Anda di halaman 1dari 29

Prinsip Legal Etik dalam

Keperawatan

Ns. Mad Zaini, M.Kep.,Sp.Kep.J


Latar Belakang
Masyarakat menuntut
1. Kesadaran Masyarakat haknya dalam
yang tinggi thdp pelayn. pelayanan kesehatan
kes yang profesional
2. Globalisasi

Masyarakat akan Layanan kesehatan


menuntut hukum u/ Jika tidak terpenuhi (keperawatan) harus
membela haknya. aman, nyaman, efektif
dan ramah.
Aspek Legal dalam
Praktik Keperawatan
U/ mendapatkan layanan Perlu Perawat yg
kesehatan (keperawatan) Profesional &
yg aman, nyaman, efektif memahami batasan legal
dan ramah dan implikasi praktik
kep.

Asuhan keperawatan yang legal diartikan


sebagai praktik keperawatan yang bermutu
dan taat pada aturan, hukum, serta
perundang-undangan yang berlaku.
Aspek Etik dalam Keperawatan
Tenaga kesehatan
berhubungan dengan
klien/pasien.
Hubungan dg klien :
- bentuk khusus hubungan
antar manusia
- hubungan profesional
- hubungan terapetik.
- landasan  konsep moral : berbuat
baik dan tdk merugikan. hubungan
terapetik.
- landasan  konsep moral : berbuat
baik dan tdk merugikan.
Lanjutan…

Prinsip berbuat baik dan tdk


merugikan sbgi pertimbangan dlm
interaksi namun kenyataan :
• msy masih tdk puas thd
pelayanan yg diterima sikap tdk
percaya thd petugas kes.

Dampak sikap tidak percaya :


mempengaruhi jalannya hubungan teg.kes.
Dg klien.
Hubungan terapetik krn hubungan saling
percaya (trust relationship)
Ketdkpuasan dan sikap tdk percaya banyak
penyebabnya, antara lain:
 Ktdkmampuan
perawat
 Sikap tdk terpuji
perawat (krisis
etika) Perawat
 Peningkatan membutuhkan
PELANGGARAN
pedoman
kesadaran klien thdp perilak & KODE ETIK
hak dan kwjibannya. kerangka kerja PROFESI
dlm membuat PERAWAT
keutusan

KESENJANGAN KODE ETIK


(Harapan & Realita) PERAWAT
NASIONAL
INDONESIA
Menurut Potter and Perry (1997)

• Etika berhubungan dengan


bagaimana seseorang harus
bertindak dan bagaimana mereka
melakukan hubungan dengan
orang lain.
• Etika juga diartikan sebagai ilmu
tentang apa yg biasa dilakukan
atau ilmu tentang adat kebiasaan
(Bertens, 2000).
Etika Keperawatan
Menurut Cooper (1991) dalam
Potter and Perry (1997), etika
keperawatan dihubungkan dengan
hubungan antar perawat terhadap
orang lain.
Menurut Florence Nightingale, etika
keperawatan merupakan tuntunan
bagi profesi keperawatan.
Kode Etik Keperawatan
 Kode etik
 Pernyataan standart profesional yg digunakan sbg pedoman
perilaku dan kerangka kerja u/ membuat keputusan.

Tujuan Kode Etik Keperawatan


1.Memberitahukan kepada masyarakat mengenai standar minimal
profesi dan membantu mereka mengerti tindakan keperawatan
professional.
2.Menunjukkan kepada masyarakat bahwa perawat diharapkan
memahami dan menerima kepercayaan serta tanggung jawab yang
diberikan kepada mereka oleh masyarakat.
3.Memberikan tanda bukti atas kesepakatan profesi kepada
masyarakat yang dilayani.
4.Menjadi pedoman utama untuk pertimbangan etis sebagai profesi.
Lanjutan..
5.Memberikan pedoman untuk berperilaku professional
. Menetapkan hubungan perawat dengan klien sebagai advokat
pasen, dengan profesi kesehatan lain sebagai sejawat, dengan
profesi keperawatan sebagai seorang konstributor dan dengan
masyarakat.
7. Menjadi pedoman bagi profesi untuk berperilaku professional
8. Mengingatkan bagi ners, akan tanggung jawab khusus yang
dimiliki dalam memberikan asuhan pada orang sakit.
9. Memberi sarana pengaturan diri bagi profesi.
MAKSUD KODE ETIK KEPERAWATAN

1. Memberi landasan bagi pengaturan hubungan antara perawat, klien,


sejawat, masyarakat dan profesi.
2. Mengingatkan perawat tentang tanggung jawab khusus yang mereka
emban bila merawat klien.
3. Memberi standar sebagai dasar untuk mengeluarkan praktisi
keperawatan yang tidak mengindahkan moral dan untuk membela
praktisi yang dituduh secara tidak adil.
4. Merupakan landasan untuk kurikulum professional dan untuk
mengorientasi lulusan baru terhadap praktek keperawatan.
5. Membantu publik (masyarakat umum) untuk mengerti professional.
6. Menuntun profesi dalam pengaturan diri.
11
KODE ETIK PERAWAT INDONESIA

1. Hubungan Perawat-Klien, Keluarga dan masyarakat

• Total control
• Parent
• Protective beneficenci
* Berbuat baik tidak menyakiti
* Melindungi yang lemah dan rentan
* Advokasi : melindungi hak klien yang tidak
memiliki kemampuan
12
2. Hubungan Perawat dan Teman Sejawat

• Model keperawatan primer  tanggung jawab &


akontabilitas
• Kerjasama antar teman sejawat
 kolegalitas sebagai nafas kehidupan profesi
 preceptorship - mentorship
• Kerjasama tim kesehatan : jelas tanggung jawab,
tugas, wewenang serta delegasi

13
3. Hubungan Perawat - Praktik

• Kompetensi praktik “advanced”


• Meningkatkan kompetensi  program sertifikasi
• Kelompok keilmuan  jantung kehidupan profesi
• Standar praktik  SOP
• Mutu pelayanan keperawatan

Tanggung jawab memberi pelayanan


keperawatan terbaik
14
4. Hubungan Perawat - Profesi

• Bidang khusus perlu dikembangkan


 wadah profesi
• Masuk kedalam wadah profesi
* setia janji profesi : komitmen, identitas kelompok
dengan ciri keperawatan kritikal
* respek pada hak diri sendiri, kolega dan orang lain 
pengakuan sebagai perawat kritikal
* jujur, menjaga, menumbuhkan integritas intelektual
15
Prinsip Etik dalam Keperawatan

• Autonomy
• Beneficence
• Non maleficence
• Justice
• Veracity
• Confidentiality
Autonomy
• keyakinan bahwa individu mampu berpikir
logis dan mampu membuat keputusan sendiri.
• Orang dewasa mampu memutuskan sesuatu
dan orang lain harus menghargainya.
• Otonomi merupakan hak kemandirian dan
kebebasan individu untuk menentukan sendiri
perawatan yang terbaik untuk dirinya.
• Salah satu contoh yang tidak memperhatikan
otonomi adalah memberitahukan klien bahwa
keadaanya baik, padahal terdapat gangguan
atau penyimpangan
Perwujudan dari Autonomy

Informed Consent
• Proses pemberian informasi
hingga pasien memberikan
persetujuan atas tindakan yang
dilakukan
Beneficience (manfaat)

• prinsip ini menuntut perawat untuk


melakukan hal yang baik dan
bermanfaat → dapat mencegah
kesalahan atau kejahatan.
• Contoh perawat menasehati klien
tentang program latihan untuk
memperbaiki kesehatan secara umum,
tetapi perawat mengatakan untuk tidak
dilakukan karena alasan resiko
serangan jantung.
Nonmaleficience (tidak merugikan)

• prinsip ini berarti tidak menimbulkan


bahaya/cedera fisik dan psikologis pada
pasien.
• Contoh: ketika ada pasien yang menyatakan
kepada dokter secara tertulis menolak
pemberian transfusi darah dan ketika itu
penyakit perdarahan (melena) membuat
keadaan klien semakin memburuk dan dokter
harus mengistrusikan pemberian transfusi
darah. Akhirnya transfusi darah diberikan
karena tindakan tersebut tidak merugikan
pasien
Justice (Keadilan)
• nilai ini direfleksikan dalam praktek profesional
ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar
sesuai hukum, standar praktik dan keyakinan yang
benar untuk memperoleh kualitas pelayanan
kesehatan tanpa membedakan pasien berdasarkan
status ekonomi, sosial, suku, ras, dll.
• Contoh ketika perawat dinas sendirian dan ketika
itu ada pasien dari kelas I yang meminta bantuan
untuk makan. Di saat yang sama, terdapat keluarga
pasien dari kelas III sedang meminta bantuan
karena pasien mengeluh sesak. Perawat harus
tahu yang mana yang didahulukan tanpa
membedakan berdasarkan status kelas ekonomi
Veracity (Kejujuran)
• nilai ini bukan hanya dimiliki oleh perawat namun harus
dimiliki oleh seluruh pemberi layanan kesehatan untuk
menyampaikan kebenaran pada setiap klien untuk
meyakinkan agar klien mengerti.
• Informasi yang diberikan harus akurat, komprehensif, dan
objektif. Kebenaran merupakan dasar membina
hubungan saling percaya.
• Contoh Ny. S masuk rumah sakit dengan berbagai
macam fraktur karena kecelakaan mobil, suaminya juga
ada dalam kecelakaan tersebut dan meninggal dunia. Ny.
S selalu bertanya-tanya tentang keadaan suaminya.
Dokter ahli bedah berpesan kepada perawat untuk belum
memberitahukan kematian suaminya kepada klien
perawat tidak mengetahui alasan tersebut dari dokter dan
kepala ruangan menyampaikan intruksi dokter harus
diikuti. Perawat dalam hal ini dihadapkan oleh konflik
kejujuran.
Confidentiality (Kerahasiaan)
• kerahasiaan mengenai informasi
tentang klien harus dijaga karena hal
tersebut merupakan privasi klien.
• Contohnya adalah dokumentasi
tentang keadaan kesehatan klien.
Dokumen ini hanya bisa dibaca guna
keperluan pengobatan dan
peningkatan kesehatan klien. Diskusi
tentang klien diluar area pelayanan
harus dihindari.
Contoh Kasus
• Perawat Neny bertugas di bagian Intensive Care
Unit (ICU). Saat ini sedang merawat seorang nenek
berusia 80 tahun dengan gagal jantung dan
kondisinya sangat kritis dan harus dipasang
ventilator. Klien berasal dari keluarga miskin dan
tidak mempunyai dana untuk kelangsungan
perawatan di ICU, klien tidak mempunyai keluarga
dan tidak dapat di lakukan perawatan lanjutan di
rumah (nursing home). Tiba-tiba datang instruksi
dari pimpinan rumah sakit bahwa nenek tersebut
harus segera keluar dari ICU dan dipindahkan ke
bangsal perawatan umum karena tempatnya akan
digunakan oleh pejabat yang mengalami coma
diabetikum dan memerlukan perawatan di ICU.
Prinsip-prinsip etik apa saja yang
berhubungan dengan kasus
tersebut?
• Setiap pasien pada dasarnya memiliki hak
yang sama, namun pada kenyataannya justru
pasien yang mampu lebih diprioritaskan
dibanding yang tidak mampu.
• Misalnya saja seperti kasus nenek yang tidak
mampu dengan seorang pejabat. Padahal
keduanya mempunyai penyakit yang sama –
sama parah. Namun pihak rumah sakit justru
lebih memprioritaskan pejabat yang dinilai
martabatnya lebih tinggi dikarenakan
martabat yang notabene mempunyai hak
untuk menjatuhkan institusi tersebut.

Justice
• Pasien yang tidak mampu harus kehilangan
kebebasannya dalam memilih pengobatan
yang terbaik untuk kesembuhannya justru
haknya sebagai pasien dihilangkan begitu
saja dikarenakan terbatasnya materi yang
pasien miliki. Padahal pasien dapat
memanfaatkan kebebasannya tersebut untuk
kebaikan dirinya. Namun apadaya nenek
tersebut tidak mempunyai keluarga dan dana
yang mencukupi sehingga harus mematuhi
prosedur dari rumah sakit tersebut

Autonomy
• Pelayanan di rumah sakit tidak
hanya dituntut secara intelektual
melainkan softskill perlu dimiliki
setiap tenaga medis dalam
memberikan pelayanan kepada klien
atau pasien sesuai dengan standar.

Beneficience-Non
malefecience
• Dalam nilai ini, perawat
menyampaikan instruksi dengan
benar dari pimpinan rumah sakit
untuk memindahkan nenek ke
bangsal umum. Perawat
menyampaikan dengan jujur kepada
nenek apa yang harus dilakukannya
untuk mematuhi aturan dari
instansi.

Veracity