Anda di halaman 1dari 22

Pembimbing: Dr.

Savitri Wulandari, SpKJ


Definisi

•Proses membantu individu kembali pada


tingkat fungsi yang tertinggi dari tingkat
kemampuan fungsionalnya.

Acuan terapi psikososial dan rehabilitasi ialah penggunaan


berbagai metode untuk memungkinkan orang dengan
gangguan jiwa berat mengembangkan keterampilan sosial
atau kejuruan agar hidup mandiri
 Alat klasifikasi international yang dipakai
mengenai kecacatan dan disabilitas
(international classification of
impairment, disability and handicaps
/ICIDH), pertama kali diterbitkan oleh
WHO pada tahun 1980. dan baru baru
ini di revisi dan di ubah namanya
menjadi international classification of
functioning, disability and health (icf)
 Alat yang berguna untuk memahami
sakit mental kronis, termasuk gangguan
pada tingkat struktural atau fungsional
dari tubuh,tingkat orang dalam
keterbatasan aktivitas, tingkat
masyarakat dalam pembatasan
partisipasi
 Hidup mandiri
 Berfungsi dalam komunitas
 Mengembangkan keterampilan
 Dukungan dalam hidup
Tujuan menurut Kaplan & sadock

Aspek
Aspek Aspek
Vocational
Medik Psikososial
(kemahiran)
Bertujuan
mengembangkan
Bertujuan Bertujuan
fungsi
meningkatkan meningkatkan
keterampilan
kepatuhan keterampilan
sosial dan
berobat melalui yang produktif
perilaku
edukasi dan berguna
normative
rehabilitan sehingga
sehingga
mengenai memperoleh
mencapai
penyakit dan kesempatan
penyesuaian diri
pengobatan untuk
yang lebih baik,
termasuk efek mendapatkan
sadar terhadap
samping obat pekerjaan
hak asasi dan
harga diri
Tahapan Tahap Tahap
Persiapan Penempatan Pengawasn

• Orientasi : • Upaya • Tindak lanjut


mencari pemulangan setelah
bimbingan orang pasien ke pemulangan
yang profesional keluarga, tempat pasien, cth :
• Identifikasi : kerja, atau home visit, job visit
mengkaji masyarakat dan dan kegiatan
perasaan pasien , instansi lain after care
memberi orientasi termasuk usaha (perawatan
positif akan resosialisasi lanjutan)
perasaan dan
kepribadiannya
serta memberi
kebutuhan yang
diperlukan
Terapi Kerja

Terapi
Keterampilan Sosial
Rehabilitasi Psikiatri

Sosio-terapi

Terapi Kognitif
Terapi yang bertujuan membangkitkan aktivitas
positif melalui pekerjaan atau aktivitas lain yang
bersifat terapeutik.
Terapi harus dalam waktu relatif singkat 2-3
minggu/penderita
Kegiatan berupa:
1.Pekerjaan
Kerajinan tangan, melukis, seni, menjahit,
menyulam, mengukir, kegiatan pertukangan
kayu, besi, dll.
2.Non Pekerjaan
Relaksasi, rekreasi, olahraga, kegiatan rumah
tangga, dll.
 Latihan yang diberikan kepada penderita agar
memiliki keterampilan kerja untuk bekal kembali
ke masyarakat sebagai warga yang mandiri dan
berguna.
 Biasanya latihan kerja dibagi dalam 3 tahap:
› Tahap percobaan: kurang lebih 1-2 bulan
› Tahap pengarahan: kurang lebih 1-3 bulan
› Tahap peningkatan: kurang lebih 3-6 bulan
Disfungsi social meruapakan ciri khas skizofrenia.
Orang yang sakit mengalami kesulitan untuk
memegang peranan sosial, seperti pekerja,
menjadi pasangan hidup, dan teman, dan
mengalami kesulitan untuk melakukan sesuatu
ketika dibutuhkan interaksi sosial, misalnya :
Proses negosiasi
Meminta bantuan untuk memecahkan
masalah
Perbaikan Keterampilan sosial dalam situasi
tertentu

Penggunaan keterampilan yang diperoleh


untuk situasi yang sama

Akuisisi atau belajar kembali keterampilan


sosial dan percakapan

Menurunkan kecemasan sosial.


Terapi yang memakai milieu atau lingkungan
sebagai model pengobatan

Ciri utama :
• Pendidikan merupakan agen terapi yang aktif
• Demokratis sama derajat, kebersamaan, serba
boleh
• Merupakan masyarakat kecil, biasanya
menginap, komunikasi yang tetap dan adekuat
meliputi seluruh masyarakat (komunitas).
Pertemuan teratur setiap hari (walaupun dalam
keadaan gawat) serta dihadiri semua anggota
• Pengambilan keputusan dilakukan secara
konsensus
Mempercepat proses
rehabilitasi, khususnya
dalam penyesuaian
psikososial

Meyakinkan pada diri Meningkatkan harga diri


rehabilitasi maupun sehingga rehabilitan
lingkungan. Bahwa mereka memiliki motivasi yang
memiliki kemampuan kuat untuk memperoleh
(potensi) yg dpt derajat kehidupan yang
dikembangkan. layak
Terapi kognitif adalah terapi terstruktur jangka
pendek yang menggunakan kerjasama aktif
antara pasien dan ahli terapi untuk mencapai
tujuan terapeutik.
Terapi juga dapat digunakan bersama- sama
dengan obat. Terapi kognitif telah diterapkan
terutama untuk gangguan depresif, tetapi
terapi ini juga telah digunakan pada
gangguan panic, obsesif kompulsif,
gangguan kepribadian paranoid dan
gangguan somatoform.
Adalah untuk menghilangkan depresi dan
mencegah rekurensinya dengan membantu pasien
Untuk mengindentifikasi dan menguji kognisi negatif.

Untuk mengembangkan skema alternative dan lebih


fleksibel.

Untuk mengulangi respon kognitif yang baru dan


respon perilaku yang baru.
Secara keseluruhan terapi relatif singkat berlangsung sampai
kira-kira 25 minggu.

Ahli terapi harus mampu memancarkan pengalaman hidup


yang hangat dan dimengerti dari masing – masing pasien,
benar- benar murni dan jujur dengan dirinya sendiri dan
dengan pasien.

Terapi kognitif memiliki 3 komponen : aspek didaktik, tekhnik


kognitif dan tekhnik perilaku.
Aspek Aspek didaktik termasuk
penjelasan kepada pasien
diadaktik tentang trias kognitif, skema dan
logika yang salah.

Ahli terapi harus mengatakan


kepada pasien bahwa mereka
akan menyusun hipotesis
bersama – sama dan mengujinya
selama perjalanan terapi.

Terapi kognitif mengharuskan


penjelasan lengkap tentang
hubungan antara depresi dan
pikiran, afek, perilaku, dan juga
alasan semua aspek terapi.
 Persepsi diri yang negatif yang melihat
seseorang sebagai tidak mampu, tidak
adekuat, kekurangan, tidak berguna, dan
tidak diharapkan
 Suatu kecenderungan untuk mengalmai
dunia sebagai tempat yang negatif,
menuntut dan rnengalahkan diri sendiri dan
mengharapkan kegagalan dan hukuman
 Harapan untuk kesulitan, penderitaan,
kekurangan, dan kegagalan yang terus
menerus.
Pendekatan Kognitif
terdiri dari Empat
Proses
• Mendapatkan pikiran
automatis
• Menguji pikiran automatis
• Mengidentifikasi
anggapan dasar yang
maladaptive
• Menguji keabsahan
anggapan maladaptive
Teknik perilaku
• Teknik perilaku digunakan untuk menguji
dan mengubah kognisi maladaptif dan
tujuan keseluruhannya adalah untuk
membantu pasien mengerti
ketidakakuratan asumsi kognitifnya dan
mempelajari strategi dan cara baru
menghadapi masalah tersebut.
• Diantara tekhnik perilaku yang digunakan
adalah menjadwalkan aktivitas
penguasaan dan kesenangan, menyusun
tugas bertahap, latihan kognitif, latihan
kepercayaan diri, permainan peran (role
playing) dan tekhnik pengalihan.