Anda di halaman 1dari 29

Laporan Kasus – Penurunan

Kesadararan E.C Hipoglikemia


Dede Achmad Basofi
Kepaniteraan Klinik Emergensi
Fakultas Kedokteran – Universitas Tanjungpura
RSUD Abdul Aziz Singkawang

Pembimbing :
dr. Ranti Waluyan
Status Pasien
NAMA • Tn. S

JENIS KELAMIN • Laki-Laki

USIA • 53 Tahun

PEKERJAAN • Swasta

AGAMA • Katolik

STATUS • Menikah

MASUK RS • 06 Juni 2017


Primary Survey
• Pasien datang dengan penurunan kesadaran
• A: Clear, sekret (-), muntah (-), snoring (-), stridor (-).
• B: RR: 24 kali/menit reguler, nafas spontan, SND
Vesikuler (+/+), wh(-/-), rh (-/-) SpO2 : 98%.
• C: TD: 140/80, nadi 112x/menit reguler, kuat angkat,
akral hangat, CRT <2 detik.
• D: GCS 10, E3 V2 M5, pupil isokor 3 mm/3 mm, refleks
cahaya langsung (+/+), refleks cahaya tidak langsung
(+/+).
• E: Jejas (-) , Suhu Tubuh 37,5 derajat celsius
Secondary Survey
• Keluhan Utama
Penurunan Kesadaran

• Riwayat Penyakit Sekarang


Menurut alloanamnesis yang dilakukan terhadap
keluarga pasien, pasien mengalami penurunan
kesadaran sejak kemarin malam, pasien
sebelumnya mengkonsumsi 2 botol alkohol
sebelum akhirnya tidak sadarkan diri. Pasien
muntah sebanyak 1 kali, tidak mengeluhkan sakit
kepala, pasien tampak gelisah
Secondary Survey
• Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat hipertensi (-)
Riwayat DM (-)
Riwayat stroke (-)

• Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada keluarga dengan riwayat penyakit
yang sama dengan pasien.
Secondary Survey
• Riwayat Kebiasaan
Merokok (+) puluhan tahun, sehari 1 bungkus.
Riwayat konsumsi Alkohol yang lama (+),
seminggu 2 sampai 3 botol
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Tampak Gelisah, Tampak Sakit
Berat.
Kesadaran : Stupor
GCS : E3V2M5

Tanda vital
Tekanan darah : 140/80 mmHg
Nadi : 112 x/menit, reguler, kuat angkat
Suhu : 37,5 oC
Pernafasan : 24 x/menit
Kepala Leher
• Bentuk : Normal, simetris • Kelenjar getah bening tidak
• Rambut : Hitam, tidak teraba
mudah rontok • Trachea berada di tengah
• Mata : CA-/-, SI -/-, reflex • Tidak ada pembesaran
cahaya ( + ), pupil
isokor kanan = kiri kelenjar tiroid
• Telinga : Bentuk normal, • JVP tidak meningkat
serumen ( - ),
membran timpani
intak
• Hidung : Bentuk normal,
septum ditengah,
tidak deviasi
• Mulut : Bentuk
normal, lidah tidak kotor,
tidak hiperemis
Paru- paru Jantung

• Inspeksi • Inspeksi : Ictus cordis


• Bentuk dada kanan dan kiri tidak terlihat
simetris, pergerakan nafas • Palpasi: Ictus cordis teraba
kanan sama dengan kiri, tidak pada ICS 5 linea
ada penonjolan masa. midclavicula sinistra
• Palpasi • Perkusi
• Fremitus taktil dan vocal • Batas atas : ICS 3 linea
simetris kanan dan kiri, Tidak parasternalis sinistra
ada krepitasi • Batas kanan : ICS 4 linea
• Perkusi sternalis dextra
• Sonor seluruh lapang paru, • Batas kiri : ICS 5 linea
Peranjakan paru (+) midclavicula sinistra
• Auskultasi
• VBS +/+, ronkhi -/-, wheezing • Auskultasi: Bunyi jantung I-II
-/- murni regular,
murmur ( - ),
gallop ( - )
Abdomen Ektremitas

• Inspeksi: Bentuk abdomen • Superior


datar, lembut • Akral hangat
• Auskultasi: Bising usus ( + ) • Udema -/-
normal • CRT < 2”
• Perkusi : Terdengar • Inferior
suara timpani
• Akral hangat
mendominasi
lapang abdomen • Udema -/-
• Palpasi • CRT < 2”
• Hepar tidak teraba
• Lien tidak teraba Genitalia
• Ballotment ( - )
• Vesica urinaria tidak teraba • Tidak diperiksa
• Nyeri tekan ( - )
Pemeriksaan Tambahan
• Tanggal Pemeriksaan 06 Juni 2017 jam 13:37 -
Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu : 16
mg/dl
Resume
• Pasien laki-laki datang dengan keluhan
penurunan kesadaran, pusing, lemas, mata
berkunang - kunang. Riwayat diabetes melitus
tidak ada, namun memiliki riwayat konsumsi
alkohol, kemarin pasien minum 2 botol
alkohol lalu tertidur. Riwayat penyakit tekanan
darah tinggi tidak ada.

• Tekanan darah 140 / 80 mmHg, GDS 16 mg/dl


Diagnosis Kerja
• Penurunan Kesadaran ec Hipoglikemia
Usulan Pemeriksaan Penunjang
• Darah Lengkap (Hemoglobin, Hematokrit,
Trombosit, Leukosit, Pt, Aptt, Golongan Darah)
• EKG
• Rontgen Thorax
Tatalaksana
• Oksigen dengan Nasal Kanul 3 Liter per menit
• IVFD D10% 10 Tpm
• Bolus D40% 3 Flash – Observasi dan cek kadar
gula darah sewaktu 15 menit – GDS meningkat
menjadi 481 mg/dl
• Kesadaran membaik, GCS 15 E4V5M6
Prognosis
• Quo ad vitam : dubia ad bonam
• Quo ad functionam : dubia ad bonam
• Quo ad sanationam : dubia ad bonam
Tinjauan Pustaka
Definisi
• Keadaan di mana kadar glukosa plasma lebih
rendah dari 45 mg/dl – 50 mg/dl
• Pendekatan diagnosis dilakukan dengan
Whipple’s Triad :
– Keluhan berhubungan dengan hipoglikemia
– Kadar glukosa plasma rendah
– Perbaikan kondisi setelah perbaikan kadar gula
darah
Klasifikasi
• Klasifikasi Klinis Hipoglikemia Akut
Ringan Simtomatik, dapat diatasi sendiri, tidak ada gangguan aktivitas sehari-
hari yang nyata
Sedang Simtomatik, dapat diatasi sendiri, menimbulkan gangguan aktivitas
sehari-hari yang nyata
Berat Sering tidak simtomatik, pasien tidak dapat mengatasi sendiri karena
adanya gangguan kognitif
1. Membutuhkan terapi parenteral (Glukagon Intramuskular atau
Intravena)
2. Kejang atau Koma
Klasifikasi
• Klasifikasi Hipoglikemia menurut American
Diabetes Association
Severe hypoglikemia Kejadian hipoglikemia yang
membutuhkan bantuan dari orang lain
Documented symptomatic hypoglicemia Kadar gula darah plasma ≤ 70 mg/dl
disertai gejala klinis hipoglikemia
Asymptomatic hypoglicemia Kadar gula darah plasma ≤ 70 mg/dl
tanpa disertai gejala klinis hipoglikemia
Probable symptomatic hypoglicemia Gejala klinis hipoglikemia tanpa disertai
pengukuran kadar gula darah plasma
Relative hypoglicemia Gejala klinis hipoglikemia dengan
pengukuran kadar gula darah plasma ≥ 70
mg/dl dan terjadi penurunan kadar gula
darah
Gejala dan Tanda
• Gejala dan tanda dari hipoglikemia merupakan
akibat dari aktivasi sistem saraf otonom dan
neuroglikopenia
• Pasien usia lanjut dan pasien dengan
hipoglikemia berulang – hypoglicemia
unawareness
Gejala dan Tanda
Kadar Gula Darah Gejala Neurogenik Gejala Neuroglikopenik

79,2 mg/dL Gemetar, goyah, gelisah Irritabilitas, kebingungan

70,2 mg/dL Gugup, berdebar-debar Sulit berpikir, sulit


berbicara

59,4 mg/dL Berkeringat Ataksia, paresthesia

50,4 mg/dL Mulut kering, rasa kelaparan Sakit kepala, stupor

39,6 mg/dL Pucat, midriasis Kejang, koma, kematian


Kadar gula darah dan manifestasi
• Pertahanan Fisiologis
pertama – penurunan
sekresi insulin oleh sel beta
pankreas
• pertahanan Fisiologis
kedua – peningkatan
sekresi glukagon
• Pertahanan Fisiologis ketiga
– peningkatan sekresi
epinefrin adrenomedular
Hubungan konsumsi alkohol dan hipoglikemia

• Glukosa – Sumber metabolik energi untuk otak


• Otak tidak dapat mensintesa glukosa dan hanya
disimpan dalam beberapa menit – suplai
glukosa secara terus menerus sangat diperlukan
- di distribusi oleh arterial blood
• Glukosa plasma level di regulasi dan di atur oleh
pemecahan glikogen dan glukoneogenesis
Hubungan konsumsi alkohol dan hipoglikemia
• Glukoneogenesis –
koordinasi oleh
beberapa organ
• Liver, otot dan
jaringan adiposa
• Otot – menyediakan
laktat, piruvat, alanin
dan asam amino
• Jaringan adiposa –
trigliserida di pecah
kedalam gliserol –
menjadi prekursor
untuk
glukoneogenesis
Hubungan konsumsi alkohol dan hipoglikemia
• Sintesis glukosa dari non karbohidrat di sebut
dengan glukoneogenesis
• Terjadi di liver, kemudian menjaga level dari gula
darah pada saat puasa dan kondisi kelaparan
• Alkoholism = konsumsi etanol >120 ml/hari,
hipoglikemia adalah kondisi dimana terjadi
penurunan level glukosa darah <50 mg/dl
• Oksidasi etanol meningkatkan NADH – menghalangi
enzim yang meregulasi glukoneogenesis –
menghambat pelepasan glukosa dari liver =
Hipoglikemia
Hubungan konsumsi alkohol dan hipoglikemia
• Hipoglikemia
• Insulin, membantu jaringan tubuh untuk absorbsi
glukosa dari darah
• Glukagon dilepaskan – hormon untuk memberikan
sinyal ke liver untuk memecah glikogen, glukosa
masuk ke aliran darah, meningkatkan level gula darah
• epinephrine, memberikan sinyal ke liver untuk
memecah glikogen, memberikan sinyal ke liver dan
ginjal untuk meningkatkan jumlah glukosa yang
mereka bentuk
• Gula darah masih turun – molekul memberikan sinyal
untuk membuat kita merasakan lapar, sehingga kita
makan
Hubungan konsumsi alkohol dan hipoglikemia

• Tatalaksana dengan menggunakan D40%


sebanyak 1 fls akan meningkatkan glukosa darah
sebesar 25-30 mg/dL dengan observasi GDS per
15 menit
Terimakasih