Anda di halaman 1dari 37

INFARK MIOKARD AKUT INFERIOR

DAN ANTERIOR LUAS


DEFINISI

Gangguan aliran darah ke jantung yang


menyebabkan sel otot jantung mengalami
kematian atau nekrosis
ETIOLOGI

Penyebab IMA  Oklusi lengkap atau hampir lengkap dari


arteri koroner, biasanya dipicu oleh adanya ruptur plak
arterosklerosis
Penyebab lain infark tanpa arterosklerosis : emboli arteri
koronaria, spame koronaria, arteritis trauma, gangguan
hematologik dan berbagai penaykit inflamasi sistemik
MANIFESTASI KLINIS

Nyeri dada yang tidak berkurang dengan nitrogliserin


Nyeri dapat menjalar ke leher, rahang, bahu, punggung atau
lengan kiri
Nyeri dapat ditemukan di epigastrium
Mual atau pusing
Sesak nafas dan kesulitan bernafas
Kecemasan, kelemahan, atau kelelahan
Palpitasi, keringat dingin, pucat
ISKEMIA  INFARK MIOKARD
SUBJEK

STUDI KASUS
Nama Pasien : Ny. S
Umur/BB : 50 Tahun / -
MRS : 13 Februari 2010
Diagnosa : Infark Miokard Akut Inferior + Anterior luas
Riwayat penyakit : -
KELUHAN UTAMA
Nyeri dada 3 hari yang lalu (50 jam), dada terasa
panas seperti tertusuk sampai belakang, nyeri hilang
timbul
OBJEK

DATA KLINIK PASIEN


No. Data Nilai Tanggal
klinik Normal 13/02 14/02 15/02 16/02 17/02 18/02 19/02
1 TD 120/80 120/85 100/60 80/65 90/60 110/7 100/80
160/100 128/85 110/60 110/80 0
2 Nadi 80-100 120 110 130 130
120
3 RR 20-24 20
4 Suhu 37oC 36-37 37- 37,5 37- 38,3 36,5-37,6 36,5 36

5 Urine 1805 695 1020 1920 920


DATA LABORATORIUM PASIEN
No Data Lab Nilai Tanggal
Normal
13/02 14/0 15/02 16/0 17/02 18/02
2 2
1 Hb 12-16 16,7 14 13,6 Peningkatan volume darah
g/dl (p)
2 Leukosit 4,5 – 12,5 13.200 16.800 11.300 Indikasi adanya infeksi & injuri
k/ul miokard
3 Albumin 3,8 – 5,1 4,2
4 BUN 10-20 12 7 17,6 17,6 Pemeriksaan fungsi hati
5 RBC 4,33 – 5,73 4,87 4,85
5,95
Menunjukan % sel darah merah
6 HCT 38-42 (P) 49,9 43,3 43 terhadap volume darah
7 Ureum 15 37,8
8 GDA <200 196 183
9 SGOT <29,3 77 Indikasi adanya miokard infark

10 SGPT 24,3 25
Indikasi adanya gangguan hepar
11 Kreatinin <1,2 1,0 0,2 0,7 0,7
No Data Lab Nilai Tanggal
Normal
13/02 14/02 15/02 16/02 17/02 18/02
12 Na + 136-144 147 142 141 150 139,5
Pemeriksaan elektrolit
13 K+ 3,8-5,0 5 3,4 3,4 3,36 4,72 (kemungkinan terjadinya
14 Cl- 97-103 108 97 100 100 94,5 dehidrasi)

15 Trombosit 150.000 357.000 269.000 287.000


-
400.000
16 Granulosit 78,2 78,9 75,2
17 CKMB 0% 61,9 Indikasi adanya
kerusakan miokardium
18 LDH 1,2 1032 Indikasi adanya Infark
Miokard
19 Ca 2+ 9,0-10,5 7,1 7,9 0,39 Kontraksi otot, fungsi
jantung, pembekuan darah
20 PH 7,35- 7,41 7,53 7,565 Keseimbangan asam-basa
7,46 dalam tubuh
21 PCO2 35-45 27 26 28,3 Efektifitas ventilasi alveolar
mmHg dan keseimbangan asam-basa
dalam plasma
22 PO2 80-100 77 76 132,9 Kemampuan paru2 untuk
mmHg menyediakan O2
23 HCO3 21-28 17,1 21,7 Asidosis metabolis dan
PROFIL PENGOBATAN PASIEN
ASSASMENT BERDASAR DATA KLINIK +
DATA LAB + TERAPI OBAT
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute Komentar
pemberian
Data Klinik Data Lab
13/2 Hb : 16,7 - Adanya peningkatan
sel darah sebagai
upaya untuk memenuhi
kebutuhan oksigen
pada jaringan
(widiyanto dan yamin, 2014)
- Pasien dapat diberi
terapi O2

Leukosit : 13.200 - Reaksi non spesifik


terhadap adanya
injuri miokard
- Periksa suhu, RR,
nadi untuk melihat
kemungkinan
adanya infeksi atau
tidak
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute Komentar
Data Klinik Data Lab pemberian
13/2 HCT : 49,9 - Indikasi adanya hipoksia
sehingga tubuh
meningkatkan produksi sel
darah merah
- Beri terapi oksigen dan obat
vasodilator
- Pantau kadar oksigen, nadi

Na + : 147 Peingkatan Na dapat


diindikasikan adanya
peningkatan volume darah
dalm tubuh dan adanya faktor
dehidrasi. Harus dilakukan
pemantauan terhadap tekanan
darah dan caian elektrolit
(Na  penigkatan kontraksi
otot)
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute Komentar
pemberian
Data Klinik Data Lab
13/2 Cl- : 108 - Indikasi adanya faktor
dehidrasi
- Tanda adanya asidosis
metabolik
(Yaswir dan Ferawati, 2012)
Lakukan pemberian terapi
oksigen, vasodilator. Pantau
tekanan darah pasien, kadar
oksigen, PH

LDH : 1032 - Indikasi adanya infark


miokard, Lactate dehidrogenase
ini berfungsi untuk mengubah
laktat menjadi piruvat
(Kementrian RI, 2011)
- Pantau kadar oksigen, Na +,
Cl- dan PH karena kemungkinan
adanya asidosis
pemberian

Data Klinik Data Lab


13/2 PCO2 : 27 mmHg Pertanda adanya hipoksia
(Kementrian RI, 2011). Lakukan
terapi oksigenasi. Pantau kadar
oksigen darah pasien

PO2 : 77 mmHg Pertanda adanya gangguan


fungsi jantung
(Kementrian RI, 2011)
Pantau kadar oksigen, tekanan
darah dan denyut nadi pasien

HCO3 : 17,1 mEq/L - Indikasi adanya asidosis


metabolik
- Cek kadar oksigen pasien
dan Keseimbangan asam –
basa dalam tubuh pasien
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute Komentar
Data Klinik Data Lab pemberian
14/ TD : 120/85 SGOT : 77 - ISDN - 5 mg SL - Pemberian ISDN sebagai vasdilator,
2 160/100 - Infus PZ - 1000 cc/2jam bisoprolol dan terapi oksigen sudah
Nadi : 120 (14 tts/menit) tepatkarena pasien datang dengan
Suhu : 36-37 SGPT : 25 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg nyeri dada, sehingga pemberian
Urin : 1805 - Asetosal - LD 300 mg ketiganya dapat mengurangi konsumsi
MD 1x75 oksigen dan mencegah terjadinya
0-1-0 asidosis metabolik akibat hipoksia.
CKMB : 61,9 - Clopidrogel - LD 300 mg
MD 1 x 75 mg - Pemberian infus untuk terapi cairan
1-0-0 elektrolit harus di imbangi dengan
- Simvastatin 20 mg ( 0-0-1) monitor kadar Na dalam darah,
- Trimetazidine HCl 35 mg x 2 tekanan darah, denyut nadi
- Sirup pencahar 3 x 15 ml
- Diazepam 5 mg ( 0-0-1) - Infus PZ dapat digantikan dengan
- Injk. Metoklopramid 3 X 10 mg pemberian Dekstrosa ,5%
- Captropil
- Bisoprolol 3 x 6,25 mg - Pemakaian sirup pencahar
- Oksigen 1,25 mg (1-0-0) kemungkinan karena adamya efek
- Infus RL 2 lpm ; 3 lpm konstipasi yang disebabkan salah satu
- Inj.Fondaparinux 500 cc (7 tts/menit) obat ( ranitidin)
- Furosemide 1 x 2,5 mg - Furosemid digunakan untuk
2,5 mg/jam menurunkan beban awal akibat
adanya syok kardiogenik
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute Komentar
Data Klinik Data Lab pemberian
14/ TD : 120/85 SGOT : 77 - ISDN - 5 mg SL - Jika dilihat dari data lab tgl 13/2
2 160/100 - Infus PZ - 1000 cc/2jam dimana terjadi peningkatan leukosit
Nadi : 120 (14 tts/menit) dan data klinik diamana denyut nadi
Suhu : 36-37 SGPT : 25 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg 120, pasien seharusya sudah diberi
Urin : 1805 - Asetosal - LD 300 mg antibiotik profilaksis untuk mencegah
MD 1 x 100 mg terjadinya infeksi  injeksi ceftriaxon
0-1-0 seharusnya sudah diberikan sejak
CKMB : 61,9 - Clopidrogel - LD 300 mg pasien datang
MD 1 x 75 mg
1-0-0 - Peggunaan furosemid dan captropil
- Simvastatin 20 mg ( 0-0-1) harus dimbangi dengan pemantauan
- Trimetazidine HCl 35 mg x 2 kadar kalium
- Sirup pencahar 3 x 15 ml
- Diazepam 5 mg ( 0-0-1) - Aspirin + captropil : menigkatkan efek
- Injk. Metoklopramid 3 X 10 mg penurunan tekanan darah
- Captropil - Aspirin + bisoprolol : menurunkan efek
- Bisoprolol 3 x 6,25 mg bisoprolol
- Oksigen 1,25 mg (1-0-0) - Aspirin + clopidrogel + fondaparinux
- Infus RL 2 lpm ; 3 lpm : meningkatkan efek pendarahan
- Inj.Fondaparinux 500 cc (7 tts/menit) - Bisoprolol + furosemide : cek kadar
- Furosemide 1 x 2,5 mg kalium
2,5 mg/jam - Aspirin + furosemide : cek kadar
kalium
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute Komentar
Data Klinik Data Lab pemberian
15/ TD : 100/60 Leukosit : 16.800 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg Pada tgl 15/2 tekanan darah pasien
2 128/85 - Asetosal - LD 300 mg lebih ke arah hipotensi  syok
Nadi : 110- BUN : 7 MD 1 x 100 mg kardiogenik (tekanan sistolik < 90
120 0-1-0 mmHg, ada indikasi hipoksia (PCO2 yg
Suhu : 37-37,5 HCT : 43,3 - Clopidrogel - LD 300 mg rendah), volume urin berkurang, nadi
Urin : 695 MD 1 x 75 mg cepat
Ca2+ : 7.1 1-0-0
- Simvastatin 20 mg ( 0-0-1) - Peengehentian ISDN sudah tepat
PH : 7,53 - Trimetazidine HCl 35 mg x 2 - Penurunan PO2  anemia, gangguan
- Sirup pencahar 3 x 15 ml fungsi jantung
PCO2 : 26 - Diazepam 5 mg ( 0-0-1)
- Injk. Metoklopramid 3 X 10 mg - Dobutamin dapat digunakan pada
PO2 : 76 - Captopril kondisi syok ringan (TDS > 70-100
- Infus RL 3 x 6,25 mg mmHg) shingga keputusan penghentian
Na + : normal - Dobutamin Pump 500 cc (7 tts/menit) ISDN dan Bisoprolol sudah tepat, karena
Cl- : normal - Inj.Fondaparinux 3 mg/Kg.BB/menit efek keduanya adalah vasodilatasi,
- Furosemide 1 x 2,5 mg pengurangan frekuesi denyut nadi dan
- KCL 2,5 mg/jam kontraksi otot jantung
25 mEq
- Penggunaan dobutamin dan KCl harus
di imbangi dengan monitor kadar
kalium, tekanan darah pasien dan
frekuensi nadi
- Peningkatan leukosit, nadi dan suhu
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute Komentar
Data Klinik Data Lab pemberian
16/ TD : 80/65 BUN : 17,6 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg Pada tgl 16 tekanan darah pasien
2 110/60 Kreatinin : 0,7 - Asetosal - LD 300 mg semakin menurun, artinya tidak ada hasil
Nadi : 130 Na + : 141 MD 1 x 100 mg dari pemakaian dobutamin, lebih baik
Suhu : 37-38,3 K + : 3,4 0-1-0 diberikan hanya dopamin saja, dopamin
Urin : 1020 Cl- : 100 - Clopidrogel - LD 300 mg dapat bekerja di reseptor alfa
Ca 2+ : 7,9 MD 1 x 75 mg (peningkaan vasokontriksi)
1-0-0
- Simvastatin 20 mg ( 0-0-1) - Pemberian diazepam sebaiknya
- Trimetazidine HCl 35 mg x 2 dihentikan karena efek samping
- Sirup pencahar 3 x 15 ml diazepam  asidosis laktat
- Diazepam 5 mg (0-0-1)
- Captropil 3 x 6,25 mg - Pantau kadar kalium, tekanan darah,
- Infus RL 500 cc (7 tts/menit) frekuensi denyut nadi, dan kadar
- Dobutamin Pump 3 mg/Kg.BB/menit oksigen
- Inj.Fondaparinux 1 x 2,5 mg - Pemberian furosemide sebaiknya
- Dopamin pump 3 gr dihentikan karena dapat
- Injeksi ceftriaxon 2 x 1 gram (0-1-1) menyebabkan hipokalemia
- Furosemide 2,5 mg/jam - Berikan terapi oksigen 40-60% untuk
- KCL 25 mEq mengatasi syok kardiogenik
- Paracetamol 500 mg - Penurunan K+ dan Ca2+ 
penurunan kontraksi otot jantung
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute Komentar
Data Klinik Data Lab pemberian
17/ TD : 90/60 Hb : 13,6 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg Pada tgl 17 tekanan darah pasien masih
2 110/80 Leukosit : 11.300 - Asetosal - LD 300 mg rendah, diperlukan terapi tambahan
Nadi : 130 BUN : 17,6 MD 1 x 100 mg untuk meningkatkan kalium
Suhu : 36,5- RBC : 4,85 0-1-0
37,6 HCT : 43 - Clopidrogel - LD 300 mg - Pemberian diazepam sebaiknya
Urin : 1920 Ureum : 37,8 MD 1 x 75 mg dihentikan karena efek samping
Kreatinin : 0,7 1-0-0 diazepam  asidosis laktat 
Na + : 150 - Simvastatin 20 mg ( 0-0-1) kerusakan miokard dan hambatan
K + : 3,4 - Trimetazidine HCl 35 mg x 2d glikolisis
Cl - : 100 - Sirup pencahar 3 x 15 ml
Trombosit : 287.000 - Diazepam 5 mg (0-0-1) - Pantau kadar kalium, tekanan darah,
Granulosit : 75,2 - Captropil 3 x 12,5 mg frekuensi denyut nadi, dan kadar
- Dobutamin Pump 5 mg/Kg.BB/menit oksigen
- Inj.Fondaparinux 1 x 2,5 mg - Furosemide sebaiknya dihentikan untuk
- Dopamin pump 3 gr mengurangai kejadian hipokalemia
- Injeksi ceftriaxon 2 x 1 gram (0-1-1) - Digoxin digunakan untuk meningkan
- Ka-en Mg3 500 cc/4 jam kadar kalium
- furosemide 2,5 mg/jam - Peningkatan dosis captropil sebaiknya
- KCL 25 mEq tidk dilakukan  meningkatkan resiko
- Paracetamol 500 mg hipokalemia dan Hipotensi
- Digoxin 2 x 0,25 mg
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute pemberian Komentar
Data Klinik Data Lab
18/ TD : 110/70 Na + : 139,5 - Infus PZ - 1000 - Data lab menunjukkan kondisi pasien
2 Nadi : K + : 4,72 cc/2jam(14tts/mnt) mengalami asidosis ditandai dengan
Suhu : 36,5 Cl - : 94,5 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg adanya penurunan Ca dan PCO2.
Urin : 920 Ca2+ : 0,39 - Asetosal - LD 300 mg Sedangkan peningkatan PO2 indiaksi
PH : 7,565 MD 1 x 100 mg pasin mengalami anemia.sedangkan
PCO2 : 28,3 0-1-0 penurunan Ca+ gambaran kurangnya
PO2 : 132,9 - Clopidrogel - LD 300 mg kontraksi jantung
MD 1 x 75 mg
1-0-0 - Penambahan infus PZ harus dilakukan
- Simvastatin 20 mg ( 0-0-1) monitoring kadar elektrolit tubuh,
- Sirup pencahar 3 x 15 ml serta tekanan darah
- Diazepam 5 mg (0-0-1)
- Captropil 3 x 6,25 mg - Pemberian diazepam sebaiknya
- Infus RL 14 tts/menit dihentikan karena efek samping
- Dobutamin Pump 3 mg/Kg.BB/menit diazepam  asidosis laktat 
- Inj.Fondaparinux 1 x 2,5 mg kerusakan miokard dan hambatan
- Dopamin pump 3 gr glikolisis
- Injeksi ceftriaxon 2 x 1 gram (0-1-1)
- KSR 1 X 600 mg - Pergantian KCL menjadi KSR tidak
- Paracetamol 500 mg perlu dilakukan karena KSR juga
mengandung KCL (Pemberian KSR
apabila kadar K pasin benar2
rendah)

- Pemakaian paracetamol dapat


Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute Komentar
Data Klinik Data Lab pemberian
19/ TD : 100/80 Hb : 13,6 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg Pada tgl 16 tekanan darah pasien
2 Nadi : Leukosit : 11.300 - Asetosal - LD 300 mg semakin menurun, artinya tidak ada hasil
Suhu : 36 BUN : 17,6 MD 1 x 100 mg dari pemakaian dobutamin, lebih baik
Urin : RBC : 4,85 0-1-0 diberikan hanya dopamin saja (Dosis
HCT : 43 - Clopidrogel - LD 300 mg ditingkatkan) agar tidak terjadi
Ureum : 37,8 MD 1 x 75 mg peningkatan K+ yg berlebihan.
Kreatinin : 0,7 1-0-0 DL (5-10 mcg/kgBB/min – 20
Na + : 150 - Simvastatin 20 mg ( 0-0-1) mcg/KgBB/min)
K + : 3,4 - Trimetazidine HCl 35 mg x 2d
Cl - : 100 - Sirup pencahar 3 x 15 ml - Pemberian diazepam sebaiknya
Trombosit : 287.000 - Diazepam 5 mg (0-0-1) dihentikan karena efek samping
Granulosit : 75,2 - Captropil 3 x 6,25 mg diazepam  asidosis laktat 
- Infus RL 500 cc (7 tts/menit) kerusakan miokard dan hambatan
- Dobutamin Pump 3 mg/Kg.BB/menit glikolisis
- Inj.Fondaparinux 1 x 2,5 mg
- Dopamin pump 3 gr - Pantau kadar kalium, tekanan darah,
- Injeksi ceftriaxon 2 x 1 gram (0-1-1) frekuensi denyut nadi, dan kadar
- Furosemide 2,5 mg/jam oksigen
- KCL 25 mEq
- Paracetamol 500 mg - Infus RL sebaiknya tidak diberikan
- Furosemide sebaiknya dihentikan untuk
mengurangai kejadian hipokalemia
Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian

1 Isorsobide Dinitrate : 5 Mg ISDN merupakan gol Nitrat yang berfungsi Apa pasien masih Pemberian ISDN sudah tepat
SL memebri efek dilatasi vena sehingga mengalami neyri namun jangan dilanjutkan
mengurangi preload jantung dan konsumsi dada atau tidak karena dapat memperburuk
(Pemberian pada tgl 14/2 oksigen di miokardium  nyeri dada Pantau tekanan keadaan pasien  resiko syok
) pasien berkurang darah pasien kardiogenik dan gagal jantung
karna penurunan curah jantung
Pada infark ventrikel kanan, pemberian
nitrat dapat menurunkan volume sekuncup
(vol. Darah yang dipompa tiap detik oleh
ventrikel)

2 Infus PZ : 1000 CC/2 jam Kandungan infus PZ adalah NaCl 0,9% Pantau kadar natium Pemberian Nacl 0,9%
(14 tetes/ menit) yang digunakan untuk kekurangan cairan dalam darah dan sebaiknya tidak diberikan
tubuh, dengan adar Na dan Cl rendah. tekanan darah kandungan karena data lab
Kndisi metabolik pasien menunjukkan kadar natrium
tinggi pada pasien 
meningkatkan volume plasma
dan interstisial  edema
3 Injeksi rantidin : 2 x 500 mg Merupakan reseptor H2 yang digunakan Pantau apa pasien Pemberian ranitidin untuk
(Pemberian dari tgl 14 – untuk menghambat sekresi stress ulcer mengalami mual atau mengobati mual dan muntah
19 februari) muntah, kesulitan akibat stress ulcer
tidur
No Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian

4 Asetosal 0-1-0 : Merupakan antiplatelet dengan Apa pasien masih Pemberian asetosal sudah
LD  300 Mg cara menghambat sintesisi mengalami nyeri tepat untuk mencegah
MD  1X 100 Mg prostaglandin oleh enzim dada atau tidak terbentuknya platelet agar
siklooksigenase sehingga tidak - Monitoring resiko tidak terjadi sumbatan
(Digunakan dari tgl 14 – 18 terbentuk platelet  perdarahan - Dosis pemeliharaan yang
Februari) mempertahankan terbukanya lumen digunakan masih masuk
arteri yg terkena infark rentang namung harus
dipantau resiko perdarahan
(75-100 mg/hari)
(PERKI, 2011)
5 Clopidrogel 1-0-0 Merupakan antiplatelet gol ADP Monitoring resiko Penggunaan clopidrogel
LD  300 Mg antagonist receptor perdarahan, yang tidak bersamaan
MD  1 X 75 Mg apalagi pasien juga dengan aspirin sudah tepat,
menggunakan karena ada interaksi antara
(Digunakan dari tgl 14/19) asetosal untuk kedua obat, dosis yang
antiplatelet digunakan juga sudah tepat
(PERKI, 2011)
No Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian

6 Simvastatin 0-0-1 : 20 Mg per hari Menghambat HMGCo-A reduktase Kadar LDL dalam Pemberian simvastatin
sehingga menurunkan kadar LDL, darah sudah tepat karena
Memperbaiki fungsi endotel, penyebab utama miokard
(Digunakan pada 14-18/2) menstabilkan plak, mengurangi pada pasien adalah
pembetukan tromus dan sebagai adanya arteriosklerosis
ani-inflamasi
7 Trimetazidine HCl 1-0-1 : 35 Mg x 2 Terapi tambahan untuk antiangina

(Digunakan pada tgl 14 – 17/2)


8 Sirup pencahar : 3 x 15 ml Untuk mengatasi kontsipasi / Frekuensi BAB Pemberian sirup pencahar
pelunakan tinja kemungkinan dikarenakan
pasien mengalami
konstipasti yg dapat
(Digunakan pada tgl 14-19/2) disebabkan salah satu efek
obat (Ranitidin)
9 Diazepam 0-0-1 : 5 mg Pemakaian jangka pendek pada Efek diazepam Diazepam digunakan agar
ansietas atau insomnia, kejang asidosis laktat pasien dapat beristirahat
(Digunakan pada tgl 14-18/2) demam dan spasme otot sehingga kerja jantung
tidak terlalu berat
No Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian
10 Injeksi Metoklopramid : Antiemetik , untuk gangguan GI Apa pasien masih Jika pasien sudah tidak
3 x 10 Mg seperti mual, muntah, intoleransi mengalami mual mengalami mual sebaiknya
obat dan muntah tidak diberikan lagi
(pemberian pada tgl 14 dan 15 )
11 Captropil 3 x 6,25 Mg Merupakan penghambat Monitor tekanan Pemberian captropil sudah
Angiotensin-converting enzim, darah pasien. tepat efeknya sebagai
(pemberian pada tgl 14 – 19, tp pada tgl 17 menurunkan tekanan darah Kadar elektrolit vasodilatasi dapat
dan 19 dosis diturunkan menjadi 3 x 12,5 dengan efek vasodilatasi. pasien mengurangi asupan
Mg) Menyebabkan ekskesi air, natrium oksigen. Mengurangi kadar
dan peningkatan kalium natrium

12 Bisoprolol 1-0-0 : 1,25 Mg Merupakan gol beta bloker  Kadar oksigen Pemberian bisoprolol sudah
menurunkan kebutuhan oksigen otot pasien, tekana tepat karena pada data
jantung,, tekanan darah dan darah dan denyut klinik menunjukkan frekuensi
(Pemberian 14/2) kontraksi jantung nadi denyut nadi pasien yg
cepat, pemberian
bisoprolol diharapkan
dapat menuurnkan
frekuensi denyut nadi dan
kebutuhan oksigen
13 Oksigen 2 liter/menit dan 3 liter/menit Oksigen digunakan untuk Kadar oksigen Pemberian oksigen dapat
mempertankan saturasi oksigen pasien, frekuensi diberikan untuk
(Pemberian pada tgl 14/2) yeri yang dialami mempertahankan agar
pasien pasien tidak mengalami
hipoksia, mengurangi nyeri
pada pasien
No Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian
14 Infus RL : 500 CC (7 tetes / menit) Mengandung NaCl, KCl, CaCl dan Kadar elektrolit (Na, Pemberian Infus RL dirasa
Na Laktat, digunakan untuk Cl, Ca dan K) kurang tepat karena pasien
penggantian cairan/ resusitasi telah mendapat terapi Infus
akibat mual atau muntah Tekanan Darah NaCl untuk terapi
(Pemberian tgl 14-19/2) keculai tgl 15/2
(Gangguan GI) elektrolitnya, jika ditambah
infus RL dikawathirkan
Dapat digunakan untuk terjadi peningkatan
penatalaksanaan berbagai bentuk elektrolit tubuh yang dapat
asiodsis membebani kerja jantung
15 Dobutamin Pump : 3 Mg/KgBB/Menit Merupakan obat inotropik yg Monitor kecepatan Pada tgl 15 dobutamin
digunakan untuk menunjang sirkulasi dan irama jantung, diberikan pada pasien,
pada gagal jantung, menstimulasi tekanan darah, karena kemungkinan pasien
reseptor beta 1 dan beta 2  kadar kalium, mengalami syok
Pada beta -1 : di miokard terjadi volume urin kardiogenik, biasa terjadi
( pemberian tgl 15-17/2) peningkatan curah jantung, sedikit pada pasien infark miokard
peningkatan denyut nadi (tekanan sistolik < 90
Pada beta 2 : vasodilatasi mmHg, ada indikasi
hipoksia, volume urin
berkurang, nadi cepat )
Dapat digunakan pada
kondisi syok ringan (TDS >
70-100 mmHg)
16 Injeksi Fondaparinux 1x 2,5 Mg Merupakan antikoagulan , Monitoring resiko Pemberian antikoagulan
(Pemberian 14-18/2) mencegah terjadinya tromboembloi terjadinya karena pasien mengunakan
perdarahan antiplatelet
Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian
17 Dopamin Pump : 3 gram Pengobatan syok yg tidak berespon Monitor kecepatan Pada tgl 16/2 pasien di
dengan penambahan cairan dan irama jantung, beri dopamin kemungkinan
tekanan darah, kadar karena pasien sudah
Meningkatkan curah jantung, kalium, volume urin mengalami syok kardiogenik
meningkatkan tekanan darah dan berat dengan ditandai
memperbaiki aliran darah ginjal adanya penurunan tekanan
darah hingga 80/65

18 Injeksi Ceftriaxon 0-1-1 2x 1 gram Antibiotik untuk mengatasi adanya Kadar leukosit Pada tgl 16 pasien
infeksi pasien, suhu tubuh diberikan injeksi ceftriaxon,
respiration rate dari hasil lab terlihat
pasien adanya peningkatan leukosit
pasien hingga 16.800, suhu
tubuh meningkat 38,3OC 
infeksi

19 KSR Untuk pecegahan hipokalemia Kadar kalium dalam Pemberian KSR pada tgl
darah , tekanan 18/2kurang tepat karena
darah ( kadar kadar kalium pasien sudah
kalium berhubungan normal
dengan kontraksi
otot jantung)
Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian
20 Ka-en Mg3 Ketidak seimbangan Kadar elektrolit Pemberian Ka-en Mg3
karbohidrat dan elektrolit tubuh dibutuhkan karena
pada keadaan infusiensi pasien telah mengalami
asupan makanan per roral asidosis metabolik

21 Furosemid Merupakan golongan diuretik Pantau kadar Pada kondisi syok


 menurunkan tekanan darah kalium , Na dan kardiogenik pemberian
Efek  hipokalemia Ca, tekanan furosemid dapat
darah digunakan untuk
menurunkan beban
awal

22 KCL Terapi tambahan pada Kadar kalium, KCL ditambahkan pada


kondisi hipokalemia Na, Cl, tekanan kondisis hipokalemia
darah, denyut
nadi pasien
Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian
24 Digoxin Merupakan glikosida jantung , memiliki efek Tekanan darah, Pemberian digoxin
inotropik dan uronotropik kadar Na, K+, sebagai terapi syok
Inotropik  menghambat pompa Na-K- denyut nadi kardiogenik pada
ATPase pada membran sel otot jantung pasien sehingga tidak
sehingga kadar Na + meningkat terjadi hipoksia
menyebabkan perrtukaran Na-Ca ++ selama
repolarisasi dan relaksasi otot jantung
sehingga Ca+ tertahan dalam sel Ca yg
dilepaskan untuk kontraksi otot jantung
meningkat
PLAN
1. Kondisi hipernatremia pasien dapat diatasi dengan emberian larutan hipoosmolar (NaCl
0,45% atau 0,2%) atau dekxtrosa 5% dalam air (D5W). Larutan ini tidak menyebabkan
dilusi natrium secara bermakna; namun kadar natrium plasma menurun erthahap.
Hipernatremia juga dapat diatasi dengan pemberian diuretik  furosemid
2. Lakukan pemberian terapi oksigen  sejak awal pasien datang  untuk mencegah
asidosis metabolik, perasaan nyeri, terapi untuk syok kardiogenik
3. Lakukan pemberian antibiotik sejak awal pasien datang (peningkatan leukosit, Nadi,
Suhu tubuh, PH, kadar oksigen)
4. Lakukan pengukuran tekanan darah, frekuensi denyut nadi, cairan elektrolit tubuh
5. Cek troponin , EKG