Anda di halaman 1dari 20

KEBUTUHAN GIZI PADA

REMAJA
KELOMPOK 11
PENGERTIAN GIZI

• Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan


makanan yang dikonsumsi secara normal melalui
proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan,
metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak
digunakan untuk mempertahankan kehidupan,
pertumbuhan dan fungsi normal dan organ-organ,
serta menghasilkan energi
KARAKTERISTIK REMAJA

• Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu


adolescere yang berarti to grow atau to grow
maturity ( Golinko, 1984 dalam Rice, 1990)
• Menurut Sarwono (2008), remaja atau adolescence
adalah tumbuh kearah kematangan fisik, social
maupun psikologis, periode perkembangan selama
individu mengalami perubahan dari masa kanak-
kanak menuju dewasa.
PENGGOLONGAN REMAJA MENURUT THORNBURG
(1982) DALAM BUKU DARYONO, 2011. TERBAGI 3
TAHAPAN REMAJA YAITU :

Remaja Awal (usia 13-14 tahun)


Ciri fisik :
• Laju perkembangan secara umum berlangsung pesat,
• Proporsi ukuran tinggi dan berat badan sering kali kurang seimbang.
• Munculnya cirri-ciri sekunder (tumbuh bulu pada public region, otot
mengembang pada bagian-bagian tertentu). Disertai mulai
aktifnya sekresi kelenjar jenis kelamin (menstruasi pada wanita dan
day dreaming pada laki-laki).
Remaja tenggah (usia 15-17 tahun).
Ciri fisik :
• Tampak dan merasa ingin mencari identitas diri.
• Adanya keinginan untuk berkencan atau tertarik pada lawan jenis.
• Timbul perasaan cinta yang mendalam.
• Mampu berfikir abstrak (berhayal) makin berkembang berhayal
mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksual.
Remaja akhir (usia 17-20 tahun).
Ciri fisik :
• Menampakan pengungkapan kebebasan diri.
• Dalam mencari teman sebaya lebih selektif.
• Memiliki citra (gambaran, keadaan,peranan)
dirinya.
• Dapat mewujudkan perasaan cinta.
• Memiliki kemampuan berfikir khayal atau abstrak.
KARAKTERISTIK MAKAN REMAJA

Berikut ini karakteristik perilaku makan yang dimiliki remaja :


• Kebiasaan malas makan pagi dan malas minum air putih .
• Gadis remaja sering terjebak dengan pola makan tak sehat,
menginginkan penurunan berat badan secara drastis, bahkan
sampai gangguan pola makan. Hal ini dikarenakan remaja memiliki
body image (citra diri) yang mengacu pada idola mereka yang
biasanya adalah para artis, peragawati, selebriti yang cenderung
memiliki tubuh kurus, tinggi, semampai.
• Kebiasaan ngemil yang rendah gizi (kurang kalori, protein, vitamin,
dan mineral) seperti makanan ringan, kerupuk, dan chips.
• Kebiasaan makan makanan siap saji ( fast food ) yang komposisi
gizinya tidak seimbang yaitu terlalu tinggi kandungan energinya,
seperti pasta, fried chicken, dan biasanya juga disertai dengan
mengonsumsi minuman bersoda yang berlebihan.
ANGKA KECUKUPAN GIZI REMAJA

• Penetapan angka kecukupan gizi (AKG) energi


dan protein untuk usia remaja sukar dilakukan,
karena besarnya variasi pada kecepatan
pertumbuhan, aktivitas fisik, laju metabolisme,
keadaan fisiologis, dan kemampuan beradaptasi
pada usia remaja. Selain itu prnrlitian terhadap
manusia termasuk remaja sangat mahal dan izin
untuk menggunakan mereka sebagai subjek
penelitian juga sulit diperoleh.
Laki-laki Perempuan
Tabel 7.1
Zat Gizi
10-12 13-15 16-18 10-12 13-15 16-18
Angka tahun tahun tahun tahun tahun tahun

Kecukupan Energi (kkal) 2050 2400 2600 2050 2350 2200


Gizi Usia Protein (g) 50 60 65 50 57 55

Remaja Vitamin A (RE) 600 600 600 600 600 600

Vitamin D (µg) 5 5 5 5 5 5

Vitamin E (mg) 11 15 15 11 15 15

Vitamin K (µg) 35 55 55 35 55 55

Tiamin (mg) 1,0 1,3 1,3 1,0 1,1 1,1

Riboflavin (mg) 1,0 1,3 1,3 1,0 1,0 1,0

Niasin (mg) 12 16 16 12 13 14

Asam Folat (µg) 300 400 400 300 400 400

Piridoksin (mg) 1,3 1,3 1,3 1,2 1,2 1,2

Vitamin B12 (µg) 1,8 2,4 2,4 1,8 2,4 2,4

Vitamin C (mg) 50 75 90 50 65 75

Kalsium (mg) 1000 1000 1000 1000 1000 1000

Fosfor (mg) 1000 1000 1000 1000 1000 1000

Magnesium (mg) 170 220 270 180 230 240

Besi (mg) 13 19 15 20 26 26
Sumber:
Yodium (µg) 120 150 150 120 150 150
Widyakarya
Seng (mg) 14,0 17,4 17,0 12,6 15,4 14,0 Nasional
Selenium (µg) 20 30 30 20 30 30 Pangan dan
Mangan (mg) 1,9 2,2 2,3 1,6 1,6 1,6 Gizi, 2004.
Flour (mg) 1,7 2,3 2,7 1,8 2,4 2,5
Tabel 7.2 Jumlah Bahan
Makanan Rata-rata Sehari
Usia Remaja 10-18 tahun *)

Laki-laki Perempuan
Anjuran
10-12 13-15 16-18 10-12 13-15 16-18
Makanan
tahun tahun tahun tahun tahun tahun

Nasi 5,5 p**) 7p 7,5 p 5,5 p 6,5 p 6p

Ikan 1,5 p 2p 3p 1,5 p 3p 2p

Tempe 2p 2p 3p 2p 3p 2p

Sayur 3p 3p 3p 3p 3p 3p

Buah 4p 4p 4p 4p 4p 4p

Susu 1p 1p 1p 1p 1p 1p

Minyak 6p 6p 7p 6p 6p 5p

Gula pasir 3p 2,5 p 3p 3p 3. p 3. p

*) berdasarkan Angka Kecukupan Gizi


**) penukar
CONTOH MENU

Pagi Pk. 10.00 Siang Pk. 16.00 Malam

Nasi goreng Pisang goreng Gado-gado Puding cokelat Nasi


komplit (dengan lontong komplit Ayam goreng
telur ceplok dan Jus jeruk Oseng tempe
irisan tomat) dan cabai hijau
susu Cah brokoli dan
jamur
pepaya
MASALAH KEBIASAAN MAKAN
REMAJA
• Kebiasaan makan merupakan istilah untuk
menggambarkan perilaku yang berhubungan
dengan makan dan makanan seperti tata krama,
frekuensi makan seseorang, pola makan yang
dimakan, kepercayaan terhadap makanan (suka
atau tidak suka), cara pemilihan bahan makanan
yang hendak di makan . Masalah kebiasaan
makan pada remaja menurut Bourne menyatakan
remaja mempunyai kecenderungan untuk
mengkonsumsi makanan di luar rumah atau
sekolah, memilih makanan yang dianggap populer
dan meningkatkan gengsi, serta mempunyai
kebiasaan makan tidak teratur.
• Pola makan khusus
Remaja mempunyai kebiasaan makan diantara waktu makan,
berupa jajanan baik disekolah maupun diluar sekolah. Survei
tentang asupan gizi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa
remaja cenderung mendapat asupan vitamin A, tiamin, besi,
dan kalsium lebih sedikit dari yang dianjurkan. Umumnya
mereka banyak mengonsumsi junk food sehingga asupan
lemak, gula, garam (Na), dan protein lebih besar daripada
yang diperlukan. Menurut hasil riskesdas 2007 (Depkes RI, 2008)
sebanyak 93,6% remaja usia 10-14 tahun dan 93,8% usia 15-24
tahun kurang mengkonsumsi dayur dan buah.
• Makan tidak teratur
Makan malam merupakan waktu makan yang paling teratur
dilakukan dalam sehari. Remaja dan dewasa muda lebih sering
mengabaikan dan melewatkan makan pagi, dibandingkan
dengan kelompok usia lain. Pada umumnya remaja
perempuan beranggapan bahwa mereka dapat mengontrol
berat badan dengan cara mengabaikan makan pagi atau
makan siang.
• Gangguan makan
Terdapat dua macam gangguan makan yaitu anoreksia nervosa dan bulimia
nervosa. Anoreksia dan bulimia adalah ganguan pola makan yang tampak
atau sering terjadi pada remaja dan wanita dewasa, hanya sedikit laki-laki yang
menderita gangguan makan ini. Kedua gangguan ini biasanya terjadi akibat
seseorang terobses untuk menjadi langsing. Keduanya juga mempunyai tujuan
yang sama yaitu untuk menguruskan badan
Anoreksia Nervosa
Anoreksia nervosa merupakan suatu ancaman dan dikenal dengan gangguan
“melaparkan diri”. Anoreksia nervosa ialah gangguan makan untuk membuat
tubuh menjadi kurus dengan cara membatasi makan secara sengaja dan
mengontrolnya dengan sangat ketat.
Tanda –tanda seseorang penderita anoreksia, meliputi :
• Kontrol asupan atau masukan makanan, biasanya membatasi masukan
dengan makanan rendah kalori,
• Kehilangan berat badan dratis semenjak penderita tidak mengizinkan dirinya
untuk mengonsumsi makanan berat, jika dia merasa berat badannya naik,
dia akan melakukan olahraga berat dan/ sengaja memuntahkan makanab
untuk mengurangi berat badan
• Tanda khas lain adalah tidak mengalami menstruasi minimal 3 bulan. Hal ini
terjadi karena tubuhnya tidak ada nutrisi yang cukup, sehingga aktivitas
hormonnya terganggu.
Bulimia Nervosa
Bulimia ialah makan berlebihan, sesuka hati dalam
periode waktu yang pendek, diikuti dengan
keinginan untuk memuntahkan atau mencuci perut
dengan obat pencahar atau diuretic untuk
mengontrol berat badan.
Penyebab dari kedua gangguan makan anoreksia
dan bulimia adalah
• Body image
• Biologis
• Psikologis
• Sosial
• Keluarga
• Media
• Budaya
FAKTOR PENYEBAB MASALAH GIZI
REMAJA
AKIBAT MASALAH GIZI PADA REMAJA

Timbulnya masalah gizi pada remaja pada dasarnya


dikarenakan perilaku gizi yang salah, yaitu
ketidakseimbangan antara konsumsi gizi dengan
kecukupan gizi yang dianjurkan. Adapun masalah
gizi pada remaja :
• Kurus
• Obesitas
• Anemia
• Anoreksia dan Bulimia
PENGEMBANGAN PERILAKU MAKAN
SEHAT UNTUK REMAJA
Berikut adalah beberapa hal yang dapat dipertimbangkan dalam menyiapkan
makanan untuk remaja:
• Biarkan remaja untuk menemukan sendiri tentang gizi yang diperlukan untuk
mereka dengan menyediakan majalah atau buku remaja yang memuat
artikel tentang makanan dan mendorong mereka, mendukungnya agar
mereka tertarik dalam kesehatan, masakan atau gizi yang dibutuhkan
mereka.
• Jika memungkinkan selalu siapkan makanan dirumah
• Mencoba menu yang “baru” misalnya mencoba menu dari daerah lain
• Saat ini sudah tersedia snack bergizi. Sesekali sediakan snack ini
• Hindari menyediakan makanan yang tidak disukai remaja dirumah anda
• Membuat waktu makan menjadi saat yang menyenangkan untuk berbagi
pengalaman diantara keluarga
• Mengetahui jadwal kegiatan remaja sehingga waktu makan (bersama) tidak
berbenturan dengan kegiatan (yang menurut mereka sangat penting)
• Memberikan penekanan tentang manfaat makanan yang baik seperti
perbaikan vitalitas dan peningkatan ketahanan fisik
• Menyimpan hanya kudapan bergizi dilemari es
• Melatih tanggung jawab remaja dalam hal perencanaaan makanan,
pembelanjaan, dan pemasakan.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG
GIZI
• Konteks pendidikan gizi pada umumnya dapat
dipahami melalui pendekatan melalui pendekatan
keluarga. Pentingnya gizi dalam sebagai
kebutuhan pokok dalam keluarga, harus dapat
diterapkan secara proporsional .Khususnya sumber
daya keluarga serta aktivitas keluarga. Kedudukan
pangan keluarga sebagai salah satu kebutuhan
pokok dalam keluarga jangan sampai dikalahkan
oleh gengsi keluarga, misalnya gizi secara umum
biasanya dipandang telah telah dietahui oleh
setiap orang.
PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG

• Makanlah aneka ragam makanan


• Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi
• Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan
energi.
• Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai ¼ dari kecukupan energi
• Gunakan garam beryodium
• Makanlah makanan sumber zat besi
• Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 4 bulan dan tambahan MP-
ASI sesudahnya.
• Biasakan makan pagi
• Minumlah air bersih yang aman dan cukup jumlahnya
• Lakukan aktivitas fisik secara teratur
• Hindari minum – minuman beralkohol
• Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan
• Bacalah label pada makanan yang dikemas
TERIMA KASIH