Anda di halaman 1dari 38

ASFIKSIA PADA BAYI BARU

LAHIR
Oleh
Andika Satya Putera, Diah Ariesa, Toni Febriyanto

DPK
dr. Samad, sp.A (K)
Fisiologi Pernapasan Bayi Baru
Lahir
Sebelum lahir Setelah lahir
• Dalam rahim,: melalui • Setelah lahir, beberapa
mekanisme difusi melalui saat sesudah lahir paru
plasenta yang berasal
dari ibu diberikan kepada harus segera terisi oksigen
darah janin. dan pembuluh darah paru
• Sebelum lahir, alveoli paru harus berelaksasi untuk
bayi menguncup dan memberikan perfusi pada
terisi oleh cairan . Paru alveoli dan menyerap
janin tidak tidak berfungsi
sebagai sumber oksigen oksigen untuk diedarkan
atau jalan untuk ke seluruh tubuh.
mengeluarkan CO2
( karbon dioksida)
7/13/18 sehingga paru tidak perlu
Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 3
Fisiologi Pernapasan Bayi Baru
Lahir

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 3


Reaksi bayi pada masa transisi
normal
• Biasanya BBL menghirup udara ke dalam paru nya
• Mengakibatkan cairan paru keluar dari alveoli ke jaringan
interstitial di paru sehingga oksigen dapat dihantarkan ke
arteri pulmonal dan menyebabkan arteriol berrelaksasi
• Jika keadaan ini terganggu maka arteriol pulmonal akan tetap
konstriksi dan pembuluh darah arteri sistemik tidak mendapat
oksigen sehingga tidak dapat memberikan perfusi ke organ-
organ tubuh yang penting seperti otak, jantung , ginjal dan lain
lain.
• Bila keadaan ini berlangsung lama maka akan menyebabkan
kerusakan jaringan otak dan organ lain yang dapat
menyebabkan kematian atau kecacatan.
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 4
Reaksi bayi pada masa transisi
normal

udara

Cairan paru-
paru janin

Napas pertama
Napas kedua Napas
selanjutnya

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 5


7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 6
RAPID IRREGULAR
BREATHING BREATHING
APNEA PRIMER APNEA SEKUNDER
HEART RATE  HEART RATE 
BLOOD BLOOD PRESSURE 
PRESSURE

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 7


Patofisiologi
• Asfiksia pada bayi baru lahir (BBL) adalah kegagalan napas secara
spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir
• Sering sekali seorang bayi yang mengalami gawat janin sebelum
persalinan akan mengalami asfiksia sesudah persalinan.
• Masalah ini mungkin berkaitan dengan kondisi ibu, masalah pada tali
pusat dan plasenta atau masalah pada bayi selama atau sesudah
persalinan.

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 9


Penyebab Asfiksia

Maternal Fetal Plasenta dan tali


pusat
Kurangnya aliran darah ibu Keadaan fetus yang dapat Penurunan aliran darah dan
melalui plasenta → hipoksia mengakibatkan asfiksia oksigen melalui tali pusat
janin → gawat janin → walaupun kadang-kadang bayi → asfiksia
asfiksia tanpa didahului tanda gawat tanpa didahului tanda gawat
• Preeklampsia, eklampsia janin janin
• Perdarahan antepartum • Bayi lahir kurang bulan • Infark plasenta
abnormal (plasenta • Air ketuban bercampur • Hematom plasenta
previa/ solusio plasenta) mekonium • Lilitan tali pusat
• Partus lama/partus macet • Kelainan kongenital yang • Tali pusat pendek
• Demam sebelum dan berdampak pada • Simpul tali pusat
selama persalinan pernapasan bayi • Prolapsus tali pusat
• Infeksi berat (malaria,
sifilis, TBC, HIV)
• Kehamilan post term
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 10
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 11
Diagnosis Asfiksia (AAP, 2015)
• Skor Apgar < 5 pada menit ke-5 dan 10
• Acidemia pada arteri umbilikus
• Bukti dari neuroimaging terdapat Acute Brain
Injury pada Magnetic Resonance Imaging (MRI)
atau Magnetic Resonance Spectroscopy yang
sesuai dengan gambaran Hypoxia–Ischemia
• Terdapat kegagalan sistem multiorgan yang sesuai
dengan kondisi Hypoxic–Ischemic Encephalopathy

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 12


DIAGNOSIS ASFIKSIA
(AAP 1992 & PNPK Asfiksia 2016)
Neonatus dengan asfiksia memiliki semua
kondisi di bawah ini:
• Asidosis metabolik/campuran menonjol (pH
< 7,0)
• Skor Apgar 0-3 > 5 menit
• Ensefalopati neonatus (Kejang, koma,
hipotonia)
• Disfungsi organ multisistem
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 13
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 14
Skor APGAR
• Metode utk melaporkan status bayi segera stlh lahir dan respon
terhadap resusitasi
• Ekspresi kondisi fisiologis bayi dalam satu waktu
• Skor Apgar dipengaruhi:
• Umur Kehamilan
• Obat pada ibu
• Kondisi neurologi dan cardiorespirasi

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 15


Kemampuan Prediktor SKOR APGAR
• Skor apgar yang rendah pada menit ke-1 tidak berhubungan dengan
luaran jangka panjang.
• Secara individual: tidak bisa memprediksi kematian dan luaran
neurologis
• Secara populasi: Skor apgar <5 pd menit 5 dan 10 meningkatkan risiko
cerebral palsy

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 16


Rekomendasi AAP skor APGAR
• Skor apgar seharusnya tidak digunakan utk memprediksi kematian
neonatal dan luaran neurologis secara individual.
• Skor Apgar saja tidak sesuai utk men-dx asfiksia. TIDAK untuk memulai
resusitasi.
• Apabila Skor Apgar <5 pada menit ke-5 ambil AGD arteri umbilikus
• Selama resusitasi petugas harus mencatat skor apgar dan tindakan yg
dilakukan gunakan expanded Apgar score

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 17


AGD
• AGD umbilikus seharusnya diambil pada semua persalinan risiko tinggi
atau bila bayi mengalami depresi
• AGD indikator paling reliabel oksigenasi fetus dan kondisi asam basa
saat lahir
• pH yg rendah seharusnya menjadi syarat diagnosis asfiksia perinatal.

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 18


Prediktor AGD
• Follow up bayi dengan pH> 7 tidak ada dampak asidosis pd
kognisinya.
• Bayi dengan pH< 7 tanpa masalah klinis yg berat tidak ada sekuele
neurologis.
• pH atau BE saja bukan prediktor yg baik utk luaran neorologi.
• Kombinasi pH rendah saat lahir dan manifestasi klinis prediktor yg
baik utk sekuele neurologis.

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 19


Acidemia patologis:
• Acidemia patologis: pH arteri umbilikus <7,0 dan/atau Base deficit ≥ 12
mmol/L
• Penelitian pd 3506 bayi: Hubungan antara asidosis arteri umbilikus dan
kelainan neurologi
• Kematian neonatus lebih banyak pada pH<7
• Kejadian kejang yg tdk bisa diterangkan lbh sering pada pH <7 (Goldaber et al. Obstet
Gynecol 1991;78:1103–1107)
• pH< 7 prediktor independen utk kejang neonatus (Williams KP, Singh A. Obstet
Gynecol. 2002 Sep; 100(3):557-60)
• Pada bayi cukup bulan risiko komplikasi pd neonatus akan meningkat bila
BE<-12 mmol/L (Low JA et al. Am J Obstet Gynecol. 1997 Dec; 177(6):1391-4.)
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 20
Ensefalopati neonatus
• Sindrom klinis dari gangguan fungsi neurologis pada saat awal
kehidupan pada bayi cukup bulan yg ditandai dengan:
• Kesulitan inisiasi dan mempertahankan napas spontan
• Depresi tonus otot dan refleks
• Penurunan kesadaran
• Dan sering disertai kejang
• Ensefalopati merupakan respon non spesifik dari otak terhadap injuri
yg multikausal
• Hipoksik-iskemik karena asfiksia merupakan salah satu penyebab
ensefalopati neonatus.
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 21
Hypoxic-ischemic encephalopathy
• Kondisi ensefalopati akut yg disebabkan oleh hipoksia dan iskemia
otak saat intrapartum atau late antepartum.
• Kondisi klinis ini terjadi pada hari pertama setalah lahir setelah terjadi
hipoksik-iskemik yg signifikan dan sebagai prediktor gangguan
neurodevelopmental

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 22


Diagnosis dengan Sarnat staging ditegakkan jika
terdapat minimal 3 tanda
Nilai <10 = HIE derajat ringan; 11-14 = HIE derajat
sedang; >15 = HIE derajat berat
Nilai ≥6 = indikasi memulai terapi hipotermi
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 23
Acute brain injury pada
neuroimaging
• MRI atau Magnetic Resonance Spectroscopy: Acute Brain Injury sesuai
dengan gambaran Hypoxia–Ischemia

• tidak menemukan area jejas pada otak pada MRI stlh 24 jam pertama oleh
ahli neuroradiologist terlatih dapat menyingkirkan kemungkinan peri atau
intrapartum hipoksia-iskemia sebagai penyebab ensefalopati neonatus

• Waktu optimal pemeriksaan MRI adalah 10 hari pertama

• USG kepala dan CT scan kurang sensitif untuk mengevaluasi


7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 24
Kegagalan sistem multiorgan sesuai
dengan HIE
• Injuri: ginjal, hepar, gastrointestinal abnormalitas hematologi,
disfungsi kardiologi dan gangguan metabolisme atau kombinasi
• Saluran cerna: cedera pada dinding usus ( Cedera mukosa, seluruh
dinding usus, perforasi) mempengaruhi manajemen minum.
• Hepar: kenaikan transaminase
• Sistem hematologi: DIC
• sumsum tulang: supresi sumsum tulang dengan gejala awal
trombositopenia

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 25


WHO (ICD-10 versi 2016)
• Asfiksia ringan sedang
• Napas normal tidak tercapai dalam 1 menit pertama tetapi denyut jantung ≥
100 x/menit, hipotoni sedang, dan memberikan sedikit respon terhadap
stimulasi
• Skor Apgar menit pertama 4 – 7
• Asfiksia berat
• Denyut jantung kurang dari 100 X/menit, cenderung turun atau menetap,
tidak bernapas atau megap-megap, pucat, tonus otot jelek
• Skor Apgar menit pertama 0 – 3
WHO. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision (ICD-10)-WHO
Version for 2016
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 26
Laktat untuk dx asfiksia
• Laktat hasil metabolisme anaerobik
• Laktat di arteri umbilikus segera setelah lahir menilai asidosis
metabolik selama persalinan.
• Keuntungan laktat dibanding BE
• laktat diperiksa secara langsung
• base excess dihitung secara algoritma dipengaruhi alat yang digunakan.
• Laktat arteri umbilikus > 8 mmol/L indikator asfiksia pada saat lahir.
• Laktat vena umbilikus dapat memprediksikan asidosis laktat di arteri
umbilikus.
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 27
Kesimpulan
• Gangguan pertukaran udara yang
menyebabkan hipoksemia yang progresif,
hiperkapnea, asidosis metabolik,
ensefalopati dan disfungsi sistem multiorgan
• Diagnosis asfiksia
• Asidosis metabolik/campuran menonjol
(pH < 7,0)
• Skor Apgar 0-3 > 5 menit
• Manifestasi neurologis
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 28
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 29
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 30
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 31
The most important and effective action in neonatal resuscitation
is
VENTILATION of the baby’s the lungs

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 32


Hangatkan Posisikan bayi

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 33


Hangatkan Keringkan, reposisi

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 34


Stimulasi

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 35


Pemantauan pasca resusitasi
• Bayi harus dipantau secara khusus:
• Bukan dirawat secara rawat gabung
• Pantau tanda vital: napas, jantung, kesadaran dan produksi
urin
• Jaga bayi agar senantiasa hangat
• Bila tersedia fasilitas, periksa kadar gula darah
• Perhatian khusus diberikan pada waktu malam hari
• Berikan imunisasi Hepatitis B pada saat bayi masih dirawat
dan Polio pada saat pulang.

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 36


Kapan harus merujuk?
• Bila Puskesmas tidak mempunyai fasilitas lengkap
• Rujuk bila bayi tidak memberi respons terhadap tindakan
resusitasi selama 2- 3 menit
• Bila Puskesmas mempunyai fasilitas lengkap :
• Rujuk bila telah dilakukan resusitasi secara lengkap, bayi tidak
memberi respons
• Bila oleh karena satu dan lain hal bayi tidak dapat dirujuk, lakukan
tindakan paling optimal dan berikan dukungan emosional kepada
ibu dan keluarga
• Bila sampai dengan 10 menit bayi tidak dapat dirujuk :
• jelaskan kepada orang tua tentang prognosis bayi yang kurang
baik dan pertimbangan manfaat rujukan untuk bayi ini kurang
bila terlalu lama tidak segera dirujuk
7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 37
Kapan menghentikan resusitasi?
Resusitasi dinilai tidak berhasil jika:
• Bayi tidak bernapas spontan
• Tidak terdengar denyut jantung
• Setelah dilakukan resusitasi secara efektif selama 15 menit.

7/13/18 Pendidikan Profesi Stase Ilmu Kesehatan Anak 38


TERIMA KASIH
MOHON ASUPAN