Anda di halaman 1dari 58

Pelayanan Antenatal Terpadu

Berkualitas
dr. Jemmy Ratna Dewi

Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tenggara


Andoolo, 15 Desember 2017
Situasi Kesehatan Ibu dan
Pelayanan Antenatal
Grafik MMR INDONESIA
Hasil SP2000-2010, SDKI 1994-2012, SUPAS 2015,
Target MDG’s 2015 dan Target RPJMN 2019
Adjusted
(MMR)

450
390
400 360 359
334 346
350 305
307 306
300 259
250 228 230

200
150
102
100
50
0
1990 1995 2000 2005 2010 2015 2020
(Tahun)
SP SDKI SUPAS2015 Target MDG's Target RPJMN
JUMLAH KEMATIAN IBU TAHUN 2016
BERDASARKAN PROVINSI
PENYEBAB KEMATIAN

4837 kematian ibu

50% Kematian Ibu

25% Kematian Ibu

25% Kematian Ibu

Sumber Data : Data Rutin Kesehatan Keluarga TahunBuku


2016Saku Kesehatan Ibu dan Anak Tahun 2016
JUMLAH KEMATIAN IBU
PROVINSI SULAWESI TENGGARA
TAHUN 2016

JUMLAH KEMATIAN
80
74

70

60

50

40

30

20

10
10 6 6 7
4 5 5 4 5 4
2 3 3 3 3 3
1
0
Kab.
Kab.
Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Kota Kota Kab. Konaw Kab. Kab. Kab.
Kab. Kab. Kab. Konaw PROVI
Konaw Bomba Wakat Kolaka Buton Konaw Kendar Bau- Kolaka e Buton Buton Muna
Buton Muna Kolaka e NSI
e na obi Utara Utara e Utara i Bau Timur Kepula Tengah Selatan Barat
Selatan
uan
JUMLAH KEMATIAN 2 4 6 5 10 5 3 6 3 4 3 5 3 1 7 3 4 74
SEBAB KEMATIAN IBU TAHUN 2016

LAIN2
35%

PERDARAHAN
42%

GGN METABOLIK (DM, DLL)


1%
GGN SISTEM PEREDARAN
DARAH (JANTUNG, STROKE,
DLL) PARTUS LAMA
3% 0% HIPERTENSI DLM KEHAMILAN
INFEKSI 16%
ABORTUS
3%
0%
WAKTU IBU MENINGGAL DALAM KEHAMILAN

20% saat 40% pada hari pertama Nifas


kehamilan l
Bagaimana Sepertiga setelah hari
ANC ??? ke 2-42 

Sumber Lancet 2006


Dimana Ibu
Meninggal ???
DI RUMAH SAKIT
1. Kesiapan Petugas
2. Ketersediaan
Bahan & Alat
3. Sikap Petugas
4. Biaya

DI
PUSKESMAS

1. Sarana Transportasi
2. Tingkat Kesulitan
3. Waktu Tempuh
3
1. Keputusan Keluarga
2
DI RUMAH • Pengetahuan
• Ketersediaan Biaya
• Kesibukan Keluarga
• Sosial Budaya
1 TERLAMBAT
2. Ketersediaan Transportasi
KARAKTERISTIK IBU MENINGGAL

32,5% ibu
meninggal
pada usia <
20tahun dan >
35 tahun

32,4% ibu
meninggal
dengan jumlah
anak > 3 orang

Sumber : Kajian Lanjut hasil SP 2010


TEMPAT IBU MENINGGAL
45.0 41.9
40.0
35.0
29.4
30.0
25.0
20.0 16.1
15.0
10.0 7.9
5.0 2.3 0.9 0.5 0.3 0.3 0.2 0.1 0.1 0.0
-

Kajian Determinan Kematian Maternal_kajian SP 2010, Litbangkes


10
ANGKA KEMATIAN BAYI
Target RPJMN 2019 : 24/1000
KH

SUMBER : SDKI 1992 - 2012


11
JUMLAH KEMATIAN BAYI TAHUN 2016
BERDASARKAN PROVINSI

31293 kematian bayi PENYEBAB KEMATIAN

50% Kematian bayi

25% Kematian bayi

25% Kematian bayi

Sumber Data : Data Rutin Kesehatan Ibu dan Anak Tahun 2016
JUMLAH KEMATIAN BAYI
PROVINSI SULAWESI TENGGARA
TAHUN 2016

Jumlah Kematian Bayi


500

450

400

350

300

250

200

150

100

50

0
Konaw Bomba Wakat Kendar Konke
Buton Muna Kolaka Konsel Kolut Butur Konut Bau2 Koltim Busel Buteng Mubar sultra
e na obi i p
Kematian 21 44 24 55 39 35 30 37 28 16 16 14 31 10 15 15 28 458
PENYEBAB KEMATIAN NEONATAL UMUR 0-28 HARI TAHUN 2016

LAIN-LAIN
29%
BBLR
41%

KELAINAN
KONGENITAL
7%

SEPSIS
3% ASFIKSIA
TN
20%
0%
PENYEBAB KEMATIAN BAYI TAHUN 2016 (post neonatal)

20

17

4 0
1
0

110

PNEUMONIA DIARE KELAINAN SALURAN ERNA


TETANUS KELAINAN SARAF MALARIA
LAIN-LAIN
Kualitas Asuhan Antenatal

16
KUALITAS PELAYANAN ANTENATAL

89.6

88.4

86.1

85.9
90
80

66.2
70

48.5
60
Persen

50

28.6
40

19.9
30
20
10
0

Komponen Antenatal Care

5T: Sumut, Sulteng: 6,8% ; DIY: 58%


Sumber: Riskesdas 2010
Complience Fe3 : 18%
KEPEMILIKAN BUKU KIA, SIRKESNAS 2016

Kepemilikan Buku KIA pada Ibu Kepemilikan Buku KIA pada


90 Anak
80.8 81.5
80 90
72.4
80
70
70
60
60
50 52.6
50 44.3 46.4
40
40
30 30
20 20
10 10
0 0
2010 2013 2016 2010 2013 2016*

20
Kepemilikan Buku KIA menurut Sirkesnas 2016
dan Riskesdas 2013

100%
90%
80%
70% 60.5%
60% 50.5%
50% Sirkesnas 2016
40% 29.1%
30% 20.4% 21.0% Riskesdas 2013
18.4%
20%
10%
0%
tdk punya buku memiliki tp tdk memiliki & bisa
kia dpt menunjukkan
menunjukkan

21
Dibanding tahun 2007 terjadi peningkatan bumil KEK
CAKUPAN TES IBU HAMIL &
POSITIVITY RATE HIV
700500 726764
650500
600500 570058
550500
500500
450500
400500
351011
350500
300500
288111
250500
200500 0,
150500
101645 5
100500
50500 21112 533 40866
1264 3151 2593 2016 4389 3079
500

2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Sumber : SIHA, 2011 – Bumil Tes HIV Bumil HIV


Sept 2017
CAKUPAN PELAYANAN PPIA INDONESIA,
JANUARI –SEPTEMBER 2017

Sumber : Ditjen P2P, Juni


2017
CAPAIAN SKRINING SIFILIS PADA IBU
HAMIL
JANUARI – SEPTEMBER 2017

Sumber : SIHA Juni 2017,


Ditjen P2P
Data Deteksi Dini Pada Ibu Hamil
(Jan – Sept 2017)

Sumber : Subdit Hepatitis


dan HISP,2017
CAKUPAN K1 TAHUN 2016
Sultra

K1 perkab/kota
60,000

50,000

40,000
Axis Title

30,000

20,000

10,000

0
Kab. Kab.
Kab. Kab. Kab. Kab. Kab.
Kab. Kab. Kona Kab. Kab. Kab. Kota Kota Kona Kab.
Kab. Kab. Kolak Kona Kolak Buton Buton provin
Kona Kolak we Bomb Wakat Buton Kenda Bau- we Muna
Buton Muna a we a Tenga Selata si
we a Selata ana obi Utara ri Bau Kepul Barat
Utara Utara Timur h n
n auan
abs 2,197 4,683 4,731 4,860 5,831 3,941 1,916 3,297 1,365 1,323 8,864 3,244 2,314 707 2,145 1,786 1,590 54,79
pusdatin 26.91 56.74 73.70 96.83 72.64 85.03 83.27 90.08 77.78 77.69 99.86 80.38 52.70 78.47 99.17 93.90 86.98 74.01
riil 98.21 95.81 73.70 88.03 72.61 85.03 91.81 90.08 77.78 77.69 99.86 91.98 94.30 78.47 79.68 89.66 88.58 86.74
CAKUPAN K4 THN 2016

K4 PERKAB/KOTA
50,000

45,000

40,000

35,000

30,000
Axis Title

25,000

20,000

15,000

10,000

5,000

0
Kab. Kab.
Kab. Kab. Kab.
Kab. Konaw Kab. Kab. Kab. Kab. Kota Kota Kab. Konaw Kab.
Kab. Kab. Kab. Konaw Buton Buton provin
Konaw e Bomb Wakat Kolaka Buton Kenda Bau- Kolaka e Muna
Buton Muna Kolaka e Tenga Selata si
e Selata ana obi Utara Utara ri Bau Timur Kepula Barat
Utara h n
n uan
ABS 1,593 3,720 4,253 3,965 4,404 3,417 1,721 2,924 1,028 1,147 8,078 2,952 1,829 537 1,557 1,578 1,142 45,845
PSD 19.51 45.07 66.26 79.00 54.86 73.72 74.79 79.89 58.58 67.35 91.01 73.14 41.65 59.60 71.98 82.97 62.47 61.93
RIIL 71.21 76.10 66.26 71.82 54.84 73.72 82.46 79.89 58.58 67.35 91.01 83.70 74.53 59.60 57.84 79.22 63.62 72.57
Kebijakan dan Strategi
SEHAT – KESEHATAN (UU 36/2009)
HAK ASASI PASAL 4-8
KEWAJIBAN PASAL TANGGUNG JAWAB
9-13 PASAL 14-20
a. Hak atas kesehatan a. Ikut mewujudkan, a. Merencanakan, mengatur,
b. Hak yang sama dalam mempertahankan, dan menyelenggarakan, membina,
memperoleh akses atas meningkatkan derajat dan mengawasi
sumber daya kesehatan. kesehatan masyarakat penyelenggaraan upaya
c. Hak memperoleh yang setinggi-tingginya kesehatan yang merata dan
pelayanan kesehatan (pelaksanaannya meliputi terjangkau
yang aman, bermutu, dan UKP, UKM, dan b. Tersedianya lingkungan,
terjangkau. pembangunan tatanan, fasilitas kesehatan
d. Hak secara mandiri dan berwawasan kesehatan. baik fisik maupun sosial bagi
bertanggung jawab b. Menghormati hak orang masyarakat
menentukan sendiri lain dalam upaya c. Tersedianya sumber daya di
pelayanan kesehatan memperoleh lingkungan bidang kesehatan yang adil dan
yang diperlukan bagi yang Sehat, baik fisik, merata bagi seluruh
dirinya. biologi, maupun sosial masyarakat
e. Hak mendapatkan c. Berperilaku hidup sehat d. Tersedianya akses terhadap
lingkungan yang sehat untuk mewujudkan, informasi, edukasi, dan fasilitas
f. Hak mendapatkan mempertahankan, dan pelayanan kesehatan
informasi dan edukasi memajukan kesehatan e. Memberdayakan dan
tentang kesehatan yang setinggi-tingginya mendorong peran aktif
g. Hak memperoleh d. Menjaga dan masyarakat dalam segala
informasi tentang data meningkatkan derajat bentuk upaya kesehatan. 30
PROGRA
INDONE
M
Tahun ke-
SIA
SEHAT
FOKUS
PADA

STANDA PENDEKAT GERAKAN


R AN MASYARA
PELAYA KELUARGA KAT
NAN Pelayanan HIDUP
MINIMA kesehatan dengan SEHAT
L menjangkau Pelibatan lintas sektor
seluruh keluarga di dan seluruh aktor
Pemerintah wilayah kerja pembangunan
Kabupaten/K puskesmas termasuk masyarakat
ota dalam pelaksanaan
pembangunan
kesehatan 31
STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG
KESEHATAN
(PMK 43/2016 tentang SPM Bidang Kesehatan)

N N
PERNYATAAN STANDAR O
PERNYATAAN STANDAR
O
1 Setiap ibu hamil mendapatkan 7 Setiap warga negara Indonesia usia 60
pelayanan antenatal sesuai standar. tahun ke atas mendapatkan skrining
2 Setiap ibu bersalin mendapatkan kesehatan sesuai standar.
pelayanan persalinan sesuai standar. 8 Setiap penderita hipertensi mendapatkan
pelayanan kesehatan sesuai standar.
3 Setiap bayi baru lahir mendapatkan
9 Setiap penderita Diabetes Melitus
pelayanan kesehatan sesuai standar.
mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
4 Setiap balita mendapatkan pelayanan standar.
kesehatan sesuai standar. 10 Setiap orang dengan gangguan jiwa
5 Setiap anak pada usia pendidikan (ODGJ) mendapatkan pelayanan
dasar mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar.
kesehatan sesuai standar. 11 Setiap orang dengan TB mendapatkan
pelayanan TB sesuai standar.
6 Setiap warga negara Indonesia usia 15
12 Setiap orang berisiko terinfeksi HIV
s.d. 59 tahun mendapatkan skrining
mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai 32
kesehatan sesuai standar.
standar.
Permenkes No. 39 Thn 2016
tentang Program Indonesia Sehat
dengan Pendekatan Keluarga (PIS –
PK)

A. PROGRAM GIZI, KESEHATAN IBU DAN ANAK

1. Keluarga mengikuti KB

2. Ibu bersalin di faskes

3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap

4. Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan

5. Pertumbuhan Balita dipantau tiap bulan

B PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR DAN TIDAK MENULAR

6. Penderita TB Paru berobat sesuai standar

7. Penderita hipertensi berobat teratur

8. Gangguan jiwa berat tidak ditelantarkan

C. PERILAKU DAN KESEHATAN LINGKUNGAN

9. Tidak ada anggota keleuarga yang merokok

10. Keluarga memiliki/memakai air bersih

11. Keluarga memiliki/memakai jamban sehat

12. Sekeluarga menajdi anggota JKN/askes


33
Lansia
CONTINUUM OF CARE
Pelayanan bagi
anak SMP/A & • Kualitas
Upaya promotif dan remaja • Degenerasi
preventif di hulu
sama pentingnya Pelayanan bagi
dengan yang dihilir anak SD • Kespro remaja
• Konseling: Gizi
HIV/AIDS,
Pelayanan
NAPZA dll
bagi balita • Fe
Pelayanan
Persalinan, bagi bayi •Penjaringan
nifas & •Bln Imunisasi Anak
neonatal Sekolah
Pelayanan
•Upaya Kes Sklh
Antenatal •PMT
Pelayanan • Pemantauan
PUS & WUS pertumbuhan &
perkembangan
• PMT Balita
• ASI eksklusif
• Imunisasi dasar
lengkap
• APN (MAK III) dan KF • Pemberian makan
• P4K • Inisiasi Menyusu Dini • Penimbangan
• Buku KIA • Vit K 1 inj • Vit A
• ANC terpadu • Imunisasi Hep B • MTBS
• Konseling Kespro • Kelas Ibu Hamil
• Rumah Tunggu
• Pelayanan KB • Fe & asam folat • Kemitraan Bidan Dukun
• KIE Kespro Catin • PMT ibu hamil
• KB pasca persalinan
• PKRT • TT ibu hamil • PONED-PONEK
PENINGKATAN KESEHATAN MATERNAL NEONATAL
Peningkatan pelayanan antenatal
Peningkatan pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan dan pelayanan nifas
Peningkatan pelayanan pencegahan komplikasi kebidanan
Peningkatan pelayanan kegawatdaruratan maternal neonatal
Peningkatan pelayanan maternal neonatal esensial

RUMAH SAKIT
• Penanganan Kegawatdaruratan
PUSKESMAS Maternal Neonatal
• ANC Terpadu • Rujukan balik (Monev Pasca
MASYARAKAT • Pelayanan Kesehatan Tindakan)
Maternal Neonatal • EID dan pengobatan (HIV, Sifilis,
• Kelas Ibu • Skrining Hipotiroid Hepatitis B)
• P4K Kongenital • Skrining Hipotiroid Kongenital
• Pemanfaatan Buku KIA • Penanganan • Penguatan Sistem Rujukan (ANC,
• Rumah Tunggu Kelahiran Kegawatdaruratan Maternal Persalinan, Nifas, Neonatal)
• Kemitraan Bidan Dukun Neonatal • AMP
• Pendampingan Ibu Hamil • PWS KIA • Supervisi fasilitatif /Mentoring 35
• Supervisi fasilitatif
Pelayanan Antenatal Terpadu
PELAYANAN ANTENATAL TERPADU

Pelayanan antenatal terpadu adalah pelayanan antenatal


komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada semua ibu
hamil serta terpadu dengan program lain yang memerlukan
intervensi selama kehamilannya

Tujuan :
Untuk memenuhi hak setiap ibu hamil memperoleh pelayanan
antenatal yang berkualitas, sehingga mampu - menjalani
kehamilan dengan sehat,
- bersalin dengan selamat, dan
- melahirkan bayi yang sehat.
STANDAR PELAYANAN ANTENATAL
1 Timbang Badan dan Ukur Tinggi Badan
2 Ukur Tekanan Darah
3 Nilai Status Gizi (ukur LiLA)
4 (ukur) Tinggi Fundus Uteri
5 Tentukan Presentasi Janin dan Denyut Jantung Janin

6 Skrining Status Imunisasi TT (dan Pemberian Imunisasi TT)


7 Pemberian Tablet Besi (90 Tablet selama kehamilan)

8 Test Lab Sederhana (Gol Darah, Hb, Glukoprotein Urin) dan atau
berdasarkan indikasi (HBsAg, Sifilis, HIV, Malaria, TBC
9 Tata Laksana Kasus
10 Temu Wicara (Konseling) termasuk P4K serta KB PP
Pemeriksaan Pelayanan Antenatal Terpadu
No Jenis Pemeriksaan Trim I Trim II Trim III

1 Keadaan umum   
2 Suhu tubuh   
3 Tekanan darah   
4 Berat badan   
5 LILA   

6 TFU  
7 Presentasi janin  
8 DJJ  
9 Pemeriksaan Hb  * 
10 Golongan darah 
11 Protein urin * *
Pemeriksaan Pelayanan Antenatal ...lanj

No Jenis Pemeriksaan Trim I Trim II Trim III


12 Gula darah/reduksi * * *
13 Darah malaria * * *
14 BTA sputum * * *
15 IMS/Sifilis * * *
16 Serologi HIV * * *
17 USG * * *
Keterangan :
Minimal satu kali pemeriksaan kehamilan (ANC) oleh dokter
 : pemeriksaan rutin
• : pemeriksaan atas indikasi
* malaria : px rutin pada daerah endemis malaria
* HIV : px rutin pada seluruh bumil
Integrasi Berbagai Program dalam
Pelayanan Antenatal Terpadu
 Maternal Neonatal Tetanus Elimination (MNTE)
 Antisipasi Defisiensi Gizi dalam Kehamilan
 Pencegahan Malaria Dalam Kehamilan (PMDK)
 Pencegahan dan Pengobatan IMS/ISK dalam kehamilan
 Pencegahan Penularan HIV dari ibu ke bayi (PMTCT)
 Eliminasi Sifilis Kongenital (ESK/CSE)
 Pencegahan Penularan Hepatitits dari Ibu ke Anak
 Penatalaksanaan TB dalam kehamilan (TB-ANC)
 Peningkatan intelegensia janin pada kehamilan (brain booster)
– dalam penjajagan *
 Pelayanan Kesehatan Jiwa pada Ibu Hamil *
PELAYANAN ANTENATAL TERPADU
DENGAN IMUNISASI

 Pada kunjungan pertama ANC, dilakukan skrining status


imunisasi TT ibu hamil, apabila diperlukan, diberikan
imunisasi pada saat pelayanan antenatal

Tujuan :
 Untuk mencegah terjadinya
tetanus pada bayi baru lahir
 Melengkapi status imunisasi TT

 Petugas harus memahami tentang: penentuan status


immunisasi TT dan pencatatannya baik pengelola KIA
maupun petugas Immunisasi
42
Skrining Imunisasi TT
IMUNISASI PEMBERIAN SELANG WAKTU MASA DOSIS
IMUNISASI PEMBERIAN PERLINDUNGAN
MINIMAL
Tetanus T1 - - 0,5 cc
WUS T2 4 minggu setelah 3 Tahun 0,5 cc
T1
T3 6 Bulan setelah T2 5 Tahun 0,5 cc
Selanjutnya T4 1 Tahun setelah 10 Tahun 0,5 cc
disebut T3
Status T T5 1 Tahun setelah 25 Tahun 0,5 cc
T4

43
 Anemia pada Kehamilan
 Skrining anemi melalui pemeriksaan Hb darah pada ANC K1
 Pemberian tablet Fe minimal 90 tablet selama kehamilan, dimulai pada
Trimester-1 kehamilan
 Pemeriksaan Hb darah ulang pada Trimester-3 kehamilan -- > wajib
 Kurang Energi Kronis (KEK) pada Kehamilan
 Pengukuran LiLA pada ANC K1 -- > Bumil KEK
 Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ibu hamil KEK

Perlu penguatan pemantauan :


pemeriksaan Hb, complience Fe, penatalaksanaan bumil
anemi & KEK, pencatatan dan pelaporan
Deteksi Ibu Hamil untuk Tuberculosis (TB):
1. Batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih, dapat juga diikuti
dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah
2. Berkeringat pada malam hari tanpa aktifitas
3. Nafsu makan menurun
4. Berat badan menurun,
5. Malaise dan badan terasa lemas.
6. Gejala sesak napas dan nyeri dada dapat ditemukan bila
terdapat komplikasi (efusi pleura,pneumotoraks dan
pneumonia).
INTEGRASI HIV-AIDS (PPIA) DALAM
PELAYANAN ANTENATAL TERPADU

RISIKO PENULARAN HIV DARI IBU KE BAYI-ANAK

Selama kehamilan 5 - 10 %

Saat persalinan 10 - 20 %

Selama menyusui (rata-rata 15%) 5 - 15 %

Keseluruhan 20-45 %
KEBIJAKAN NASIONAL
PPIA (1)
(Permenkes No. 51 tahun 2013 )
1. Layanan PPIA terintegrasi dengan layanan KIA, KB dan
konseling remaja, melibatkan peran swasta dan LSM
2. PPIA dalam pelayanan KIA merupakan bagian dari
Program Nasional Pengendalian HIV-AIDS dan IMS.
3. Setiap perempuan yang datang ke layanan KIA-KB dan
remaja harus mendapat informasi mengenai PPIA.
4. Di
Pasal daerah epidemi
10 (Rancangan PermenkesHIV meluas
Eliminasi dan HIV,
Penularan terkonsentrasi, tes
Sifilis dan Hepatitis
B) HIV wajib ditawarkan kepada semua ibu hamil secara
inklusif
Deteksi pada pemeriksaan
dini sebagaimana dimaksud dalamlaboratorium rutin lainnya
Pasal 7 huruf c dilakukan oleh
tenagasaat pemeriksaan
kesehatan antenatal
di setiap fasilitas atau menjelang
pelayanan kesehatan. persalinan.
5. Didini
Deteksi daerah epidemi
sebagaimana HIVpada
dimaksud rendah,
ayat (1)penawaran
dilakukan melalui tes HIV
pemeriksaan darah padapada
diprioritaskan ibu hamil paling sedikit
ibu hamil dengan 1 (satu)
IMSkali
dan pada
TBmasa
secara
kehamilan.
inklusif pada pemeriksaan laboratorium rutin lainnya
saat pemeriksaan antenatal atau menjelang persalinan.
KEBIJAKAN NASIONAL PPIA
(2)
( Permenkes No. 51 Tahun 2013)
6. Daerah yang belum mempunyai tenaga kesehatan yang mampu /
berwenang, layanan PPIA dilakukan dengan sistem rujukan atau
pelimpahan wewenang (task shifting)
7. Ibu hamil yang positif HIV wajib diberi obat ARV dan layanan PDP.
8. Dinkes merencanakan ketersediaan logistik berkoordinasi
dengan Ditjen P2PL, Kemenkes.
9. Pelaksanaan persalinan harus memperhatikan indikasi obstetrik Ibu
dan bayinya serta harus menerapkan kewaspadaan standar.
10. Makanan terbaik untuk bayi adalah ASI ekslusif selama 0-6 bulan, ibu
dengan HIV perlu mendapat konseling laktasi dengan baik sejak
antenatal pertama. Namun apabila Ibu memilih lain (Pengganti ASI),
maka Ibu pasangan & keluarga perlu mendapatkan konseling
makanan bayi yang memenuhi persyaratan teknis.
Kebijakan Triple Eliminasi
PERMENKES NO. 52 TAHUN 2017 tentang
ELIMINASI PENULARAN HIV, SIFILIS, HEPATITIS
B DARI IBU KE ANAK (Triple Eliminasi)
ROADMAP
ELIMINASI PENULARAN
2018 - HIV, SIFILIS & HEPATITIS B
Akses Terbuka DARI IBU KE ANAK
2019 Di INDONESIA
Eliminasi : <50/100.000 KH
2020- : <5/10.000 KH
Pra Eliminasi : <0,05%
2021

2022 Eliminasi

Eliminasi : upaya
pengurangan penyakit
2023-
berkesinambungan di wilayah Pemeliharaan
kesakitan serendah 2025
mungkin : tidak menjadi
masalah kesehatan di wilayah
P2PML
STRATEGI
1. Meningkatkan kapasitas petugas kesehatan di layanan
(FKTP dan FKTRL) untuk melakukan deteksi dini
(menemukan kasus), tatalaksana, mencatat,
melaporkan dan memantau ibu hamil
2. Meningkatkan kapasitas petugas pengelola program
3. Meningkatkan cakupan pelayanan/program
4. Menjamin ketersediaan logistik bahan periksa (reagen),
bahan habis pakai, dan pengobatan sesuai standar
pelayanan
5. Melakukan pencatatan, pelaporan, surveilans sesuai
standar, dan melakukan pemantauan program
CONTINUUM OF CARE PPIA
•ART
• Kespro remaja
•Penyiapan pengungkapan status HIV
(PKPR)
• Konseling: Gizi
HIV/AIDS,NAPZA • ART
dll
Pelayanan bagi • Pemantauan
• ABAT pertumbuhan
• Konseling anak SD
• Terapi
Kespro Pelayanan bagi anak Pelayanan &
ARV (ART)
• KIE Kespro SMP/A & remaja bagi balita perkembanga
Catin
• Pelayanan KB Pelayanan Pelayanan bagi
n
• Perencanaan PUS & WUS bayi • PMT
kehamilan Lansia
Pemeriksaan Persalinan, nifas
Kehamilan & neonatal • Pemberian makanan
pada bayi: ASI
eksklusif • Kualitas
• Persalinan aman: • Hambat
• ANC terpadu ( • Imunisasi dasar
partus normal/SC Degeneratif
termasuk tes HIV, • IMD + Vit K + Hep B0
lengkap
Sifilis dan Hepatitis B) • ARV profilaksis
• ARV Prof – bayi lhr dr
• Terapi untuk Ibu Hamil • Kotrimoksasol
ibu HIV ; HBiG –bayi
terinfeksi dari ibu hep B dan BP
profilaksis
• Konseling persalinan • Diagnosis HIV-EID
50,000 IU –bayi dr ibu
aman, pemberian sifilis
makanan pada bayi • ASI eksklusif
• Pendampingan Bumil • KB pascapersalinan
AKTIF KE
MASYARAKAT
PEMANTAPAN PERAN

PASIF DI
CURE FASKES

SERVE
PERUBAHAN CARA
CARE
PANDANG dari TUGAS
dan KERJA menjadi
TANGGUNGJAWAB
53
Tes HIV

Positif Negatif

Konseling pasca Tes


HIV Konseling Pasca Tes
HIV

Rujuk Ke RS PDP INTEGRASI PPIA DALAM


untuk mendapatkan
ARV
LAYANAN KIA
STANDAR DETEKSI DINI
Ibu hamil
HIV, SIFILIS dan HEPATITIS B
Kunjungan Antenatal Pada PEREMPUAN/IBU HAMIL
Pelayanan ANC
• Anamnesa
• Pemeriksaan 10T:
 T1. Tinggi & berat badan
 T2. Tekanan darah
 T3. sTatus Gizi (ukur li-la) inklusif
 T4. TFU
 T5. Tentukan DJJ Janin
 T6. sTatus Imunisasi (TT)
 T7. Tablet Fe (90 tablet) Tes HIV, Sifilis & Hep B bersama HIV (–)
 T8. Tes Lab (Gol.darah, Hb, dengan pemeriksaan Sifilis ( –) Pertahankan
GDS, Sifilis, HIV, Hepatitis B, laboratorium rutin lainnya Hepatitis B (–)
Malaria, Proteinuri, sputum
BTA)
Positif Ulang tes Bumil + pasangan bila
 T9. Tata laksana kasus
 T10. Temu wicara dan HIV – Sifilis – Hepatitis B berisiko minimal 3 bln

konseling
• Tindak lanjut • Pengobatan (ART) • Pengobatan (BPG) • Pengawasan
• Kondom • Kondom • Kondom
• trace pasamgan • trace pasamgan • trace pasamgan
• IO lain • Comorbid lain • Comorbid lain

 Konseling kehamilan dan kelas Ibu Hamil, perencanaan kehamilan


 Eduka si & konseling persiapan persalinan, pemberian makanan,
pemeliharaan kesehatan, immunisasi, kepatuhan pengobatan
 Konseling pasangan, keluarga
 Life Skill Education, disclosure

P2PML
Alur Pelayanan Eliminasi Penularan HIV, Sifilis dan
Hepatitis B dari Ibu ke Anak di Puskesmas
Form yg dipakai:
- Kohort Ibu, Buku KIA Pemeriksaan lab T8
- Form HIV, Sifilis dan Hep B lengkap termasuk HIV,
- Form permintaan periksa Sifilis, Hepatitis B
lab

Pemeriksaan Menunggu
Pendaftaran Admin Puskesmas Poli KIA Hasil Tes
Bumil

3 4 4
1 2

6 5

Pengelola Program HIV, R. Lab


Sifilis, Hepatitis Pengelola
Dinkes Kab/Kota Program PKM Pemberitahuan Hasil lab umum
• Reaktif : Konseling postest dan
tatalaksana HIV/Sifilis; bagi Hep B
8. Staf Lab rujuk ke RS tata laksana Hep,
9
kehamilan di puskesmas

Bumil
• Non Reaktif : Konseling posttest,
10
Ruang Data Edukasi PHBS dan saran imunisasi Hep
7
B mandiri
Lap yg dikirim perbulan:
- Form TIPK HIV Bumil
- Form Sifilis –IMS
- Form Hep.03.Bumil_Pkm
To : PP Dinkes Kab P2PML
PENCATATAN DAN PELAPORAN
PELAYANAN ANTENATAL TERPADU
Pencatatan
• Kartu Ibu atau rekam medis lainnya yang disimpan di fasilitas
kesehatan
• Kohort ibu , Register --- > form terpadu
(kumpulan data-data dari kartu ibu)
• Buku KIA (dipegang ibu)
• Pencatatan dari program yang sudah ada
(cat. Imunisasi, malaria, gizi, HIV-AIDS, TB, dll)
Pelaporan
• LB3 KIA
• PWS KIA Laporan nakes  puskesmas  kohort, PWS 
PWS Imunisasi analisa  dinkeskab/kota  dinkesprov 
pusdasure/kes ibu  menkes  UKP4 
umpan balik
57
LINDUNGI KAMI DARI HEPATITIS B

P2PML