Anda di halaman 1dari 18

FINANCIAL MANAGEMENT

Bankruptcy, Reorganization and Liquidation


Lecture : Marwan Asri, M.B.A., Dr., Prof.

Raina Clarisa
Rini Ramdhiani M
Trie Ayu Feminin
Trisna Rama Fanni Lubis
Financial Distress

Merupakan situasi dimana


ketidakmampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajibannya yang
menyebabkan perusahaan mengalami
insolvency
Causes of Business Failure
• Faktor Ekonomi
o Industri yang lemah
o Lokasi dan produk yang buruk
o Tenaga kerja mahal
• Tren Industri
• Permasalahan Perusahaan
o Perubahan selera konsumen
o Teknologi yang usang
o Perubahan demografis
• Faktor Keuangan
o Terlalu banyak hutang
o Kenaikan suku bunga yang tidak terduga
Issues Facing a Firm in
Financial Distress
• Apakah ketidak mampuan dalam membayar hutang
merupakan problem temporer atau problem
permanen?
• Siapa yang seharusnya menderita kerugian?
• Apakah perusahaan lebih baik meneruskan
beroperasi atau dilikuidasi?
• Haruskah perusahaan memilih bankrupt, atau
mencoba untuk menggunakan prosedur informal?
• Siapa yang akan mengontrol perusahaan selama
likuidasi atau reorganisasi?
Settlements Without Going
Through Formal Bankruptcy
• Informal Reorganization
– Workout: Kreditor bekerja dengan perusahaan untuk
membantu memulihkan dan membangun kembali financial
yang baik secara voluntary

Restrukrisasi hutang perusahaan


– Extension Model: perpanjangan waktu jatuh tempo
– Composition Model: kreditor secara sukarela menerima
pokok hutang yang lebih rendah atau menerima ekuitas
sebagai pembayaran hutang
Settlements Without Going
Through Formal Bankruptcy

• Informal Liquidation
– Assignment: prosedur informal untuk
melikuidasi perusahaan. Aset dialihkan ke
pihak ketiga yaitu trustee atau assignee,
kemudian aset tersebut dijual
Federal Bankruptcy Law
• Tujuan utama dari undang-undang kebangkrutan
adalah untuk menghindari perusahaan yang
sebenarnya masih berharga jika tetap eksis
daripada dikeluarkan dari bisnis oleh individual
kreditor karena masalah yang sedang berlangsung,
yang dapat memaksa likuidasi tanpa
memperhatikan dampaknya terhadap pihak lain.

• Sebuah perusahaan secara resmi bangkrut saat


mengajukan kebangkrutan kepada pengadilan
federal
Voluntary Bankruptcy
Sebuah petisi kebangkrutan yang diajukan ke
pengadilan federal oleh manajemen perusahaan
yang bermasalah

Involuntary Bankruptcy
Sebuah petisi kebangkrutan yang diajukan ke
pegadilan federal oleh kreditor perusahaan yang
bermasalah
REORGANIZATION IN BANKRUPTCY

• Reorganisasi adalah suatu upaya untuk menjaga perusahaan


tetap hidup dengan mengubah struktur modalnya

• Reorganisasi dalam aspek financial dilakukan untuk


memperkecil beban finansial yang sifatnya tetap

• Perusahaan melakukan reorganisasi finansial apabila dinilai


bahwa prospek perusahaan masih baik, sehingga dapat
tertolong.

• Dalam melakukan reorganisasi financial hal yang harus


ditempuh yaitu menaksir nilai perusahaan, menentukan
struktur modal yang baru.
Lanjutan…..

• Reorganisasi dapat menghindari masalah holdout

• Dengan melakukan reorganisasi, perusahaan juga


dapat menghindari masalah common pool

• Pembayaran bunga dan pokok mungkin tertunda


tanpa denda sampai rencana reorganisasi disetujui
Prepackaged Bankruptcies

Prepackaged bankckruptcy / pre-pack : Kombinasi


keuntungan antara informal workout dan reorganisasi
formal.
Tiga keuntungan utama dari prepackaged bankruptcy
adalah:
1. Mengurangi masalah holdout
2. Mempertahankan klaim kreditor
3. Adanya pajak yang menguntungkan
Reorganization Time and Expense

• Dalam kebangkrutan kecil, banyak orang dan kelompok terlibat:


pengacara yang mewakili perusahaan tersebut, the US
Bankruptcy Trustee, masing-masing kelas kreditur terjamin,
kreditur umum sebagai sebuah kelompok, pajak pihak
berwenang, dan pemegang saham jika mereka marah dengan
manajemen.
• Ada batas waktu di mana hal-hal yang seharusnya dilakukan,
tapi prosesnya umumnya memakan waktu setidaknya satu
tahun dan biasanya lebih lama.
Liquidity in Bankruptcy

• Jika perusahaan sudah tidak dapat direorganisasi, maka


perusahaan harus dilikuidasi.

• Likuidasi harus terjadi bila perusahaan lebih bernilai


ketika berhenti beroperasi daripada tetap beroperasi.

• Perusahaan menghadapi kesulitan keuangan untuk


mengembalikan kondisi keuangan yang baik
kemungkinan sulit, serta kreditur terkena risiko kerugian
lebih tinggi jika perusahaan tetap beroperasi.
Bankruptcy in Indonesia
• Sumber hukum kepailitan di Indonesia :
1. KUH Perdata
2. Undang – Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan
PKPU
3. Undang – Undang lainnya yang terkait (misalnya : UUPT, UU
Jaminan Fidusia, dll)

• Syarat kepailitan diatur dalam pasal 2 ayat (1) Undang –


Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU yaitu
Debitur yang mempunyai dua atau lebih kreditur dan tidak membayar
lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih,
dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan baik atas permohonannya
sendiri maupun atas permohonan satu atau lebih krediturnya.

• Proses penyelesaian perkara kepailitan di Indonesia dilakukan


di Pengadilan Niaga dalam lingkungan peradilan umum.
Bankruptcy in Indonesia
• Setelah suatu perusahaan dinyatakan pailit maka segala
pengelolaan kekayaan dilakukan oleh kurator , diawasi oleh hakim
pengawas, proses pailit dilanjutkan ke proses likuidasi ketika
tidak diperoleh kesepakatan antara debitur dan kreditur. Maka akan
dibentuk tim likuidasi
• Tugas tim likuidasi sebagai pihak yang menangani perusahaan
pailit sebagai berikut:
1. mengelola perusahaan pailit
2. menjual assets-assets
3. membayar kreditur
4. mengembalikan dana pemilik jika terdapat efisiensi assets
terhadap kewajiban.
Other Motivations for Bankruptcy

• Proses kebangkrutan tidak dimulai sampai


perusahaan menjadi lemah secara finansial sehingga
tidak dapat memenuhi kewajibannya saat ini.

• Undang-undang kepailitan mengizinkan perusahaan


untuk mengajukan kebangkrutan, jika perkiraan
finansial perusahaan tersebut saat ini menunjukkan
kondisi yang akan menyebabkan kebangkrutan.
Some Criticism of Bankruptcy Laws
• Sebelum tahun 1978, sebagian besar kebangkrutan berakhir
dengan cepat dalam likuidasi.

• Kritikus berpendapat bahwa kebangkrutan sangat bagus untuk


bisnis akhir-akhir ini terutama untuk konsultan, pengacara, dan
para manajer.

• Kritikus berpendapat bahwa hakim kepailitan harus menyadari


bahwa beberapa perusahaan yang ‘sakit’ harus dinyatakan
pailit.

• Kritikus lainnya menganggap seluruh sistem kebangkrutan


tentang perlindungan dan pengawasan yudisial harus
dibatalkan.