Anda di halaman 1dari 82

PENANGANAN PRESERVASI JALAN

SECARA LONG SEGMENT

November 2016

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
BALAI BESAR PELAKSANAAN
DIREKTORAT JENDERALJALANBINANASIONAL
MARGA VIII
Jl. KEMENTERIAN
Raya WaruPEKERJAAN
No. 20 Sidoarjo
UMUM DAN| PERUMAHAN
www.balai5.net
RAKYAT | b2pjn5@yahoo.co.id
Materi Sajian

1. Perbedaan ketentuan kontrak Preservasi Jalan Secara Long Segment TA 2016


dan TA 2017
2. Syarat-syarat Khusus Kontrak Preservasi Jalan Secara Long Segment TA
2017
3. Spesifikasi Khusus Pemeliharaan Kinerja Jalan dan Jembatan (SKh-1.10.a,
SKh-1.10.b)
4. Daftar Kuantitas dan Harga
5. Dokumen Teknis Pekerjaan Preservasi Jalan secara Long Segment TA 2017
6. Dokumen Pengadaan Pekerjaan Preservasi Jalan secara Long Segment TA
2017

3
Perbedaan Ketentuan Kontrak Peservasi Jalan
Secara Long Segment TA 2016 dan TA 2017
Lingkup Pekerjaan
Long Segment Long Segment
SE No. 08/SE/Db/2015 SE No. 07/SE/Db/2016
a. Perlebaran Jalan a. Pelebaran Jalan
b. Rekonstruksi Jalan b. Rekonstruksi Jalan
c. Rehabilitasi Jalan c. Rehabilitasi Jalan
d. Pemeliharaan Jalan d. Pemeliharaan Preventif Jalan
e. Pemeliharaan Rutin Jalan
f. Pemeliharaan Rutin Jembatan

5
Ketentuan Nilai Penawaran Terhadap HPS
Long Segment Long Segment
SE No. 08/SE/Db/2015 SE No. 07/SE/Db/2016
a. Belum diatur ketentuan jika a. Diatur ketentuan jika nilai
nilai penawaran lingkup penawaran lingkup pekerjaan >
pekerjaan > 100% nilai HPS 100% nilai HPS, penawaran
dinyatakan gugur
b. Belum diatur ketentuan jika b. Diatur ketentuan jika nilai
nilai penawaran lingkup penawaran lingkup pekerjaan < 80%
pekerjaan < 80% nilai HPS nilai HPS, dilakukan evaluasi
kewajaran harga
6
Masa Pelaksanaan
Long Segment Long Segment
SE No. 08/SE/Db/2015 SE No. 07/SE/Db/2016
a. Total: sejak Tanggal Mulai Kerja a. Total: sejak Tanggal Mulai Kerja
(TMK) sampai dengan 15 sampai dengan 31 Desember(PHO)
Desember (PHO) b. Periode pelaksanaan Pelebaran,
b. Periode pelaksanaan pelebaran, Rekonstruksi, Rehabilitasi,
Rekonstruksi, Rehabilitasi, dan Pemeliharaan Preventif ditentukan
Pemeliharaan Jalan ditentukan sesuai kebutuhan lapangan.
sesuai kebutuhan pelaksanaan Sedang Pemeliharaan Rutin Jalan
sama dengan total masa
pelaksanaan 7
Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan

Long Segment Long Segment


SE No. 08/SE/Db/2015 SE No. 07/SE/Db/2016
a. Pada Perlebaran, Rekonstruksi, a. Pada seluruh lingkup pekerjaan ada
dan Rehabilitasi ada pemenuhan pemenuhan IKJ, dengan masa
IK-1, dan IK-2, dan pada pemberlakuan masing-masing
Pemeliharaan Jalan ada b. Diagram pemenuhan Tingkat
pemenuhan IK-1 Layanan Jalan terlampir
b. Diagram pemenuhan Tingkat
Layanan Jalan terlampir

8
Skema Pelaksanaan Pekerjaan Preservasi Secara Long Segment
Skema Pelaksanaan Lingkup Pekerjaan Pelebaran, Rekonstruksi, Rehabilitasi
(SE Dirjen Bina MargamNo 08/SE/Db/2015)

TMK BA Penyelesaian PHO


(SSUK Psl. 33)
Pekerjaan (SSKK Psl. K) ( 15 Des 2016 )

Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan


60hk

Masa Pengembalian Masa Masa


Kondisi Pemenuhan Indikator Kinerja 1
(Spec seksi 8.1.1. butir 7) (SSKK Pasal H, angka 1.a)
Pemenuhan Indikator Kinerja 2
(SSKK huruf H, angka 1.b)
Pemeliharaan Rutin (divisi X)

Skema Pelaksanaan Lingkup Pekerjaan Pelebaran, Rekonstruksi, Rehabilitasi, Pemeliharaan Preventif


(SE Dirjen Bina Marga No 07/SE/Db/2016)
BA Penyelesaian
Pekerjaan (SSKK Psl. K)
PHO
(SSUK Psl. 33)

Periode Pelaksanaan
≤ 90hk

Masa Pengembalian Masa Pemenuhan Tingkat


Kondisi Pelaksanaan Pekerjaan Layanan Jalan
(Spec seksi 8.1.1. butir 7)
(SSKK Pasal H, angka 2)
Pemeliharaan Rutin (divisi X)
Masa Pelaksanaan 9
Skema Pelaksanaan Pekerjaan Preservasi Secara Long Segment
Skema Pelaksanaan Lingkup Pekerjaan Pemeliharaan Jalan
(SE Dirjen Bina Marga No 08/SE/Db/2015)
TMK Penyelesaian Pekerjaan PHO
Tanggal Mulai Kerja (SSKK Psl. K) (SSUK Psl. 33)
( 15 Des 2016 )

Periode Pelaksanaan

Pelaksanaan Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Masa


(Spec seksi 8.1.1. Butir 7) Pemenuhan Indikator Kinerja 1
(SSKK Pasal H, angka 2)

Skema Pelaksanaan Lingkup Pekerjaan Pemeliharaan Rutin


(SE Dirjen Bina Marga No 07/SE/Db/2016)
TMK Penyelesaian Pekerjaan PHO
Tanggal Mulai Kerja (SSKK Psl. K) (SSUK Psl. 33)

Periode Pelaksanaan Pekerjaan Pemeliharaan Rutin


≤ 90hk

Masa Masa
Pemenuhan Tingkat Layanan Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan (Pemberlakuan Pemotongan Pembayaran
(Skh 1.10.a) (Skh 1.10.a dan SSKK Pasal H, angka 1 dan 2)

Masa Pelaksanaan
10
Denda Keterlambatan Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan

Long Segment Long Segment


SE No 08/SE/Db/2015 SE No 07/SE/Db/2016
a. Perhari keterlambatan= 1/1000 x a. Perhari keterlambatan dihitung
nilai lingkup pekerjaan yang dengan rumus:
bersangkutan D=0,01xH(Pjc/Pjl)xNlp
b. Diterapkan dalam bentuk H: jumlah hari kalender
Pjc: panjang jalan cacat
pemotongan pembayaran bulanan
Pjl: panjang jalan lingkup pekerjaan
Nlp: nilai lingkup pekerjaan
b. Diterapkan dalam bentuk
pemotongan pembayaran bulanan

11
Denda Keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan

Long Segment Long Segment


SE No 08/SE/Db/2015 SE No 07/SE/Db/2016
Keterlambatan penyelesaian Keterlambatan penyelesaian
lingkup pekerjaan diartikan lingkup pekerjaan diartikan
sebagai keterlambatan sebagai keterlambatan
pemenuhan kinerja jalan, dan pemenuhan kinerja jalan, dan
dikenakan denda perhari dikenakan denda perhari
keterlambatan: 1/1000 x nilai keterlambatan:
lingkup pekerjaan 0,01xH(Pjc/Pjl)xNlp
12
Pekerjaan Pemeliharaan Kinerja Jalan/Jembatan

Long Segment Long Segment


SE No 08/SE/Db/2015 SE No 07/SE/Db/2016
Tidak diatur secara khusus Diatur secara khusus pekerjaan
pekerjaan Pemeliharaan Kinerja Pemeliharaan Kinerja
Jalan/Jembatan. Jalan/Jembatan pada lingkup
pekerjaan Pemeliharaan Rutin
Jalan/Jembatan, dalam SKh-1.
10.a/SKh-1.10.2

13
Syarat-Syarat Khusus Kontrak
Definisi Preservasi Jalan Secara Long Segment

Merupakan penanganan preservasi jalan dalam batasan satu panjang


segmen yang menerus (bisa lebih dari satu ruas) yang dilaksanakan
dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi jalan yang seragam yaitu
jalan mantap dan standar sepanjang segmen, meliputi perkerasan,
bahu, drainase, dan perlengkapan jalan.
Penanganan ini dapat meliputi lingkup pekerjaan pelebaran,
rekonstruksi, rehabilitasi, pemeliharaan preventif, dan pemeliharaan
rutin jalan/jembatan.
Lingkup pekerjaan Pemeliharaan Jalan merupakan penanganan yang
paling dominan berdasarkan panjang jalan, sehingga jenis – jenis
pekerjaan pada kegiatan pemeliharaan juga merupakan PEKERJAAN
UTAMA. 15
Masa Pelaksanaan (pasal F)
Masa/jangka waktu keseluruhan pelaksanaan pekerjaan (total) : ......(………...) hari kalender,
dihitung sejak Tanggal Mulai Kerja sebagaimana ditetapkan dalam Surat Perintah Mulai Kerja
(SPMK).
Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali pekerjaan pemeliharaan rutin
untuk masing-masing lingkup selambat-lambatnya:
i. Pelebaran Jalan ........(.............) hari kalender.
ii. Rekonstruksi Jalan ........(.............) hari kalender.
iii. Rehabilitasi Jalan ........(.............) hari kalender.
iv. Pemeliharaan Preventif Jalan .......(............) hari kalender.
v. Pemeliharaan Rutin Jalan .......(.............) hari kalender.
vi. Pemeliharaan Rutin Jembatan .......(.............) hari kalender.
Setiap lingkup harus dimulai sejak tanggal mulai kerja sebagaimana ditetapkan dalam Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK).
[Setiap lingkup diisi waktu untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai yang direncanakan. Untuk
lingkup pemeliharaan rutin jalan dan pemeliharaan rutin jembatan diisi sama dengan
masa/jangka waktu keseluruhan pelaksanaan pekerjaan (total)] 16
Masa Pemeliharaan (pasal G)

Masa Pemeliharaan untuk lingkup pekerjaan pelebaran,


rekonstruksi, rehabilitasi, dan pemeliharaan preventif jalan
selama 365 (tiga ratus enam puluh lima) hari kalender
terhitung mulai sejak serah terima pertama pekerjaan (PHO).
Untuk lingkup pemeliharaan rutin jalan dan pemeliharaan
rutin jembatan tidak diberlakukan masa pemeliharaan.

17
PEMENUHAN TINGKAT LAYANAN JALAN (pasal H.1)

1. Penyedia harus melaksanakan Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan dan


Jembatan sepanjang ruas jalan dalam kontrak berdasarkan Spesifikasi
Khusus Pemeliharaan Kinerja Jalan Seksi SKh-1.10.a.4.1) tentang
Indikator Kinerja Jalan. Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan (kecuali kinerja
ketidak-rataan permukaan perkerasan jalan) dan Jembatan, harus
diterapkan terhadap setiap hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal
pelaksanaan yang telah ditentukan selambat - lambatnya .... (..................)
hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) hingga
serah terima pertama pekerjaan (PHO).
[ditentukan oleh PPK selambat-lambatnya diberlakukan 90 (sembilan
puluh) hari kalender dan diisi sesuai LDP].

18
PEMENUHAN TINGKAT LAYANAN JALAN (pasal H.2)

2. Untuk lingkup pekerjaan pelebaran, rekonstruksi, rehabilitasi,


dan pemeliharaan preventif jalan Pemenuhan Tingkat Layanan
Jalan berdasarkan spesifikasi khusus Pemeliharaan Kinerja
Jalan seksi Skh.1.10.a.4.1) tentang Indikator Kinerja Jalan
diberlakukan sejak berakhirnya peridode pelaksanaan masing-
masing lingkup berdasarkan jadual yang telah ditetapkan dalam
huruf F.2 di atas hingga serah terima pertama pekerjaan (PHO).
Pengukuran ketidakrataan perkerasan jalan sebagai bagian
pemenuhan tingkat layanan jalan segera dilakukan setelah
pekerjaan lapis perkerasan permukaan selesai dilaksanakan.
19
PEMENUHAN TINGKAT LAYANAN JALAN (pasal H.3)

3. Apabila Penyedia tidak dapat memenuhi tingkat layanan


jalan dan jembatan yang ditetapkan pada no.1 dan 2 di
atas berdasarkan waktu tanggap perbaikan yang
ditentukan, harus dikenakan sanksi finansial berupa
pemotongan pembayaran sesuai ketentuan dalam
Spesifikasi Khusus Pemeliharaan Kinerja Jalan Seksi SKh-
1.10.a.4.3) Sanksi Keterlambatan Pemenuhan Tingkat
Layanan Jalan dan Spesifikasi Khusus Pemeliharaan
Kinerja Jembatan Seksi SKh-1.10.b.4.5) Sanksi
Keterlambatan Pemenuhan Tingkat Layanan Jembatan. 20
PEMENUHAN TINGKAT LAYANAN JALAN (pasal H.4)

4. Sejak diberlakukan pemenuhan tingkat layanan jalan dan jembatan,


Penyedia harus membuat Laporan Mingguan Pemenuhan Tingkat
Layanan Jalan dan Laporan Bulanan untuk Pemenuhan Tingkat
Layanan Jembatan yang merupakan hasil inspeksi lapangan, kecuali
kinerja ketidakrataan perkerasan jalan. Laporan Mingguan dan
Bulanan tersebut akan diverifikasi oleh Direksi Pekerjaan atau Direksi
Teknis, dan hasil verifikasi dapat digunakan sebagai perhitungan
pemotongan pembayaran dari keterlambatan pemenuhan indikator
kinerja jalan (jika ada). Pemotongan pembayaran dilakukan dengan
cara, diperhitungkan dalam pembayaran prestasi pekerjaan atau
dari sumber keuangan lain yang menjadi tanggung jawab Penyedia. 21
PERSYARATAN INDIKATOR KINERJA (TAHUN TUNGGAL)

MASA PELAKSANAAN
No RUANG LINGKUP MASA PEMELIHARAAN
(JANGKA WAKTU PELAKSANAAN)

1. Pelebaran Jalan Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan

2. Rekonstruksi Jalan Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan

3. Rehabilitasi Jalan Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan

4. Pemeliharaan Preventif Jalan Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan


SSKH Butir H; Pemenuhan
5. Pemeliharaan Rutin Jalan Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan
Tingkat Layanan Jalan
6. Pemeliharaan Rutin Jembatan Pemenuhan Tingkat Layanan Jembatan dan Jembatan

Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan dan Jembatan diberlakukan


mulai ..... (................) hari kalender sejak tanggal SPMK,
atau selambat - lambatnya 90 hari sejak tanggal SPMK. FHO
PHO

: Periode Pengembalian Kondisi & Minor (Pekerjaan konstruksi pada perkerasan jalan dibayar dengan volume base)
: Periode Pelaksanaan (Pekerjaan konstruksi pada perkerasan jalan dibayar dengan volume base)
: Periode Setelah Lingkup Pekerjaan Selesai Sampai dengan PHO
: Masa Pemeliharaan (Warranty Period )

22
Skema Pelaksanaan Lingkup Pekerjaan Pelebaran, Rekonstruksi,
Rehabilitasi, Pemeliharaan Preventif

BA Penyelesaian Pekerjaan PHO


(SSKK Psl. K)
(SSUK Psl. 33)

Periode Pelaksanaan
≤ 90hk
Masa Pengembalian
Kondisi Pelaksanaan Pekerjaan Masa Pemenuhan Tingkat
(Spec seksi 8.1.1. butir 7) Layanan Jalan
Pemeliharaan Rutin (divisi X) (SSKK Pasal H, angka 2)

Masa Pelaksanaan

23
Skema Pelaksanaan Lingkup Pekerjaan Pemeliharaan Rutin

TMK PHO
Tanggal Mulai Kerja (SSUK Psl. 33)

Periode Pelaksanaan Pekerjaan Pemeliharaan Rutin


≤ 90hk
Masa Masa
Pemenuhan Tingkat Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan (Pemberlakuan Pemotongan Pembayaran
Layanan (Skh 1.10.a dan SSKK Pasal H, angka 1 dan 2)
(Skh 1.10.a)

Masa Pelaksanaan

24
Pengawasan Pekerjaan (pasal K)

PPK atau Direksi Teknis setiap saat dapat melakukan inspeksi lapangan
untuk menilai pemenuhan tingkat layanan jalan dan atau jembatan
sebagaimana yang disyaratkan. Jika PPK atau Direksi Teknis,
menemukan suatu bagian jalan dan atau jembatan yang tidak
memenuhi kriteria tingkat layanan, hasil inspeksi akan disampaikan
kepada Penyedia. Penyedia wajib melakukan tindakan perbaikan
terhadap temuan berdasarkan ketentuan teknis. Apabila Penyedia
tidak dapat memenuhi kewajiban sebagaimana disyaratkan maka akan
dikenakan sanksi finansial berupa pemotongan pembayaran

25
Kontrak Kritis (pasal N)

1. Untuk lingkup ………. [pelebaran/rekonstruksi, rehabilitasi/dan


pemeliharaan preventif] jalan mekanisme Rapat Pembuktian
(Show Cause Meeting/SCM) diberlakukan sesuai dengan Peraturan
Direktur Jenderal Bina Marga yang berlaku.
2. Untuk lingkup pemeliharaan rutin jalan dan pemeliharaan rutin
jembatan, kontrak dinyatakan kritis apabila total nilai pemotongan
pembayaran akibat keterlambatan pemenuhan tingkat layanan
jalan dan jembatan lebih besar 5% dari masing-masing nilai lingkup
pemeliharaan rutin jalan dan/atau pemeliharaan rutin jembatan.

26
Kontrak Kritis (pasal N)

Pada saat kontrak dinyatakan kritis, Direksi Pekerjaan menerbitkan peringatan kepada
Penyedia. Apabila sesuai batas waktu yang ditentukan dalam surat peringatan
tersebut, Penyedia tidak mampu memenuhi tingkat layanan jalan dan jembatan maka
dapat diartikan sebagai cedera janji/wanprestasi, dan penanganannya dapat
diambilalih oleh PPK dengan menunjuk Pihak Lain seluruh biaya aktual penanganan
tersebut harus ditanggung oleh Penyedia. PPK dapat memperoleh penggantian biaya
dengan memotong pembayaran atas tagihan penyedia yang jatuh tempo (jika ada)
atau uang retensi atau pencairan Surat Jaminan atau jika tidak ada maka biaya
penggantian akan diperhitungkan sebagai utang penyedia kepada PPK yang telah jatuh
tempo. Pengambilalihan penanganan oleh PPK tidak melepaskan tanggungjawab
Penyedia terhadap penyelesaian pekerjaan
3. Pembayaran sertifikat bulanan (monthly certificate) selanjutnya dapat dilakukan
apabila Penyedia telah memenuhi kewajiban pembayaran pada Pasal 2 di atas
27
Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan (SSKK pasal K)

• Setiap penyelesaian lingkup pekerjaan pelebaran jalan,


rekonstruksi, rehabilitasi, dan pemeliharaan preventif (jika
dinyatakan dalam dokumen kontrak) harus dibuat Berita Acara
Penyelesaian Pekerjaan yang disahkan oleh Direksi Pekerjaan.
Apabila Penyedia terlambat menyelesaikan pekerjaan berdasarkan
lingkup pekerjaan sesuai waktu yang ditetapkan dalam huruf F.2.
diatas, harus diartikan sebagai keterlambatan pemenuhan kinerja
jalan, sehingga Penyedia dikenakan pemotongan pembayaran
sebagaimana ditetapkan dalam huruf H.3 di atas

28
Spesifikasi Khusus
PEMELIHARAAN KINERJA JALAN
(SKh-1.10.a)
PEMELIHARAAN KINERJA JALAN (Skh.1.10.a.1.1)

Pekerjaan yang tercakup dalam Seksi ini harus meliputi pekerjaan


pemeliharaan kinerja jalan untuk menjamin agar perkerasan jalan, bahu
jalan, sistem drainase, bangunan pelengkap jalan dan perlengkapan
jalan selalu dipelihara setiap saat dan dalam kondisi pelayanan yang
mantap berdasarkan kinerja yang disyaratkan. Kegiatan Pemeliharaan
Kinerja Jalan harus segera dimulai setelah diterbitkannya Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK) selama Masa Pelaksanaan guna mencegah setiap
kerusakan lebih lanjut pada jalan dan/atau bangunan pelengkap jalan.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjamin agar jalan termasuk bangunan
pelengkap dan Perlengkapannya dapat digunakan dan berfungsi dengan
baik dan selalu dalam kondisi pelayanan yang mantap dan memenuhi
indikator kinerja jalan sebagaimana disyaratkan dalam Seksi SKh-1.10.a.4.
spesifikasi khusus ini.
30
PEMELIHARAAN KINERJA JALAN (Skh.1.10.a.1.1)

Pekerjaan ini juga untuk mencegah kerusakan yang lebih besar dengan
memelihara atau memperbaiki kerusakan perkerasan dan
bahu jalan seperti menutup celah/retak permukaan (sealing),
penambalan lubang-lubang (patching), perataan setempat
(spot leveling), perbaikan tepi perkerasan, pelaburan aspal,
perbaikan retak, perbaikan permukaan yang bergelombang
atau keriting (corrugations) dan meratakan alur (rutting) yang
dalam untuk mempertahankan lereng melintang jalan yang
standar. Pekerjaan yang ditentukan Direksi Pekerjaan sebagai
pekerjaan pemeliharaan kinerja jalan atau perbaikan menurut Seksi
dari Spesifikasi khusus ini, akan dibayar dari Harga Satuan Kontrak
dalam penawaran untuk berbagai Mata Pembayaran yang terdaftar
dalam Seksi SKh-1.10.a.5. dari Spesifikasi khusus ini sebagaimana yang
sesuai.
31
Pemeliharaan Kinerja Perkerasan Jalan (1)
Pekerjaan pemeliharaan kinerja perkerasan jalan berpenutup aspal mencakup
kegiatan yang terutama bertujuan untuk memelihara kerataan permukaan
jalur lalu lintas, seperti menutup retak-retak, penambalan lubang-lubang
(patching), perataan setempat (spot leveling), perbaikan tepi perkerasan,
perbaikan retak, perbaikan permukaan yang bergelombang atau keriting
(corrugations) dan meratakan alur (rutting) yang dalam untuk
mempertahankan lereng melintang jalan yang standar.
Pekerjaan pemeliharaan kinerja perkerasan jalan ini juga untuk memperbaiki
kekuatan struktural perkerasan jika dipandang sebagai bagian dari pekerjaan
perbaikan untuk memenuhi indikator kinerja jalan yang disyaratkan dan untuk
mencegah kerusakan yang lebih besar sehingga perkerasan jalan dapat
berfungsi dengan baik sebagaimana disyaratkan dalam Seksi SKh-1.10.a.4.
spesifikasi ini 32
Pemeliharaan Kinerja Perkerasan Jalan (2)

Pemeliharaan kinerja perkerasan kaku (Rigid Pavement) meliputi


pekerjaan perbaikan celah pada Sambungan Melintang dan Memanjang
(Transversal Joint and Longitudinal Joint), penurunan pelat beton (slab)
pada sambungan, perbaikan retak, dan lubang pada pelat beton (slab).
Perbaikan kerusakan meliputi pengisian celah pada sambungan
termasuk dengan bahan sealant jenis rubberized atau fibrous asphalt,
pengangkatan pelat beton yang turun untuk mengisi rongga di bawah
pelat beton dengan semen pengisi menggunakan mud jacking machine,
sedangkan kerusakan pelat beton yang retak harus digrouting, lubang
atau gompal (spalling) harus ditambal (Patching) dengan beton dengan
mutu yang sama dengan beton lama.
33
Pemeliharaan Kinerja Bahu Jalan
Pekerjaan pemeliharaan kinerja bahu jalan bertujuan untuk memelihara atau
memperbaiki permukaan bahu jalan lama (eksisting) sehingga kemiringannya
tetap konsisten sesuai dengan ketentuan sebagaimana yang disyaratkan, seperti
pengisian lubang, pemotongan dan perataan, pembuangan tanaman liar atau
rumput, semak-semak dan benda lainnya sehingga bahu jalan dapat berfungsi
dengan baik sebagaimana sesuai dengan indikator kinerja yang dipersyaratkan.
Pekerjaan ini juga mencakup pengisian pada lubang-lubang bahu dengan
mutu material yang sama dengan bahu jalan yang ada (existing),
pemotongan permukaan bahu jalan jika elevasi permukaan bahu jalan
lebih tinggi dari permukaan jalan dan sebaliknya, pembentukan
kemiringan/kerataan bahu, pembuangan semak-semak atau tanaman liar
atau rumput-rumput dan/atau penghalang lainnya yang mengganggu
fungsi bahu jalan
34
Pemeliharaan Kinerja Drainase Jalan
Pekerjaan pemeliharaan kinerja drainase jalan yang bertujuan agar sistem
drainase jalan eksisting berfungsi dengan baik dan lancar pada lokasi yang
termasuk dalam cakupan pekerjaan drainase, termasuk saluran samping,
saluran melintang, saluran pembuang (outlet/inlet) dan saluran olakan
(catch pits/basins) serta semua sistem drainase yang terkait dengan
pekerjaan ruas jalan dalam kontrak.
Pekerjaan pemeliharaan kinerja drainase jalan meliputi pekerjaan pemeliharaan
dan perbaikan saluran dengan penutup dan/atau saluran tanpa penutup atau
drainase dengan bahan lainnya atau gorong-gorong, galian untuk selokan,
pelapisan pada drainase dan saluran yang ada, saluran pembuang, pemotongan
semak atau rumput pada sisi saluran serta pembuangan lanau, daun, kotoran,
tanah sedimen atau endapan, semak dan bahan-bahan lain yang mengganggu
saluran. 35
Pemeliharaan Kinerja Bangunan Pelengkap Jalan

Pekerjaan pemeliharaan kinerja bangunan pelengkap jalan


bertujuan untuk mencegah kerusakan yang lebih bersar pada
bangunan pelengkap jalan eksisting dan dapat berfungsi
sebagaimana menurut jenisnya. Kegiatan pemeliharaan kinerja
terhadap bangunan pelengkap jalan dimaksud yang meliputi
tembok penahan tanah, trotoar, pulau jalan, fasilitas
penyeberangan pejalan kaki

36
Pemeliharaan Kinerja Perlengkapan Keselamatan Jalan

Pekerjaan pemeliharaan kinerja perlengkapan dan keselamatan jalan


bertujuan supaya perlengkapan jalan yang lama (Eksisting) dapat dibaca
dengan jelas oleh pengguna jalan atau reflektifitas rambu terjaga dan
berfungsi dengan baik. Pekerjaan ini mencakup kegiatan seperti
pembersihan dan perbaikan rambu jalan, patok pengarah (Guide
Posts), dan patok kilometer, rel pengaman (Guardrails), pengecatan
kembali huruf yang tak terbaca pada rambu jalan dan pengecatan
marka jalan yang sudah tidak terlihat dengan jelas dan pengendalian
tumbuh-tumbuhan atau penebangan pohon yang menghalangi jarak
pandang atau jika membahayakan keselamatan lalu lintas termasuk
pembuangan akar-akarnya
37
Tanggung Jawab Penyedia
Sejak Tanggal Mulai Kerja sebagaimana disebutkan dalam Surat Perintah
Mulai Kerja hingga Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO), Penyedia
bertanggung jawab atas semua pemenuhan tingkat layanan dan
berkewajiban memelihara jalan dan memperbaiki kerusakan bagian ruas
jalan yang termasuk dalam kontrak.
Sejak diberlakukan pemenuhan tingkat layanan jalan sebagaimana yang ditetapkan
dalam Syarat – Syarat Khusus Kontrak Penyedia harus menjaga kinerja jalan
berdasarkan indikator kinerja jalan yang ditetapkan dalam Seksi SKh-1.10.a.4
Spesifikasi Khusus ini. Apabila Penyedia tidak dapat memenuhi indikator kinerja
jalan berdasarkan waktu tanggap perbaikan yang ditetapkan, dikenakan
pemotongan pembayaran sesuai ketentuan dalam Spesifikasi Khusus ini pada
Seksi SKh-1.10.a.4.3). Sanksi Keterlambatan Pemenuhan Indikator Kinerja
38
SANKSI KETERLAMBATAN PEMENUHAN TINGKAT LAYANAN JALAN

Dimana:
D :Besarnya pemotongan pembayaran dalam rupiah.
H :Jumlah hari keterlambatan perbaikan pemenuhan tingkat layanan jalan, berdasarkan
hasil inspeksi lapangan.
Pjc :Panjang jalan yang cacat (tidak memenuhi indikator kinerja) dalam segmen jalan yang
ditetapkan (panjang segmen penilaian dengan interval 100meter).
Pjl :Panjang jalan dalam kontrak berdasarkan lingkup pekerjaan.
Nlp :Nilai lingkup pekerjaan dalam kontrak.

39
Sanksi Keterlambatan Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan

Keterlambatan perbaikan pemenuhan tingkat layanan jalan berdasarkan waktu


tanggap yang ditetapkan, harus diartikan sebagai kelalaian/wanprestasi dari Penyedia,
sehingga apabila diperlukan penanganannya dapat diambil alih PPK atau Pihak Lain
yang ditetapkan oleh PPK. Sebelum pengambilalihan penanganan, PPK harus
mengeluarkan peringatan tertulis kepada Penyedia tentang pelaksanaan perbaikan
untuk pemenuhan tingkat layanan jalan yang harus segera dilaksanakan oleh Penyedia.
Jika peringatan semacam itu dalam waktu 7 (tujuh) hari tanpa tanggapan dari Penyedia, maka
PPK dapat memilih untuk melaksanakan pekerjaan itu dengan sumber dayanya sendiri atau
pihak lain (jika dipandang perlu). Biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang
dilaksanakan oleh PPK atau pihak lain, harus ditanggung sepenuhnya oleh Penyedia ditambah
10% (sepuluh perseratus) dari biaya aktual yang diperlukan. Penyedia harus segera mengganti
biaya tersebut setelah perbaikan dinyatakan selesai oleh PPK, apabila Penyedia tidak segera
mengganti biaya tersebut PPK dapat melakukan penundaan pembayaran yang diatur dalam
Syarat-Syarat Kontrak. Pengambilalihan penanganan oleh PPK tidak melepaskan
tanggungjawab Penyedia terhadap sanksi yang ditetapkan. 40
MATA PEMBAYARAN

Nomor Mata Satuan


Pembayaran Uraian Pengukuran

SKh-1.10.1.(1) Galian Tanah untuk saluran air dan lereng Meter Kubik

SKh-1.10.1.(2) Timbunan Pilihan untuk lereng tepi saluran Meter Kubik

SKh-1.10.1.(3) Pasangan Batu dengan mortar Meter Kubik

SKh-1.10.1.(4) Lapis Pondasi Agregat Kelas A Meter Kubik

SKh-1.10.1.(5) Lapis Pondasi Agregat Kelas B Meter Kubik

SKh-1.10.1.(6) Lapis Pondasi Agregat Kelas S Meter Kubik

SKh-1.10.1.(7) Agregat untuk Perkerasan Tanpa Penutup Aspal Meter Kubik

SKh-1.10.1.(8) Lapis Pondasi Agregat Semen Klas A (CTB) Meter Kubik

41
MATA PEMBAYARAN

Nomor Mata Satuan


Pembayaran Uraian Pengukuran
SKh-1.10.1.(9) Lapis Pondasi Agregat Semen Klas B (CTSB) Meter Kubik

SKh-1.10.1.(10) Campuran Aspal Panas Meter Kubik

SKh-1.10.1.(11) Campuran Aspal Dingin Meter Kubik

SKh-1.10.1.(12) Penetrasi Macadam Meter Kubik

SKh-1.10.1.(13) Residu Bitumen Liter

SKh.1.10.1.(14) Perkerasan Beton Semen Meter Kubik

SKh.1.10.1.(15) Lapis Pondasi Beton Kurus Meter Kubik

SKh.1.10.1.(16) Pasangan Batu Meter Kubik

SKh.1.10.1.(17) Bahan Penutup (sealant) Kg

SKh.1.10.1.(18) Pengendalian Tanaman Lump Sum

42
Pembayaran Pemeliharaan Kinerja Jalan

Pekerjaan yang diukur seperti disyaratkan di atas harus dibayar menurut Harga
Kontrak per satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah
ini dan Mata Pembayaran lainnya yang diperuntukkan pada Lingkup
Pemeliharaan Rutin sebagaimana ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
Pembayaran sesuai Mata Pembayaran satuan pekerjaan tersebut merupakan
kompensasi penuh untuk semua bahan, pekerja, peralatan dan perkakas, untuk
stabilisasi atau normalisasi lereng galian dan timbunan, pengerukan sedimentasi
dasar saluran, formasi penyiapan struktur saluran, pembuatan lubang sulingan
untuk saluran yang dilapisi, penyiapan permukaan, penanganan, penanaman dan
pemeliharaan semua tanaman, dan untuk biaya lainnya yang diperlukan untuk
penyelesaian pekerjaan pemeliharaan kinerja jalan sebagaimana mestinya seperti
yang diuraikan dalam Spesifikasi Khusus ini
43
INDIKATOR KINERJA JALAN
No Indikator Kinerja Jalan Waktu Tanggap Perbaikan

1 Perkerasan Jalan

Lubang: Harus selesai diperbaiki


a Tidak boleh ada lubang dengan diameter lebih dari 10cm dan dalam waktu maksimum 7
kedalaman lebih dari 4cm pada bagian jalan. (tujuh) hari.
Retakan:
harus selesai ditutup dalam
i). Tidak boleh ada retakan lebih lebar 3mm dan/atau luas
b waktu maksimum 14 (empat
retakan lebih besar 5% setiap 100m panjang lajur (lane)
belas) hari.
jalan.
Amblas:
harus selesai diperbaiki
Tidak boleh ada bagian yang amblas lebih dari 3cm dengan
c dalam waktu maksimum 7
luasan permukaan yang amblas lebih besar 5% setiap
(tujuh) hari.
100meter jalur jalan.
Patahan (untuk Rigid): harus selesai diperbaiki
d Tidak boleh ada bagian jalan yang mengalami dalam waktu maksimum 14
patahan(Faulting). (empat belas) hari.
Joint Sealant (untuk Rigid): harus selesai diperbaiki
e Dalam kondisi baik, tidak boleh rusak atau hilang disemua dalam waktu maksimum 14
slab joint. (empat belas) hari.
Ketidakrataan (untuk perkerasan yang dilaksanakan
pelapisan ulang/overlay): Harus selesai diperbaiki
f dalam waktu maksimum 90
Nilai IRI rata-rata setiap segmen lajur (lane) jalan dalam (sembilan puluh) hari.
kondisi mantap, maksimum 4mm/m.
No Indikator Kinerja Jalan Waktu Tanggap Perbaikan
2 Bahu Jalan
Lubang: Harus selesai diperbaiki
a Tidak boleh ada lubang dengan diameter lebih dari 20cm dan dalam waktu maksimum 7
kedalaman lebih dari 10cm. (tujuh) hari.
Elevasi / Ketinggian: harus selesai diperbaiki
b Tidak boleh ada Beda Tinggi Bahu Jalan dengan tepi dalam waktu maksimum 14
perkerasan jalan lebih dari 5cm (empat belas) hari.
Amblas:
Harus selesai diperbaiki
c Tidak boleh ada bagian yang amblas lebih dari 10cm dengan dalam waktu maksimum 7
luasan permukaan yang amblas lebih dari 3% setiap 100meter (tujuh) hari.
bahu jalan.
3 Drainase
Kerusakan harus selesai
Semua jenis saluran: diperbaiki dalam waktu
i). Harus bersih dan tidak mengalami kerusakan struktur. maksimum 21 (dua puluh
a
ii).Tidak boleh ada penyumbatan lebih besar 10% dari satu) hari untuk kerusakan
kapasitas saluran. struktur dan 7 (tujuh) hari
untuk penyumbatan.
Lereng Timbunan dan Galian:
Deformasi dan longsoran
i) Pada Lereng Timbunan tidak ada deformasi dan erosi serta
harus selesai diperbaiki
b dapat berfungsi dengan baik.
dalam waktu maksimum 14
ii) Pada Lereng Galian harus stabil, kuat untuk menahan erosi
(empat belas) hari.
dan berfungsi dengan baik.
No. Indikator Kinerja Jalan Waktu Tanggap Perbaikan
4 Perlengkapan Jalan
a Rambu Peringatan dan Rambu Petunjuk: Kekurangan, Kerusakan dan
i) Terpasang dengan benar sesuai ketentuan, secara struktur kokoh Kecacatan harus selesai
dan tiang tidak bengkok. diperbaiki selambat – lambatnya
ii) Pemasangan rambu sementara untuk pencegahan kecelakaan lalu 21 (dua puluh satu) hari.
lintas yang disebabkan kerusakan jalan yang belum dapat Pemasangan rambu sementara
diperbaiki. paling lambat 24 (dua puluh
empat) jam.
b Pemisah Horizontal pada Median atau Trotoar: Kekurangan, Kerusakan dan
i) Pemisah yang ada harus kokoh dan berfungsi dengan baik. Kecacatan harus selesai
ii) Permukaannya dapat dilihat dengan jelas pada malam hari. diperbaiki selambat – lambatnya
21 (dua puluh satu) hari.
c Guardrails / Rel Pengaman: Kerusakan, kekurangan dan
Secara struktur kokoh, terpasang dengan benar dan tidak terjadi kecacatan harus selesai
kerusakan. diperbaiki selambat – lambatnya
21 (dua puluh satu) hari.
No. Indikator Kinerja Jalan Waktu Tanggap Perbaikan
5 Bangunan Pelengkap (jika ada dalam kontrak)
a Jalan Pendekat (Oprit): Kecacatan harus selesai
Tidak terjadi penurunan lebih dari 5cm dari elevasi rencana permukaan diperbaiki selambat – lambatnya
pendekat. 14 (empat belas) hari
b Dinding Penahan Tanah: Kecacatan harus selesai
i) Tidak ada kerusakan struktur dan berfungsi baik. diperbaiki selambat – lambatnya
ii) Tidak terjadi keretakan pada dinding dan pondasi. 28 (dua puluh delapan) hari.
iii) Tidak terjadi patahan struktur bangunan yang mengakibatkan
kerusakan struktur bangunan
c Expansion Joint (Jembatan pada jalan dalam kontrak): Kecacatan harus selesai
i).Tidak ada kerusakan yang signifikan dan dapat berfungsi baik. diperbaiki selambat – lambatnya
ii).Tidak karatan dan kokoh serta lebar gap sesuai ketentuan. 28 (dua puluh delapan) hari.
d Pagar Jembatan (Span ≤6.0m): Kecacatan harus selesai
i).Tidak ada kerusakan struktur dan berfungsi baik. diperbaiki selambat – lambatnya
ii).Pagar jembatan lengkap, tidak karatan dan kokoh. 28 (dua puluh delapan) hari.
iii).Dapat dilihat dengan jelas pada saat malam hari.
6 Pengendalian Tanaman
a Bebas dari tumbuh-tumbuhan di sekitar ujung gorong-gorong, terusan Pengendalian Tumbuh -
gorong-gorong, saluran air yang diperkeras, kerb, sekitar rambu lalu- Tumbuhan harus selesai
lintas, guardrails, patok pengarah, tiang lampu, bahu jalan, seluruh dirapikan atau dipotong sesuai
permukaan yang dilabur (black top), pulau untuk lalu lintas, bangunan ketentuan selambat – lambatnya
bawah jembatan dan tepi deck jembatan. 7 (tujuh) hari.
b Tumbuh-tumbuhan yang diijinkan mempunyai tinggi minimal 2,5cm Pengendalian Tumbuh -
dan maksimum 10cm pada lokasi median jalan yang direndahkan, Tumbuhan harus selesai
tebing tepi jalan (di luar ruang manfaat jalan), tanaman di tempat dirapikan atau dipotong sesuai
istirahat (termasuk taman) di Ruang Milik Jalan) kecuali terhadap ketentuan selambat – lambatnya
taman yang sudah ada namun tidak mengganggu jarak pandang untuk 7 (tujuh) hari.
keselamatan pengguna jalan.
INSPEKSI HARIAN

INSPEKSI
HARIAN
LAP. MINGGUAN

INSPEKSI FORMAL

Tidak
INDIKATOR TINDAKAN
KINERJA PERBAIKAN

Tidak
WAKTU PEMOTONGAN
Ya
TANGGAP PEMBAYARAN

Ya
TAGIHAN
49
CONTOH FORM INSPEKSI MINGGUAN
INSPEKSI MINGGUAN INDIKATOR KINERJA JALAN
PADA PERKERASAN DAN BAHU JALAN

Kontrak No.: ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Ruas Jalan : ………………….. Tanggal Inspeksi : 1 Juli 2016
Propinsi : ………………… Segmen Jalan : Sta. 0+000 - Sta. 1+000
Panjang Jalan : …………….. Lingkup Pekerjaan : Rekonstruksi

Kategori Pemenuhan Indikator Kinerja Jalan Pemenuhan Batas Tanggap


No. Sta. - Sta. Kanan/Kiri
1a 1b 1c 1d 1e 1f 2a 2b 2c Indikator Perbaikan (Hari)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

1 0 + 000 - 0 + 100 Kiri V V V V V V V V V Memenuhi


2 0 + 100 - 0 + 200 Kiri V V V V V V V V V Memenuhi
3 0 + 200 - 0 + 300 Kiri X V X V V V V V V Tidak memenuhi 7
4 0 + 300 - 0 + 500 Kiri V X V V V V V X V Tidak memenuhi 14
5 0 + 500 - 0 + 700 Kiri V V V V V V V V V Memenuhi
5 0 + 700 - 0 + 800 Kiri V V V V V V X V V Tidak memenuhi 7
5 0 + 800 - 1 + 000 Kiri V V V V V V V V V Memenuhi
Dan seterusnya

Catatan :
1 Pada Kolom 4 s/d Kolom 12 beri tanda : 3. Kode Kategori Indikator Kinerja Jalan sesuai SSKK yaitu:
V = Memenuhi Indikator Kinerja - Perkerasan Jalan :
X = Tidak Memenuhi Indikator Kinerja 1a.Lubang ; 1b.Retak ; 1c. Amblas
2 Pada Kolom 14 diisi tanggal sesuai target waktu tanggap perbaikan 1d.Patahan ; 1e.Joint Sealent ; 1f.Kerataan permukaan (IRI)
- Bahu Jalan :
2a.Lubang ; 2b.Elevasi/Beda Tinggi ; 2c.Amblas

Inspeksi Formal Oleh :


Mengetahui , Kontraktor , Konsultan Supervisi

Pengawas Lapangan Tulis Nama & Jabatan Tulis Nama & Jabatan
50
CONTOH FORM INSPEKSI ULANG
INSPEKSI ULANG PEMENUHAN INDIKATOR KINERJA JALAN
PADA PERKERASAN DAN BAHU JALAN

Kontrak No.: ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Ruas Jalan : ................. Tanggal Inspeksi : …………
Propinsi : ................. Segmen Jalan : Sta.0+000 - Sta.1+000
Total Panjang Jalan : ...... Km Lingkup Pekerjaan : Rekonstruksi

Ketidaksesuaian Indikator Kinerja Jalan Kode Kategori Tanggal Perbaikan Masa Denda
No. Keterangan
Sta. - Sta. Kanan/Kiri Tgl.Penemuan Indikator Kinerja Target Realisasi (Hari)
1 2 3 4 5 6 7 8 9

1 0 + 200 - 0 + 300 Kiri 01-Jul-16 1 a + 1c 07-Jul-16 12-Jul-16 5


2 0 + 300 - 0 + 500 Kiri 01-Jul-16 1 b + 2b 14-Jul-16 20-Jul-16 5
3 0 + 700 - 0 + 800 Kiri 01-Jul-16 2a 07-Jul-16 14-Jul-16 7

Dan seterusnya

Total 17
Catatan :
1 Kolom 4 diisi tanggal penemuan ketidaksesuaian pada saat inspeksi 3. Kolom 6 diisi tanggal target perbaikan sesuai Spesifikasi Khusus
2 Kolom 5 diisi Kode Kategori Indikator Kinerja Jalan : 4. Kolom 7 diisi tanggal realisasi perbaikan
- Perkerasan Jalan : 5. Kolom 8 diisi jumlah hari masa denda = (kolom 7) - (kolom 6)
1a.Lubang ; 1b.Retak ; 1c. Amblas
1d.Patahan ; 1e.Joint Sealent ; 1f.Kerataan permukaan (IRI)
- Bahu Jalan :
2a.Lubang ; 2b.Elevasi/Beda Tinggi ; 2c.Amblas

Inspeksi Formal Oleh :


Mengetahui , Kontraktor , Konsultan Supervisi

Pengawas Lapangan Tulis Nama & Jabatan Tulis Nama & Jabatan
51
CONTOH PERHITUNGAN DENDA

52
Pemeliharaan Rutin Kinerja Jembatan

Pekerjaan yang tercakup dalam Seksi ini harus meliputi pekerjaan


pemeliharaan rutin kinerja jembatan untuk menjamin agar penurunan
kondisi jembatan dapat dikembalikan pada kondisi kemantapan
berdasarkan kinerja yang disyaratkan. Kegiatan Pemeliharaan Rutin
Kinerja Jembatan harus segera dimulai setelah diterbitkannya Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK) selama Masa Pelaksanaan guna
mencegah setiap kerusakan lebih lanjut pada jembatan. Kegiatan ini
dimaksudkan untuk menjamin agar jembatan dapat digunakan dan
berfungsi dengan baik dan selalu dalam kondisi pelayanan yang mantap
serta memenuhi indikator kinerja jembatan sebagaimana disyaratkan
dalam Seksi SKh-1.10.2.4 spesifikasi khusus ini.
53
Klasifikasi Pekerjaan Pemeliharaan Rutin Kinerja Jembatan

a) Pembersihan jembatan
Pembersihan jembatan meliputi pekerjaan pembersihan sampah, kotoran yang
ada pada bangunan atas jembatan termasuk sumbatan pada pipa cucuran dan
drainase lantai jembatan, landasan, bangunan bawah, daerah jalan pendekat
serta daerah aliran sungai.
b) Perbaikan retak / kerusakan beton non struktural
Kerusakan beton pada elemen non struktural, merupakan retak akibat susut
(retak buaya) yang tidak menimbulkan dampak penurunan kapasitas pada
struktur jembatan dengan luas retak tidak lebih dari 5% terhadap luas elemen
yang ditinjau, gompal akibat elemen jembatan yang terbentur oleh benda
tertentu dan mengakibatkan terjadinya gompal pada bagian yang non struktural
dengan volume maksimum 5% terhadap elemen yang ditinjau.
54
Klasifikasi Pekerjaan Pemeliharaan Rutin Kinerja Jembatan

c) Pengecatan sederhana
Pengecatan sederhana meliputi pekerjaan pengecatan baja pada sandaran, parapet,
kerb dan elemen-elemen jembatan yang mudah dijangkau dan tidak mempunyai nilai
struktural.
d) Penggantian baut
Penggantian baut meliputi pekerjaan penggantian baut mutu tinggi yang longgar
dengan jumlah maksimum 2 buah dari total jumlah baut yang berada pada titik buhul
jembatan rangka baja atau sambungan gelagar.
e) Perbaikan pasangan batu
Perbaikan pasangan batu meliputi pekerjaan perbaikan retak adukan pasangan batu
pada bangunan pengaman seperti talud, atau pengaman tebing tanah timbunan
(jalan pendekat) serta struktur pasangan batu ini belum mengalami penurunan atau
adanya bagian yang hilang yang melebihi dari 5% terhadap jumlah volume yang
ditinjau. 55
Klasifikasi Pekerjaan Pemeliharaan Rutin Kinerja Jembatan
f) Pembuatan jalan inspeksi
Pembuatan jalan inspeksi atau tangga inspeksi meliputi pekerjaan pembuatan jalan dan tangga
inspeksi yang berada pada sisi kiri dan kanan kepala jembatan awal atau kepala jembatan
akhir yang berfungsi sebagai jalan inspeksi pemeriksaan dan pemeliharaan jembatan.
Pekerjaan tangga dan jalan inspeksi ini menggunakan pasangan batu yang masuk dalam mata
pembayaran 7.9.(1) Pasangan batu.
g) Pengecatan tiang pancang
Pengecatan tiang pancang meliputi pekerjaan pengecatan atau perlindungan tiang pancang
baja terhadap korosi yang berada pada daerah splash zone (daerah dampak cipratan air) serta
daerah pasang surut, dimana kondisi cat eksisting tiang pancang masih mempunyai ketebalan
sekitar 50% terhadap tebal semula.
h) Perbaikan pipa cucuran dan drainase
Perbaikan pipa cucuran dan drainase pada lantai jembatan meliputi pekerjaan penggantian
atau perbaikan pipa cucuran yang rusak serta perbaikan drainase lantai secara keseluruhan
jembatan.
56
Klasifikasi Pekerjaan Pemeliharaan Rutin Kinerja Jembatan
i) Perbaikan sambungan siar muai
Perbaikan sambungan siar muai meliputi pekerjaan perbaikan sambungan siar muai jenis asphaltic plug
dengan volume kerusakan maksimum 5% terhadap panjang sambungan siar muai arah melintang
jembatan. Pada jenis sambungan siar muai jenis lain seperti sambungan jenis penutup baja, karet (strip
seal), modular, baja siku, maka pemeliharaan rutin sambungan siar muai jenis ini hanya berupa
pembersihan bagian yang tertahan dimana sambungan siar muai tidak dapat bergerak akibat adanya
kerikil, kotoran.
j) Perbaikan fender
Perbaikan fender jembatan meliputi pekerjaan pengecatan fender yang menggunakan jenis baja dengan
jumlah kerusakan cat maksimum 5% terhadap luas fender baja yang ada dan perbaikan beton untuk
fender yang menggunakan beton dengan ketentuan jumlah kerusakan beton maksimum 5% dari luas
beton yang ada.
k) Perbaikan sandaran
Perbaikan sandaran meliputi pekerjaan perbaikan sandaran dengan tiang sandaran beton dengan
sandaran horisontal baja atau tiang sandaran baja dan sandaran horisontal baja stau sandaran dengan
jenis dinding beton dan sandaran horisontal dan vertikal dari bahan baja. Perbaikan sandaran ini
meliputi volume untuk seluruh sandaran yang rusak pada jembatan. 57
Indikator Kinerja Elemen Jembatan

No. Indikator Kinerja Elemen Jembatan Pengukuran Waktu Tanggap Penanganan

1 Bangunan Bawah
i) Bangunan bawah harus bersih dari Inspeksi visual Harus selesai diperbaiki dalam
kotoran waktu maksimum 14 (empat
belas) hari.
ii) Tidak boleh ada retakan atau pecah Inspeksi visual Harus selesai diperbaiki dalam
pada beton waktu maksimum 28 (dua
puluh delapan) hari.
iii) Tidak boleh ada kerusakan pada Inspeksi visual Harus selesai diperbaiki dalam
pasangan batu waktu maksimum 14 (empat
belas) hari.
iv) Tidak terjadi karat pada pondasi tiang Inspeksi visual Harus selesai diperbaiki dalam
pancang waktu maksimum 28 (dua
puluh delapan) hari. 58
Indikator Kinerja Elemen Jembatan

No. Indikator Kinerja Elemen Jembatan Pengukuran Waktu Tanggap Penanganan


2 Bangunan Atas
i) Bangunan atas harus bersih dari kotoran Inspeksi visual Harus selesai diperbaiki dalam waktu
maksimum 7 (tujuh) hari.
ii) Tidak boleh ada retakan atau pecah pada beton Inspeksi visual Harus selesai diperbaiki dalam waktu
maksimum 28 (dua puluh delapan) hari.

iii) Tidak boleh ada korosi pada seluruh struktur Inspeksi visual Harus selesai diperbaiki dalam waktu
baja. maksimum 28 (dua puluh delapan) hari.

iv) Tidak boleh ada terkelupasnya lapisan galvanis Inspeksi visual Harus selesai diperbaiki dalam waktu
pada seluruh struktur baja. maksimum 28 (dua puluh delapan) hari.

v) Baut, paku keling tidak longgar dan pen tidak aus Inspeksi dengan Harus selesai diperbaiki dalam waktu
serta terpelihara dengan baik. torsimeter maksimum 28 (dua puluh delapan) hari.

vi) Sambungan siar muai tidak boleh tersumbat Inspeksi visual Harus selesai diperbaiki dalam waktu
maksimum 7 (tujuh ) hari.
59
Indikator Kinerja Elemen Jembatan

No. Indikator Kinerja Elemen Jembatan Pengukuran Waktu Tanggap Penanganan

No. Indikator Kinerja Elemen Jembatan Pengukuran Waktu Tanggap Penanganan


3 Bangunan Pelengkap Jembatan
i) Bangunan pelengkap harus bersih Inspeksi visual Harus selesai diperbaiki dalam
dari kotoran waktu maksimum 14 (empat
belas) hari.
ii) Pipa cucuran dan drainase tidak Inspeksi visual Harus selesai diperbaiki dalam
boleh tersumbat waktu maksimum 7 (tujuh)
hari.
4 Daerah Aliran Sungai
i) DAS harus bersih dari Inspeksi visual Harus selesai diperbaiki dalam
kotoran/debris waktu maksimum 28 (dua
puluh delapan) hari.
60
Sanksi Keterlambatan Pemenuhan Indikator Kinerja

D = Bj x 0,01 x H x Nilai Lingkup Pekerjaan

Dimana:
D = Besarnya pemotongan pembayaran dalam rupiah.
Bj = Bobot panjang jembatan yang tidak memenuhi indikator kinerja dalam
segmen jembatan yang ditetapkan terhadap panjang jembatan dalam
kontrak berdasarkan lingkup pekerjaan.
H = Jumlah hari keterlambatan perbaikan pemenuhan kinerja jembatan,
berdasarkan hasil inspeksi lapangan

61
Indikator Kinerja Elemen Jembatan

Nomor Mata Satuan


Uraian
Pembayaran Pengukuran
SKh-1.10.2.(1) Pembersihan jembatan Meter Persegi
SKh-1.10.2.(2) Perbaikan retak/kerusakan beton non struktural Meter Persegi
SKh-1.10.2.(3) Pengecatan sederhana Meter Persegi
SKh-1.10.2.(4) Penggantian baut Buah
SKh-1.10.2.(5) Perbaikan pasangan batu Meter Kubik
SKh-1.10.2.(6) Pengecatan tiang pancang Meter Persegi
SKh-1.10.2.(7) Perbaikan pipa cucuran dan drainase Buah
SKh-1.10.2.(8) Perbaikan sambungan siar muai Meter
SKh-1.10.2.(9) Perbaikan fender Meter
SKh-1.10.2.(10) Perbaikan sandaran Meter
62
DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA
Daftar 1:Ringkasan Target Panjang dan Total Harga
Paket Pekerjaan : .........................
No. Paket
Ruas Jalan
: .........................
: .........................
CONTOH
Panjang Jalan : ..........................
Nama Penyedia : ...........................
Panjang Total Harga Bobot
No Lingkup Pekerjaan
(Rp.) (%)
1. Pelebaran Jalan (Km)
2. Rekonstruksi Jalan (Km)
3. Rehabilitasi Jalan (Km)
4. Pemeliharaan Preventif Jalan (Km)
5. Pemeliharaan Rutin Jalan (Km)
6. Pemeliharaan Rutin Jembatan (M)
Jumlah
64
Daftar 2: Rekapitulasi Daftar Kuantitas dan Harga

Paket Pekerjaan : .........................


No. Paket : .........................
Ruas Jalan : .........................
Panjang Jalan : .......................... .
Nama Penyedia : ...........................
Lingkup Pekerjaan
Pemeliharaan Pemeliharaan
Pelebaran Rekonstruksi Pemeliharaan
Rehabilitasi Preventif Rutin Jembatan
No Jalan Jalan Rutin Jalan Jumlah Bobot
Uraian Pekerjaan Jalan
Divisi Harga Harga
Hrg. Hrg. Hrg. Hrg. Hrg. Hrg.
(Rp.) (%)
Per Bobot Per Bobot Per Bobot Per Bobot Per Bobot Per Bobot
Divisi Divisi Divisi Divisi Divisi Divisi
1 Umum
2 Pekerjaan Drainase
3 Pekerjaan Tanah
Pelebaran Perkerasan dan Bahu
4
Jalan
5 Perkerasan Berbutir
6 Perkerasan Aspal
7 Struktur
Pengembalian Kondisi dan
8
Pekerjaan Minor
9 Pekerjaan Harian
10 Pemeliharaan Rutin 65
Lingkup Pekerjaan
Pemeliharaan Pemeliharaan
Pelebaran Rekonstruksi Pemeliharaan
Rehabilitasi Preventif Rutin Jembatan
No Jalan Jalan Rutin Jalan Jumlah Bobot
Uraian Pekerjaan Jalan
Divisi Harga Harga
Hrg. Hrg. Hrg. Hrg. Hrg. Hrg.
(Rp.) (%)
Per Bobot Per Bobot Per Bobot Per Bobot Per Bobot Per Bobot
Divisi Divisi Divisi Divisi Divisi Divisi
Skh-
Pemeliharaan Kinerja Jalan
1.10.a.1
Skh- Pemeliharaan Kinerja
1.10.a.2 Jembatan
a Harga Konstruksi A 100 B 100 C 100 D 100
Total Harga Konstruksi
b
(T = A + B + C+D+E+F) ...........................
c Bobot Tertimbang (a/b)x100% ........ ........ ....... ....... ...... .......
Pajak Pertambahan Nilai
d
(PPN) = 10%xT ...........................
e Total Harga + PPN = b + d
...........................

66
Daftar 3: Mata Pembayaran Pekerjaan Konstruksi
Paket Pekerjaan : .........................
No. Paket : .........................
Ruas Jalan : .........................
Panjang Jalan : .......................... (dalam kontrak).
Nama Penyedia : ...........................
Pemeliharaan Pemelihar
Pelebaran Rekonstruksi Rehabilitasi Pemeliharaan
Preventif aan Rutin Total
Jalan Jalan Jalan Rutin Jalan
Hrg. Jalan Jembatan Hrg.
No. Mata Uraian
Satuan Satuan Jml. (Rp.)
Pembayaran Pekerjaan Jml. Jml. Jml. Jml. Jml.
(Rp.) Hrg
Vol. Hrg Vol. Hrg Vol. Hrg Vol. Vol. Hrg Vol. Hrg
(Rp.
(Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.)
)
a b c d e f g h i j k l m n o p q
I Umum
1.2 Mobilisasi
Manajemen
dan
1.8
Keselamatan
Lalu Lintas
......
II Pekerjaan Drainase
2.1
2.2
2.3.(2)
…..
Pemeliharaan Pemeliharaan
Pelebaran Rekonstruksi Rehabilitasi Pemeliharaan
Preventif Rutin Total
Hrg. Jalan Jalan Jalan Rutin Jalan
No. Mata Uraian Jalan Jembatan Hrg.
Satuan Satuan (Rp.)
Pembayaran Pekerjaan Jml. Jml. Jml. Jml. Jml. Jml.
(Rp.)
Vol. Hrg Vol. Hrg Vol. Hrg Vol. Hrg Vol. Hrg Vol. Hrg
(Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.)
a b c d e f g h i j k l m n o
III Pekerjaan Tanah
3.1.(1)
3.2.(1)
3.3
…..
IV Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan
4.2.(1)
4.2.(2)
…..
V Perkerasan Berbutir dan Perkerasan Beton Semen
5.1.(1)
5.1.(2)
5.1.(3)
……
68
Pemeliharaan
Pelebaran Rekonstruksi Rehabilitasi Pemeliharaan Pemeliharaa
Rutin
Hrg. Jalan Jalan Jalan Preventif Jalan n Rutin Jalan Total
No. Mata Uraian Jembatan
Satuan Satuan Hrg.
Pembayaran Pekerjaan Jml. Jml. Jml. Jml. Jml.
(Rp.) Jml. Hrg (Rp.)
Vol. Hrg Vol. Hrg Vol. Hrg Vol. Hrg Vol. Hrg Vol.
(Rp.)
(Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.)
a b c d e f g h i j k l m n o
VI Perkerasan Aspal
6.1.(1)
6.2.(1)
6.3.(3)
….
VII Struktur
7.1.(5)
7.1.(6)
7.1.(7)
……
VIII Pengembalian Kondisi & Pek Minor
SKh-1.8.a.1
8.2.(1)
……

69
Pemel. Pemel.
Pelebaran Rekonstruksi Rehabilitasi Pemel. Rutin
Prevenif Rutin
No. Mata Hrg. Jalan Jalan Jalan Jalan Total
Uraian Satua Jalan Jembatan
Pembayara Satuan Hrg.
Pekerjaan n Jml. Jml. Jml. Jml. Jml. Jml.
n (Rp.) Vol (Rp.)
Vol. Hrg Vol. Hrg Vol. Hrg Vol. Hrg Vol. Hrg Hrg
.
(Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.)
a b c d e f g h i j k l m n o
IX Pekerjaan Harian
9.1
9.2
9.3
X Pemeliharaan Rutin
10.1
……..
SKh- Pemeliharaan Kinerja Jalan
1.10.a.1
Skh-
“v” “j”
10.a.1(1)
Skh-
“v” “j”
10.a.1(2)
SKh- Pemeliharaan Kinerja Jembatan
1.10.a.2
Skh-
“v” “j”
10.a.2(1)
Skh-
“v” “j” 70
10.a.2(2)
Catatan :
1. Pekerjaan mobilisasi dimasukkan ke dalam salah satu lingkup kegiatan
dengan bobot terbesar, dan pekerjaan mobilisasi untuk kegiatan lainnya
sudah termasuk didalamnya
2. Volume yang dimasukkan pada yang diberi tanda “v” harus sudah
mencakup kebutuhan volume sesuai dengan lingkup pekerjaan
sebagaimana disebutkan pada BAB III, LDP, huruf B, nomor 5.
3. Jumlah Harga yang dimasukkan pada yang diberi tanda “j” harus sudah
mencakup kebutuhan biaya sesuai dengan lingkup pekerjaan sebagaimana
disebutkan pada BAB III, LDP, huruf B, nomor 5.

71
PENYUSUNAN DOKUMEN TEKNIS
PRESERVASI JALAN SECARA LONG SEGMENT
Skema Preservasi Jalan Secara Long Segment

Kondisi Jalan
BAIK RUSAK BERAT RUSAK RINGAN SEDANG BAIK
Program Penanganan
Pemeliharaan
Pemeliharaan Rutin Rekonstruksi Rehabilitasi Pemeliharaan Rutin
Preventif

Desain, Gambar, Jenis Kegiatan Penanganan, Pemenuhan Tingkat Layanan Jalan/Jembatan

Ditetapkan PPK Ditetapkan PPK


PPK berdasarkan survei PPK berdasarkan survei
berdasarkan survei Produk P2JN yang telah divalidasi berdasarkan survei
terkini dan prediksi terkini dan prediksi
terkini dan prediksi oleh BBPJN, KPA Satker, PPK terkini dan prediksi
kondisi s/d PHO kondisi s/d PHO
kondisi s/d PHO kondisi s/d PHO

SKh-1.10.a/SKh-1.10.2 Spesifikasi 2010 Revisi 3 SKh-1.10.a/SKh-1.10.2

Pemenuhan Tingkat
SKh-1.10.a/SKh-1.10.2 Layanan Jln dan Jbt (SKh-1.10.a dan SKh-1.10.2)
SKh-1.10.a/SKh-1.10.2
73
DOKUMEN TEKNIS PRESERVASI JALAN SECARA LONG SEGMENT

• Desain, Gambar, dan Jenis Penanganan


• Daftar Kuantitas dan Harga
• Jangka Waktu Pelaksanaan masing-masing lingkup
pekerjaan
• Kebutuhan Peralatan Utama Minimum
• Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
• Kebutuhan Personil Inti
• Identifikasi Bahaya/Resiko K3

74
DESAIN, GAMBAR, DAN JENIS PENANGANAN

Pelebaran/Rekonstruksi/Rehabilitasi
Pemeliharaan Rutin
/Pemeliharaan Preventif
Merupakan produk P2JN yang telah Ditetapkan oleh PPK berdasarkan
divalidasi oleh BBPJN VIII/Satker/PPK hasil survey kondisi jalan terkini
dan prediksi kerusakan jalan
sampai dengan PHO.

75
JENIS & VOLUME PEKERJAAN

Pelebaran/Rekonstruksi/Rehabilitasi
Pemeliharaan Rutin
/Pemeliharaan Preventif

Sesuai dengan desain dan lingkup Ditetapkan oleh PPK berdasarkan


pekerjaan, dituangkan ke dalam hasil survey kondisi jalan terkini
jenis-jenis pekerjaan sesuai dan prediksi kerusakan jalan
Spesifikasi 2010 Revisi 3 sampai dengan PHO, dituangkan ke
(divisi I s/d X) dalam jenis pekerjaan sesuai
Spesifikasi Khusus Pemeliharaan
Rutin Kinerja Jalan, dan Jembatan
(SKh-1.10.a dan SKh-1.10.2)
76
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

Pelebaran/Rekonstruksi/Rehabilitasi/
Pemeliharaan Rutin
Pemeliharaan Preventif
a. Masa Pengembalian Kondisi a. Masa Pemenuhan Tingkat
• Ditetapkan oleh PPK berdasarkan Layanan Jalan (tanpa sanksi)
kondisi jalan eksisting sesuai Ditetapkan oleh PPK berdasarkan
lingkup pekerjaan (selama masa kondisi jalan eksisting (≤ 90 hari
mobilisasi, ≤ 90 hari kalender) kalender)
b. Masa Pelaksanaan b. Masa Pemenuhan Tingkat
• Ditetapkan oleh perencana dan Layanan Jalan (dengan sanksi)
divalidasi oleh PPK berdasarkan Sejak berakhirnya butir a.
lingkup pekerjaan s/d PHO (31 Desember) 77
KEBUTUHAN PERALATAN UTAMA

Pelebaran/Rekonstruksi/Rehabilitasi/
Pemeliharaan Rutin
Pemeliharaan Preventif
Ditetapkan oleh PPK berdasarkan Ditetapkan oleh PPK berupa
kebutuhan untuk melaksanakan peralatan utama untuk pekerjaan
pekerjaan konstruksi sesuai desain dan pemeliharaan rutin jalan (Asphalt
lingkup pekerjaan. Cutter, Jack Hammer, Air
Compressor, Asphalt Sprayer, Baby
Roller, Flatbed Truck Crane)

78
HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS)

→ Sangat diperlukan akurasi perhitungan HPS masing-masing lingkup


pekerjaan, karena dalam dokumen pengadaan diatur bahwa:
1. Dalam hal nilai penawaran terkoreksi lingkup pekerjaan
melampaui 100% nilai HPS lingkup pekerjaan, dan/atau nilai total
penawaran terkoreksi melampaui 100 % nilai HPS total
pekerjaan, maka penawaran dinyatakan tidak memenuhi syarat
dan tidak dievaluasi lebih lanjut.
2. Dalam hal nilai penawaran terkoreksi suatu lingkup pekerjaan
kurang dari 80% nilai HPS lingkup pekerjaan tersebut, dan/atau
nilai total penawaran terkoreksi kurang dari 80% nilai HPS total
pekerjaan, maka akan dilakukan evaluasi kewajaran harga sesuai
ketentuan dalam IKP 79
KEBUTUHAN PERSONIL INTI DAN IDENTIFIKASI BAHAYA K3

→ Personil inti ditetapkan oleh PPK sesuai dengan


lingkup pekerjaan yang ada

→ Identifikasi bahaya K3 untuk pekerjaan utama dan


resiko bahaya tinggi ditetapkan oleh PPK
berdasarkan dokumen perencanaan atau sumber
lain.

80
Terima Kasih
Dalam sistem kontrak ini, penyedia melaksanakan pekerjaan
penanganan efektif (pelebaran, rekonstruksi, rehabilitasi, dan
pemeliharaan preventif) sesuai desain dan jangka waktu pelaksanaan
yang telah ditetapkan, serta melaksanakan pekerjaan penanganan
fungsional (Pemeliharaan Rutin Jalan/Jembatan) sesuai volume
pekerjaan yang tertuang dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
Selain hal itu, penyedia juga harus melaksanakan Pemenuhan Tingkat
Layanan Jalan sampai dengan serah terima pertama pekerjaan (PHO)
berdasarkan spesifikasi khusus pemeliharaan kinerja jalan/jembatan
seksi SKh-1.10.a dan SKh-1.10.2.
82

Anda mungkin juga menyukai