Anda di halaman 1dari 34

KONSEP MIKRO

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 1

Disusun oleh :
Sutrati Melissa Malik, ST.,MT
Mobile : 0852 1904 8589
Email : ratihmalik.ars@gmail.com
FB : Sutrati Melissa Malik
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
UNIVERSITAS TADULAKO
PENGERTIAN PERANCANGAN ARSITEKTUR,
 adalah penggabungan berbagai unsur ruang untuk
menampung suatu proses kegiatan sehingga menghasilkan
suatu keseluruhan karya Arsitektur yang kaya dan
bermakna.
 Dalam merancang arsitektur, yang perlu diperhatikan
adalah:
1. Kondisi Tapak
2. Pemakai/Pelaku Aktifitas
 Olehnya untuk mendapatkan hasil maksimal maka terlebih
dahulu dilakukan proses perancangan

Input Proses Output

Pemrograman Perancangan

Data Analisa Konsep Pra Rancangan Perancangan


PROSES PERANCANGAN, Manfaat :
1. Mengenal Permasalahan atau Penyusunan Program ;
Proses menguraikan ,asalah – masalah dalam bentuk
daftar panjang sebagai proses pengumpulan informasi.
2. Pemilihan Metode sebagai pemecahan masalah kemudian
dikembangkan dalam alternatif rancangan.
3. Menetapkan hasil pemecahan masalah.

LANGKAH – LANGKAH PROSES PERANCANGAN,


1. PERMULAAN; Tahap identifikasi masalah dan perumusan
masalah, Imajinasi dan aspirasi arsitek sebagai sumber
inspirasi dan usulan pemecahan masalah klien
2. PERSIAPAN; Pengumpulan sistematis & analisis informasi
permasalahan (pemograman), Pengumpulan peta dasar,
tapak , data areal(lingkungan buatan dan lamiah,utilitas
dll), dan informasi kendala (SWOT) dan data program ruang
serta kriteria yg menggambarkan karakteristik pemecahan
arsitektural
LANGKAH – LANGKAH PROSES PERANCANGAN,
3. PEMBUATAN USULAN; Tahap pembuatan gagasan dan
pengajuaan usulan bangunan, proses pengajuan usulan
rancangan disebut “sintesis” yaitu usulan yang dihimpun
dengan mempertimbangkan kontek (sosial, ekonomi, dan
fisik), program ruang, tapak, teknologi, estetika & nilai
perancangan. usulan ini disesuaikan dengan alternatif
penataan dan bentuk yg berlainan. Catatan : Proses ini
dapat digunakaan sebagai penyidikan atau pengulangan
apabila ditemukan masalah.
4. EVALUASI; diperlakukan pd alternatif usulan ajuan,
tujuannya utk mengetahui apakah alternatif ini telah
memenuhi sasaran dan kreteria yang telah dikembangkan
pada tahap penyusunan program. dlm tahap ini tak
terhindarkan terjadi daur ulang pada masing2 tahap
perancangan (sesuai keinginan klien)
5. TINDAKAN; Proses Perancangan Lengkap
DATA-DATA
INPUT

Data Data
Data sosial
Literatur Umum

SINTESA Kriteria Pembahasan Masalah


Bangunan

Alternatif

OUTPUT Kesimpulan

DESIGN
PROSES PERANCANGAN YANG SISTEMATIS
1. TAHAP MENYUSUN PROGRAM, Arsitek mendapat data dari
klien dan sumber lain, data di ubah menjadi bentuk
terperinci untuk mendapatkan keterangan aktifitas. Yg
digambarkan sebagi berikut :
 Karakter aktifitas
 Ruang gerak tiap aktifitas yg diinginkan (standar ruang
gerak)
 Macam aktifitas yg dpt digabungkan bersama
 Hubungan ruang
2. TAHAP PERENCANAAN, Keterangan aktifitas diganti
dengan keterangan diagram fungsi yang
mengambarkan perbandingan ukuran ruang2.
3. TAHAP PERANCANGAN, Semua keterangan rinci dibuat
usulan /rancangan dengan karakteristik/ ciri spt
dinyatakan dlm program, yg mneggambarkan wadah
fasilitas yg diinginkan.
PENGERTIAN RUANG,
 Ruang merupakan wadah untuk menampung kegiatan

 Ruang dibatasi oleh 3 bidang yaitu lantai, dinding dan langit-


langit

 Ruang dibagi menjadi :


1. Ruang dalam (interior) adalah ruang yang dibatasi oleh
bidang lantai, dinding dan langit-langit
2. Ruang Luar (eksterior) adalah ruang yang terjadi dengan
membatasi alam dengan memberi “frame” yaitu
dibatasi oleh bidang lantai atau lantai dan dinding.
Sehingga ruang luar sering disebut arsitektur tanpa
atap.
FUNGSI RUANG,
 Fungsi Ruang merupakan wadah untuk menampung
kegiatan dalam ruangan.

FUNGSI BANGUNAN,
 Jenis Bangunan apa?
 Mewadahi Kegiatan apa saja?

BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM


MENETUKAN FUNGSI:
 Daftar kegiatan yg akan di rencanakan
 Pelaku/Pemakai Kegiatan
 Urutan ruang
 Karakteristik pemakai
 Syarat – syarat Ruang :
BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM
MENETUKAN FUNGSI:
 Syarat – syarat Ruang :
1. Fisik;
a. syarat ukuran luas & tinggi
b. syarat sirkulasi (Sasaran : utk meningkatkan
kesempatan bertemu /ingin berinteraksi. Beberapa
jenis kegiatan yang membutuhkan privacy di pecah ke
dalam beberapa ruangan)
c. Syarat lingkungan/pemisah ruang ; pengelompokkan
ruang, efisiensi bangunan, pengelompokkan kegiatan
2. Psikis; Suasana / Kesan lingkungan yang harus
diciptakan menurut fungsi ruang tersebut dicapai dengan
penerangan, warna, akustik, bentuk ruang, garis dll.
Syarat Psikis + Fisik > Program Ruang > Susunan Ruang
 Zoning
 Diagram Hubungan
Ruang (Sirkulasi, urutan
Kegiatan)
Five information Areas
Goals, Facts, Concepts, Needs,
Problem

Goals : apa yang klien ingin capai


dan mengapa ?

Facts : apa yang dimiliki oleh klien ?


Programming : Analisis
Design : Sintesis Concepts : bagaimana klien
mencapainya ?

Needs : apa yang dibutuhkan untuk


mewujudkan keinginan
klien ? (ruang, biaya, dll)

Problem : hal-hal apa yang harus


dielesaikan dalam desain
Data adalah bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin
yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-
hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa
adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan
suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata,
atau citra.
Data dalam penelitian ini dapat dibagi ke dalam jenis
data primer, yaitu data yang diambil langsung di
lapangan melalui wawancara terhadap responden
penelitian. Data primer berbeda dengan dengan data
sekunder. Data sekunder, yaitu data yang diambil
dari data yang telah tersedia.
untuk merancang bangunan
arsitek harus mencari berbagai
data yang diperlukan. Data
yang dikumpulkan biasanya
data fisik lahan, seperti luas
tanah, kontur, arah sinar
matahari, dan masih banyak
lagi. Data ini diolah menjadi
konsep perancangan yang
estetis dan fungsional.
DATA / KONSEP MIKRO
1. Fungsi Bangunan
2. Aktifitas pelaku dan jumlah pelaku
3. Kebutuhan Ruang
4. Besaran / Dimensi Ruang
5. Hubungan Ruang
6. Sifat Ruang
7. Bentuk Ruang
 Unsur ² Perancangan Ruang :

FUNGSI
RUANG
 KEBUTUHAN RUANG 
KEGIATAN

RG. KELUARGA
 Rg. Duduk bersama


Santai, duduk², melihat Tv
RG. TIDUR
Rg. Tidur  Istirahat, dandan
1. Menentukan kegiatan dalam ruang :

A. Pemakai

 Kebutuhan Rg. ( hal yg mendasar )

 Keinginan ( hal yg melengkapi )


Arsitek pandai memilah kebutuhan & keinginan

B. Arsitek - Mencari informasi kondisi riil lap.


(survey/riset)
- Mempelajari dari buku
Paham menyeluruh
- memahami aturan yg berlaku :
a. peraturan lokal
b. tradisi/budaya
Mengatur
c. kaidah estetika
2. Memahami kegiatan dalam ruang/Aktivitas Ruang :

A. Dimana berlangsung :
Mencermati locus & lingkupnya

- Rg. Tamu, Rg. Makan, Rg.Keluarga, Halaman

B. Siapa penggunanya :
Memiliki karakter yg berbeda pengguna

- Dosen, Dokter, Seniman, Arsitek dll


Contoh Kasus :
Aktivitas penghuni diuraikan berdasarkan kegiatan
berbeda dari suami dan istri.

Aktivitas suami.
Pagi hari:
6.00 - 7.00 Bangun, diteruskan olah-raga ringan,
mandi, sarapan.Sarapan keluarga biasanya
dilaksanakan di dapur.

7.30 - 8.30 Berangkat kerja

Data Pengguna : Siang hari


1. Jenis kelamin 12.00 - 13.00 Makan siang, pada umumnya
dilakukan di luar rumah kecuali pada hari libur atau
2. Jumlah khusus.
3. Usia
Sore Hari
4. Hobby 17.00 - 18.00 Pulang kantor, melakukan kegiatan
5. Profesi fitness, di fitness centre atau istirahat di rumah
sambil membaca koran/nonton TV.
6. Aktivitas rutin
7. Dll Malam hari :
18.00 - 19.00 Makan malam bersama keluarga di
ruang makan,. 23.000 - 24.00 Waktu menjelang tidur
Aktivitas pengguna merupakan hal yang penting untuk
diperhatikan, aktivitas pengguna berkaitan dengan kebutuhan
ruang, dimensi ruang, kebutuhan ruang dan persyaratan ruang.
1. Sebelum mengatur ruang dalam merancang bangunan,
arsitek harus menentukan dahulu, jumlah, ukuran dan raut
ruang
2. Arsitek harus menentukan kegiatan mana yang akan
dikelompokan dalam satu ruang, hal ini akan menentukan
jumlah ruang.
3. Sejumlah kegiatan dapat diseruangkan jika bertalian atau
dipisahkan jika bertentangan
4. Jenis atau nama ruang bergantung pada jenis kegiatan
didalamnya.
Contoh Kasus :

Ruang unit hunian berupa ruang yang digunakan


untuk tempat tinggal penghuni apartemen dan terdiri
dari ruang-ruang :

- Ruang Tidur Utama.

- Ruang Tidur tambahan (anak-anak, pembantu)

- R. makan

- R. Keluarga
Kebutuhan Ruang :
Kebutuhan ruang - K. Mandi/WC.
muncul sebagai
- Balkon
dampak dari aktivitas
penghuni - Dapur/Pantry

- Gudang

- R. Jemur
Kebutuhan Ruang muncul sebagai akibat dari aktivitas
pengguna, mis : aktivitas tidur yang membutuhkan ruang tidur
Dimensi ruang merupakan ukuran optimum yang
muncul akibat dari aktivitas pengguna disertai dengan
penggunaan perabotan dan sirkulasi.
Sumber Gambar :
Data Arsitek, Jilid 1
KRITERIA RG. SEBAGAI WADAH KEGIATAN :

A. UKURAN Rg(kapasitas aktivitas)


berdasarkan demensi & jumlah :
- Manusia
- Perabot/ piranti
- Sirkulasi/ gerak manusia & peralatan

B. JUMLAH Rg.(Kebutuhan Kuantitas)


- berdasarkan jenis / macam Rg. yg dibutuhkan
- keseluruhan Rg.
KRITERIA RG. SEBAGAI WADAH KEGIATAN :

C. Bentuk Ruang ( sesuai kegiatan )


 berdasarkan fungsi/guna/manfaat
(sbg wadah lahiriah)
 orang – orang
 orang – benda
 orang – binatang

 berdasarkan citra
( sbg pengisi kebutuhan rohani)
 Estetika
 Budaya
 Seni
Besaran / Dimensi Ruang

Tabel A. Perhitungan Besaran Ruang Rumah Tinggal

No Nama Ruang Perhitungan Besaran Ruang

1. Teras
- Jumlah Pengguna yang berada di Teras 5 Orang
- Standar Ruang Gerak 1,44 x 5= 7,2m2
- Sirkulasi 30% x 7,2 = 2,16m2
= 9,36m2
Dibulatkan = 9,50m2

2. Ruang Tamu
- Standar Luas Kapasitas untuk 5 Orang 5,00 x 0,90 = 4,50m2
- Area Sofa Tamu & Meja 1 Set 3,00 x 2,00 = 6,00m2
- Lemari Kaca 1 Buah 1,50 x 0,80 = 2,40m2
= 12,90m2
- Sirkulasi 30% = 3,87m2
= 16,77m2
Dibulatkan = 17,00m2
Besaran / Dimensi Ruang

Tabel B Rekapitulasi Perhitungan Besaran Ruang Rumah Tinggal

Jumlah Besaran
No Nama Ruang Total (m2)
Ruang Ruang (m2)

1. Teras 1,00 9,50 9,50


2. Ruang Tamu 1,00 17,00 17,00
Total 26,50
Dibulatkan 27,00
Menentukan Luas Site

 Jika telah dihitung total luas ruangan maka : Luas ruangan =


Luas Bangunan
 Luas Site untuk perumahan, biasanya memakai perbandingan
60 : 40 atau 70 : 30
 Contoh :
Dik : Luas bangunan = 27 m2,
Dit : Berapakah luas kapling rumah / site untuk rumah tersebut Jika
memakai perbandingan 60 : 40 dan 70 : 30?
Jawab:
a. Perbandingan 60 : 40
= 27 m2 x 100/40
= 67,5 m2 dibulatkan 68 m2

b. Perbandingan 70 : 30
= 27 m2 x 100/30
= 90 m2
Contoh :
 Desain Kamar Tidur ( 3,5 m x 3,5 m )
 Data – data :
1. Anak Perempuan Usia 9 – 12tahun
2. Suka dengan warna Pink
3. Hobi Membaca, Belajar dan Bermain Game
 Analisa :
1. Kapasitas Maks Kamar tidur 4 orang.
2. Dibutuhkan Area tempat buku, bermain, belajar
dan membaca
3. Tempat Tidur, Lemari Pakaian, Tempat Asesoris
4. Kebiasaan dari saat bangun tidur (pagi) hingga
tidur malam hari.
5. Desain Kamar bernuansa Pink
Alternatif Desain :
See U Next Week

Anda mungkin juga menyukai