Anda di halaman 1dari 19

UKURAN PENYEBARAN DATA

( SIMPANGAN RATA-RATA, STANDAR DEVIASI,


JANGKAUAN KUARTIL, JANGKAUAN
PERSENTIL )

KELOMPOK 4:
 12142025 M. YUSUF PRATAMA 12.3C.31
 12142009 M. BADRUZAMAN 12.3C.31
 12142010 YANDI SETIAWAN
12.3C.31
 12141803 RIFKI DESTIAN PRATAMA 12.3C.31
 12141982 AEP SAEPUL ROHMAN 12.3C.31
Ukuran Penyebaran Data ( Dispersi Data )

Ukuran penyebaran data ( Dispersi Data) adalah berbagai macam


ukuran statistik yang dapat digunakan untuk mengetahui luas penyebaran
data atau variasi data / homogenitas data / stabilitas data dan bisa juga
dikatakan pergerakan dari nilai observasi terhadap nilai rata-ratanya atau
suatu ukuran baik parameter atau statistik untuk mengetahui seberapa besar
penyimpangan data dengan nilai rata-rata hitungnya.
Penyebaran Data ( Dispersi data) sangat penting untuk membandingkan
penyebaran dua distribusi data atau lebih. Pusat data seperti rata-rata hitung,
median dan modus hanya memberi informasi yang sangat terbatas sehingga
tanpa disandingkan dengan dispersi data menjadi kurang bermanfaat dalam
menganalisa data.
Ukuran Penyebaran Data ( Dispersi Data ) yang Akan Kami bahas diantaranya:

 Simpangan Rata-Rata

 Standar Deviasi

 Jangkauan Kuartil

 Jangkauan Persentil
Contoh Soal:
* Tabel Frekuensi Service Sepeda Motor di Bengkel Motor BMC per Periode
*) Mencari xi (Titik Tengah dari data tabel)

=> Data Pertama


x1 = ½ ( Batas atas kelas 1 + batas bawah kelas 1)
= ½ (4,50+1,50)
=3
=> Data Kedua
x2 = ½ ( Batas atas kelas 2 + batas bawah kelas 2) => Data Keempat
= ½ (9,50+6,50) x4 = ½ ( Batas atas kelas 4 + batas bawah kelas 4)
=8 = ½ (19,50+16,50)
=> Data Ketiga = 18
x3 = ½ ( Batas atas kelas 3 + batas bawah kelas 3) => Data Kelima
= ½ (14,50+11,50)
x5 = ½ ( Batas atas kelas 5 + batas bawah kelas 5)
= 13
= ½ (24,50+21,50)
= 23
=> Data Keenam
x6 = ½ ( Batas atas kelas 6 + batas bawah kelas 6)
= ½ (29,50+26,50)
= 28
*) Hitung fixi dari data tabel *) Hitung fixi ² dari data tabel

=> Data Pertama => Data Pertama


f1.X1 = 24 x 3 f1.X1² = 24 x (3)²
= 72 = 216
=> Data Kedua => Data Kedua
f2.X2 = 21 x 8 f2.X2² = 21 x( 8)²
= 168 = 1.344
=> Data Ketiga => Data Ketiga
f3.X3 = 21 x 13 f3.X3² = 21 x (13) ²
= 273 = 3.549
=> Data Keempat => Data Keempat
f4.X4 = 29 x 18 f4.X4² = 29 x (18) ²
= 522 = 9.396
=> Data Kelima => Data Kelima
f5.X5 = 12 x 23 f5.X5² = 12 x( 23) ²
= 276 = 6.348
=> Data Keenam => Data Keenam
f6.X6 = 6 x 28 f6.X6² = 6 x (28) ²
= 168 = 4.704
_
*) Cari X (Rata–rata Hitung Data Interval) dari data tabel

Rumusnya sebagai berikut :


_
_ Ket : X = Rataan Hitung
X = ∑fi.Xi fi = Frekuensi data interval
∑fi Xi = Nilai tengah data interval

= {(f1. X1 )+( f2. X2 )+( f3. X3 )+( f4. X4 )+( f5. X5 )+( f6. X6 )}
(f₁ + f₂ +f₃ + f₄ +f₅ +f₆)

= (72+168+273+522+276+168)
(24+21+21+29+2+6)
= 1479 : 113
= 13,088
_
X = 13,09
_ _
*) Cari ||=| Xi- X | (Dalam Mencari ini *) Cari F||=fi | Xi- X | dari data tabel
acuhkan minus) dari data tabel
=> Data Pertama
=> Data Pertama f₁|| = 24|3-13,09|
||=|3-13,09| = 24.(10,09) = 242,16
= -10,09
=> Data Kedua
=> Data Kedua f₂|| = 21|8-13,09|
||=|8-13,09| = 21.(5,09) = 106,89
= -5,09
=> Data Ketiga
=> Data Ketiga f₃|| = 21|13-13,09|
||=|13-13,09| = 21.0,09 = 1,89
= -0,09
=> Data Keempat
=> Data Keempat f₄|| = 29|18-13,09|
||=|18-13,09| = 29.4,91 = 142,39
= 4,91
=> Data Kelima
=> Data Kelima f₅|| = 12|23-13,09|
||=|23-13,09| = 12 x 9,91 = 118,92
= 9,91
=> Data Keenam
=> Data Keenam f₆|| = 6|28-13,09|
||=|28-13,09| = 6 x 14,91 = 89,46
= 14,91
_ _
*) Cari ( Xi- X )² *) Cari Fi( Xi- X )²

=> Data Pertama => Data Pertama


= (3-13,09)² f₁(X₁ -X)² = 24(3-13,09)² => Data Keempat
= (-10,09)² = 101,8081 = 24 (-10,09)² f₄(X₄ -X)² = 29(18-13,09) ²
=> Data Kedua = 24 x 101,8081 = 29(4,91) ²
= (8-13,09)² = 2.443,3933 = 29 x 24,1081
= ( -5,09)² = 25,9081 = 699,1349
=> Data Ketiga  Data Kedua
= (13-13,09) ² f₂(X₂ -X)² = 21(8-13,09)² => Data Kelima
= (-0,09) ² = 0,0081 = 21( -5,09)² f₅(X₅ -X)² = 12(23-13,09) ²
=> Data Keempat = 21 x 25,9081 = 12( 9,91)²
= (18-13,09) ² = 544,0701 = 12 x 98,2081
= (4,91) ² = 24,1081 = 1178,4972
=> Data Kelima  Data Ketiga
= (23-13,09) ² f₃(X₃ -X)² = 21(13-13,09)² => Data Keenam
= 9,91² = 98,2081 = 21(-0,09) ² f₆(X₆ -X)² = 6(28-13,09) ²
=> Data Keenam = 21 x 0,0081 = 6(14,91)²
= (28-13,09) ² = 0,1701 = 6 x 222,3081
= 14,91² = 222,3081 = 1.333,8486
A. SIMPANGAN RATA-RATA (Mean Deviation)

Simpangan Rata-rata adalah suatu simpangan nilai untuk observasi


terhadap rata-rata. Rata-rata simpangan sering disebut simpangan rata-rata atau
mean deviasi, yang dilambangkan dengan “SR”.

Simpangan rata-rata (SR) : yang di maksud dengan simpangan (deviation)


adalah selisih antara nilai pengamatan ke I dengan nilai rata-rata atau antara xi
dengan X (X rata-rata) penjumlahan daripada simpangan-simpangan dalam
pengamatan kemudian di bagi dengan jumlah pengamatan , N , disebut dengan
simpangan rata-rata.

Dalam setiap nilai Xi akan mempunyai simpangan sebesar xi-x . karena nilai xi
bervariasi di atas dan dibawah nilai rata-ratanya maka jika nilai simpangan
tersebut di jumlahkan akan sama dengan “nol”.untuk dapat mengitung rata-rata
dari simpangan tersebut maka nilai yang di ambil adalah nilai “absolute” dari
simpangan itu sendiri,artinya tidak menghiraukan apakah nilai simpangan tersebut
positif (+) atau negative (-) rata-rata.
Rumus Simpangan Rata-rata
Keterangan :
_
X = Nilai Rata-rata hitung
• Data Berkelompok X = Nilai data
SR = 1∑F F = Frekuensi kelas
n n = Banyaknya data
SR = Simpangan Rata-rata

Pembahasan : _
Rata – rata hitung X = 13,09
• Data tidak berkelompok
_ SR = 1∑F
SR = ∑F | X – X | N
n = 1 ( 701,70)
113
= 6,209
= 6,21

Jadi simpangan Rata-ratanya adalah = 6,21


B. SIMPANGAN BAKU ( Standar Deviasi )
Simpangan Baku (S) dari sekumpulan bilangan adalah akar dari jumlah deviasi kuadrat dari
bilangan-bilangan tersebut dibagi dengan banyaknya bilangan atau akar dari rata-rata deviasi
kuadrat.
*) Data berbobot / berkelompok
S = √S2 _
S2 = ∑F(x- X)2
n-1
S² = .6.119,1142
113-1

S² = 6.119,1142
112
S² = 54,63

*) Mencari Simpangan Baku dari Tabel Di atas


S = √S²
S = √54,63
S = 7,39
S = 7,40
C. JANGKAUAN KUARTIL
Kuartil adalah tiga nilai yg membagi data yang sudah diurutkan menjadi empat bagian sama banyak.
Ketiga nilai itu adalah :
a. Median atau Kuartil 2 (Q2) yaitu nilai yang membagi data terurut menjadi dua bagian yang sama banyak.
b. Kuartil pertama atau kuartil bawah (Q1) yaitu nilai tengah dari semua data yang nilainya kurang dari kuartil
kedua (Q2)
c. Kuartil ketiga atau kuartil atas (Q3), yaitu nilai tengah dari semua data yang nilainya lebih besar dari kuartil
kedua (Q2)
Sumber ref : terlampir jangkauan kuartil disebut juga simpangan kuartil atau semi antar kuartil atau deviasi
kuartil
Jangkauan Semi Inter Kuartil /Simpangan Kuartil (Qd) didefinisikan sebagai berikut:
Qd = ½ (Q3 – Q1)
¼N-∑F
FQ
*) Data Kelompok
Nilai Qi = LQ+ .C
Keterangan:
i = 1,2,3
LQ = tepi bawah kelas Qi
FQ = frekuensi kelas Qi
N = jumlah data
C = panjang kelas/Interval Kelas
∑F = jumlah frekuensi sebelum kelas Qi
Jawab :
Untuk menentukan Q1 kita perlu tentukan kelas Q₁
Q₁ = ¼N
Q₁ = ¼.113
Q₁ = 28,25
Kelas Q₁ Terletak pada frekuensi 28,25 yaitu pada periode 6-10.Maka Q₁
dari tabel adalah
¼N-∑F
Q₁ = 5,50+ .5
FQ1
Q₁ = 5,50+(0,20).5
Q₁ =LQ1+ .C
Qi = 6,50
¼.113-24
21
Untuk menentukan Q3 kita perlu menentukan kelas Q₃
Q₃ = ¾N
Q₃ = ¾.113
Q₃ = 84,75
Jadi Q₃ terletak pada frekuensi 84,75 dan berada pada periode 16-20
Maka Q₃ Adalah
¾.N-∑f
FQ₃
Q₃ = LQ₃+ .C
¾.113- 66
29
Q₃ = 15,50+ .5
Q₃ = 15,50+(0,65).5
Q₃ = 18,75
jadi JK = ½ (Q3 – Q1)
= ½ (18,75-6,50)
= ½.12,25
= 6,125
D. JANGKAUAN PERSENTIL
Jangkauan persentil 10-90 disebut juga rentang persentil 10-90
JP10-90 = P90 – P10
P10 = persentil ke 10
P90 = persentil ke 90
Mencari Jangkauan persentil dari data diatas
Jawab :
*) Untuk menentukan P10 kita perlu menentukan kelas P10
P10 = 10/100.N
P10 = 10/100.113
P10 = 11,30
Jadi P10 terletak pada frekuensi 11,30 dan berada pada periode 1-5
Maka P10 Adalah
10/100.N-∑f
fP10

P10 = LP10+ . C
10/100.113-0
24

P10 = 0,50+ .5
P10 = 0,50+(0,47).5
P10 = 2,85
*)Untuk menentukan P90 kita perlu menentukan kelas P90
P90 = 90/100.N
P90 = 90/100.113
P90 = 101,70
Jadi P90 terletak pada frekuensi 101,70 dan berada pada periode 21-25
Maka P90 Adalah
90/100.N-∑f
Fp90

P90- = LP90+ .C
90/100.113-95
12

P90 = 20,50+ .5

P90 = 20,50+(0,56).5
P90 = 23,30

Jangkauan Persentil
JP10-90 = P90-P10
JP10-90 = 23,30-2,85
JP10-90 = 20,45
KESIMPULAN

Statistika dipelajari di berbagai bidang ilmu karena statistika


adalah sekumpulan alat analisis data yang dapat membantu
dalam pengambilan keputusan berdasarkan hasil kesimpulan
pada analisis data dari data-data yang dikumpulkan.
Selain itu juga dengan statistika kita bisa meramalkan
keadaan yang akan datang berdasarkan data masa lalu.
Statistika Deskriptif memberikan informasi yang terbatas, yaitu
memberi informasi yang terbatas pada data apa adanya. Oleh
karenanya pemakai statistik deskriptif tidak dapat mengambil
kesimpulan yang umum atas data yang terbatas. Kesimpulan
yang dapat diambil terbatas atas data yang ada.
Terima Kasih