Anda di halaman 1dari 16

NAMA KELOMPOK

BRAMESTIO ARDHANI 01113054 AKUNTANSI


CITRA YULIANA.A. 01113084 AKUNTANSI
ERDIAN PUTRI.A. 01113001 AKUNTANSI
ELOK ROCHMAWATI 01113049 AKUNTANSI
MARLIA HARDI 01113020 AKUNTANSI
ULFA TIA 01113023 AKUNTANSI
YANUAR BACHRUL.A. 01213031 MANAJEMEN
ROSMASARI 01113005 AKUNTANSI
AGUNG PRAKOSO 01213035 MANAJEMEN
APA ITU WAWASAN
NUSANTARA??????

Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia adalah


cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan
lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis
dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah
dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan
dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai
tujuan nasional.
FUNGSI
WAWASANNUSANTARA

• Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional, yaitu wawasan


nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan
keamanan, dan kewilayahan.
• Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan mempunyai cakupan
kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan ekonomi, kesatuan
sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.
• Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara
merupakan pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air
Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap
kekuatan negara.
• Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan, sehingga berfungsi
dalam pembatasan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan negara
tetangga.
TUJUAN DASAR KEBIJAKAN SOSIAL
NASIONAL

Tujuan nasional:
• untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia
• untuk mewujudkan kesejahteraan umum,
• mencerdaskan kehidupan bangsa,
• ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan
perdamaian abadi dan keadilan sosial".

Tujuan ke dalam :
• mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial,
maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung
tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk
menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta
martabat manusia
HUBUNGAN WAWASAN NUSANTARA
DENGAN KEBIJAKAN JAMINAN SOSIAL
NASIONAL

Seperti yang sudah dijelaskan didepan tadi


bahwasannya wawasan nusantara adalah tujuan,cara
pandang suatu bangsa mengenai diri dan
lingkungannya berdasarkan asas kesatuan.untuk itu
pemerintah indonesia membuat suatu kebijakan di
aspek sosial yaitu SISTEM KEBIJAKAN JAMINAN
SOSIAL NASIONAL yang bertujuan untuk
mewujudkan tujuan sosial.
APA ITU SJSN.??
(SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL)

salah satu bentuk sistem perlindungan sosial yang


diselenggarakan oleh negara Republik Indonesia guna
menjamin warga negaranya untuk memenuhi kebutuhan
hidup dasar yang berdasarkan prinsip asuransi sosial dan
prinsip ekuitas.
Sistem jaminan sosial nasional ini ditetapkan berdasarkan
Undang-Undang nomor 40 tahun 2004.
PRINSIP ASURANSI SOSIAL

• Prinsip asuransi sosial meliputi (UU No. 40 Tahun


2004 Penjelasan Pasal 19 ayat 1 ):
kegotongroyongan antara peserta kaya dan miskin, yang
sehat dan sakit, yang tua dan muda, serta yang
beresiko tinggi dan rendah
PRINSIP EKUITAS

• Prinsip ekuitas (UU No. 40 Tahun 2004 Penjelasan


Pasal 19 ayat 1 )
yaitu kesamaan dalam memperoleh pelayanan sesuai dengan kebutuhan
medis yang tidak terkait dengan besaran iuran yang telah dibayarkan.
Prinsip ini diwujudkan dengan pembayaran iuran sebesar prosentase
tertentu dari upah bagi yang memiliki penghasilan (UU No. 40 Tahun
2004 Pasal 17 ayat 1) dan pemerintah membayarkan iuran bagi mereka
yang tidak mampu (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 17 ayat 4 ).
PROGRAM-PROGRAM SJSN

• Jaminan kesehatan
• Jaminan kecelakaan kerja
• Jaminan hari tua
• Jaminan pensiun
• Jaminan kematian
MEKANISME
PENYELENGGARAAN SJSN

Dalam penyelenggaraan sistem jaminan sosial nasional dibagi menjadi 3 yaitu:

• Kepesertaan
• Iuran
• Manfaat dan pemberian manfaat
KEPESERTAAN

• Peserta adalah setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah (UU No. 40
Tahun 2004 Pasal 20 ayat 1 ).
• Penerima manfaat adalah peserta dan anggota keluarga (istri/suami yang sah, anak kandung, anak tiri dari
perkawinan yang sah dan anak angkat yang sah) sebanyak-banyaknya lima orang (UU No. 40 Tahun 2004
Pasal 20 ayat 2 ). Penerima manfaat dapat diperluas kepada anak keempat dan seterusnya, ayah, ibu dan
mertua dengan membayar iuran tambahan (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 20 ayat 3 ).
• Kepesertaan berkesinambungan sesuai prinsip portabilitas dengan memberlakukan program di seluruh
wilayah Indonesia dan menjamin keberlangsungan manfaat bagi peserta dan keluarganya hingga enam
bulan pasca pemutusan hubungan kerja (PHK). Selanjutnya, pekerja yang tidak memiliki pekerjaan setelah
enam bulan PHK atau mengalami cacat tetap total dan tidak memiliki kemampuan ekonomi tetap menjadi
peserta dan iurannya dibayar oleh Pemerintah (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 21 ayat 1,2,3 ).
Kesinambungan kepesertaan bagi pensiunan dan ahli warisnya akan dapat dipenuhi dengan melanjutkan
pembayaran iuran jaminan kesehatan dari manfaat jaminan pensiun.
• Kepesertaan mengacu pada konsep penduduk dengan mengizinkan warga negara asing yang bekerja paling
singkat enam bulan di Indonesia untuk ikut serta (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 1 angka 8 ).
IURAN

• iuran berdasarkan persentase upah/penghasilan untuk peserta penerima


upah atau suatu jumlah nominal tertentu untuk peserta yang tidak
menerima upah.
• iuran tambahan dikenakan kepada peserta yang mengikutsertakan anggota
keluarga lebih dari lima orang.
MANFAAT DAN PEMBERI
MANFAAT

• Pelayanan kesehatan diberikan di fasilitas kesehatan milik Pemerintah atau


swasta yang menjalin kerjasama dengan badan penyelenggara jaminan sosial
(UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 23 ayat 1) .
• Dalam keadaan darurat, pelayanan kesehatan dapat diberikan pada fasilitas
kesehatan yang tidak menjalin kerja sama dengan badan penyelenggara jaminan
sosial (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 23 ayat 2 ).
• Badan penyelenggara jaminan sosial wajib memberikan kompensasi untuk
memenuhi kebutuhan medik peserta yang berada di daerah yang belum tersedia
fasilitas kesehatan yang memenuhi syarat. Kompensasi dapat diberikan dalam
bentuk uang tunai. (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 23 ayat 3 dan penjelasannya
).
• Layanan rawat inap di rumah sakit diberikan di kelas standar (UU No. 40
Tahun 2004 Pasal 23 ayat 4 ).
• Besar pembayaran kepada fasilitas kesehatan untuk setiap wilayah ditetapkan berdasarkan
kesepakatan antara badan penyelenggara jaminan kesehatan dengan asosiasi fasilitas
kesehatan di wilayah tersebut (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 24 ayat 1 ).
• Badan penyelenggara jaminan sosial wajib membayar fasilitas kesehatan atas pelayanan yang
diberikan kepada peserta paling lambat 15 hari sejak permintaan pembayaran diterima (UU
No. 40 Tahun 2004 Pasal 24 ayat 2).
• Badan penyelenggara jaminan sosial dapat memberikan anggaran di muka kepada rumah sakit
untuk melayani peserta, mencakup jasa medis, biaya perawatan, biaya penunjang dan biaya
obat-obatan yang penggunaannya diatur sendiri oleh pemimpin rumah sakit (metoda
pembayaran prospektif) (UU No. 40 Tahun 2004 Penjelasan Pasal 24 ayat 2 ).
• Badan penyelenggara jaminan sosial menjamin obat-obatan dan bahan medis habis pakai
dengan mempertimbangkan kebutuhan medik, ketersediaan, efektifitas dan efisiensi obat atau
bahan medis habis pakai sesuai ketentuan peraturan perundangan (UU No. 40 Tahun 2004
Pasal 25 dan penjelasannya) .
• Dalam pengembangan pelayanan kesehatan, badan penyelenggara jaminan sosial menerapkan
sistem kendali mutu, sistem kendali biaya dan sistem pembayaran untuk meningkatkan
efektifitas dan efisiensi jaminan kesehatan serta untuk mencegah penyalahgunaan pelayanan
kesehatan (UU No. 40 Tahun 2004 Pasal 24 ayat 3 dan penjelasannya ). Untuk jenis pelayanan
yang dapat menimbulkan penyalahgunaan pelayanan, peserta dikenakan urun biaya (UU No.
40 Tahun 2004 Pasal 22 ayat 2) .

THANK’S FOR ATENTTION !!!!!!!!!