Anda di halaman 1dari 10

TIFUS ABDOMINALIS

Demam tifoid atau thypoid fever atau thypus abdominalis


merupakan penyakit infeksi akut pada saluran
pencernaan yang disebabkan oleh bakteri salmonella
thypii, ditandai gejala demam satu minggu atau lebih
disertai gangguan pada saluran pencernaan dan dengan
atau tanpa gangguan kesadaran (T.H Rampengan dan I.R
Laurentz, 1995).
PENYEBAB

Salmonella typhi yang menyebabkan infeksi


invasif yang ditandai oleh demam, toksemia,
nyeri perut, konstipasi/diare. Komplikasi yang
dapat terjadi antara lain: perforasi usus,
perdarahan, toksemia dan kematian. (Ranuh,
Hariyono, dan dkk. 2001)
PATOFISIOLOGI
Transmisi terjadi melalui makanan dan minuman yang
terkontaminasi urin/feses dari penderita tifus akut
dan para pembawa kuman/karier. Empat F (Finger,
Files, Fomites dan fluids) dapat menyebarkan kuman
ke makanan, susu, buah dan sayuran yang sering
dimakan tanpa dicuci/dimasak sehingga dapat terjadi
penularan penyakit terutama terdapat dinegara-
negara yang sedang berkembang dengan kesulitan
pengadaan pembuangan kotoran (sanitasi) yang
andal. (Samsuridjal D dan heru S, 2003)
MASA INKUBASI

Masa inkubasi demam tifoid berlangsung selama 7-


14 hari (bervariasi antara 3-60 hari) bergantung
jumlah dan strain kuman yang tertelan.
 Dalam minggu pertama, keluhan dan gejala
menyerupai penyakit infeksi akut pada umumnya
seperti demam, nyeri kepala, anoreksia, mual,
muntah, diare, konstipasi, serta suhu badan yang
meningkat.
 Pada minggu kedua maka gejala/tanda klinis menjadi
makin jelas, berupa demam remiten, lidah tifoid,
pembesaran hati dan limpa, perut kembung, bisa
disertai gangguan kesadaran dari ringan sampai
berat. Lidah tifoid dan tampak kering, dilapisi selaput
kecoklatan yang tebal, di bagian ujung tepi tampak
lebih kemerahan. (Ranuh, Hariyono, dan dkk. 2001)
EPIDEMOLOGI
Penyakit thypus abdominalis biasa dikenal dengan penyakit
thypus. Namun dalam dunia kedokteran disebut typhoid fever. Di
Indonesia, diperkirakan angka kejadian penyakit ini adalah 300-
810 kasus per 100.000 penduduk/tahun.
Insiden tertinggi didapatkan pada anak-anak. Orang dewasa
sering mengalami infeksi ringan dan sembuh sendiri lalu
menjadi kebal. Insiden penderita berusia 12 tahun kebawah
sebanyak 70-80%, penderita berumur antara 12-30 tahun
sebanyak 10-20%, dan penderita berusia 30 tahun keatas
sebanyak 5-10%.
MANIFESTASI KLINIS
Tanda:
- Demam 100%
- Nyeri tekan perut 75%
- Bronkitis 75%
- Toksik 60%
- Letargik 60%
- Lidah tifus (“kotor”) 40%
Gejala:
- Nyeri kepala (frontal) 100%
- Kurang enak di perut 50%
- Nyeri tulang, persendian, dan otot 50%
- Berak-berak 50%
- Muntah 50%

(Sjamsuhidayat,1998)
PEMERIKSAAN LAB.
 Pemeriksaan Darah Perifer Lengkap
 Pemeriksaan SGOT dan SGPT
 Pemeriksaan Uji Widal
PENCEGAHAN
Vaksin tifus per-oral (ditelan) memberikan perlindungan sebesar 70%. Vaksin ini
hanya diberikan kepada orang-orang yang telah terpapar oleh bakteri Salmonella
typhi dan orang-orang yang memiliki resiko tinggi (termasuk petugas laboratorium
dan para pelancong).
MATUR SUWUN
MATOR SAKALANGKONG