Anda di halaman 1dari 39

Manajemen Sumber Daya Pada Tata

Kelola Keuangan dan Aset di


Puskesmas
PELATIHAN
MANAJEMEN PUSKESMAS

12/07/2018
Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu melakukan
menjemen tata kelola keuangan dan Aset di Puskesmas
Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu :


a.Menjelaskan Instrumen Tata Kelola Keuangan di Puskesmas
b.Menjelaskan Perencanan dan Penganggaran di Puskesmas
c.Menjelaskan Manajemen Aset di Puskesmas
MANAJEMEN ASET
SUB SUB POKOK BAHASAN
1. Dasar Hukum
2. Pengertian BMN/D
3. Pengelolaan BMN/D
4. Proses Hibah BMN
– Dekonsentrasi
– Tugas Pembantuan
– Droping

7/12/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 5


Sub Sub Pokok Bahasan 1 :

DASAR HUKUM
DASAR HUKUM
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003
• Tentang Keuangan Negara

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004


• Tentang Perbendaharaan Negara

Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010


• Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014

• Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah


Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016

• Tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah


1
Dasar Hukum lanjutan
Peraturan Menteri Keuangan

PMK 166/PMK.06/2015
PMK 04/PMK.06/2015

• Pelimpahan Sebagian Wewenang • tentang Penilaian Barang Milik Negara


Kementerian Keuangan Selaku Pengelola
Barang Kepada Pengguna Barang

PMK 181/PMK.06/2016 PMK 111/PMK.06/2016 PMK 83/PMK.06/2016

• Tentang Penatausahaan Barang • Tata cara Pelaksanaan


• Tata cara Pelaksanaan
Milik Negara Pemusnahan dan
Pemindahtanganan BMN
Penghapusan BMN

3
Dasar Hukum lanjutan
Keputusan Menteri Kesehatan dan Edaran

Kepmenkes 558/2016 Kepmenkes 456/2015


Tentang Pelimpahan Tentang Pelimpahan
Sebagian Wewenag Wewenang
Menkes Selaku Pemanfaatan dan
Pengguna Barang Dalam Penghapusan BMN di
Pengelolaan BMN di lingkungan Kementerian
lingkungan Kemenkes Kesehatan

Kepmenkes 430/2015 Edaran Menkes 354/2015


Tentang Penetapan Tentang Kebijakan
Pejabat Pelaksana Akuntansi
Tugas Pengelola BMN Penatausahaan
di lingkungan Persediaan
Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan

Permenkes 79/2015
Tentang Pedoman Pengelolaan BMN di lingkungan Kementerian
Kesehatan

4
Sistem Pengelolaan BMD
Menurut Sholeh dan Rochmansjah (2010) sasaran strategis yang
harus dicapai dalam kebijakan pengelolaan aset/ barang milik
daerah antara lain:
1. Terwujudnya ketertiban administrasi mengenai kekayaan
daerah;
2. Terciptanya efisiensi dan efektivitas penggunaan aset daerah;
3. Pengamanan aset daerah;
4. Tersedianya data/informasi yang akurat mengenai jumlah
kekayaan daerah.
7/12/2018
STRATEGI OPTIMALISASI PENGELOLAAN BMD

1. Identifikasi dan inventarisasi nilai dan potensi aset daerah


2. Adanya sistem informasi manajemen aset daerah
3. Pengawasan dan pengendalian pemanfaatan aset
4. Melibatkan berbagai potensi atau keahlian terkait seperti
auditor internal dan penilai

==> penyusunan neraca pemerintah daerah berpedoman pada


Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)

7/12/2018
Sub Sub Pokok Bahasan 2 :

PENGERTIAN BMN/D
PENGERTIAN

Barang Milik Negara/Daerah meliputi :


1. barang yg dibeli/diperoleh atas beban APBN /Daerah
2. barang yg berasal dari perolehan lain yg sah.

Perolehan lainnya yg sah meliputi barang :


1. hibah/sumbangan atau yg sejenis.
2. pelaksanaan perjanjian/ kontrak;
3. berdasarkan ketentuan undang-undang;
4. berdasarkan putusan pengadilan yg telah memperoleh kekuatan
hukum tetap.
5
Pejabat Pengelola
• BMN: Menteri Keuangan selaku bendahara umum negara
adalah Pengelola Barang Milik Negara
• BMD: Gubernur/Bupati/Walikota adalah pemegang kekuasaan
pengelolaan Barang Milik Daerah.
Sekretaris Daerah adalah Pengelola Barang Milik Daerah

7/12/2018
Sub Sub Pokok Bahasan 3 :

PENGELOLAAN BMN
1
Rengar
9 2
Wasdal Pengadaan
Siklus
8
Penghapusan Pengelolaan 3
Penatausahaan
BMN
7 4
Pemindahtanganan Penggunaan

6 5
Penilaian Pemanfaatan
Sub Pokok Bahasan 4 :

PROSES HIBAH BMN


Hibah BMN
PENGERTIAN
Pengalihan kepemilikan BMN dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah atau kepada pihak lain tanpa memperoleh
penggantian.

Hibah BMN Untuk kepentingan sosial, budaya,


dilaksanakan dengan keagamaan, kemanusiaan, pendidikan yg
BMN yang dapat dihibahkan:
pertimbangan untuk : bersifat non komersial dan/atau  Dari awal pengadaan untuk dihibahkan;
Penyelengaraan pemerintah  Bukan barang rahasia negara;
negara/daerah  Bukan barang yang menguasai hajat hidup orang
banyak;
 BMN Yang dihibahkan wajib digunanakan sebagaimana ketentuan  Berdasarkan keputusan pengadilan atau ketentuan
yang ditetapkan dalam naskah Hibah perundang-undangan ditentukan untuk dihibahkan;
 Pihak Penerima Hibah :
 Untuk pembangunan fasilitas umum sesuai ketentuan
• Lembaga Sosial, budaya, keagamaan kemanusiaan atau lembaga
pendidikan non komersial perundang-undangan, fasilitas sosial dan keagamaan.
• Masyarakat baik perorangan maupun kelompok
• Pemerintah negara lain dalam rangka Hub. Internasional
• Masyarakaut Internasional yang terkena bencana alam, perang ,
atau wabah penyakit endemik
• Pemerintah Daerah;
• BUMN berbentuk perusahaan Umum dalam pmenjaga stabilitas
ketahanan negara , dan pihak lain yg ditetapkan Pengelola
Barang
Perlakuan Hibah BMN DK/TP

BAIK = HIBAH

RUSAK BERAT = PEMINDAHTANGANAN DENGAN


PENJUALAN

HILANG/TIDAK DITEMUKAN =
PENGHAPUSAN
2010

(1) Kewenangan dan tanggung jawab tertentu Pengelola Barang dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai
pendelegasian kewenangan dan tanggung jawab tertentu dari Pengelola Barang
kepada Pengguna Barang. (Peraturan Menteri Keuangan Nomor 4/PMK.06/2015,
mulai berlaku tanggal 1 Juli 2015)
(2) Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kewenangan dan
tanggung jawab Pengelola Barang untuk memberikan persetujuan atau penolakan
atas usul Pemindahtanganan dalam bentuk Hibah BMN DK/TP didelegasikan
kepada Pengguna Barang sejak berlakunya Peraturan Menteri ini (PMK Nomor
104/PMK.06/2015 mulai berlaku tanggal 28 Mei 2015)

20
2010

(1) Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang harus melakukan


inventarisasi untuk menentukan rincian data atas BMN DK/TP, termasuk
kondisi dan keberadaan BMN DK/TP.
(2) Hasil inventarisasi digunakan sebagai dasar Pengguna Barang dalam
menentukan pengelolaan atas BMN DK/TP.

21
PENJUALA PENGHAPU
HIBAH N SAN

TAHAP 3
TAHAP 1 USULAN PENGELOLAAN
MELAKUKAN BMN SESUAI
INVENTARISASI IDENTIFIKASI

TAHAP 2
IDENTIFIKASI BMN

RUSAK
BAIK HILANG
BERAT
ARISTASI KEWENANGAN HIBAH BMN

Usulan Persetujuan Nilai Perolehan/Usulan

Kepala Rokeu BMN


DJKN > 10M
(melalui E-I)

Eselon I BIRO KEU DAN BMN s.d. 10M

192
HIBAH DK/TP
BAIK = HIBAH

PERSYARATAN HIBAH
SKPD

Dokumen – dokumen yang harus dipersiapkan untuk proses hibah BMN :


1.Surat Usulan
2.Berita Acara Pemeriksaan/Penelitian dan Daftar BMN yang akan dihibahkan (disertai NUP Barang)
3.Surat Tanggung Jawab Mutlak yang ditandatangani oleh pimpinan satker (bermaterai Rp 6.000,-)
4.Surat Pernyataan bersedia menerima hibah yang ditandatangani oleh pimpinan satker (bermaterai Rp 6.000,-)
5.Data Calon Penerima Hibah
6.Fotokopi bukti kepemilikan (Sertifikat, IMB, STNK & BPKB) atau dokumen yang setara
7.Kartu Inventaris Barang (KIB) dari aplikasi SIMAK BMN
8.Print out Laporan BMN (Intra, Ekstra & Gab)
9.Backup SIMAK BMN dalam cd/disket
10.Softcopy Daftar BMN yang akan dihibahkan yang disertai NUP Barang dalam CD
BAIK = HIBAH

PERSYARATAN HIBAH
Eselon I

Dokumen – dokumen yang harus dipersiapkan untuk proses


hibah BMN :
1. Surat Usulan
2. SK Tim
3. Dokumen dari SKPD
4. Surat Pernyataan Bersedia Memberikan Hibah
PELAKSANAAN HIBAH BMN DK/TP

No Tahapan Pelaksana Kegiatan Dokumen


1 Persiapan SKPD 1. Penelitian administratif Dituangkan dalam Laporan Hasil Penelitian (BA Pemeriksaan / Penelitian)
2. Penelitian Fisik

2 Permohonan SKPD Mengajukan permohonan Hibah BMN kepada Eselon I 1. BA Pemeriksaan / Penelitian
2. Surat Pernyataan Bersedia Menerima Hibah (Materai)
3. Data Calon Penerima Hibah
4. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (Materai)
5. Fotokopi bukti kepemilikan (Sertifikat, IMB, STNK & BPKB) atau dokumen
yang setara
6. Kartu Inventaris Barang (KIB) dari aplikasi SIMAK BMN
7. Print out Laporan BMN (Intra, Ekstra & Gab)
8. Backup SIMAK BMN dalam cd/disket
9. Softcopy Daftar BMN yang akan dihibahkan

3 Permohonan Eselon I Mengajukan permohonan Hibah BMN kepada Sekretaris 1. Surat Usulan
Jenderal 2. SK Tim
3. Dokumen dari Eselon II
4. Surat Pernyataan Bersedia Memberikan Hibah

4 Persetujuan Pengguna Barang 1. Penelitian kelayakan pertimbangan dan alasan Surat persetujuan Hibah BMN (dalam hal disetujui)
permohonan.
2. Penelitian data dan kelengkapan dokumen.

5 BAST dan Naskah Eselon I dan SKPD Tandatangan 1. BAST


Hibah BAST dan Naskah Hibah 2. Naskah Hibah

6 Pelaksanaan Eselon I Eselon I menerbitkan Keputusan Penghapusan BMN Keputusan Penghapusan BMN
Penghapusan
HIBAH DROPING

28
BMN BAIK = HIBAH

PERSYARATAN HIBAH
SKPD

Dokumen – dokumen yang harus dipersiapkan untuk proses hibah BMN :


1.Berita Acara Pemeriksaan/Penelitian dan Daftar BMN yang akan dihibahkan (disertai NUP Barang)
2.BAST Sementara / Operasional
3.Surat Pernyataan bersedia menerima hibah yang ditandatangani oleh pimpinan satker (bermaterai Rp
6.000,-)
4.Data Calon Penerima Hibah
BAIK = HIBAH

PERSYARATAN HIBAH
E-2

Dokumen – dokumen yang harus dipersiapkan untuk proses hibah BMN :


1.Surat Usulan
2.Dokumen dari SKPD
3.Surat Tanggung Jawab Mutlak yang ditandatangani oleh pimpinan satker (bermaterai Rp 6.000,-)
4.Fotokopi bukti kepemilikan (Sertifikat, IMB, STNK & BPKB) atau dokumen yang setara
5.Kartu Inventaris Barang (KIB) dari aplikasi SIMAK BMN
6.Print out Laporan BMN (Intra, Ekstra & Gab)
7.Backup SIMAK BMN dalam cd/disket
8.Softcopy Daftar BMN yang akan dihibahkan yang disertai NUP Barang dalam CD
BAIK = HIBAH

PERSYARATAN HIBAH
Eselon I

Dokumen – dokumen yang harus dipersiapkan untuk proses hibah BMN :


1. Surat Usulan
2. SK Tim
3. Dokumen dari Eselon II
4. Surat Pernyataan Bersedia Memberikan Hibah
PELAKSANAAN HIBAH BMN PENGADAAN PUSAT (DROPPING)
No Tahapan Pelaksana Kegiatan Dokumen

1. Pengiriman Barang 1. Satker Pusat Satker pusat mengirimkan BMN kepada Satker DK/TP BAST Sementara
2. Pihak ke3 (SKPD)
3. SKPD
2. Persiapan SKPD 1. Penelitian administratif Dituangkan dalam Laporan Hasil Penelitian (BA Pemeriksaan / Penelitian)
2. Penelitian Fisik
3. Permohonan SKPD Mengajukan permohonan Hibah BMN kepada Satker 1. BAST Sementara
Pusat (E-2) 2. BA Pemeriksaan / Penelitian
3. Surat Pernyataan Bersedia Menerima Hibah (Materai)
4. Data Calon Penerima Hibah
4. Permohonan Satker Pusat (E-2) Mengajukan permohonan Hibah BMN kepada Eselon I 1. Surat Usulan
2. Dokumen dari SKPD
3. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (Materai)
4. Fotokopi bukti kepemilikan (Sertifikat, IMB, STNK & BPKB) atau dokumen yang
setara
5. Kartu Inventaris Barang (KIB) dari aplikasi SIMAK BMN
6. Print out Laporan BMN (Intra, Ekstra & Gab)
7. Backup SIMAK BMN dalam cd/disket
8. Softcopy Daftar BMN yang akan dihibahkan
5. Permohonan Eselon I Mengajukan permohonan Hibah BMN kepada 1. Surat Usulan
Sekretaris Jenderal 2. SK Tim
3. Dokumen dari Eselon II
4. Surat Pernyataan Bersedia Memberikan Hibah
6. Persetujuan Pengguna Barang 1. Penelitian kelayakan pertimbangan dan alasan Surat persetujuan Hibah BMN (dalam hal disetujui)
permohonan.
2. Penelitian data dan kelengkapan dokumen.

7. BAST dan Naskah Eselon I dan SKPD Tandatangan 1. BAST


Hibah BAST dan Naskah Hibah 2. Naskah Hibah
8. Pelaksanaan Eselon I Eselon I menerbitkan Keputusan Penghapusan BMN Keputusan Penghapusan BMN
Penghapusan
RUSAK BERAT = PENJUALAN

PERSYARATAN PENJUALAN

Dokumen – dokumen yang harus dipersiapkan untuk proses Penjualan BMN :


1. Keputusan pembentukan Panitia Penghapusan dan Penjualan BMN yang ditandatangani oleh Pimpinan Unit Eselon I
2. Berita Acara Pemeriksaan/Penelitian BMN untuk dihapus berdasarkan hasil kajian meliputi aspek teknis, aspek ekonomis dan
aspek yuridis beserta lampiran yang ditandatangani oleh Panitia Penghapusan dan Penjualan BMN dan diketahui oleh Kepala
Satuan Kerja;
3. Laporan Kondisi Barang;
4. Surat Pernyataan dengan dihapusnya BMN tidak mengganggu tugas pokok dan fungsi;
5. Surat Pernyataan bertanggung jawab Nilai Limit dari Kepala Satuan Kerja bermaterai asli, dalam penentuan nilai limit dapat
melibatkan Tim Penilai dari Pengelola Barang.
6. Foto Kopi Surat Keputusan Penetapan Status Penggunaan BMN;
7. Kartu Identitas Barang (KIB) atas tanah dan/atau bangunan/kendaraan bermotor;
8. Foto Kopi Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)/STNK/BPKB;
9. Foto BMN berwarna;
ARISTASI KEWENANGAN PENJUALAN DAN PENGHAPUSAN

Usulan Ditujukan Nilai Perolehan/Usulan

Kepala Rokeu BMN/ s.d 1M


SesDitjen/SesBadan/SesItjen/Kepala KPKNL s.d 1M (sebab2 lain)
Satker(UPT)

Kepala Rokeu BMN/ > 1M – 2,5M


SesDitjen/SesBadan/SesItjen/Kepala Kanwil DJKN > 1M – 2,5 M (Sebab2 lain)
Satker(UPT)

Kepala Rokeu BMN/ > 2,5M – 5M


SesDitjen/SesBadan/SesItjen PKNSI > 2,5 M – 5M (Sebab2 lain)

> 5M
SETJEN DJKN > 5M (Sebab2 lain)

192
PELAKSANAAN PENGHAPUSAN BMN DENGAN PENJUALAN
PADA PENGELOLA BARANG
No Tahapan Pelaksana Kegiatan Dokumen Waktu
1. Persiapan SKPD 1. Penelitian administratif 1. SK Tim -
2. Penelitian Fisik 2. Berita Acara Pemeriksaan/Penelitian BMN untuk dihapus;
3. Mengajukan usulan penghapusan 3. Laporan Kondisi Barang;
4. Surat Pernyataan dengan dihapusnya BMN tidak mengganggu
tugas pokok dan fungsi;
5. Surat Pernyataan bertanggung jawab Nilai Limit dari Kepala
Satuan Kerja bermaterai asli
6. Foto Kopi Surat Keputusan Penetapan Status Penggunaan BMN;
7. Kartu Identitas Barang (KIB) atas tanah dan/atau
bangunan/kendaraan bermotor;
8. Foto Kopi Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)/STNK/BPKB;
9. Foto BMN berwarna;

2. Permohonan Eselon I Memberikan rekomendasi 1. Surat Rekomendasi -


2. Dokumen dari SKPD

3. Persetujuan dan KPKNL 1. Penelitian kelayakan pertimbangan 1. Surat persetujuan Penghapusan BMN (dalam hal disetujui) 6 bulan sejak tanggal
Pelaksanaan Lelang dan alasan permohonan. 2. BAST persetujuan harus segera
2. Penelitian data dan kelengkapan 3. Risalah Lelang ditindaklanjuti dengan
dokumen. lelang
3. Lelang

4 Pelaksanaan Biro Keuangan dan Menerbitkan SK Keputusan Penghapusan BMN


Penghapusan BMN
PELAKSANAAN PENGHAPUSAN BMN DENGAN PENJUALAN
PADA PENGGUNA BARANG
No Tahapan Pelaksana Kegiatan Dokumen Waktu
1. Persiapan SKPD 1. Penelitian administratif 1. SK Tim -
2. Penelitian Fisik 2. Berita Acara Pemeriksaan/Penelitian BMN untuk dihapus;
3. Mengajukan usulan penghapusan 3. Laporan Kondisi Barang;
4. Surat Pernyataan dengan dihapusnya BMN tidak mengganggu tugas
pokok dan fungsi;
5. Surat Pernyataan bertanggung jawab Nilai Limit dari Kepala Satuan
Kerja bermaterai asli
6. Foto Kopi Surat Keputusan Penetapan Status Penggunaan BMN;
7. Kartu Identitas Barang (KIB) atas tanah dan/atau
bangunan/kendaraan bermotor;
8. Foto Kopi Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)/STNK/BPKB;
9. Foto BMN berwarna;

2. Permohonan Eselon I Memberikan rekomendasi dan 1. Surat Rekomendasi -


meneruskan kepada Biro Keuangan dan 2. Dokumen dari SKPD
BMN untuk mendapatkan Persetujuan

3. Persetujuan Biro Keuangan dan 1. Penelitian kelayakan pertimbangan Surat persetujuan Penghapusan BMN (dalam hal disetujui) 6 bulan sejak tanggal
BMN dan alasan permohonan. persetujuan harus segera
2. Penelitian data dan kelengkapan ditindaklanjuti dengan
dokumen. lelang

4. Pelaksanaan KPKNL Lelang 1. BAST


Lelang 2. Risalah Lelang

5 Pelaksanaan Eselon I Menerbitkan SK Keputusan Penghapusan BMN


Penghapusan
PENGHAPUSAN BMN karena Sebab-Sebab Lain

ASET BERWUJUD ASET TAK BERWUJUD

1. Hilang, kecurian, terbakar, susut, menguap, mencair


2. Mati untuk hewan, ikan dan tanaman 1. Tidak sesuai dengan perkembangan teknologi
3. Harus dihapuskan untuk bangunan yang berdiri di atas tanah Pihak Lain atau Pemerintah Daerah 2. Tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi
karena tidak dapat dilakukan Pemindahtanganan 3. Rusak berat
4. Harus dihapuskan untuk ATR atas aset milik Pihak Lain karena tidak dapat dilakukan
4. Masa manfaat/kegunaan telah berakhir
Pemindahtanganan
5. Harus dihapuskan untuk bangunan dalam kondisi rusak berat dan/atau membahayakan lingkungan
sekitar
6. Harus dihapuskan untuk bangunan yang berdiri di atas tanah yang menjadi objek pemanfaatan dalam
bentuk KSP, BGS/BSG atau KSPI, setelah bangunan tersebut diperhitungkan sebagai investasi
pemerintah
7. Harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen
penganggaran
8. Sebagai akibat dari keadaan kahar (force majeure)

POINT 3 S.D 8 DAPAT DILAKUKAN PENGHAPUSAN UNTUK BMN BERUPA TANAH DAN/ATAU
BANGUNAN
HILANG = PENGHAPUSAN SEBAB LAIN

PERSYARATAN HILANG, KECURIAN, TERBAKAR,


PENGHAPUSAN SUSUT, MENGUAP, MENCAIR

Dokumen – dokumen yang harus dipersiapkan untuk proses penghapusan BMN :


1.Surat pernyataan Tanggung Jawab dari Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang
2.Surat pernyataan Bahwa BMN Telah Hilang dari Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang
3.Surat Kehilangan dari Kepolisian (untuk kehilangan di tahun berjalan)
4.Fotokopi dokumen kepemilikan, untuk BMN yang harus dilengkapi dengan dokumen kepemilikan
5.KIB, untuk BMN yang harus dilengkapi dengan KIB
TERIMA KASIH
12/07/2018