Anda di halaman 1dari 14

PENGANGGARAN

MODAL DAN ANALISIS


RISIKO
OLEH :
LUSI NURMAWATI
JOVI BELLA UTAMA
LIA AGUSTINA
FATKU ROHMAN
RESIKO DAN KEPUTUSAN INVESTASI
 Risiko terjadi bila terdapat pertanyaan tentang
hasil masa depan dari suatu peristiwa.
 Resiko didefinisikan sebagai potensi variabilitas
dalam arus kas masa depan.
 Dalam pembahasan ini, kita asumsikan bahwa
meskipun arus kas masa depan tidak diketahui
dengan pasti, distribusin probabilitasnya dapat
diestimasi.
UKURAN RISIKO
 Risiko Proyek yang berdiri sendiri, yakni risiko proyek yang tidak
mempedulikan fakta bahwa kebanyakan risiko ini didiversifikasi ketika
proyek dikombinasikan dengan proyek-proyek dan aktiva perusahaan
lainnya.
 Risiko Kontribusi proyek terhadap perusahaan, yang merupakan
besarnya risiko yang dikontribusikan proyek terhadap perusahaan
secara keseluruhan, ukuran ini memperhitungkan fakta bahwa sebagian
risiko proyek akan didiversifikasikan ketika proyek tersebut
dikombinasikan dengan proyek-proyek dan aktiva perusahaan lainnya,
namun mengabaikan efek diversifikasi pemegang saham perusahaan.
 Risiko sitematis, yakni risiko proyek dari sudut pandang pemegang
saham yang melakukan diversifikasi dengan baik. Ukuran ini
mempertimbangkan fakta bahwa sebagian risiko proyek akan
didiversifikasikan ketika proyek itu dikombinasikan dengan proyek-
proyek perusahaan lainnya dan selain itu sebagian risiko akan
didiversifikan oleh pemegang saham ketik mereka meng kombinasikan
saham ini dengan saham-saham lain dalam portofolio mereka.
Risiko Proyek yang
Berdiri Sendiri

Risiko didiversifikasikan dalam


perusahaan ketika proyek ini
Risiko Kontribusi Proyek dikombinasikan dengan proyek-proyek
terhadap Perusahaan dan aktiva perusahaan lainnya.

Risiko didiversifikasikan oleh


pemegang saham ketika ketika
Risiko Sistematis
sekuritas dikombinasikan sehingga
membentuk portofolio yang
terdiversifikasi
MENGUKUR RISIKO UNTUK TUJUAN PENGANGGARAN MODAL
DAN KENYATAANNYA

 Menurut CAMP, risiko sistematis merupakan satu-satunya risiko yang


relevan untuk keperluan penganggaran modal, namun kenyataan agak
sedikit memperumit. Dalam banyak situasi, perusahaan memiliki
pemegang saham yang tidak terdiversifikasi., termasuk para pemilik
perusahaan kecil. Karena mereka tidak terdiversifikasi, bagi para
pemegang saham itu ukuran risiko yang relevan adalah risiko kontribusi
proyek terhadap perusahaan.
 Kemungkinan kebangkrutan juga mempengaruhi pandangan kita
terhadap ukuran risiko mana yang relevan. Karena risiko kontribusi
proyek terhadap perusahaan dapat mempengruhi kemungkinan
kebangkrutan, ini dapat menjadi ukuran risiko yang sesuai dalam dunia
nyata, dimana terdapat biaya yang terkait dengan kebangkrutan.
 Dengan demikian, kita akan berfokus pada risiko kontribusi proyek
terhadap perusahaan dan risiko sistematis, dan tidak berusaha membuat
alokasi kepentingan yang spesifik diantara kedua tujuan penganggaran
modal itu.
METODE-METODE UNTUK MEMASUKKAN
RISIKO DALAM PENGANGGARAN MODAL
1. Pendekatan ekuivalen kepastian : berusaha memasukkan
fungsi utilitas manajer ke dalam analisis.
 Manajer keuangan dimungkinkan mendistribusikan
jumlah dollar tertentu yang dirasanya ekuivalen dengan
arus kas yang diharapkan namun berisiko yang ditawarkan
oleh investasi bagi arus kas berisiko dalam analisis
penganggaran modal. Akibatnya, sekelompok arus kas
tanpa risiko disubstitusikan bagi arus kas asli yang
berisiko.
 Masalah nyata dengan teknik penyesuaian risiko
ekuivalen kepastian adalah bahwa ini begitu arbitrer.
2. Metode tingkat diskonto yang disesuaikan dengan
risiko : didasarkan pada pengertian bahwa investor
menuntut pengembalian yang lebih tinggi atas
proyek yang berisiko

Tingkat pengembalian yang diharapkan pada


investasi apapun harus mengikutkan kompensasi
atas penundaan konsumsi yang sama dengan tingkat
pengembalian bebas risiko, plus kompensasi untuk
risiko apapun yang diambil. Bila risiko yang terkait
dengan investasi lebih besar dari risiko yang terlibat
dalam usaha tipikal,tingkat diskonto disesuaikan
keatas untuk mengkompensasi tambahan risiko ini.
TINGKAT DISKONTO YANG DISESUAIKAN
EKUIVALEN KEPASTIAN
DENGAN RISIKO

Langkah 1 :Menyesuaikan arus kas


Langkah 1 :Menyesuaikan tingkat diskonto
bebas,FCFt,kebawah untuk resiko dengan
keatas untuk risiko,atau kebawah bila
mengalikan mereka dengan koefisien
lebih kecil dari risiko normal
ekuivalen kepastian pasangannya,α t

Langkah 2 :Mendiskontokan arus kas bebas risiko


Langkah 2 :Mendiskontokan arus kas bebas
ekuivalen kembali ke masa sekarang dengan
yang diharapkan kembali kemasa
suku bunga bebas risiko.
sekarang dengan tingkat diskonto yang
disesuaikan dengan risiko.

Langkah 3 :Gunakan kriteria keputusan Langkah 3 :Gunakan kriteria keputusan


normal,kecuali dalam kasus IRR dimana normal kecuali dalam kasus IRR
suku bunga bebas riiko menggantikan dimana suku bunga bebas risiko
tingkat pengembalian yang diharapkan menggantikan tingkat pengembalian
sebagai tingkat batas (hurdle rate) yang diharapkan sebagai tingkat
batas(hurdle rate)
TINGKAT DISKONTO YANG DISESUAIKAN
DENGAN RISIKO DAN PENGUKURAN RISIKO
SISTEMATIS PROYEK

 Ketika kita berbicara tentang risiko sistematis atau beta,


kita bicara tentang pengkurannya terhadap seluruh
perusahaan. Meskipun kita dapat memperkirakan beta
perusahaan dengan data historis,kita tidak sepenuhnya
yakin dengan hasilnya. Memperkirakan tingkat risiko
sistematis yang sesuai untuk satu proyek lebih rentan
dengan kesulitan. Yang akan kita lakukan adalah
menggunakan CAPM utuk menentukan tingkat risiko
dan keseimbangan risiko pengembalian yang sesuai
untuk proyek tertentu
ESTIMASI BETA DENGAN DATA AKUNTANSI
 Untuk memperkirakan beta proyek dengan data akuntansi
kita hanya perlu menjalankan serangkaian regresi dari
ROA (pendapatan bersih/total aktiva) divisi pada indeks
pasar (S&P 500). Koefisien regresi dari persamaan ini
akan menjadi beta akuntansi proyek dan akan berguna
sebagai pendekatan beta proyek yang sebenarnya atau
mengukur resiko sistematis proyek itu. Kalau tidak,
model regresi berganda berbasis data akuntansi dapat
dikembangkan untuk menjelaskan beta-betanya, hasil
dari model ini dapat diterapkan pada perusahaan yang
tidak diperdagangkan secara publik untuk
memperkirakan beta-beta mereka.
METODE PERMAINAN MURNI UNTUK
MENGESTIMASI BETA PROYEK
 Bila metode beta akuntansi berusaha secara langsung
mengestimasi beta proyek atau divisi, metode permainan murni
berusaha mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang
mengidentifikasi diperdagangkan secara publik yang hanya
terlibat dalam bisnis yang sama dengan proyek atau divisi itu.
 Begitu proxy atau perusahaan permainan murni dapat
ditemukan,risiko sistematisnya ditentukan dan kemudian
digunakan sebagai proxy bagi tingkat risiko sistematis proyek
atau divisi itu.
 Apa yang kita lakukan adalah mencari perusahaan yang
diperdagangkan secara publik diluar yang mirip dengan proyek
kita dan menggunakan tingkat pengembalian yang diharapakan
perusahaan tersebut untuk menilai proyek kita.
BEBERAPA PENDEKATAN LAIN UNTUK MENGEVALUASI
RISIKO DALAM PENGANGGARAN MODAL

 SIMULASI
ANALISIS JURNAL

TECHNIQUES FOR MANAGING


PROJECTS
RISK IN CAPITAL BUDGETING PROCESS

Goran Karanovic
Suzana Baresa
Sinisa Bogdan