Anda di halaman 1dari 12

Ruptur Vesika Urinaria

Intraperitoneal
Klasifikasi trauma vesica urinaria

• Kontusio
• Ruptur intraperitoneal
• Ruptur ekstraperitoneal
Ruptur intraperitoneal

• Ruptur intraperitoneal terjadi karena peningkatan tekanan intravesica yang


menyebabkan vesica urinaria mengalami perforasi
• Terjadi pengaliran urin ke kavum peritoneal
Adanya tekanan intravesika secara tiba-tiba pada VU yang terisi penuh 
dinding VU tidak mampu menahan  perforasi dan urin masuk ke cavum
peritoneum.
Gambaran klinis

• Nyeri tekan daerah suprapubik


• Anuria atau hematuria
• Memar pada perut bagian bawah
• Kekakuan otot
Ekstraperitoneal Intraperitoneal
Proporsi 80-90% 10-20%
Etiologi Fraktur pelvis Blunt trauma
Penetrating trauma
Pengaliran urin Ke jaringan lunak prevesica, Ke kavitas peritoneal
perineum, scrotum, dinding
abdomen anterior,
retrorectal/presacral, etc
Terapi Konservatif Bedah
Ruptur intraperitoneal
CT Cystography

In a patient with
Intraperitoneal
bladder rupture,
Intraperitoneal
contrast collection
is seen in the pouch of
Douglas (arrow)
Intraperitoneal bladder ruptures are less common and may occur with blunt trauma. The contrast
flows freely away from the bladder (B) up the paracolic gutters (solid white arrows) and outlines
loops of bowel (dotted white arrow).
Tatalaksana Ruptur Intraperitoneal

• Antibiotik spektrum luas (ciprofloxacin) selama 3 hari sebagai terapi


profilaktik.
• Pada ruptur intraperitoneal harus dilakukan eksplorasi laparotomi
• Untuk mencari robekan pada vesika urinaria serta kemungkinan cedera organ lain
• Rongga intraperitoneum dicuci, robekan pada VU dijahit, kemudian
dipasang kateter sistostomi yang dilewatkan di luar sayatan laparotomi.
Kateter dilepas pada hari ke 7.