Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

DENGAN MASALAH TBC


DOSEN PENGAMPU
CHRISTIANUS EKO PURWANTO WIDORONI
POINT PENCAPAIAN
1. PENGKAJIAN
2. ANALISA DATA
3. PERUMUSAN DIAGNOSA
4. TUJUAN DAN PERENCANAAN
5. KRITERIA DAN STANDAR
6. INTERVENSI
5 FUNGSI KELUARGA
1. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
2. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan
3. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga
4. Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan
5. Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan
PENGKAJIAN
• Pengkajian (Yura & Walsh, 1998) : tindakan pemantauan secara
langsung pada manusia untuk memperoleh data tentang klien dengan
maksud menegaskan kondisi penyakit dan masalah kesehatan.

• Pengkajian menggambarkan kondisi/situasi klien sebelumnya dan saat


ini sehingga informasi tersebut dapat digunakan untuk memprediksi kondisi
di masa yang akan datang.
PENGKAJIAN TERBAGI MENJADI DUA BAGIAN
• PENJAJAKAN I
• PENJAJAKAN II
TAHAP PENGKAJIAN
PENJAJAKAN I
• Data umum
• Riwayat dan tahapan perkembangan
• Lingkungan
• Struktur keluarga
• Fungsi keluarga
Masalah kesehatan
• Stress dan koping keluarga
• Harapan keluarga
• Data tambahan
• Pemeriksaan fisik
PENJAJAKAN I
MENENTUKAN MASALAH KESEHATAN
A R P
O
K E T
S E
T
N
U I S
K I
A
A
O
L L
AKTUAL (TERJADI DEFISIT/ GANGGUAN KESEHATAN)
• Dari hasil pengkajian didapatkan data tanda dan gejala mengenai gangguan kesehatan.
• Contoh : masalah kesehatan yang berhubungan dengan penyakit hipetensi, DM, rematik, dll

RESIKO (ANCAMAN KESEHATAN)

• Sudah terdapat data yg menunjang namun belum terjadi gangguan.

• misalnya : lingkungan rumah yg kurang bersih, pola makan yg tidak adequat, stimulasi
tumbuh kembang yg tidak adequat

POTENSIAL (KEADAAN SEJAHTERA/ WELLNESS)

• Suatu keadaan dimana keluarga dalam keadaan sejahtera sehingga kesehatan keluarga
dapat di tingkatkan

• Setyowati, Sri & Arita Murwati. 2008.


PENENTUAN MASALAH KESEHATAN
KELUARGA
NO MASALAH KESEHATAN TIPOLOGI MASALAH
1 ANGOTA KELUARGA (Ny. A) AKTUAL
DENGAN MASALAH KESEHATAN
SISTEM PENCERNAAN:
GASTRITIS

2
3
TAHAP PENGKAJIAN
Penjajakan II
• Pengumpulan data yang berkaitan dengan ketidakmampuan keluarga dalam menghadapi
masalah kesehatan sehingga dapat ditegakkan diagnosa keperawatan keluarga.
Contoh:
• Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
• Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan
• Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga
• Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan
• Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan.
PENJAJAKAN II
PERUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN
ANALISA DATA

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
PERUMUSAN DIAGNOSA KEP.KELUARGA
1.Analisa data merupakan kegiatan pemilahan data dalam rangka proses
klarifikasi dan validasi informasi untuk mendukung penegakan diagnosa
keperawatan keluarga yang akurat.
2. Struktur diagnosa keperawatan: PES
3.Tipe diagnosa keperawatan:Aktual, Resiko tinggi, potensial/sejahtera
MODEL DIAGNOSA
KEPERAWATAN KELUARGA
1. MODEL BAYLON MAGLAYA
(BERDASARKAN 5 FUNGSI KELUARGA SEBAGAI MASALAH
(PROBLEM/ P)
2. MODEL NANDA
(MENGGUNAKAN DIAGNOSA NANDA DALAM PERUMUSAN
PROBLEM (P) DAN ETIOLOGI (E)
3. MODEL CAMPURAN
(MENGGUNAKAN DIAGNOSIS NANDA DALAM PERUMUSAN
PROBLEM (P) DAN BAYLON MAGLAYA (5 FUNGSI
KELUARGA) DALAM PERUMUSAN ETIOLOGI (E)
DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN BAYLON-MAGLAYA
(5 FUNGSI KELUARGA)
DATA ETIOLOGI MASALAH
Data subjektif: Ketidaktahuan Ketidakmampuan
Ny. A belum pernah mendapat informasi tentang fakta keluarga mengenal
tentang gastritis masalah kesehatan :
Ny. A mengatakan bahwa ia tidak tau penyebab Gastritis pada anggota
gastritis keluarga (Ny. A)
Ny. A mengatakan makan tidak teratur, dan
hanya 2 kali sehari
Ny. A mengatakan ia sakit sudah 2 bulan
Ny. A mengatakan ada ras mual dan tidak selera
makan
Ny. A sering mengkonsumsi makanan pedas
Data objektif:
Ny. A tampak meringis memegang area
abdomen
Tampak pucat
BB 48 kg, TB 150 KG
Ny. A terlihat banyak bertanya mengenai
penyakit gastritis
KOLABORASI DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
BERDASARKAN BAYLON-MAGLAYA & NANDA
DATA ETIOLOGI MASALAH
DATA ETIOLOGI MASALAH
Data subjektif: ketidakmampuan Nyeri ulu hati pada
Ny.Data
A belumsubjektif:
pernah mendapat informasi tentang ketidakmampuan
keluarga Kurang
keluarga Tn. B
Ny. A belum pernah mendapat informasi
gastritis keluarga mengenal
mengenal pengetahuan
masalah terutamapada
An. I.A
Ny.tentang perawatan
A mengatakan bahwamasa nifas tau penyebab masagastritis
ia tidak nifas Ny. A tentang
Ny. A mengatakan bahwa ia tidak tau
gastritis masa nifas
Ny.bagaimana
A mengatakanmasamakan
nifas yang
tidaknormal.
teratur, dan hanya 2
kaliNy. A mengatakan bahwa proses melahirkan
sehari
Ny.dibantu oleh dukun
A mengatakan beranak
ia sakit sudah 2 bulan
Ny.Ny. A mengatakan
A mengatakan adabahwa
ras mualtakut
danbila mauselera
tidak
bergerak
makan
Ny.Ny. A mengeluh
A sering pusing makanan pedas
mengkonsumsi
DataData objektif:
objektif:
Ny.Ny. A terlihat
A tampak bingung saat dilakukan
meringis
pengkajian
Skala nyeri 5
Ny. A pucat
Tampak terlihat banyak bertanya mengenai
BB masalah
48 kg, TBnifas
150 KG
Ny.Ny. A masabanyak
A terlihat nifas minggu pertama.
bertanya mengenai penyakit
gastritis
DATA ETIOLOGI MASALAH
Data subjektif : KETIDAK MAMPUAN BERSIHAN NAFAS TIDAK EFEKTIF
LK MENGATAKAN ANAKNYA SERING KELUARGA MENGENAL PADA AN. NA PADA KELUARGA TN.
BERKERINGAT DAN BETUK PADA MALAM HARI MASALAH PENYAKIT E
BATUK INI TERJADI SEJAK 1 BULAN YANG TBC
LALU
LK menanyakan bagaimaana mengobati penyakit ini
LK sudah pernah membawa NA ke puskesmas tapi
tidak sembuh
LK mengatakan tidak ada riwayat penyakit keluarga
TBC
LK mengatakan belum pernah membuat perasan jeruk
nipis dan madu
LK mengatakan suaminya mempunyai kebiasaan
merokok

Data Objektif :
kesadaran kompos mentis
keadaan umum baik
terlihat batuk berdahak, frekuensi sering
konsistensi kental dan berwarna kuning
observasi Tanda – tanda Vital :
TD : 100 / 60 mmhg, N : 80x/mnt, R : 20x/mnt, S : 36.5
C
CONTOH DP KELUARGA
1. Nyeri Ulu Hati Pada Keluarga Tn. B Terutama An. I.A Berhubungan
Dengan Ketidakmampuan Keluarga Mengenal Masalah Gastritis.
2. Bersihan Nafas Tidak Efektif Pada An. Na Pada Keluarga Tn. E
Berhubungan Dengan Ketidakmampuan Keluarga Mengenal Masalah
Penyakit TBC
INTERVENSI, TUJUAN PERENCANAAN, KRITERIA
DAN STANDAR
INTERVENSI
Klasifikasi intervensi menurut Friedman (1998):
• Suplemental perawatan langsung pada keluarga sbg sasaran
• Fasilitatif  membantu mengatasi hambatan keluarga dlm memperoleh
pelayanan medis, kesejahteraan sosial dan transportasi.
• Developmental  membantu keluarga agar dapat mandiri dgn kekuatan
dan sumber pendukung yang tepat.
MENETAPKAN TUJUAN INTERVENSI
• TUJUAN UMUM: pencapaian akhir sebuah masalah & kemandirian akhir
klien dan keluarga sebagai sasaran, merujuk pd masalah kesehatan
• Contoh:
selama 3 kali kunjungan ke rumah, masalah Kesehatan sistem pencernaan:
gastritis pd Ny. A teratasi.
TUJUAN KHUSUS (TUK): pencapaian hasil dari masing-masing kegiatan,
merujuk pd diagnosa keperawatan.
KRITERIA DAN STANDAR
• Kriteria: memberikan gambaran tentang faktor-faktor tidak tetap yg
memberikan petunjuk bahwa tujuan telah tercapai
Contoh: keluarga membuat perasan belimbing buah untuk Tn T.
• Standar: telah menunjukan tingkat pelaksanaan yang diinginkan untuk
membandingkan dengan pelaksanaan yg sebenarnya
Contoh: Keluarga membuat obat tradisional dengan mengikuti langkah-langkah
yang dicontohkan perawat.
MENETAPKAN INTERVENSI
• Rencana tindakan yg disusun harus berorientasi pada pemecahan masalah
• Rencana tindakan yg dibuat dapat dilakukan mandiri oleh keluarga
• Rencana tindakan yg dibuat berdasarkan diagnosa keperawatan
• Rencana tindakan sederhana dan mudah dilakukan
• Rencana tindakan perawatan dapat dilakukan secara terus menerus oleh keluarga
TERIMA KASIH