasilitas keuangan yang diatur dalam Peraturan Presiden.
Garis Besar Perubahan Peraturan Pemerintah tentang BNSP (2)

2. Pemberian Lisensi Untuk Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang terakreditasi

Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang telah terakreditasi agar dapat langsung diberikan lisensi dari BNSP untuk
membentuk LSP. Hal ini akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan BNSP.

3. Pelaksanaan Sistem Sertifikasi

Perlu adanya lembaga yang mengkoordinasikan sistem sertifikasi kompetensi nasional. Untuk itu BNSP perlu
diberikan kewenangan untuk melakukannya.