Anda di halaman 1dari 56

MASALAH GIZI KOMUNITAS

dr. Gita Sekar Prihant MPdKed


• Mengapa masalah gizi pentng?
• Penanganan gizi buruk – upaya menciptakan
SDM yang sehat, cerdas, produktf (HDI)
Faktor utama penentu HDI
• Thn 2003, HDI/IPM Indonesia peringkat 112
dari 175 negara
• Thn 2003, IKM Indonesia peringkat 33 dari 94
negara
Penurunan kualitas SDM akibat
kurang gizi
• Kegagalan pertumbuhan fisik
• Gangguan perkembangan mental dan
kecerdasan
• Menurunkan produktfitas
• Meningkatkan kesakitan dan kematan
Upaya menciptakan SDM yang sehat,
cerdas, produktf
Health is key to welfare – the MDGs
1. Mengurangi kemiskinan dan
kelaparan
• Menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak
balita (indikator keempat)
• Menurunnya jumlah penduduk dengan defisit
energi (indikator kelima)
• Sasaran RPJMN 2005-2009 bidang kesehatan :
menurunnya prevalensi gizi kurang menjadi
setnggi-tngginya 20 % (termasuk penurunan
prevalensi gizi buruk menjadi 5 %) pada thn
2009
(
• Kemiskinan dan gizi buruk : hubungan tmbal
balik
• PBB (2000) menfokuskan usaha perbaikan gizi
dalam rangka upaya peningkatan SDM pada
seluruh kelompok umur dengan mengikut
siklus kehidupan.
Konsep faktor yang mempengaruhi
status kesehatan (La Londe Blum)
Psychobiologic

Environment Health Status Lifestyle

Health Services
Pengukuran status gizi secara tdak
langsung
• Survei konsumsi gizi
• Menelaah statstk vital, angka penyakit, dan
epidemiologi
• Menelaah faktor ekologi dan lingkungan
dalam art luas
Statstk vital kesehatan dan status
gizi
• Mortalitas
– ASMR
– CSMR
• Morbiditas
– Kesakitan karena penyakit tertentu
• Angka cakupan pelayanan kesehatan
Golongan bayi
• Indikator langsung
• Indikator tak langsung statstk vital :
– IMR
– NMR
– Perinatal mortality
– Cause of death
– Insiden infeksi penyakit
Survei konsumsi : MP ASI, umur penyapihan
Golongan balita
• Indikator langsung
• Indikator tak langsung vital statstk
– Kematan balita
– Insiden penyakit infeksi (diare)
– Sebab kematan
• Survey konsumsi : pola konsumsi keluarga
Pemantauan pertumbuhan balita
dengan indikator SKDN
• Identfikasi pelayanan di posyandu :
1.Jumlah balita yang ada, dibedakan umur
2.Tingkat partsipasi masyarakat (D/S)
3.Jumlah balita yang naik berat badannya (N/S)
4.Jumlah balita BGM
5.Jumlah anak balita (13-60 bln) yang menerima
kapsul vitamin A periode feb dan agst
Indikator SKDN
• Hasil cakupan program : K/S
• Tingkat partsipasi program : D/S
• Tingkat kelangsungan penimbangan : D/K
• Hasil penimbangan : N/D
• Hasil pencapaian program : N/S
Indikator pangan dan gizi
masyarakat
1. Indikator untuk perencanaan jangka panjang
1. Indikator persedian pangan 6-12 bln ke depan
2. Harga pangan pokok
3. Prevalensi KKP dengan TB/U
4. Indikator tngkat pertumbuhan balita (N/D)
2. Indikator untuk penentuan tndakan segera
(Tindakan Tepat Waktu)
1. Indikator lokal pangan
2. Indikator lokal non pangan
• Susenas : BB/U
• PSG kecamatan dan kabupaten : TB/U
• Intervensi segera : BB/TB, BB/U
• Perencanaan jangka panjang : TB/U
• KLB Gizi ???
Deklarasi dunia di Roma “the world declaraton and
Plan of Acton for nutriton, 1992”

• Sembilan tujuan
• Sembilan Strategi

• Acuan rencana kerja nasional


Tujuan
1. Menghilangkan kelaparan dan kematan akibat
kelaparan
2. Menghilangkan berbagai jenis kelaparan dan
penyakit yang berhubungan dengan kurang gizi
sebagai akibat bencana alam
3. Menghilangkan masalah kurang yodium dan vitamin
A
4. Mengurangi kelaparan kronis
5. Mengurangi gizi kurang, terutama pada bayi, balita
dan wanita usia subur
6. Mengurangi masalah kurang zat gizi mikro lainnya,
termasuk zat besi
7. Mengurangi penyakit infeksi dan noninfeksi yang erat
kaitannya dengan makanan yang dikonsumsi
8. Mengurangi berbagai masalah sosial berkaitan
dengan peningkatan penggunaan ASI
9. Mengurangi keadaan kesehatan diri dan lingkungan
yang tdak memadai, termasuk peningkatan
penggunaan air bersih
Strategi
1. Menyatukan tujuan, kebijakan, dan strategi
berkaitan dengan gizi ke dalam pengembangan
kebijakan dan program pembangunan nasional
2. Meningkatkan ketahanan pangan tngkat rumah
tangga
3. Melindungi konsumen melalui peningkatan kualitas
dan keamanan pangan
4. Mencegah dan meningkatkan tata laksana penyakit
infeksi
5. Mempromosikan ASI dan makanan pendamping ASI
6. Meningkatkan pola asuh untuk kelompok rawan
7. Mencegah masalah kurang zat gizi mikro
8. Mempromosikan gizi seimbang dan hidup sehat
9. Memantau, menilai dan menganalisis situasi gizi
secara terus-menerus
• Alasan mengapa mengatasi dan mencegah gizi
kurang pada anak merupakan masalah besar
yang perlu diperhatkan di dalam
pembangunan bangsa ??
Visi pembangunan gizi
• Mewujudkan keluarga mandiri sadar gizi untuk
mencapai status gizi masyarakat/keluarga yang
optmal
Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan
Penanggulangan Gizi Buruk thn 2005-2009
1. Revitalisasi posyandu
2. Revitalisasi puskesmas
3. Intervensi gizi dan kesehatan
4. Promosi keluarga sadar gizi
5. Pemberdayaan keluarga
6. Advokasi dan pendampingan
7. Revitalisasi SKPG
8. Monitoring dan evaluasi
1. Revitalisasi posyandu
Tujuan Kegiatan Indikator Sektor terlibat

1. Petugas PKM 1. orientasi/ pelathan Frekuensi pembinaan Kes


memahami, petugas PKM posyandu
memperhatkan dan
mendukung
pelaksanaan fungsi
posyandu

2. Tersedianya kader 2. Setap posyandu PKK, Pemda


posyandu terampil penunjukan/pemilihan memiliki 5 kader terlath
kader melalui
pertemuan desa
(SMD,MMD) Jumlah kader dilath
3. orientasi/pelathan PKK, Kes, BKKBN
ulang kader

3. Tersedianya sarana 1. Menyediakan sarana Setap posyandu Pemda, PKK, Kes


kegiatan di Posyandu dan peralatan posyandu mempunyai :
yaitu : tmbangan dacin, Satu tmbangan dacin yg
KMS, panduan, sarana layak
keg posyandu spt meja KMS sebanyak jumlah
dll balita
1. Revitalisasi posyandu
Tujuan Kegiatan Indikator Sektor terlibat

4. Tersedianyan 1. Menyediakan Setap posyandu Kes


materi KIE, materi KIE, memiliki
termasuk konseling terutama : sekurangnya : poster
pentngnya penimbangan,
menimbang poster dan leaflet
anak teratur, ASI ekslusif, poster
ASI eksklusif, vit A, poster garam
kapsul vit A, beryodium, poster
garam KMS
beryodium, gizi
seimbang

5. Tersedianya biaya Menyediakan biaya Pemda, Kes


operasional operasional
posyandu
2. Revitalisasi puskesmas
Tujuan Kegiatan Indikator Sektor terlibat

1. Meningkatkan 1. Pelathan 1. Jumlah petugas Pemda, Kes


kemampuan PKM manajemen dilath
dalam pengelolaan program gizi di 2. Jumlah PKM
program gizi dan tata PKM bagi mempunyai
laksana gizi buruk pimpinan dan sarana
petugas PKM dan 3. Jumlah PKM
jaringannya mempunyai biaya
2. Pelathan tata operasional
laksana gizi buruk
bagi petugas RS
dan PKM
perawatan
3. Penyediaan biaya
operasional PKM
untuk pembinaan
posy, pelacakan
kasus dll
4. Pemenuhan
sarana
antropometri dan
KIE bagi PKM dan
jaringannya
3. Intervensi gizi dan kesehatan
Tujuan Kegiatan Indikator Sektor terlibat

1. Tersedianya 1. Pendataan 1. Tersedianya PKK, kes, BKKBN,


data keluarga sasaran melalui data sasaran statstk
miskin dan RT, RW 2. Tersedianya
sasaran 2. Pendataan data capaian
posyandu dan keluarga miskin kegiatan
status 3. Memberi MP- 3. Jumlah balita
penimbanganny Asi kepada BGM Gakin
a balita gakin yang mendapat
2. Memulihkan yang BB tdak MP-ASI
balita gizi buruk naik 4. Cakupan vit A
dan gizi kurang 4. Memberi kapsul 5. Cakupan garam
3. Mencegah anak vit A setap Feb beryodium
yang gizi baik dan Agustus 6. Jumlah balita
tdak menjadi 5. Merawat gizi gizi buruk yang
gizi kurang buruk di PKM dirawat
dan RS sesuai
standar
6. Imunisasi, KIA
7. KB
4. Promosi norma keluarga sadar gizi
Tujuan Kegiatan Indikator Sektor terlibat

1. Keluarga/ibu 1. Menyediakan 1. Tersedianya Depkes, Diknas,


mendapat materi KIE sepert leaflet, poster, dll BKKBN, PIN
informasi tentang leaflet, poster, dll 2. Terselenggaranya
asuhan kesehatan 2. Menyebarkan penyebarluasan PIN, KUA, PKM, BKKBN
dan gizi : informasi melalui informasi melalui
- Menimbang anak leaflet, poster, masjid, gereja, dll
secara teratur selebaran, 3. Terselenggaranya KUA, PIN, Diknas, PKK,
setap bulan pemberitahuan, penyebarluasan BKKBN, PIN
- Menyusui hanya pengumuman di informasi melalui
ASI sejak lahir tempat ibadah, kelompok/organis
sampai 6 bulan warung, dll asi masy
- Hanya 3. Menyebarkan 4. Terselenggaranya Diknas, agama, naker
menggunakan informasi melalui penyebarluasan
garam beryodium kelompok informasi di
- Makan seimbang pengajian, PKK, sekolah, tempat
- Suplementasi gizi arisan, kerja Aparat desa
- Pemeriksaan ibu karangtaruna dll 5. Jumlah ibu yang
dan anak 4. Panggilan dan membawa
- Imunisasi pengumumam anaknya ke
- Kesehatan pada hari buka posyandu
lingkungan posyandu
5. Pemberdayaan keluarga
Tujuan Kegiatan Indikator Sektor terlibat

Meningkatkan 1. Pemetaan keluarga 1. Tersedianya Kader dibimbing


kemampuan untuk informasi keluarga petugas Dep
keluarga untuk mengidentfikasi yang mempunyai Pertanian, perikanan,
mengetahui keluarga yang sasaran dan/atau dan kelautan, Pemda,
potensi keluarga mempunyai masalah masalah perilaku Perindag, Koperasi
dan perilaku gizi
memanfaatkannya 2. Penyelenggarana pos 2. Jumlah kelompok
untuk memenuhi gizi, diskusi antara yang dibentuk dan
kebutuhan gizi ibu2 yang anaknya melakukan diskusi
seluruh anggota mengalami gangguan 3. Jumlah keluarga
keluarga pertumbuhan di luar ang
hari H, dipandu oleh memanfaatkan
ptugas pekarangan untuk
3. Pemanfaatan memenuhi
pekarangan untuk kebutuhan
memenuhi kebutuhan pangan keluarga
pangan keluarga 4. Jumlah keluarga
4. Menyelenggarakan miskin yang
kegiatan peningkatan mengikut
pendapatan keluarga kegiatan ekonomi
(Industri kecil, dll) produktf
6. Advokasi dan pendampingan
Tujuan Kegiatan Indikator Sektor yg terlibat
1. Meningkatkan 1. Diskusi dan Dagri, Kes
komitmen para rapat kerja
penentu dengan DPRD
kebijakan secara berkala
termasuk 2. Melakukan
legislatf, tokoh pendampingan
masy, tokoh di kabupaten
agama, pemuka
adat, pers
2. Meningkatkan
kemampuan
teknis petugas
dalam
pengelolaan
program gizi
7. Revitalisasi SKPG
Tujuan Kegiatan Indikator Sektor terlibat
Meningkatkan 1. Memfungsikan 1. Tersedianya Dagri, Kes, Deptan,
kemampuan sistem isyarat dini informasi status BPS
manajemen dan intervensi, gizi berdasarkan
program gizi di serta pencegahan SKDN
kabupaten/kota, KLB 2. Tersedianya
melalui 2. Memfungsikan peta rawan
penyediaan sistem pelaporan, pangan
informasi secara diseminasi 3. Dimanfaatkanny
cepat dan tepat informasi dan a informasi
pemanfaatannya tersebut untuk
3. Penyediaan data penanggulanga
gizi secara reguler n
(pemantauan
status gizi, untuk
semua kelompok
umur, pemantauan
konsumsi gizi,
analisis data
susenas)