Anda di halaman 1dari 14

ARGENTOMETRI

• Argentometri diaplikasikan untuk


menentukan kadar suatu zat; larutan perak
nitrat (AgNO3) akan menghasilkan suatu zat
yang sukar larut dalam air (mengendap)
Titrasi dengan cara argentometri didasarkan
pada reaksi dengan ion Ag+ ( perak /
argentum) sehingga terjadi suatu endapan
Titrasi argentometri dilaksanakan dengan 2
metode, yaitu Mohr dan Volhard
Argentometri

Titrasi dg cara ini, didasarkan pd reaksi dengan


ion Ag+ (perak) shg tjd suatu endapan

Guna:
Menentukan kadar dg lar. AgNO3 
endapan
Prinsip Argentometri
Metode Mohr
Dalam suasana Netral ( pH=7 )
NaCl + AgNO3  AgCl  (mengendap)
 AgNO3 + K2Cr04  endapan merah bata

Metode Volhard
Dalam suasana Asam ( pH<7 ) + HNO3
AgNO3 + KSCN  AgSCN  (mengendap)
 KSCN + Fe-Allum  larutan merah darah
Standarisasi AgNO3  Metode Mohr
• Titran
Reaksi : (dalam buret)  AgNO3
NaCl +(dalam
• Analit  AgCl  + NaNO
AgNO3erlenmeyer)  NaCl
3
K2CrO4 + 2 AgNO3  Ag2CrO4  + 2KNO3
• Indikator  K2CrO4
Perak kromat lebih dapat larut daripada perak
klorida sehingga yang akan mengendap perak
klorida dulu

Ksp AgCl = 1,0 x 10-10


Ksp Ag2CrO4 = 2,2 x 10-12
Standarisasi AgNO3  Metode Mohr
• PH  Netral (pH 6-10)
Pada pH asam (< pH 6) konsentrasi ion kromat
akan sangat dikurangi, karena HCrO4- hanya
terionisasi sedikit sekali.
Lagi pula HCrO4- berada kesetimbangan dengan
dikromat (Cr2O72- )
2H+ + 2 CrO42-  2 HCrO4  Cr2O72- + H2O
garam dikromat cukup dapat larut sehingga
mengganggu analisis

Pada pH > 10 perak oksida akan mengendap


2 Ag+ + 2 OH-  2 Ag OH   Ag2O  + H2O
Standarisasi AgNO3  Metode Mohr
• TAT  Endapan merah bata (Ag2CrO4 )
• Digunakan untuk menentukan kadar klorida
(Cl) dalam air  air yang kadar Cl nya
rendah baik untuk dikonsumsi
•Kesalahan (galat) yang terjadi 
Endapan perak kromat yang telah ada sejak awal
pada titik kesetaraan melarut kembali dengan
lambat;
 sehingga TAT nya lebih besar dan hasil
analisisnya menjadi lebih kecil dari yang
seharusnya
Standarisasi KSCN  Metode Volhard

• Titran (dalam buret)  KSCN


• Analit (dalam erlenmeyer)  AgNO3
• Indikator  Fe3+ (Fe allum)

•Reaksi :
KSCN + AgNO3  AgSCN  + KNO3
Fe3+ + SCN-  Fe (SCN)3  larutan
berwarna berwarna merah lembayung
Standarisasi KSCN  Metode Volhard
• PH  Asam (dengan menambahkan HNO3)
Tujuannya untuk mencegah hidrolisis
indikator ion besi (III)

TAT  Larutan berwarna merah, karena


terbentuknya senyawa Fe (SCN)3

Digunakan untuk menentukan kadar Cl dalam


kecap  untuk menentukan kecap asin atau
kecap manis
Standarisasi KSCN  Metode Volhard
• Kesalahan (galat) yang terjadi :
• Pada titrasi langsung perak dengan tiosianat ada 2
galat yang kecil sekali nilainya, yaitu (1) endapan
perak tiosianat mengadsorpsi ion perak pada
permukaannya sehingga TAT terlalu dini (2) warna
TAT terjadi pada konsentrasi tiosianat yang sedikit
melebihi titik kesetaraan

• Pada titrasi tidak langsung galat yang lebih serius


yaitu ion tiosianat dapat dihabiskan tidak hanya oleh
ion perak yang berlebih tetapi juga oleh endapan perak
klorida itu sendiri sehingga hasil analisisnya terlalu
rendah
Praktikum Argentometri
Reagan
• Aquadest bebas Cl
(chlor)
• HNO3 6N
• NaCl 0,1 N • AgNO3 0,1 N
• KSCN 0,1 N • K2CrO4 2 %
• Fe Allum 40 %
Larutan Ag NO3 0,1 N
• 16,9 gram AgNO3 / 1 Liter H2O
• Pindahkan ke botol gelap

Standarisasi larutan AgNO3 0,1 N dengan NaCl 0,1 N


• 10 ml NaCl 0,1 N
• 8 tetes K2CrO4 2 %
• 25 ml H2O
• Titran AgNO3 0,1N ( titrasi sd  merah bata / TAT)
• Rumus: V1 : N1 = V2 : N2
Larutan KSCN 0,1 N
larutan Tiosianat
• Lar KSCN 0,1 N  9,72 gram KSCN / 1 Liter H2O

Standarisasi larutan KSCN dengan AgNO3 0,1 N

• 10 ml AgNO3 0,1 N
• 5 ml HNO3 6 N
• 1 ml Fe Allum 40 %
• Titran dengan KSCN 0,1 N  merah
Penentuan [NaCl] dalam kecap
••Reagan:
NaCl akan diendapkan oleh AgNo3 yang
AgNO3 ; KSCN 0,1 N ; H2O ; HNO3 6N ; Fe Allum 40 %
ditambahkan secara berlebih, kelebihan
1 gram Kecap + 50 ml H2O  jadi 100 ml
•5AgNO 3 akan dititrasi kembali dengan
ml lar kecap
KSCN
•10 ml AgNO3
•5 ml HNO3
•1 ml Fe Allum
•Titran: KSCN 0,1 N TAT: merah coklat
•Buat blanko
Prosedur Praktikum:
1 gram Kecap + 50 ml
H2O
Encerkan sd 100 ml

10 ml 5 ml 1 ml
5 ml lar kecap + + +
AgNO3 0,1 N HNO3 6 N Fe Allum 40%

Titrasi dg KSCN 0,1 N  merah kecoklatan

Buat blangko 5 ml Kecap diganti 5 ml H2O