Anda di halaman 1dari 42

DIAGNOSIS DAN TERAPI

TUMOR-TUMOR MEDIASTINUM
POSTERIOR

Oleh
Edy Gunawan A
C11101031
Pembimbing
Dr.Muhammad Nuralim Mallapasi
Pendahuluan
 Mediastinum merupakan struktur
yang terletak di bagian tengah
kavitas thorakis yang berada di
antara dua pleura yaitu pleura
paritalis dekstra dan sinistra
 Lokasi beberapa tumor
Mediastinum:Anterior, posterior
,medius dan Superior
anatomi
 Mediastinum terbentang dari
diafragma di inferior sampai pintu
masuk thoraks di superior
 Mediastinum merupakan suatu
bagian kavitas thorakis yang
dibatasi di sebelah lateral oleh pleura
mediastinalis ,di sebelah anterior
oleh sternum, di bagian posterior
oleh kolumna vertebralis.
 mediastinum superior terdiri atas thymus, trakea,
esofagus dan arkus aorta serta cabangnya.
 Mediastinum anterior terdiri atas aspek inferior
thymus maupun jaringan adiposa, jaringan
limfatik, dan areola.
 Mediastinum media terdiri atas jantung,
perikardium, N.Phrenikus, nodus limfatikus,
trakea dan bronkus.
 Mediastinum posterior terdiri atas: aorta
thorakalis, vena azygos, vena hemiazygos , N.
vagus , rantai saraf simpatis, n. phrenikus,
bifukarsio trakea, bronkus , esofagus, duktus
thoracicus dan limfanodus .
Mediastinum Posterior
 Mediastinum posterior terletak di sebelah
ventral dari perikardiun dan diafragma
thorakis, di sebelah dorsal dari tepi kaudal
vertebra thorakalis 4 - 12 dan disebelah
lateral oleh pleura mediastinalis sinistra
dan dekstra
 Tumor neorogenik, kista bronkogenik,
enterik dan lesi mesenkimal merupakan
neoplasma tersering yang ditemukan
pada mediastinum posterior.
Gejala

 Asimtomatik
 Nyeri dada
 Dispnue
 Batuk
 Pneumonitis
 Stridor
 Disfagi
Diagnosis
 Anamnesis dan pemeriksaan Fisik
 Pemeriksaan tambahan: Rongenografi
dada, Tomografi
Computerisasi(CT),Teknik Sidik Radio
Isotop, Magnetic Resonance
Imaging(MRI),Bronkografi,Esofagogram,
Mediastinoskopi,Histopatologi :Citologi (
sputum, cairan pleura, cairan bilasan
bronkus), endokrinologi, neorologi dan
Biopsi aspirasi jarum halus (AJH )
Tumor Neorogenik
 Tumor yang berasal dari sarung
swan
 Muncul dari nervus interthorakalis
atau ganglionsimpatis dan biasanya
terletak pada cekungan
paravertebra.
 Jarang berasal dari saraf vagus atau
frenikus
 Sering terjadi pada anak-anak dari
pada orang dewasa
Gejala klinik

 Sindrom sistemik
 Nyeri dinding dada
 Batuk
 Dispnue
 Diare
 Hipoglikemi
Diagnosa

 Pemeriksaan serum urin dan glukosa


 Pemeriksaan radiologi
 CT scan
 PA
 MRI
 Scaning anti bodinuklear
 Ekhokardiografi dan ultrasonografi
 FNA
 Mediastinoskopi
Foto PA/lateral


mediastinoskopi
Tumor neorogenik terdiri dari

 Neorofibroma
 Neurilimoma
 Neorosarkoma
 Ganglioneuroma
 Ganglioneuroblastoma
 Neuroblastoma
 Kemodektoma
 Feokromasitoma
Neurofibroma
 Merupakan kombinasi proliferasi
semua unsur saraf tepi.
 Tumor ini tidak berkapsul dan pada
pemeriksaan mikroskopik terdiri dari
sel yang berbentuk gelendong yang
tersusun secara acak.
Ganglioma

 Merupakan tumor jinak yang berasal dari


rantai simpatis dan terdiri dari sel
ganglion dan unsur saraf .
 Secara makroskopik lesi ini berkapsul
dengan permukaan luar yang halus.
 Tumor ini sering mempunyai daerah
degenerasi kistik.
 Sedangkan pada foto thoraks mempunyai
gambaran yang memanjang atau segitiga
dengan dasar yang lebih lebar dan
meruncing kerah mediastinum.
histopatologi
Ganglioneuroblastoma

 Merupakan tumor yang mengandung


sel-sel ganglion yang matang dan
tak matang.
 Ada 2 pola histologi yang dapat
ditemukan, yaitu:tipe campuran dan
difus
Gambaran histopatologi
• neuroblastoma

 Merupakan keganasan yang berasal


dari susunan saraf simpatis.
 Tumor ini menghasilkan hormon
polipeptida intestinalis vasoaktif
• Feokromositoma

 Merupakan tumor yang timbul pada


sulkus paravetebralis.
 Produksi katekolamin oleh tumor ini
dapat memberikan gejala hipertensi
yang terus-menerus atau periodik,
berkeringat, palpitasi dan nyeri
kepala.
 Penentuan lokasi tumor ini sangat
dibantu dengan penggunaan
kombinasi CT scan dan skintigrafi I-
131 meta yudo benzilgunidin
Penanganan

 Eksisi lengkap tumor neurogenik adalah


kuratif.
 Eksisi bagian intervertebralis neoplsma
harus merupakan langkah pertama diikuti
oleh pengangkatan bagian intratorakalis
 Operasi tidak dianjurkan dalam upaya
pengangkatan tumor yang mengalami
perluasan ke intervertebralis melalui
torakotomi
2. Kista Bronkogenik
 Merupakan tumor ektodermal atau
mesodermal.
 Kista ini terdapat pada karina atau batang
bronkus utama
 Dinding kista terdiri dari tulang rawan, glandula
mukosa, otot polos dan jaringan fibrosa dengan
lapisan dalam epitel pernapsan bersilia
 Kista bronkogenik merupakan 5% dari massa
mediastinum primer dan 33% dari kista.
 Kista bronkogenik hanya bergejala pada
kehidupan dewasa sedangkan 75% biasanya di
diagnosa pada tahun pertama kehidupan
Gejala klinik

 Asimptomatik.
 Nyeri dada
 Batuk
 Wheezing
 Disfagia ringan.
Foto PA/Lateral

CT scan
Histologik
Penatalaksanaan

 Eksisi bedah
 thorakotomi posterolateral
Kista Enterik
 Merupakan kista yang berasal dari bagian
atas dari sistem gastrointestinal dan
biasanya terletak dekat dengan esofagus
 Kista ini juga di kenal sebagai kista
duplikas,kista inklusi,kista lambung atau
kista enterogenosa
 Terletak pada bagian muskularis
esofagus dan jarang berhubungan
dengan lumen
 Kista ini terdiri dari 3% dari massa
mediastinum
anatomi
Gejala Klinik

 Hemoptisis
 Hematemesis
 Disfagia
 Obstruksi
 Batuk
 Dispneu
 Nyeri dada
Diagnosa

 Diagnosis ditegakkan dengan foto


thoraks,esofagogram, CT scan, dan
penggunaan kontras di esofagus
Foto PA/ Lateral
Penanganan

 Eksisi bedah
 Thorakostomi posterolateral
Tumor Mesenkim
 merupakan suatu kelompok neoplasma yang
yang berasal dari jaringan ikat, lemak, otot
polos, otot serat lintang, pembuluh darah
dan limfe.
 Tumor ini terdiri dari :lipoma, liposarkoma,
fibromatosis,xantogranuloma, leiomioma,
miosarkoma, mesenkimoma,
rabdomiosarkoma dan mesotelioma.
 Tidak ada perbedaan dalam insiden di antara
kedua jenis kelamin.
 Pertumbuhannya terjadi dengan proliferasi
tunas yang dilapisi endotelium yang
menyebar sepanjang bidang jaringan.
Gejala klinis

 Obstruksi
 Stridor
 Infeksi saluran pernapasan
 Takipneu
 Nyeri dada
 Batuk
FototThoraksPA/Lateral


CT scan
histopatologi
Penanganan

 Eksisi badah
 Kemoterapi atau radiasi hanya
sedikit bermanfaat.