Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH KARAKTERISTIK DEWAN KOMISARIS

DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP


PENGUNGKAPAN INTERNET FINANCIAL REPORTING
(Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Perbankan yang
Terdaftar di BEI Tahun 2014-2017)

PROPOSAL SKRIPSI

Disusun Oleh :
CAHYO DWI ANGGORO
NIM. 14.0102.0068
LATAR BELAKANG
Survei terhadap 1000
Internet perusahaan besar di
Eropa menunjukkan
bahwa 67% perusahaan
telah memiliki website
dan 80% dari
Internet Financial perusahaan yang
Reporting memiliki website
tersebut
mengungkapkan
laporan keuangan di
Internet (Khan, 2006).

Keputusan Kepala
Otoritas Jasa Keuangan Puri (2013) : 56,75%
nomor 431/BL/2012

Virgiawan dan Vera (2015) : 39,5%.


Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan nomor
8/POJK.04/2015 Rizqiyah dan Lubis (2017) : 55%.
PERBEDAAN PENELITIAN
Penelitian ini merupakan pengembangan dari
penelitian yang dilakukan oleh Abdillah (2015a)
yang menguji tentang pengaruh karakteristik
dewan komisaris terhadap pengungkapan
internet financial reporting.

Pertama, menambahkan variabel


independen yaitu struktur kepemilikan
yang terdiri dari kepemilikan manajerial
dan kepemilikan publik.
Kedua, objek yang diteliti pada
penelitian ini adalah perusahaan
perbankan yang terdaftar di BEI
LANDASAN TEORI

Teori Keagenan (Agency Theory)

Jensen dan Meckling (1976) mendefinisikan


hubungan keagenan sebagai suatu kontrak dimana
satu atau dua pihak lebih yang bertindak sebagai
pemberi wewenang (principal) yang melibatkan
orang lain (agent) untuk melakukan beberapa
layanan atau jasa atas nama principal dan memberi
wewenang kepada agent untuk membuat
keputusan yang terbaik bagi principal.
HIPOTESIS MODEL
PENELITIAN PENELITIAN
H1:Ukuran Dewan Komisaris
berpengaruh positif terhadap Ukuran Dewan
Pengungkapan Internet Financial Komisaris
Reporting
H2:Dewan Komisaris Independen Dewan
berpengaruh positif terhadap Komisaris
Pengungkapan Internet Financial Independen
Reporting Pengungkapan
Aktivitas H3 (+)
H3:Aktivitas Dewan Komisaris Internet Financial
Dewan
berpengaruh positif terhadap Komisaris Reporting
Pengungkapan Internet Financial
Reporting
H4:Kepemilikan Manajerial Kepemilikan
Manajerial
berpengaruh positif terhadap
Pengungkapan Internet Financial
Reporting Kepemilikan
H5:Kepemilikan Publik berpengaruh Publik
positif terhadap Pengungkapan
Internet Financial Reporting.
METODE PENELITIAN
Populasi Sampel

Perusahaan perbankan yang terdaftar di Teknik pengambilan sampel dalam


Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun penelitian ini dengan menggunakan
2014-2017. purposive sampling, dengan kriteria
sebagai berikut:

1. Perusahaan perbankan telah terdaftar


di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun
2014- 2017.
2. Perusahaan perbankan mempunyai
website yang dapat diakses atau non-
error pada periode pengamatan.
3. Website perusahaan perbankan tidak
dalam perbaikan (under construction)
selama periode pengamatan.
4. Perusahaan perbankan mempunyai
semua data yang dibutuhkan dalam
penelitian ini.
VARIABEL PENELITIAN DAN
PENGUKURAN VARIABEL
Variabel Independen: Variabel Dependen
1. Ukuran dewan komisaris 1. Pengungkapan Internet Financial Reporting
Ukuran dewan komisaris diukur dengan menghitung Diukur dengan indeks yang digunakan oleh
jumlah seluruh dewan komisaris yang ada di dalam Almilia dan Sasongko (2008). Indeks ini
perusahaan (Yap et al., 2011).
terdiri dari 4 komponen dan masing-masing
2. Dewan Komisaris Independen diberi bobot yaitu content sebesar 40%,
Dewan komisaris independen diukur melalui jumlah timeliness sebesar 20%, technology
komisaris independen dibagi dengan total dewan sebesar 20%, dan user support sebesar
komisaris (Puspitaningrum dan Atmini, 2012). 20%.
3. Aktivitas dewan komisaris
Aktivitas dewan komisaris diukur melalui jumlah IFR= Skor content + Skor timeliness
pertemuan yang dilakukan oleh dewan komisaris
selama 1 tahun (Sanchez et al., 2011). + Skor technology + Skor user
support
4. Kepemilikan Manajerial
Kepemilikan manajerial diukur melalui presentase
jumlah kepemilikan yang dimiliki oleh manajer yang
telah berafiliasi dengan komisaris dan direksi dibagi
dengan jumlah total saham yang beredar
(Puspitaningrum dan Atmini, 2012).
5. Kepemilikan Publik
Kepemilikan publik diukur dengan presentase saham
yang dimiliki publik terhadap seluruh saham yang
beredar (Rahadhian dan Septiani, 2014).
METODE ANALISIS DATA
3. Analisis Regresi Linier Berganda:
Y= α +β1X1+ β2X2 + β3X3 + β4X4 + β5X5 +e
Dimana:
Y = Pengungkapan Internet Financial
Reporting
α = Konstanta
1. Statistik Deskriptif memberikan β1X1 = Ukuran Dewan Komisaris
gambaran atau deskriptif suatu data β2X2 = Dewan Komisaris Independen
β3X3 = Aktivitas Dewan Komisaris
β4X4 = Kepemilikan Manajerial
2. Uji Asumsi Klasik β5X5 = Kepemilikan Publik
a. Uji Normalitas: digunakan melihat e = Error
apakah data terdistribusi normal atau
tidak 4. Pengujian Hipotesis
b. Uji Multikolinearitas: menguji model a. Koefisien Determinasi (R2):
regresi penelitian terdapat korelasi mengukur seberapa jauh
antara variabel independen. kemampuan model dalam
c. Uji Autokorelasi: menguji apakah menerangkan variasi variabel.
dalam suatu model linier ada korelasi b. Uji Statistik F (Goodness of Fit):
antara kesalahan pengganggu periode menguji apakah variabel
t dengan periode t-1. independen mampu menjelaskan
d. Uji Heteroskedastisitas: merupakan variabel dependen secara baik
pengujian yang dilakukan untuk c. Uji Statistik t (Uji-t): digunakan
menguji apakah model regresi terdapat untuk menguji seberapa jauh
kesamaan variance antar residual pengaruh independen dalam
pengamatan. menerangkan variabel dependen