Anda di halaman 1dari 13

LAYANAN BK DI SEKOLAH

Oleh :
Slamet Riyadi (Moderator)
Yulita Muzayanti (Presentator)
Alivia Uswatun Kh. (Presentator)
POKOK BAHASAN
• Pengertian Bimbingan Konseling
• Visi Misi Umum BK di Sekolah
• Layanan Bimbingan Konseling disekolahh
• Faktor Pendukung dan penghambat BK
• Cara mengatasi masalah BK disekolah
Pengertian
Bimbingan dan Konseling adalah pelayanan
bantuan untuk peserta didik, baik secara
perorangan maupun kelompok, agar mampu
mandiri dan berkembang secara
optimal,dalam bidang pengembangan
kehidupan pribadi, kehidupan sosial,
kemampuan belajar,dan perencanaan karir,
melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan
pendukung,berdasarkan norma-norma yang
berlaku.
Visi
Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya
kehidupan kemanusiaan yang
membahagiakan melalui tersedianya
pelayanan bantuan dalam pemberian
dukungan perkembangan dan pengentasan
masalah agar peserta didik berkembang
secara optimal, mandiri dan bahagia.
Misi
• Misi Pendidikan, yaitu memfasilitasi
pengembangan peserta didik melalui
pembentukan perilaku efektif-normatif dalam
kehidupan keseharian dan masa depan.
• Misi Pengembangan, yaitu memfasilitasi
pengembangan potensi dan kompetensi peserta
didik di dalam lingkungan sekolah/ madrasah,
keluarga dan masyarakat.
• Misi Pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi
pengentasan masalah peserta didik mengacu
pada kehidupan efektif sehari-hari.
Layanan BK Di Sekolah
Bidang-bidang layanan BK disekolah:
Pengembangan kehidupan pribadi
Pengembangan kehidupan sosial
Pengembangan Kemampuan belajar
Pengembangan karir
Faktor pendukung dan penghambat BK
Faktor-faktor yang dapat mendukung
lancarnya layanan bimbingan konseling di
sekolah tentunya harus kompleks sesuai
dengan azas-azas BK. Diantaranya yaitu
terintegrasinya antara pihak
sekolah,lingkungan sekolah, orang tua siswa,
lingkungan siswa, dan siswa itu sendiri serta
sarana prasarana pendukung yang memadai.
Pendukung
• Sarana, meliputi :
 Alat pengumpul data,seperti format-format,
pedoman observasi, pedoman wawancara,
angket, catatan harian, daftar nilai prestasi belajar,
dan kartu konsultasi
Alat penyimpanan data, seperti kartu pribadi,
buku pribadi, map, dan sebagainya.
Perlengkapan teknis, seperti buku pedoman, buku
informasi, paket bimbingan, blangko surat, alat-
alat tulis, dan sebagainya.
Pendukung
• Prasarana meliputi
 Ruangan bimbingan dan konseling, seperti ruang
tamu, ruang konsultasi, ruang diskusi, ruang
dokumentasi dan sebainya.
Anggaran biaya untuk menunjang kegiatan
layanan, seperti anggaran untuk surat manyurat,
transportasi, penataran, pembelian alat-alat, dan
sebagainnya.
Penghambat
• Internal
Hambatan internal ini berkaitan dengan
kompetensi konselor. Kenyataan di lapangan
membuktikan bahwa masih banyak di
temukan konselor yang diangkat oleh kepala
sekolah karena dianggap bisa atau mereka
yang berasal dari sarjana agama.
Penghambat
• Eksternal meliputi
 Anggapan Layanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan oleh
siapa saja
 Anggapan Bimbingan dan Konseling hanya untuk orang yang
bermasalah saja
 Anggapan Keberhasilan layanan BK tergantung kepada sarana dan
prasarana
 Konselor harus aktif, sedangkan konseli harus/boleh pasif
 Menganggap hasil pekerjaan Bimbingan dan Konseling harus segera
terlihat
 Seringkali konseli (orangtua/keluarga konseli) yang berekonomi tinggi
memaksakan kehendak kepada konselor untuk dapat menyelesaikan
 Masih banyak anggapan bahwa bimbingan dan konseling adalah
“polisi sekolah”.
Cara mengatasi Masalah
• Membuat program BK yang sesuai
• Laksanakan program yang sesuai
• Laksanakan sosialisasi
• Jangan terlalu menuntut sarpras
• Kuasai konsep BK
• Jalin kerja sama
• Jangan memaksakan diri untuk menangani kasus
• Tumbuhkan Niat dan mantapkan hati
TERIMA KASIH