Anda di halaman 1dari 34

LUKA BAKAR

LISTRIK
Pembimbing:
Letkol CKM dr. Rusli Budi, Sp. B

Diary Arina Qonita


KOASS BEDAH FK UPN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
“VETERAN”
JAKARTA
IDENTITAS
Identitas pasien
Nama :Sdr. N
Usia :21 tahun Keluhan Utama : Luka
Pekerjaan :Tukang Bangunan
Alamat :Gebalan, Magelang bakar pada tangan kanan
No. CM :156199
Tgl Masuk RS :8 Agustus 2017
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke IGD RST dr Soedjono Magelang jam 13:30
WIB dengan keluhan luka bakar di tangan kanan akibat
tersengat listrik. Pasien menceritakan bahwa sebelumnya
pasien sedang berkerja membangun rumah, ketika pasien
sedang memanjat crane, tanpa sengaja pasien memegang
kabel listrik, kemudian pasien tersengat listrik dan jatuh dari
crane dengan ketinggian sekitar 1,5 meter. Pasien kemudian
langsung dibawa ke RST Soejono. Pada tangan korban tampak
luka bakar dari pergelangan tangan hingga lengan atas.

Riwayat Penyakit Dahulu: disangkal


Riwayat Penyakit Keluarga: disangkal
Riwayat Sosial Ekonomi
Pasien berkerja sebagai tukang bangunan. Biaya pengobatan
ditanggung oleh BPJS
Airway Breathing Circulation
Clear Clear Clear
PEMERIKSAAN FISIK
A. Status Generalis
• Kepala :Tampak kepala mesochepal, rambut
berwarna hitam, dan tidak mudah dicabut, tampak vulnus
 Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
 Kesadaran : Compos mentis contussum pada regio frontalis
• Mata :Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-).
 Tanda Vital
• Hidung : DBN
- Tekanan darah : 130/80 mmHg
• Telinga : DBN
- Nadi : 100 kali/menit
- Suhu : 36,5 C
• Mulut : DBN
- Pernapasan : 22 x/menit • Leher : KGB tidak teraba
• Thorax
 Antropometri
a. Paru : suara napas vesikuler (+/+), rhonki (-/-),
- Berat Badan : 48 kg
wheezing (-/-)
- Tinggi Badan : 157 cm
- IMT : 19,4 kg/m2 b. Jantung : BJ I-II normal, suara tambahan (-)
• Abdomen : bising usus (+) normal
• Ekstremitas :luka bakar pada pergelangan tangan kanan
sampai lengan atas kanan dasar kulit berwarna merah
muda, bula (-), erosi (+), kering (+)
Pemeriksaan penunjang
• Irama Ireguler, HR 100x/m, gelombang P normal,
kompleks QRS < 0,12 (tidak melebar), kompleks ST normal
Diagnosis : Combustio Grade
III dengan luas 9%

TATA LAKSANA
Non Medikamentosa
Rawat luka
Medikamentosa :
Infus RL loading 500cc
Injeksi Ketorolac 3x1A
Injeksi Ceftriaxon 2x1A
Injeksi Ranitidin 2x1A
Injeksi esome
Pasang DC
LUKA BAKAR
Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan
yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas,
bahan kimia, listrik dan radiasi.

Luka Listrik adalah kerusakan yang terjadi jika arus listrik mengalir ke
dalam tubuh manusia dan membakar jaringan ataupun menyebabkan
terganggunya fungsi suatu organ dalam. Arus listrik yang mengalir ke
dalam tubuh manusia akan menghasilkan panas yang dapat membakar
dan menghancurkan jaringan tubuh
Epidemiologi
Dari laporan American Burn Association 2012 dikatakan bahwa
angka morbiditas 96,1%. Berdasarkan tempat kejadian

9% di 5% di
69 % di
tempat rekreasi
rumah 10% dll
kerja, 7% di atau
tangga
jalan raya olahraga
Anatomi & Fisiologi kulit
Fungsi kulit Fungsi
proteksi

Pembentukan
Fungsi
pigmen & vit
absorbsi
D
FUNGSI KULIT
Fungsi keratinasi

Fungsi Fungsi
termoregulasi ekskresi

Fungsi
persepsi
ETIOLOGI LUKA BAKAR
Luka Bakar Luka Bakar
Termal Zat Kimia

Luka Bakar Luka Bakar


Listrik Radiasi
Luka bakar derajat ini terbatas hanya sampai lapisan
Luka bakar epidermis. Gejalanya berupa kemerahan pada kulit akibat
derajat I vasodilatasi dari dermis, nyeri

Luka bakar derajat ini merupakan luka bakar yang


Luka bakar kedalamannya mencapai batas dermis. Luka bakar derajat II
superficial ini tampak eritema, nyeri, pucat jika ditekan, dan
derajat II
Berdasarkan ditandai adanya bulla berisi cairan eksudat

kedalaman Kedalaman luka bakar ini mencapai seluruh dermis dan


Luka bakar epidermis sampai ke lemak subkutan. Luka bakar ini
derajat III ditandai dengan eskar yang keras, tidak nyeri, dan warnanya
Luas Luka hitam, putih atau merah
Bakar
Luka bakar Luka bakar derajat ini hingga mencapai organ di bawah kulit
Klasifikasi derajat IV seperti otot, dan tulang.
Luka Bakar

Ringan

Kriteria Berat-
Sedang
ringannya

Berat
Luka bakar Grade 1

Luka bakar Grade 2a

Luka bakar Grade 2b2b


Luka bakar Grade 3

Luka bakar Grade 4


Rule of Nine atau Rule of Wallace.

Kepala dan leher 9%

Lengan 18 %

Badan Depan 18 %

Badan Belakang 18 %

Tungkai 36 %

Genitalia/perineum 1%

Total 100 %
Pada anak –anak dipakai modifikasi Rule of Nine menurut Lund and
Brower, yaitu ditekankan pada umur 15 tahun, 5 tahun dan 1 tahun.
LUKA BAKAR berdasarkan Kriteria Berat-ringannya
Luka bakar berat
• Luka bakar derajat II 25 % atau
lebih pada orang dewasa
• Luka bakar derajat II 20 % atau
Luka bakar sedang lebih pada anak – anak.
Luka bakar ringan. • Luka bakar derajat II 15-25 % pada • Luka bakar derajat III 10 % atau
• Luka bakar derajat II <15 % orang dewasa lebih
• Luka bakar derajat II < 10 % pada • Luka bakar II 10 – 20 5 pada anak – • Luka bakar mengenai tangan,
anak – anak anak wajah, telinga, mata, kaki dan
• Luka bakar derajat III < 2 % • Luka bakar derajat III < 10 % genitalia/perineum.
• Luka bakar dengan cedera
inhalasi, listrik, disertai trauma
lain.
Patofisiologi
Zona Zona Zona
Koagulasi Stasis Hiperemia
Luka bakar
Gangguan kardiovaskular

Gangguan sistem respirasi,


MODS inflamasi
Gangguan metabolik

Gangguan imunologis
mediatoR
SIRS proinflamasi
LUKA BAKAR LISTRIK

Tegangan

Aliran arus Jenis arus


listrik Listrik

Faktor-faktor
yang
mempengaruhi
luka bakar listrik
Lamanya
waktu kontak Resistensi
dengan dan Konduksi
konduktor

Adanya
hubungan
dengan bumi
GAMBARAN LUKA BAKAR LISTRIK

Kepala dan Leher

Sistem kardiovaskular

Kulit

Ekstremitas
Pada kulit terjadi escar yang bisa
menyebabkan timbulnya sindrom
kompartemen. Syndrom kompartemen adalah
suatu kondiri dimana terjadi peningkatan
tekannan insterstitial pada kompartemen
osteofasial yang tertutup. Sehingga
mengakibatkan berkurangnya perfusi jaringan
dan tekanan oksigen pada jaringan.

Pain
Syndrom
kompartemen
Pallor
Parestesia
Paralisis
Pulseless
Sebab kematian Fibrilasi ventrikel
karena arus listrik
Paralisis
yaitu : respiratorik

Paralisis pusat
nafas
Diagnosis

Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan


Anamnesis
Fisik Primer Fisik Sekunder penunjang

Aiway Head-Toe

Breathing

Circulation

Dissability

Eksposure
Penatalaksaan
PREHOSPITAL RESUSITASI JALAN NAFAS

Tindakan intubasi dikerjakan sebelum edema mukosa


menimbulkan manifestasi obstruksi. Sebelum
dilakukan intubasi, oksigen 100% diberikan
menggunakan face mask.
.Bahan yang meleleh
dan menempel pada
kulit tidak boleh
dilepaskan. Air suhu menghentikan
kamar dapat proses kebakaran
disiramkan ke atas
Kemudian dilakukan pemberian oksigen 2-4 L/menit
luka dalam waktu 15
menit sejak kejadian
melalui pipa endotrakeal.

Kemudian lepaskan semua


bahan yang dapat menahan Pada cedera inhalasi perlu dilakukan pemantauan
gejala dan tanda distres pernapasan. Gejala dan tanda
panas (pakaian, perhiasan,
berupa sesak, gelisah, takipnea, pernapasan dangkal,
logam) bekerjanya otot-otot bantu pernapasan, dan stridor.
Pemberian cairan pada syok atau kasus luka
bakar > 25-30% atau dijumpai keterlambatan > 2
jam. Dalam <4 jam pertama diberikan cairan
SYOK kristaloid sebanyak 3[25%(70%xBBkg)] ml.
TERAPI
CAIRAN TIDAK
SYOK
Rumus Baxter:

Pada dewasa:
Hari I: 3-4 ml x kgBB x % luas luka bakar
Hari II:Koloid: 200-2000 cc + glukosa 5%

Pada anak:
Hari I:
RL:dex 5% = 17:3
(2cc x kgBB x % luas luka bakar) + keb. Faal
Hari II: sesuai kebutuhan faal
Kebutuhan Faal:
<1 thn = kgBB X 100cc
5-15 thn = kgBB X 75cc
>15 thn = kgBB X 50cc
Formula Parkland:
Hari I (24jam pertama):
8 jam pertama: [0,5 x (4 cc x kgBB x % TBSA )] / 8 jam =cc/jam
16 jam kedua: [0,5 X (4 cc x kg BB x % TBSA)] / 16 jam =
cc/jam
debridement

pencucian • Antibiotik topikal :


Perawatan luka silver sulfadiazine 1%, silver nitrate
dan mafenide (sulfamylon) dan
luka xerofom/bacitracin
• Antasida
wound • Antipiretik & Analgetik
dressing dan
pemberian
antibiotik
Pencucian
topikal
luka
Prognosis
 Prognosis pada luka bakar tergantung dari derajat luka bakar,
luas permukaan badan yang terkena luka bakar, adanya
komplikasi seperti infeksi, dan kecepatan pengobatan
medikamentosa. Luka bakar minor ini dapat sembuh 5-10 hari
tanpa adanya jaringan parut. Luka bakar moderat dapat sembuh
dalam 10-14 hari dan mugkin dapat menimbulkan luka parut.
KESIMPULAN
Luka Listrik adalah kerusakan yang terjadi jika arus listrik mengalir ke dalam tubuh
manusia dan membakar jaringan ataupun menyebabkan terganggunya fungsi suatu
organ dalam.

Arus listrik yang mengalir ke dalam tubuh manusia akan menghasilkan panas yang
dapat membakar dan menghancurkan jaringan tubuh.

Karakteristik listrik serta sifat berbagai jaringan menentukan derajat kerusakan


jaringan.

Luka bakar listrik dapat menimbulkan kerusakan serius pada kulit dan organ lain
nya seperti saraf, otot, tulang, pembuluh darah dll. Selain itu dapat menimbulkan
fibrilasi ventrikel dan paralisis respiratorik yang dapat berakibat fatal

Pada kasus ini luka bakar yang terjadi dikarenakan sengatan listrik mengenai 3
lapisan mencapai seluruh dermis dan epidermis sampai ke lemak subkutan (Full
Thickness)
terimakasih