Anda di halaman 1dari 46

PEMBINAAN & PEMERIKSAAN

KESEHATAN CALON JEMAAH


HAJI

dr. Indri Noviyanti


PKM SIDAMULIH
SELAMAT DATANG CALON
TAMU ALLAH
 Ibadah haji tidak seperti ibadah-ibadah lainnya,
merupakan ibadah yang lebih banyak menggunakan
kemampuan jasmani/ fisik , namun banyak jemaah haji
yang kurang memahami keterangan tersebut dan
memaksakan diri sehingga timbul hal-hal yang tidak
diinginkan
APAKAH PEMBINAAN KESEHATAN
DIPERLUKAN BAGI JEMAAH HAJI?
 Ya jelas diperlukan
 Yaitu agar jemaah haji dapat mencapai kondisi kesehatan yang
optimal hingga menjelang keberangkatan.
 Pembinaan dimulai dari :
 Daerah asal
 Di asrama / embarkasi
 Selama di Arab Saudi
 Setelah kembali ke Indonesia
Jemaah Risti (Risiko Tinggi)
1. Usia ≥60 Tahun dan memiliki Penyakit tertentu yang
membutuhkan pengawasan : gelang merah
2. Usia ≤ 59 tahun dan memiliki Penyakit tertentu yang
membutuhkan pengawasan : gelang kuning
3. Usia ≥60 tahun tanpa Penyakit tertentu yang membutuhkan
pengawasan.
Gelang Risti
PEMBINAAN KESEHATAAN SAAT DI
DAERAH ASAL
PADA SAAT DI DAERAH ASAL

 Melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas


 Kontrol teratur untuk yg memiliki masalah pada
kesehatannya (risti) persiapkan obat2an pribadi dengan
jumlah untuk 40 hari lebih.
 Melakukan aktifitas fisik/ olah raga secara rutin dan
teratur :
 “ setidaknya 3 x seminggu, minimal ½-1 jam jalan
kaki”
 Kontrol pola makan sehat :
 Makanlah makanan bergizi dengan cukup karbohidrat,
protein, sayur buah, susu dengan porsi lemak yg kecil
 Mulai dibiasakan senang mengkonsumsi air putih (minimal 2
liter perhari)
 Persiapkan perbekalan obat-obatan pribadi. Bila perlu
gunakan suplemen
 Melakukan vaksin meningitis .
 Hati-hati wanita usia subur tidak boleh hamil.
Sertifikat vaksinasi internasional (ICV)
PEMBINAAN KESEHATAAN SAAT DI
EMBARKASI
DI EMBARKASI
 Istirahat cukup
 Jangan makan makanan jajanan diluar embarkasi.
 minum air mineral yang cukup. Makan teratur.
 Cepat hubungi petugas kesehatan apabila ada teman atau anda
memiliki keluhan kesehatan.
 Tetap tenang dan relaks, jangan stres
PEMBINAAN KESEHATAAN SAAT DI
PESAWAT
SELAMA BERADA DI PESAWAT

Waktu perjalanan 8-10 jam


 Duduk di kursi yang telah di tetapkan
Tahu dimana posisi tempat duduk petugas.
Bagi jamaah yg risti mohon duduk dekat dengan
petugas kesehatan.
 Merelakskan tubuh, bahwasanya ini adalah perjalanan ibadah yg
menyenangkan
 Ikuti aturan penerbangan  Matikan alat komunikasi, gunakan
sabuk pengaman dengan benar, tidak merokok.
 Air trapping di telinga dan gigi : Rasa penuh di telinga, nyeri gigi
 Dehidrasi :kelembaban rendah
 Cukup istirahat.
 Lakukan gerakan senam kecil agar otot dan persendian tidak kaku
dan tegang.
 Kunyah permen agar telinga tidak berdengung atau sakit
 Jika ada teman disekitar mengeluhkan masalah kesehatan, harap
segera lapor kepetugas .
STRETCHING SELAMA
DI PESAWAT
PEMBINAAN KESEHATAAN SAAT DI
TANAH SUCI
SELAMA DI TANAH SUCI
 Lakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) :
 Makan teratur 3x sehari, jangan terlambat. Makan makanan
bergizi.
 Minum segelas susu setiap harinya
 Perbanyak makan sayur buah, tambah suplemen vitamin mineral
 Pilih makanan tertutup (agar terlindung dari pencemaran)
dengan kemasan yg masih baik, dan cek kadaluarsanya!
 Makanan dari katering :
 Periksa kondisi makanan :
 jika berlendir, berbau, basi, jangan dimakan karna dpat
menyebabkan sakit perut dan segera lapor ke petugas,
ingatkan teman jemaah haji lainnya agar tidak
mengkonsumsi makanan yg sudah rusak.
 Bila keadaan makanan baik (tidak basi, tidak berlendir)
makanlah segera sesuai waktunya, jangan menyimpan
makanan lebih dari 2 jam, karna makanan akan
rusak/berlendir
 Minumlah air mineral 1 gelas per jam
 Cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah
makan.
 Jangan makan terlalu kenyang
 Kebersihan Diri :
 Mandi cukup sehari sekali, hindari sabun mandi yang menggunakan
soda
 Gunakan selalu masker yang dibasahi, untuk melembabkan udara,
mencegah mimisan, debu kesaluran nafas.
 Bawa selalu botol spray berisi air agar wajah tidak kering.
 Kebersihan Lingkungan :
 Menjaga kebersihan dan kerapihan kamar
 Atur barang2 secara rapih
 Menjemur pakaian ditempat yang telah disediakan
 Tidak merokok
 Tidak meludah disembarang tempat
 Tidak membuang sampah sembarangan
Hal- hal lain yang perlu di perhatikan
 Kurangi aktifitas/ kegiatan yang tidak perlu untuk menjaga
kondisi tubuh dan menghindar sengatan dingin atau sengatan
panas
 Kerjakan ibadah sunah sesuai dengan kondisi kesehatan.
Jangan terlalu memaksakan diri
 Segera lapor kepetugas kesehatan kloter bila kesehatan
terganggu seperti batuk pilek ringan tapi tidak kunjung
sembuh dalam waktu 24 jam.
KESIAPAN MENGHADAPI MUSIM PANAS
 Diperkirakan musim panas saat haji tahun 2017 suhunya bisa
mencapai 52o C.
 Perbanyak minum air putih (mineral) atau zam-zam MINIMAL 1
GELAS PERJAM walaupun tidak haus, agar tidak dehidrasi.
 Bawa semprotan air saat kemanapun
 Bekel air mineral yang cukup
 Gunakan kaca mata hitam dan payung, topi untuk mengindari
sengatan panas
 Gunakan pelembab bibir agar bibir tidak kering pecah2
 Pakailah pakaian yang nyaman dan tidak berwarna terang
 Pilih alas kaki yang nyaman dan ringan
PENYAKIT SELAMA PELAKSANAAN
IBADAH HAJI
AKLIMATISASI

 Adalah upaya penyesuaian tubuh terhadap perubahan


lingkungan secara bertahap (suhu, kelembaban, ketinggian
yang berbeda ditanah air)

 Perubahan lingkungan penurunan daya tahan tubuh


SENGATAN PANAS (HEAT STROKE)
Merupakan keadaan gawat namun reversible, dengan gejala:
 Hyperpirexia (suhu rectal 40? atau lebih)
 Kulit kering, kadang-kadang berkeringat
 Berbicara tidak menentu (mengigau)
 Kesadaran bisa menurun hingga koma
Disebabkan oleh:
a. Penumpukan panas yang berlebihn di dalam badan.
b. Suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh, dengan
kelembaban udara rendah, maka penguapan keringat sangat
besar, diikuti timbulnya panas tubuh.
c. Jamaah terlalu lelah atau terkena sinar matahari secara langsung.
 Cara menghindari Sengatan Panas
 Tidak berada diterik matahari langsung, antara pukul 10.00 s/d
16.00
 Keluar pondokan terutama pada siang hari, harus memakai payung
dan berbekal minuman
 Minum setiap hari paling sedikit 5 – 6 liter atau 1 gelas setiap jam.
Jangan menunggu sampai haus.
 Jangan menahan buang hajat besar atau kecil.
 Usahakan kondisi badan tetap segar, cukup istirahat dan tidur 6 – 8
jam sehari semalam.
 Pakailah pakaian yang agak longgar dan sedapat mungkin berwarna
putih.
 Makanlah buah-buahan segar, seperti jeruk, apel, pier dsb.
BATUK PILEK (FLU)
Gejala
 Batuk, Bersin
 Hidung berair berlendir tersumbat
 Mata berair
 Demam (kadang-kadang)
Penanganan
 Cepat minum obat batuk pilek bila sudah muncul gejala
 Segera hubungi dokter kloter bila belum ada perubahan.
 Istirahat yang cukup
Pencegahan
 Selalu makan dan minum yang cukup dan bergizi
 Hindari makanan dan minuman yang dingin
 Selalu gunakan masker terutama di tempat keramaian
MERS CoV
(Middle EAST Respiratory Syndrom Corona Virus)
• Virus baru penyebab penyakit sistem pernapasan dan dapat
menimbulkan kematian
• Bermula dari negara-negara di Timur Tengah
menyebar ke Eropa menyebar ke kawasan lain di
dunia
 Gejala: Demam, batuk, sesak napas, badan lemah
 35% penderita yg terinfeksi meninggal dunia
 Penularan: percikan dahak bersin,batuk, kontak dgn benda yg
terkontaminasi (jabat tangan, tangga)
PENCEGAHAN MERS COV
 HINDARI kontak langsung dengan unta seperti berfoto
dengan unta atau minum susu unta di peternakan
 Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
 Tutuplah hidung dan mulut pada saat bersin, batuk
 Menggunakan masker
PENCEGAHAN MERS COV
 Perilaku hidup bersih dan sehat, istirahat cukup, makanan
bergizi, tidak merokok, olahraga teratur
 Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan
tangan yang belum dicuci
 Hindari kontak secara dekat dengan orang yang sedang
menderita sakit, penggunaan alat makan/minum
bersama
 Gunakan desinfektan untuk membersihkan barang-
barang yang sering disentuh.
 Segera berobat bila sakit
MENINGITIS
 Penyakit radang selaput otak
 Penyebab: virus, jamur, bakteri streptokokus pneumonia,
Neisseria Meningitidis
 Menular melalui percikan lendir hidung, tenggorok
 Gejala: Demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, kaku kuduk,
kejang, penurunan kesadaran, bercak merah
 Komplikasi: kematian, cacat permanen
 Daerah “sabuk meningitis” di Afrika terbentang dari Senegal di
barat ke Ethiopia di timur
 Musim Haji  jamaah haji datang dr berbagai negara
PENYAKIT JANTUNG DAN TEKANAN
DARAH TINGGI
Gejala
 Cepat capek, mudah lelah, disertai sesak napas
terutama bila jalan jauh, mendaki, berkerja berat
 Tanpa aktifitas terasa sesak
 Bila tidur memerlukan bantal lebih dari satu bila
tidak timbul sesak
 Kaki bengkak
 Untuk Tek. Darting Sakit Kepala, Punduk terasa
Berat
ASMA
Gejala :
 Batuk, Sesak, Nafas bunyi mengi.
Penanganan
 Cepat berikan obat asma dan obat batuk pengencer dahak
 Lapor ke dokter kloter bila tdk ada perbaikan

Hindari faktor pencetus seperti :


 Stress, makanan ikan laut, telur, kacang makanan yang dingin
 Udara dingin
 Debu di pondokan
 Menggunakan pakaian tebal dan menutupi tubuh supaya terhindar
dari cuaca dingin
 Konsultasi dengan dokter sebelum berangkat
 Obat-obat asma di siapkan untuk 40 hari dan ada yang di simpan di
tas paspor agar mudah bila memerlukan
Penyakit Kencing Manis (DM)
Penyakit dengan kadar gula darah yang tinggi
Gejalanya :
 Sering haus, banyak minum
 Sering lapar, banyak makan
 Sering busng air kecil (malam hari > 3x semalam)
 BB menurun walaupun banyak makan
 Luka sulit sembuh
 Badan terasa gampang lemas, letih, lesu
CARA MENGATASI :
 Minum ObatTeratur
 OlahragaTeratur
 Jaga berat badan jangan sampai berlebih
 Makan sesuai dengan aturan jangan banyak karbohidrat spt nasi mie
kue dan makanan yang manis spt wajit,
 Makan banyak sayur-sayuran dan buah-buahan
MAAG
Adalah keadaan berlebihannya asam lambung
Gejala :
 Mual, kembung
 Perut terasa penuh / begah
 Perih uluhati
Pemicu meningkatnya asam lambung
 Makanan Rasa pedas, Asam, Merica, Jahe
 Minuman bersoda coca cola, pepsi, sprite, fanta dsb
 Buah-buahan yang asam
 Rokok kopi
 Perut kosong dalam waktu lama

Pencegahan:
 Hindari semua pemicu yang di atas
 Usahakan jangan terlambat makan
 Bila sudah memiliki sakit maag harus membawa persediaan
obat.
D I A R E (mencret)
 Adalah suatu keadaan BAB encer > 3x/hari

Cara penularannya :
 Menular oleh lalat melalui makanan dan minuman yg
tercemar bakteri/kuman
 Makanan dan minuman yang telah basi karena
berkembang biak bakteri / kuman
Gejala Diare :
 BAB > 3x perhari
 Tinja bersifat encer, setengah cairan
 Bersifat mendadak
 Dapat disertai dehidrasi
Penanganannya :
 Perbanyak minum terutama oralit
 Makanan yang lembek (lunak)
 Minum Obat Diare segera
 Cepat lapor ke dokter Kloter bila tidak ada perubahan
PENCEGAHAN DIARE
 Hindari makanan dan minuman yang tercemar kotoran /
yang terbuka dapat di hinggapi lalat
 Selalu tutup makanan agar terhindar dari lalat
 Segera makan makanan yang telah dibagikan jangan di tunda
karena dapat terjadi basi
 Bila jatah makanan sudah terlihat berlendir, bau asam, atau
berubah bentuk dan warna jangan di konsumsi lebih baik di
buang.
 Jangan membeli makanan dan minuman yang kebersihannya
kurang meyakinkan
 Hindari makanan pedas, asam, dan satan
 Hindari minuman soda
PEMBINAAN KESEHATAAN SAAT
KEMBALI DI DAERAH ASAL
SETELAH KEMBALI KETANAH AIR
 Istirahat yang cukup
 Makan gizi seimbang
 Apabila menderita batuk :
 Pakai masker
 Banyak minum air putih
 Kurangi makanan berlemak/berminyak
 Jika batuk berlanjut sebaiknya hubungi dokter