Anda di halaman 1dari 10

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN JALAN

TANDEM DAN SENAM TAI CHI TERHADAP


PENINGKATAN KESEIMBANGAN PADA LANSIA

Septi Alviah,
Dika Rizki
Imania, 2016
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
perbedaan pengaruh latihan jalan tandem
dan senam tai chi terhadap peningkatan
keseimbangan pada lansia.
Jenis penelitian adalah dengan
pendekatan quasi experimental, desain
penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Pret and Post test
Two Group Design.
Variabel bebas dalam penelitian ini
adalah latihan jalan tandem dan senam
tai chi. Variabel terikat dalam penelitian
ini adalah keseimbangan.
Sampel yang diambil sebanyak 22 lansia di
BPSTW Unit Budi Luhur Yogyakarta sebagai
sampel yang ditentukan menggunakan
teknik pengambilan sampel simple random
sampling. Sampel dibagi menjadi 2
kelompok yaitu kelompok I diberi latihan
jalan tandem, dan kelompok II diberikan
senam tai chi.
 Perubahan sistem neurologis pada lansia mengakibatkan
perubahan kognitif, penurunan waktu reaksi, masalah
keseimbangan dan kinetik serta gangguan tidur. Perubahan fungsi
sensori dapat terjadi pada penglihatan, pendengaran, dan
sentuhan. Fungsi penglihatan berkurang karena kekeruhan lensa
mata, berkurangnya kemampuan konstriksi pupil, aliran darah pada
sistem penglihatan, dan kemampuan akomodasi serta sempitnya
lapang pandang. Berkurangnya fungsi pendengaran terkait dengan
perubahan yang terjadi di telinga bagian dalam dimana terdapat
sistem vestibuler sebagai sistem pengatur keseimbangan. Penurunan
sensitivitas sentuhan mengakibatkan berkurangnya kemampuan
deteksi dan identifikasi lokasi serta tekanan pada kulit ( Mauk, 2010).
Jalan tandem (tandem stance) merupakan suatu tes dan juga latihan
yang dilakukan dengan cara berjalan dalam satu garis lurus dalam
posisi tumit kaki
menyentuh jari kaki yang lainnya sejauh 3-6 meter, latihan ini dapat
meningkatkan keseimbangan postural bagian lateral, yang berperan
dalam mengurangi resiko jatuh pada lansia. Merupakan salah satu
dari jenis latihan keseimbangan (balance exercise) yang melibatkan
proprioseptif terhadap kestabilan tubuh (Batson, et al 2009 dalam
Nugrahani 2014). Hasil penelitian
yang dilakukan oleh Nugrahani (2014) mengungkapkan bahwa pada
pemberian latihan jalan tandem mampu meningkatkan
keseimbangan, selain itu jalan tandem merupakan salah satu latihan
yang bertujuan untuk melatih sikap atau posisi tubuh, mengontrol
keseimbangan, koordinasi otot dan gerakan tubuh.
Senam tai chi merupakan oleharaga Cina yang fokus
pada upaya melatih keseimbangan, kekuatan dan
kelenturan melalui gerakan lambat mengalir
dikombinasikan dengan pengembangan imajinasi dan
pernafasan dalam (Pradini, 2011). Hasil penelitian yang
dilakukan oleh Li (2013) bahwa pemberian intervensi
senam tai chi mampu meningkatkan keseimbangan
karena pada gerakan senam tai chi mencakup
komponen yang berkonstribusi terhadap kontrol postural
secara khusus, berfokus merangsang muskuloskeletal,
sensorik, dan sisitem kognitif melalui gerakan yang
terkendali dan terkoordinasi.
Hasil uji menggunakan Paired samples t-test pada
kelompok I p = 0,000 (p < 0,05) dan kelompok II p
=0,000 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa kedua
perlakuan yang diberikan pada kelompok I dan II
memiliki pengaruh terhadap peningkatan
keseimbangan pada lansia. .