Anda di halaman 1dari 14

DASAR PERANCANGAN TEKNIK MESIN

TEKNOLOGI MEKANIK
1

KD TEKNOLOGI MEKANIK 2017/2018:


2 1. JENIS BAHAN TEKNIK
2. PENGOLAHAN LOGAM
3. PENGOLAHAN NON LOGAM
4. PERLAKUAN PANAS
5. PENGUJIAN LOGAM
6. PENANGANAN MATERIAL
7. MESIN TENAGA FLUIDA
8. DASAR-DASAR KELISTRIKAN
9. SISTEM KONTROL
A. JENIS BAHAN TEKNIK

Logam Ferro
Logam

Logam Non Ferro


Material Teknik Non Logam

Metaloid

Leon, Alexandro.2017.Material Non Logam.Makasar.Universitas Atma Jaya.


A. Pengertian Logam
Unsur Kimia yang mempunyai sifat-sifat dapat ditempa, penghantar listrik dan
panas, keras, kenyal, kuat, liat, titik didih tinggi.

B. Pengertian Non Logam


Unsur Kimia yang mempunyai sifat-sifat elastis, cair (bahan pelumas), isolator, peka
terhadap api (BBM), tidak dapat terbakar (asbes), mudah pecah (keramik).

C. Pengertian Metaloid
Suatu bahan yang menyerupai logam seperti karbon, fosfor, silikon
sulfur.

Rohyana, Solih.1999.Pengetahuan & Pengolahan Bahan SMK.Cicadas Bandung. Humaniora Utama Press (HUP).
PEMBAGIAN UNSUR LOGAM

Logam Ferro

Logam

Logam Non Ferro

Rohyana, Solih.1999.Pengetahuan & Pengolahan Bahan SMK.Cicadas Bandung. Humaniora Utama Press (HUP).
A. Pengertian Logam Ferro
Suatu bahan yang mengandung unsur kebesi-besian.

B. Pengertian Logam Non Ferro


Suatu bahan yang tidak mengandung besi.

Logam Non Ferro Berat Logam Non Ferro Ringan


Seperti: Tembaga (Cu), Timah (Sn), Seperti: Aluminium (Al) dan
Timah Hitam (Pb) Magnesium (Mg)

Rohyana, Solih.1999.Pengetahuan & Pengolahan Bahan SMK.Cicadas Bandung. Humaniora Utama Press (HUP).
Logam Ferro
Nama Komposisi Sifat Penggunaan
Besi Tuang Campuran besi dan karbon Rapuh, tidak mudah ditempa, Alas mesin, badan ragum, bagian-
(4%) baik untuk dituang , sukar dilas. bagian mesin bubut, blok silinder
mesin, cincin torak, meja datar.

Besi Tempa Campuran besi murni (99%) Dapat ditempa, liat, tidak dapat Kait keran, landasan kerja plat,
sedikit besi rongsokan dituang rantai jangkar
Baja lunak Campuran besi dan karbon Dapat ditempa, liat Mur, baut, pipa, sekrup
(0,1 – 0,3 %)
Baja karbon Campuran besi dan karbon Lebih kenyal Poros, rel baja paron
sedang (0,4 – 0,6 %)

Baja karbon Campuran besi dan karbon Dapat ditempa, dapat disepuh, Perlengkapan mesin bubut,
tinggi (0,7 – 1,5 %) mudah ditempa penglengkapan mesin frais, kikir,
gergaji, pahat, tap, stempel

Baja cepat Baja karbon tinggi ditambah Rapuh, dapat disepuh, keras, Mesin bubut, mesin bor, mesin
tinggi nikel/kobalt, krom/tungsten dapat dimudakan, tahan suhu frais
B. MACAM-MACAM SIFAT LOGAM

1. Sifat Mekanis

2. Sifat Fisik
Logam
3. Sifat Pengerjaan

4. Sifat Kimia

Rohyana, Solih.1999.Pengetahuan & Pengolahan Bahan SMK.Cicadas Bandung. Humaniora Utama Press (HUP).
1. Sifat Mekanis
Sifat mekanis adalah kemampuan suatu logam untuk menahan
beban yang dikenakan padanya, baik pembebanan statis maupun
dinamis.

Pembebanan statis adalah pembebanan yang besar maupun arahnya


tetap setiap saat.

Pembebanan dinamis adalah pembebanan yang besar maupun arahnya


berubah setiap waktu.

Rohyana, Solih.1999.Pengetahuan & Pengolahan Bahan SMK.Cicadas Bandung. Humaniora Utama Press (HUP).
a. Kekuatan bahan (Strength)
Kemampuan suatu bahan untuk menahan beban berupa
beban statis dan beban dinamis.

b. Kekerasan
Ketahanan suatu bahan untuk menahan pembebanan yang
berupa goresan atau penekanan.
1. Sifat-sifat Mekanis
c. Elastisitas
Kemampuan untuk kembali ke bentuk semula setelah
menerima beban yang mengakibatkan perubahan bentuk
d. Kekakuan
Ukuran dari kemampuan suatu bahan untuk menahan
perubahan bentuk atau deformasi bila bahan tersebut diberi
beban.
Rohyana, Solih.1999.Pengetahuan & Pengolahan Bahan SMK.Cicadas Bandung. Humaniora Utama Press (HUP).
LANJUTAN

e. Plastisitas
Kemampuan suatu bahan padat untuk mengalami perubahan
bentuk tetap tanpa ada kerusakan.

f. Kelelahan Bahan
Kemampuan suatu bahan untuk menerima beban yang berganti-
ganti di mana tegangan maksimum diberikan pada setiap
pembebanan.

Rohyana, Solih.1999.Pengetahuan & Pengolahan Bahan SMK.Cicadas Bandung. Humaniora Utama Press (HUP).
a. Melting Point (Titik Lebur)
Suhu pada waktu terjadi pelelehan dari fase padat ke fase
cair.

b. Density (Kepadatan)
2. Sifat Fisik Suatu kristal logam tergantung pada berat atom dan jarak
Kelakuan bahan karena antar atom-atom tersebut.
mengalami peristiwa fisika c. Thermal Conduction (Daya Hantar Panas)
seperti adanya pengaruh Kemampuan suatu logam unutk dapat menghantarkan panas
panas dan listrik. dapat diterangkan dengan elektron bebas.

d. Electricity Conduction (Daya Hantar Listrik)


Kemampuan logam untuk mengalirkan arus listrik/dialiri
aliran listrik.

Rohyana, Solih.1999.Pengetahuan & Pengolahan Bahan SMK.Cicadas Bandung. Humaniora Utama Press (HUP).
a. Pengerjaan Dingin
proses pembentukan yang dilakukan pada daerah
temperatur dibawah temperatur rekristalisasi/ suhu kamar/
3. Sifat Pengerjaan tanpa proses pemanasan
Kelakuan yang ditimbilkan
dalam proses pengolahannya,
dimana harus diketahui lebih
dahulu sebelum dilakukan.
b. Pengerjaan Panas
Proses pembentukan logam dimana deformasinya dilakukan
diatas suhu rekristalisasi.

Rohyana, Solih.1999.Pengetahuan & Pengolahan Bahan SMK.Cicadas Bandung. Humaniora Utama Press (HUP).
4. Sifat Kimia
Kemampuan suatu bahan atau logam
mengalami peristiwa korosi.

Korosi yakni:
Terjadinya reaksi kimia antara bahan
itu sendiri dengan lingkunganya,
misalnya, dengan zat asam.

Rohyana, Solih.1999.Pengetahuan & Pengolahan Bahan SMK.Cicadas Bandung. Humaniora Utama Press (HUP).

Anda mungkin juga menyukai