Anda di halaman 1dari 27

KONSEP BAKAT

& TES bakat


Definisi Bakat
1. Flanagan  frase bakat menunjukkan
kesamaan arti dengan kemampuan, namun
bakat juga berarti sebagai prediksi sso
meraih sukses.

2. Freeman (1964)  Sifat-sifat yang


menunjukkan kemampuan dalam bidang
khusus dan dapat diasah dengan latihan-
latihan.
3. Branca (1965)  taraf seberapa baik
kemampuan sso dlm mempelajari keahlian
atau pengetahuan tertentu jika diberi latihan
dalam bidang tsb.

4. Bingham (1968)  potensi sso yg


memungkinkan hanya dgn suatu latihan
khusus dpt memperoleh kecakapan,
pengetahuan atau ketrampilan khusus.

* Kesimpulan : Bakat adalah kemampuan atau


potensi khusus yg bersifat menonjol, dengan
pendidikan atau latihan tertentu akan dapat
diasah.
Bakat
• Bakat adalah kondisi atau rangkaian karakteristik
yang dipandang sebagai gejala kemampuan
individu untuk memperoleh pengetahuan,
ketrampilan atau serangkaian respon melalui
latihan-latihan.
• Bakat adalah potensi individu untuk melakukan
pekerjaan atau ketrampilan tertentu
• Konsep bakat muncul karena ketidakpuasan thd
tes inteligensi yg hanya menghasilkan skor
tunggal yaitu IQ
Ketidakpuasan thd tes Inteligensi tsb diantaranya
• IQ tidak memberikan banyak informasi, jika
dua orang yg memiliki IQ sama tetapi prestasi
belajar atau kerjanya berbeda
• Adanya penemuan pd hasil tes Inteligensi dgn
menggunakan tes kelompok, bahwa skor
individu terbukti berbeda dibanding tes
individual, hal ini membuktikan bahwa tes
inteligensi memiliki variasi internal
lanjutan

• Setelah dilakukan analisis faktor terbukti


bahwa tes inteligensi mengukur kemampuan
yang jamak (multifaktor)
Teori-teori yang mendasari tes bakat

1. Teori dua faktor


• Dipelopori oleh Spearman, yang menerangkan bahwa
setiap aktifitas mental ditunjukkan oleh faktor yang
spesifik (s) yang berbeda
• Semua faktor yg spesifik tsb, scr bersama-sama
membentuk single common factor yang disebut faktor
general (g).
• Jadi setiap perilaku akan terdiri dari faktor s yang berbeda
ttp memiliki faktor g yg sama
2. Teori Primary mental ability
• Kemampuan mental primer meliputi pemahaman
verbal (V), kelancaran verbal (W), angka (N), ruang
(S), ingatan asosiasi (M), kecepatan persepsi (P),
induksi (I) atau penalaran umum (R)
3. Teori Struktur Intelek dari Guilford
• Memandang inteligensi memiliki tiga dimensi yaitu
operasi, isi dan produk
• Berdasarkan teori ini setiap mns memiliki 120
kemampuan
Lanjutan Teori Struktur Intelek dari Guilford

• Guilford menyebutkan dimensi bakat meliputi persepsi,


psikomotorik dan intelek
• Dimensi persepsi yang diukur adalah kepekaan pancaindra yang
berhubungan dgn perhatian/persiapan dlm melakukan observasi ,
spt kepekaan penglihatan, pendengaran
• Dimensi psikomotorik yg diukur meliputi kekuatan, kecepatan,
kecepatan permulaan suatu aktivitas, ketepatan, koordinasi dan
fleksibilitas gerakan.
• Dimensi intelek meliputi ingatan dan berpikir
Teori yg melandasi tes bakat scr umum

• Berdasarkan teori multifaktor tsb disusunlah


baterei tes bakat yang memberikan
rekomendasi untuk melakukan analisis
diferensial spt FACT, DAT, GATB
• Selain itu tes bakat juga ada yang berdasar pd
teori bakat spesifik, yang memandang bahwa
masing-masing bakat itu pilah, tidak saling
berhubungan.
Faktor-Faktor yg mempengaruhi
pengembangan Bakat
• Potensi individu secara genetis
• Kepribadian
• Maturity
• Minat
• Motivasi
• Nilai Hidup
Pengertian Tes Bakat
1. Freeman  alat untuk mengetahui potensial
ability thd aktivitas-aktivitas yang bersifat
khusus
2. Tiffin  metode pengungkapan kemampuan
individu yg masih laten utk mempelajari
tugas-tugas ttt dalam jabatan ttt
3. Hull  tes yang dibuat untuk menemukan
potensi yang dimiliki sso utk belajar
menguasai pekerjaan tertentu
Kesimpulan Pengertian
Tes Bakat adalah tes yang digunakan utk mengukur
kemampuan potensial dalam melakukan aktivitas
tertentu, kemudian dapat dipredikasikan
keberhasilannya dalam aktivitas tadi. Dengan
demikian, kemampuan potensial dapat memudahkan
pencapaian tujuan.

Tujuan: diagnosis & prediksi

Kegunaan : untuk penempatan/penjurusan,


konseling, seleksi, bimbingan dalam pendidikan
maupun pekerjaan.
TUJUAN
• Diagnosis : tahu bakat  pahami potensi 
analisis permasalahan dimasa kini (klinis,
pekerjaan, pendidikan, industri  tritmen
tepat)

• Prediksi : prediksi kesuksesan/kegagalan pada


bidang tertentu dimasa depan (seleksi,
penempatan, klasifikasi). Upaya
mempertemukan potensi sso dg persyaratan
oleh suatu lembaga
Dasar penyusunan Tes Bakat
Tes bakat

Perbedaan profil
kemampuan

Analisa faktor

Individual differences
Tes bakat

Kelompok Kelompok
single test battery test

• Kraeplin
• DAT
• Pauli,
• GATB
• Torrence (tes
• FACT
kreativitas)
PERBEDAAN
• INTELIGENSI: kapasitas total sso untuk dapat berpikir &
bertindak efektif
• BAKAT: kapasitas/potensi yg berkembang istimewa
dan menonjol sso untuk dapat melakukan suatu bidang
tertentu dibanding bid.lain.
• Bakat adl bagian dari inteligensi
• Tes bakat : mengukur prestasi yg akan dicapai
dikemudian hari
• Tes prestasi : mengukur kemampuan yg dicapai saat ini.
• PRESTASI (achievement): HASIL pencapaian aktual dari
suatu tindakan, melalui proses belajar
• POTENSI (bakat & inteligensi) + BELAJAR 
HASIL/PRESTASI
Dasar Analisa Tes Bakat

Membandingkan profil nilai


individu dengan profil nilai orang
lain yg dianggap berkemampuan
tinggi dlm bidang tertentu
Berbagai macam Tes Bakat
I. Multiple Aptitude Batteries
a. Flanagan Aptitudes Classification Test
(FACT)
b. General Aptitudes Test Battery (GATB)
c. The Differential Aptitudes Test (DAT)
d. The Chicago Test of Primary Mental
Abilities
II. Special Aptitude Test
a. Tes bakat mekanik
b. Tes bakat musik
c. dsb
DAT
(DIFFERENTIAL APTITUDE TEST)
– Disusun oleh : G.K. Bennett, H.G. Seashore, A.G. Wesman (1947)
– Tujuannya : untuk mendapatkan prosedur penilaian yang ilmiah,
terintegrasi, dan standar  dasar pengetesan dg IQ saja tidak
memadai  dibutuhkan tes yang mengukur bermacam-macam
faktor.
• Terdiri dari 8 tes:
1. Penalaran verbal (VR)
2. Penalaran numerik (NA) : A5
3. Penalaran abstrak (AR) : A3
4. Kecepatan & kecermatan persepsi (CSA): D4
5. Penalaran mekanik (MR) : c4/c3
6. Hubungan ruang (SR) : B3/C5 pola
7. & 8 penggunaan bahasa (LU): spelling & sentences
GATB
(GENERAL APTITUDE TEST BATTERY) (1947)
FAKTOR APTITUDE DIUKUR DG TES . . . .
G Inteligensi • Ruang tiga dimensi
• Perbendaharaan kata
• Hitungan Oleh Odell
V Aptitude verbal Perbendaharaan kata thn 1960an.
N Aptitude angka • Komputasi
• Atirhmatic reasoning Terdiri dari
S Aptitude ruang Ruang 3D 12 sub tes
p Persepsi bentuk • Tool matching
yang dapat
• Form matching mengukur 9
Q Persepsi klerikal Perbandingan nama kemampuan
K Koordinasi motor Mark making dasar atau
bakat.
F Kecekatan jari • Assamble
• Dissamble
M Kecekatan tangan Place & tur n
FACT
(FLANAGAN APTITUDE CLASSIFICATION
TEST)
• Disusun oleh J.C Flanagan Terdiri dari :
 usaha mendapatkan Inspection Judgement
sistem klasifikasi baku Coding (kode) Arithmatic
dalam penentuan bakat
dan kemampuan dasar Memory Pattern
individu pada tugas-tugas (ingatan)
tertentu. Precision Component
• Terdiri dari 14 tes yang Assembly Tables
dapat digunakan secara (merakit)
keseluruhan atau terpisah Scales (baca Mechanics
skala)
Coordination Expression
Sub test pada DAT
(adaptasi Indonesia)
1. Berhitung (A5)
2. Penalaran (A3)
3. Pola (B3)
4. Pengertian mekanik (C4)
5. Cepat dan Teliti (D4)
Tes Bakat Pada Penjurusan
Pendidikan (IPA)
• A1 (pemahaman)
• A3 (penalaran)
• A5 (berhitung)
• A6 (ungkapan)
• B3 (pola)
• C4 (pengertian mekanik)
• D4 (cepat & teliti)
Tes Bakat Pada Penjurusan
Pendidikan (IPS/ Bahasa)

• A1 (pemahaman)
• A3 (penalaran)
• A6 (ungkapan)
• D4 (cepat & teliti)
PROSEDUR TES BAKAT

Administrasi tes

Skoring

Norma

Interpretasi
gabungan
TES BAKAT KHUSUS
• Adanya tuntutan tugas pada hal yang lebih khusus
• Dirancang untuk mengimbangi tes kecerdasan yang
terbatas pada abstrak, numerik & verbal
• Perlunya tes untuk kemampuan lebih konkret dan
praktis
• Ada hal-hal khusus yang tidak terukur melalui bakat
majemuk/ diferensial (tes penglihatan,
pendengaran, kecekatan gerak, bakat seni) 
industri, militer