Anda di halaman 1dari 18

RUPTUR VU EKSTERNAL

Rifdah Alif Mawaddah


• Trauma vesika urinaria atau trauma buli-buli merupakan keadaan darurat
bedah yang memerlukan penatalaksanaan segera, bila tidak ditanggulangi
dapat menimbulkan komplikasi seperti perdarahan hebat, peritonitis dan
sepsis.
• Ruptur vesica urinaria terbanyak karena kecelakaan lalu lintas atau
kecelakaan kerja yang menyebabakan fragmen patah tulang pelvis
mncederai vesica urinaria.
• Ruptur vesica urinaria dapat bersifat intraperitoneal atau ekstraperitoneal.
Ruptur vesica urinaria ekstraperitoneal biasanya akibat tertusuk fragmen
fraktur ulang pelvis pada dinding depan kandung kemih yang penuh.
ETIOLOGI
• kecelakaan lalu lintas, sebagai akibat dari benturan langsung pada saat
kecelakaan atau secara tidak langsung akibat terkena setir mobil atau sabuk
pengaman.
• Cedera deselerasi dari vu yang biasanya terjadi akibat jatuh dari ketinggian.
• Cedera tumpul akibat perkelahian, perut bagian bawah menerima pukulan
dan tendangan yang mengakibatkan ruptur vu. Biasanya juga disertai
dengan fraktur pelvis. Kurang lebih 10 % dari pasien yang mengalami fraktur
pelvis disertai dengan ruptur vu.
• Cedera luka tusuk akibat tembakan pistol atau tusukkan pisau di area
suprapubik. Sering dijumpai dengan adanya cedera organ abdomen atau
organ pelvis lainnya. Insiden trauma vu yang disertai dengan cedera ileum
mencapai 83 %. Insiden trauma vu yang disertai dengan cedera kolon
mencapai 33% dan yang disertai dengan cedera vaskular mencapai 82%
(dengan angka mortalitas mencapai 63%)
• Ruptur vu pada saat melakukan biopsi vui, cystolitholapaxy, transurethral
resection of the prostate (TURP), atau transurethral resection of a bladder
tumor (TURBT). Insiden terjadinya ruptur buli pada saat biopsi berdasarkan
penelitian terdahulu kurang lebih mencapai 36 %
KLASIFIKASI
• Ruptur VU ekstraperitoneal
• Ruptur VU intraperitoneal
• Kombinasi ruptur VU intraperitoneal dan ekstraperitoneal.
• Cedera ekstra peritoneal (insidensi 25% - 43%) terjadi akibat tertusuk oleh fragmen tulang
pelvis yang mengalami fraktur. Fragmen ini akan mencederai dinding vu sebelah
inferiolateral dan terjadi ekstravasasi urine ke rongga ekstraperitoneal. 89% - 100% ruptur
vu ekstra peritoneal disertai dengan fraktur pelvis. Ruptur ini sering terkait dengan fraktur
arkus pubis anterior. Cedera yang hebat pada pelvis akan mengakibatkan kerusakan pada
ligamen puboprostatika yang akan mengakibatkan trauma pada permukaan buli buli.
Derajat trauma buli – buli berhubungan dengan tingkat keberatan fraktur.
• Dari pemeriksaan sistografi ditemukan ekstravasasi kontras di sekitar basis vu yang
mengelilingi sampai spatium perivesikal. Vu akan terlihat dalam pola flame-shape,
starburst, atau featherlike patterns juga sering ditemui.
• Dengan cedera yang lebih kompleks, material kontras akan lebih menyebar ke bagian
penis, perineum bahkan hingga pada dinding abdomen anterior. Ekstravasasi akan
mencapai scrotum apabila fascia superior dari diafragma urogenital atau diafragma
urogenital itu sendiri mengalami disrupsi.
MANIFESTASI KLINIS
• Gross hematuri
• Nyeri suprapubik
• Kesulitan atau ketidak mampuan miksi
PEMERIKSAAN
• Darah rutin : Hematokrit menurun
• Cystografi : menunjukkan ekstravasase urine, vesika urinaria dapat pindah atau tertekan.
TATALAKSANA
• Pada cedera ekstraperitoneal, robekan yang sederhana (ekstravasasi minimal)
dianjurkan untuk memasang kateter selama 7-10 hari, tetapi sebagian ahli lain
menganjurkan untuk melakukan penjahitan buli-buli denagn pemasangan kateter
sistostomi.
• Namun tanpa tindakan pembedahan kejadian kegagalan penyembuhan luka ± 15%, dan
kemungkinan untuk terjadinya infeksi pada rongga perivesika sebesar 12 %. Oleh karena
itu jika bersamaandengan rupture buli-buli terdapat cedera organ lain yang membutuhkan
operasi, sebaiknyadilakukan penjahitan buli-buli dan pemasangan kateter sistostomi.
• Untuk memastikan bahwa buli-buli telah sembuh, sebelum melepas kateter uretra
ataukateter sistostomi, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan sistografi guna melihat
kemungkinan masih adanya ekstravasasi urin. Sistografi dibuat pada hari ke 10-14 pasca
trauma. Jika masih ada ekstravasasi kateter sistostomi dipertahankan sampai 3 minggu.
PROGNOSIS
• Prognosis akan baik jika penatalaksanaan dilakukan secara segera
KOMPLIKASI
• Sepsis
• Anemia
• Infeksi karena keteter urine
THANK YOU