Anda di halaman 1dari 18

TUGAS BIOETIK

Oleh :
Ni Luh Putu Wardani
16710212

Pembimbing :
Dr. Meivy Isnoviana, S.H, M.H

SMF ILMU KEDOKTERAN FORNSIK DAN MEDIKOLEGAL


FAKULTAS KEDOKTERAN WIJAYA KUSUMA SURABAYA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUBAN
2018
Kasus I
Seorang ibu datang ke IGD RS dr. Soebandi diantar dengan suaminya

dengan keluhan nyeri ulu hati. Keluhan tersebut disertai demam selama 3 hari,

mual dan muntah. Keluhan dirasakan sejak satu bulan terakhir, keluhan hilang

timbul namun pasien mengatakan sudah biasa mengalami keluhan seperti ini.

Ketika keluhan tersebut kambuh, pasien selalu mengkonsumsi antasida

kemudian pasien mengaku keluhan berkurang. Setelah anamnesa, dokter jaga

IGD menjelaskan rencana diagnosis dan menyarankan pada pasien untuk

melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis supaya

mendapatkan terapi yang tepat dan mencegah komplikasi.


tapi pasien menolak karena pasien sudah biasa merasakan keluhan yang
sama, dan menurut pasien mengkonsumsi antasida sudah mengurangi
keluhannya. Lalu pasien mengatakan pada dokter agar diberikan obat
penurun panas dan obat anti mual saja. Akhirnya pasien pulang setelah
menandatangani penolakan tindakan. Dan hanya mendapat obat penurun
panas serta obat anti mual
KDB 1 Beneficence
Kriteria Ada Tidak ada
1. Mengutamakan altruism (menolong tanpa pamrih, rela berkorban untuk 
kepentingan orang lain)
2. Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia 
3. Memandang pasien/keluarga sebagai sesuatu yang tak hanya 
menguntungkan dokter
4. Mengusahakan agar kebaikan lebih banyak dibandingkan keburukannya 
5. Paternalisme bertanggungjawab/berkasih sayang 
6. Menjamin kehidupan baik minimal manusia 
7. Pembatasan goal based (sesuai tujuan/kebutuhan pasien) 
8. Maksimalisasi pemuasan kebahagiaan/preferensi pasien 
9. Minimalisasi akibat buruk 
10. Kewajiban menolong pasien gawat darurat 
11. Menghargai hak-hak pasien secara keseluruhan 
12. Tidak menarik honorarium di luar kewajaran 
13. Maksimalisasi kepuasan tertinggi secara keseluruhan 
14. Mengembangkan profesi secara terus menerus 
15. Memberikan obat berkhasiat namun murah 
16. Menerapkan golden rule principle 
KDB 2 Non-Maleficence

Kriteria Non-Maleficience Ada Tidak ada

1. Menolong pasien emergensi 


2. Mengobati pasien yang luka 
3. Tidak membunuh pasien ( euthanasia ) 
4. Tidak menghina/mencaci maki/ memanfaatkan pasien 
5. Tidak memandang pasien hanya sebagai objek 
6. Mengobati secara proporsional 
7. Mencegah pasien dari bahaya 
8. Menghindari misrepresentasi dari pasien 
9. Tidak membahayakan pasien karena kelalaian 
10. Memberikan semangat hidup 
11. Melindungi pasien dari serangan 
12. Tidak melakukan white collar crime dalam bidang kesehatan 
KDB 3 Autonomi
Kriteria Ada Tidak ada
1. Menghargai hak menentukan nasib sendiri, menghargai martabat 
pasien
2. Tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan (kondisi 
elektif)
3. Berterus terang 
4. Menghargai privasi 
5. Menjaga rahasia pasien 
6. Menghargai rasionalitas pasien 
7. Melaksanakan informed consent 
8. Membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan 
sendiri
9. Tidak mengintervensi atau menghalangi otonomi pasien 
10. Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dalam mengambil 
keputusan termasuk keluarga pasien sendiri
11. Sabar menunggu keputusan yang akan diambil pasien pada kasus 
non emergensi
12. Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien 
13. Menjaga hubungan (kontrak) 
KDB 4 Justice
Kriteria Ada Tidak ada
1. Memberlakukan sesuatu secara universal 
2. Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan 
3. Memberi kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi yang sama 
4. Menghargai hak sehat pasien 
5. Menghargai hak hukum pasien 
6. Menghargai hak orang lain 
7. Menjaga kelompok yang rentan 
8. Tidak melakukan penyalahgunaan 
9. Bijak dalam makro alokasi 
10. Memberikan kontribusi yang relative sama dengan kebutuhan pasien 
11. Meminta partisipasi pasien sesuai kemampuannya 
12. Kewajiban mendistribusikan keuntungan dan kerugian (biaya, beban, sanksi) 
secara adil
13. Mengembalikan hak kepada pemiliknya pada saat yang tepat dan kompeten 
14. Tidak memberi beban berat secara tidak merata tanpa alas an tepat/sah 
15. Menghormati hak populasi yang sama-sama rentan penyakit/gangguan 
kesehatan
DILEMA ETIK
Dilema etik : Beneficience vs Autonomi
Prima fasia : Autonomi
4 BOX METHOD
Medical indication : Seorang ibu datang ke IGD RS dr. Soebandi diantar dengan
suaminya dengan keluhan nyeri ulu hati. Keluhan tersebut disertai demam
selama 3 hari, mual dan muntah. Keluhan dirasakan sejak satu bulan terakhir,
keluhan hilang timbul namun pasien mengatakan sudah biasa mengalami
keluhan seperti ini. Dokter jaga IGD menjelaskan rencana diagnosis dan
menyarankan pada pasien untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk
memastikan diagnosis supaya mendapatkan terapi yang tepat dan mencegah
komplikasi.

Quality of life : pasien menolak untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Client preference : Dokter jaga IGD menjelaskan rencana diagnosis dan menyarankan
pada pasien untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan
diagnosis supaya mendapatkan terapi yang tepat dan mencegah komplikasi
namun pasien menolak karena sudah biasa merasakan keluhan yang sama
sebelumnya dan menandatangani surat pernyataan penolakan tindakan.

Contextual feature : pasien mengatakan sudah biasa merasakan keluhan yang sama
sebelumnya, sehingga menolak untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Prinsip Profesionalisme
Accountability : Dokter menyarankan untuk
dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Alturism :Dokter mengutamakan kesehatan
pasien dengan meminta kepada
pasien untuk dilakukan pemeriksaan
lab darah lengkap.
Duty : Dokter melakukan sesuai prosedur
Dokter melaksanakan pekerjaan dan
kewajibannya di rumah sakit
Respect : Dokter memperhatikan pasien
Humanity : Dokter saling menghargai pendapat
Ordinary : (+)
Kasus II
Seorang laki-laki berusia 16 tahun datang ke IGD RSUD dr. Soebandi
oleh keluarganya. Pasien mengeluh ada benjolan di paha kanan.
Benjolan berdungkul-dungkul dan tidak nyeri. Awalnya benjolan
sebesar kelereng lalu dibawa ke tempat pengobatan alternatif dan
tidak membaik justru benjolan semakin lama semakin membesar.
Badan pasien lemah, pucat, kurus. Setelah dilakukan pemeriksaan,
dokter mendiagnosa limfoma maligna. Kemudian dokter
menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap
fasilitasnya untuk mendapatkan terapi lebih lanjut untuk mencegah
komplikasi, tapi pasien menolak karena masalah biaya dan takut
menjalani terapi. Pasien meminta supaya diobati di RS dr Soebandi
saja. Akhirnya pasien setuju untuk rawat inap di RS dr Soebandi dan
tetap menjalani perawatan di RS dr Soebandi.
KDB 1 Beneficence
Kriteria Ada Tidak ada
1. Mengutamakan altruism (menolong tanpa pamrih, rela berkorban untuk 
kepentingan orang lain)
2. Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia 
3. Memandang pasien/keluarga sebagai sesuatu yang tak hanya 
menguntungkan dokter
4. Mengusahakan agar kebaikan lebih banyak dibandingkan keburukannya 
5. Paternalisme bertanggungjawab/berkasih sayang 
6. Menjamin kehidupan baik minimal manusia 
7. Pembatasan goal based (sesuai tujuan/kebutuhan pasien) 
8. Maksimalisasi pemuasan kebahagiaan/preferensi pasien 
9. Minimalisasi akibat buruk 
10. Kewajiban menolong pasien gawat darurat 
11. Menghargai hak-hak pasien secara keseluruhan 
12. Tidak menarik honorarium di luar kewajaran 
13. Maksimalisasi kepuasan tertinggi secara keseluruhan 
14. Mengembangkan profesi secara terus menerus 
15. Memberikan obat berkhasiat namun murah 
16. Menerapkan golden rule principle 
KDB 2 Non-Maleficence

Kriteria Non-Maleficience Ada Tidak ada

1. Menolong pasien emergensi 


2. Mengobati pasien yang luka 
3. Tidak membunuh pasien ( euthanasia ) 
4. Tidak menghina/mencaci maki/ memanfaatkan pasien 
5. Tidak memandang pasien hanya sebagai objek 
6. Mengobati secara proporsional 
7. Mencegah pasien dari bahaya 
8. Menghindari misrepresentasi dari pasien 
9. Tidak membahayakan pasien karena kelalaian 
10. Memberikan semangat hidup 
11. Melindungi pasien dari serangan 
12. Tidak melakukan white collar crime dalam bidang kesehatan 
KDB 3 Autonomi
Kriteria Ada Tidak ada
1. Menghargai hak menentukan nasib sendiri, menghargai martabat 
pasien
2. Tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan (kondisi 
elektif)
3. Berterus terang 
4. Menghargai privasi 
5. Menjaga rahasia pasien 
6. Menghargai rasionalitas pasien 
7. Melaksanakan informed consent 
8. Membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan 
sendiri
9. Tidak mengintervensi atau menghalangi otonomi pasien 
10. Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dalam mengambil 
keputusan termasuk keluarga pasien sendiri
11. Sabar menunggu keputusan yang akan diambil pasien pada kasus 
non emergensi
12. Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien 
13. Menjaga hubungan (kontrak) 
KDB 4 Justice
Kriteria Ada Tidak ada
1. Memberlakukan sesuatu secara universal 
2. Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan 
3. Memberi kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi yang sama 
4. Menghargai hak sehat pasien 
5. Menghargai hak hukum pasien 
6. Menghargai hak orang lain 
7. Menjaga kelompok yang rentan 
8. Tidak melakukan penyalahgunaan 
9. Bijak dalam makro alokasi 
10. Memberikan kontribusi yang relative sama dengan kebutuhan pasien 
11. Meminta partisipasi pasien sesuai kemampuannya 
12. Kewajiban mendistribusikan keuntungan dan kerugian (biaya, beban, sanksi) 
secara adil
13. Mengembalikan hak kepada pemiliknya pada saat yang tepat dan kompeten 
14. Tidak memberi beban berat secara tidak merata tanpa alas an tepat/sah 
15. Menghormati hak populasi yang sama-sama rentan penyakit/gangguan 
kesehatan
DILEMA ETIK
Dilema etik : Beneficience vs Autonomi
Prima fasia : Autonomi
PROFESIONALISME
Accountability : Dokter menyarankan untuk dirujuk ke
rumah sakit yang lebih lengkap
fasilitasnya untuk mendapatkan terapi
lebih lanjut untuk mencegah komplikasi
Duty : Dokter melaksanakan pekerjaan dan
kewajibannya di rumah sakit
Alturism : Dokter melayani secara profesional
Respect for other : Dokter memperhatikan pasien, dokter
menghargai keputusan pasien
Humanity : Dokter berempati kepada pasien sehingga
menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit
yang fasilitasnya lebih memadai.
Termasuk : extraordinary.
TERIMA KASIH