Anda di halaman 1dari 12

ETIKA MORAL PROFESI DAN NILAI-NILAI

PROFESI KEBIDANAN

Nama kelompok :
Christina AyuIndraswari
Hani UswahHasanah
Mariana Mar’atussolihah
Titis Rahma Tania
Titis Juwanita N
Hanika Tri Mardini
Rahmasari Ardiyantini
PENGERTIAN

A. Pengertian Etika
 Etik merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nilai
manusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan
apakah penyelesaiannya baik atau salah.
 Etika sosial (etika profesi) merupakan suatu pernyataan komprehensif dari
profesi yang memberikan tuntutan bagi anggotanya untuk melaksanakan
praktik dalam bidan profesinya, baik yang berhubungan dengan
klien/pasien, keluarga, masyarakat, teman sejawat, profesi dan dirinya
sendiri.
B. Pengertian Nilai
Nilai – nilai (values) adalah suatu keyakinan seseorang tentang penghargaan
terhadap suatu standar atau pegangan yang mengarah pada sikap atau perilaku
seseorang. Sistem nilai dalam suatu organisasi adalah tentang nilai – nilai yang
dianggap penting dan sering diartikan sebagai perilaku personal.
C. Pengertian Profesi
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan
penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus, biasanya
memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi
dan lisensi yang khusus untuk bidan profesi tersebut.

D. Bidan Sebagai Profesi


 Sebagai anggota profesi, bidan mempunyai ciri khas yang khusus.
Bidan terus mengupayakan tugasnya dengan baik sehubungan
dengan anggota profesi yang harus memberikan pelayanan
profesional. Tentunya harus diimbangi dengan kesempatan
memperoleh pendidikan lanjutan, pelatihan, dan selalu
berpartisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan.
 Dalam hal ini bidan mempunyai hak untuk mengambil keputusan
sendiri yang harus mempunyai pengetahuan yang memadai dan
harus selalu memperbaharui ilmunya dan mengerti tentang etika
yang berhubungan dengan ibu dan bayi.
Nilai dan Kepercayaan Bidan

1. Respec terhadap individu dan kehidupannya.


2. Fokus pada wanita dalm proses childbirth.
3. Keterpaduan yang merefleksikan kejujuran dan prinsip moral.
4. Keadilan dan kebenaran.
Menerapkan proses dan prinsip demokrasi.
5. Pengembangan diri diambil dari pengalaman hidup dan proses pendidikan.
6. Pendidikan kebidanan merupakan dasar dari praktik kebidanan.
Konsep Role Model

Bidan merupakan bagian dari tenaga kesehatan yang ada dilingkungan


masyarakat. Oleh karena itu, bidan hidup ditengah masyarakat haruslah
menjadi panutan/contoh (role model) dalam berkehidupan dimasyarakat.
Karena bidan merupakan publik figure yang ada ditengah masyarakat
Indonesia, maka semua perilaku atau kebiasaan bidan menjadi contoh
dimasyarakat. Terlebih lagi kebiasaan dalam bidang kesehatan, misalnya
perilaku bersih dan sehat, ini menjadi sorotan masyarakat. Bidan dituntut
menjadi Role model/contoh ditengah masyarakat, maka bidan harus
terlebih dahulu mengenali diri sendiri sebelum menjadi contoh untuk
masyarakat.
Konsep Keputusan Moral
dan Teori Moral
1. Pengertian keputusan moral dalam kebidanan:
Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap
hakikat suatu masalah dengan pengumpulan fakta-fakta dan data,
menentukan alternatif yang matang untuk mengambil suatu tindakan yang
tepat.
2. Faktor yang mempengaruhi pada pengambilan keputusan
a. Faktor Internal
Ex: keadaan emosional dan fisik, personal karakteristik, kultural, sosial,
latar belakang filosofi, pengalaman masa lalu, minat, pengetahuan dan
sikap pengambilan keputusan yang dimiliki.
b. Faktor Eksternal
Ex: kondisi dan lingkungan waktu.
3. Teori Moral dalam kebidanan
Moral hampir sama dengan etika, biasanya merujuk pada standar personal
tentang benar atau salah. Hal ini sangat penting untuk mengenal antara
etika dalam agama, hukum, adat, dan praktek profesional.
4. Penentu teori moral:
a. Egoisme Etikal
– Pemikiran : tindakan boleh (dapat diterima) atas dasar kepentingan
sendiri
– Contoh : membunuh perampok untuk membela diri
b. Utilitarianisme
– Pemikiran : tindakan diterima bila memberikan paling banyak
manfaat untuk orang banyak.
– Contoh : penggunaan DDT untuk melawan malaria
c. Analisis hak
– Pemikiran : hak siapa didahulukan dan tepo seliro
– Contoh : penculikan di bohongi untuk menyelamatkan sandra
Sosial Budaya Masyarakat
Berdasarkan Etika dan
Tanggungjawab Bidan

1. Sosial Budaya Masyarakat Berdasarkan Etika


Seorang bidan harus mampu menggerakkan peran serta masyarakat
khususnya, berkaitan dengan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas,
bayi baru lahir, anak remaja dan usia lanjut. Seorang bidan juga harus
memiliki kompetensi yang cukup berkaitan dengan tugas, peran serta
tanggung jawabnya.
Dalam rangka peningkatan kualitas dan mutu pelayanan kebidanan
diperlukan pendekatan-pendekatan khususnya sosial budaya, untuk itu
sebagai tenaga kesehatan khususnya calon bidan agar mengetahui dan
mampu melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan peran aktif
masyarakat agar masyarakat sadar pentingnya kesehatan.
Sesuai kewenangan tugas bidan yang berkaitan dengan aspek sosial-
budaya, telah diuraikan dalam peraturan Menteri Kesehatan No.
363/Menkes/Per/IX/1980 yaitu: Mengenai wilayah, struktur kemasyarakatan dan
komposisi penduduk, serta sistem pemerintahan desa dengan cara:
1. Menghubungi pamong desa untuk mendapatkan peta desa yang telah ada
pembagian wilayah pendukuhan/RK dan pembagian wilayah RT serta mencari
keterangan tentang penduduk dari masing-masing RT.
2. Mengenali struktur kemasyarakatan seperti LKMD, PKK, LSM, karang taruna, tokoh
masyarakat, kelompok pengajian, kelompok arisan, dan lain-lain.
3. Mempelajari data penduduk yang meliputi:
– Jenis kelamin
– Umur
– Mata pencaharian
– Pendidikan
– Agama
4. Mempelajari peta desa
5. Mencatat jumlah KK, PUS, dan penduduk menurut jenis kelamin dan golongan.
2. Konsep Tanggungjawab Profesi
a. Tanggung jawab terhadap peraturan perundang-undangan
b. Tanggung jawab terhadap pengembangan kompetensi
c. Tanggung jawab terhadap penyimpanan catatan kebidanan
d. Tanggung jawab terhadap keluarga yang dilayani
e. Tanggung jawab terhadap profesi
f. Tanggung jawab terhadap masyarakat
3. Bidan harus mampu menampilkan perilaku profesional, ataupun
kriteria-kriteria perilaku profesional adalah sebagai berikut:
– Bertindak sesuai keahliannya dan didukung oleh pengetahuan dan
pengalaman serta keterampilan.
– Bermoral tinggi.
– Berlaku jujur, baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri, tidak
melakukan tindakan coba-coba yang tidak didukung oleh ilmu
pengetahuan profesi.
– Tidak memberikan janji yng berlebihan.
– Tidak memberikan/melakukan tindakan yang semata-mata didorong
oleh pertimbangan komersial.
– Memegang teguh etika profesi.
– Mengamati batas-batas kemampuan.
– Menyadari ketentuan hukum yang memberi geraknya.