Anda di halaman 1dari 53

Pengenalan Teknik

Kimia
Apa Itu Teknik Kimia?
• Teknik Kimia merupakan disiplin yang mencakup kegiatan-
kegiatan yang menerapkan ilmu pada masalah-masalah yang
berkaitan dengan produksi barang-barang dan jasa yang
berguna secara ekonomi, dengan satu atau lebih langkah yang
melibatkan peristiwa kimia dan / atau fisika.
• Sehingga dapat memanfaatkan sumber-sumber daya alam
bagi kegunaan dan kemudahan (use and convenience)
manusia.
Ilmu Dasar Teknik Kimia
Sejarah Perkembangan Teknik Kimia

• Teknik kimia pertama kali muncul pada pengembangan unit operasi, salah
satu konsep dasar dari teknik kimia modern sekarang. Sebagian besar
penulis setuju bahwa George Davis menemukan unit operasi namun tidak
dikembangkan secara pesat. Pada tahun 1880, George Davis mengusulkan
pembentukan Masyarakat Insinyur Kimia yang gagal menjadi kenyataan. Ia
memberikan serangkaian kuliah tentang unit operasi di Technical School
Manchester (University of Manchester saat ini) pada tahun 1887, Ia
dianggap sebagai salah satu yang paling awal mengajarkan teknik kimia.
• Tiga tahun sebelum kuliah Davis, Henry Edward Armstrong mengajarkan
program teknik kimia di City and Guilds of London Institute, namun
Armstrong "gagal" karena lulusannya tidak menarik bagi pengusaha.
Pengusaha pada waktu itu lebih suka menyewa ahli kimia dan insinyur
mekanik. Program teknik kimia yang ditawarkan oleh Massachusetts
Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat, Universitas Owen di
Manchester, Inggris dan University College di London juga mengalami
kegagalan dengan alasan yang sama.
5
• Mulai tahun 1888, Lewis M. Norton mengajar di MIT kursus teknik kimia
pertama di Amerika Serikat. Tentu saja Norton adalah kontemporer dan
pada dasarnya apa yang diajarkannya sama dengan kursus Armstrong.
Kedua kursus, bagaimanapun, hanya menggabungkan pelajaran kimia dan
mesin. "Para praktisi mengalami kesulitan meyakinkan pengusaha bahwa
mereka adalah insinyur dan juga ahli kimia, bahwa mereka tidak hanya ahli
kimia." Kursus unit operasi diperkenalkan William Hultz Walker pada
tahun 1905. Pada awal tahun 1920-an, unit operasi menjadi aspek penting
dari teknik kimia di MIT dan universitas lain di AS, serta di Imperial College
London.
• The American Institute of Chemical Engineers (AIChE), yang didirikan
pada tahun 1908, memainkan peran kunci dalam membuat teknik kimia
dianggap sebagai ilmu mandiri, dan bahwa unit operasi menjadi salah satu
pusat penting di dalam teknik kimia. Misalnya, mendefinisikan teknik
kimia menjadi "ilmu teknik kimia itu sendiri, pada dasarnya ... unit
operasi" dalam laporan 1922, telah menerbitkan daftar lembaga akademik
yang menawarkan program studi teknik kimia "yang benar". Sementara
itu, Inggris pun mempromosikan teknik kimia sebagai ilmu yang berbeda
di Eropa dan mulai membentuk Lembaga Insinyur Teknik Kimia (IChemE)
pada tahun 1922. Pada tahun 1923, Profesor EC Williams mendirikan
program kimia teknik pertama di Inggris di University College
London(UCL). 6
• Pada tahun 1940-an, menjadi jelas bahwa unit operasi saja tidak cukup
dalam merancang reaktor kimia. Sementara dominasi unit operasi dalam
kursus teknik kimia di Inggris dan Amerika Serikat terus berlanjut sampai
tahun 1960-an, fenomena perpindahan mulai mengalami fokus yang lebih
besar. Seiring dengan konsep baru lainnya, sistem proses seperti rekayasa,
"paradigma kedua teknik kimia" mulai didefinisikan. Fenomena
perpindahan memberikan pendekatan analitis untuk teknik kimia,
sementara sistem proses difokuskan pada unsur-unsur sintetis, seperti
sistem kontrol dan desain proses. Perkembangan teknik kimia sebelum
dan sesudah Perang Dunia II dipicu terutama oleh industri petrokimia,
namun kemajuan dalam bidang lain juga dibuat. Kemajuan dalam rekayasa
biokimia terjadi pada tahun 1940-an, misalnya, menemukan aplikasi
dalam industri farmasi, dan memungkinkan untuk produksi massal dari
berbagai antibiotik, termasuk penisilin dan streptomisin. Sementara itu,
kemajuan dalam ilmu polimer dimulai pada tahun 1950-an yang akhirnya
menuju "era plastik“.

7
The Key Steps in The Development of The
Science of Chemical Engineering
• 1805 – John Dalton published Atomic Weights, allowing chemical
equations to be balanced and the basis for chemical engineering mass
balances.
• 1882 – a course in “Chemical Technology” is offered at University College
London
• 1883 – Osborne Reynolds defines the dimensionless group for fluid flow,
leading to practical scale-up and understanding of flow, heat and mass
transfer
• 1885 – Henry Edward Armstrong offers a course in “chemical
engineering” at Central College (later Imperial College), London.
• 1888 – There is a Department of Chemical Engineering at Glasgow and
West of Scotland Technical College offering day and evening classes.
• 1888 – Lewis M. Norton starts a new curriculum at Massachusetts
Institute of Technology (MIT): Course X, Chemical Engineering.
• 1889 – Rose Polytechnic Institute awards the first bachelor’s of science in
chemical engineering in the US.

8
• 1891 – MIT awards a bachelor’s of science in chemical engineering to
William Page Bryant and six other candidates.
• 1892 – A bachelor’s program in chemical engineering is established at the
University of Pennsylvania.
• 1901 – George E. Davis produces the Handbook of Chemical Engineering.
• 1905 – the University of Wisconsin awards the first Ph.D. in chemical
engineering to Oliver Patterson Watts.
• 1908 – the American Institute of Chemical Engineers (AIChE) is founded.
• 1922 – the UK Institution of Chemical Engineers (IChemE) is founded.
• 1942 – Hilda Derrick, first female student member of the IChemE.

9
SEJARAH TEKNIK KIMIA INDONESIA

• Teknik Kimia pertama kali dikenal di Indonesia sejak berdirinya


Bandoengsch Technische Hoogeschool pada tanggal 1 Agustus 1940
• Teknik Kimia diresmikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada bulan
September 1941 dibawah Bandoengsch Technische Hoogeschool.
• Maret 1942 Bandoengsch Technische Hoogeschool ditutup,
kemudian dibuka kembali menjadi *Institute of Tropical Science.
• 1 April 1944 Pemerintah Militer Jepang membuka
kembali Bandoengsch Technische Hoogeschool dengan
nama Bandoeng Koo Gyoo Dai Gaku dan Teknik Kimia merupakan
bagian didalamnya yang disebut sebagai Oyakagakuka (Bagian
Kimia).
• Pada 17 Agustus 1945 Nama Bandung Koo Gyoo Dai Gaku dirubah
menjadi Sekolah Tinggi Teknik Bandoeng (STT Bandoeng) dengan
bagian Teknik Kimia didalamnya.
10
 Pada 19 Agustus 1945 di Jakarta berdiri Badan Pendidikan Tinggi Republik
Indonesia (BPTRI). BPTRI memiliki tiga fakultas, yaitu Kedokteran dan Farmasi,
Sastra, dan Hukum
 Januari 1946 STT Bandoeng dipindahkan ke Jogjakarta dengan sebutan STT
Bandoeng di Yogya.
 Atas usaha Ir. Wreksodiningrat pada 17 Februari 1946 secara resmi dibuka
kembali STT Bandoeng di Jogjakarta dengan ketua Prof. Ir. R. Roosseno
Soerjohadikoesoemo dan pada saat itu Teknik Kimia di Jogjakarta berada
dibawah STT Bandoeng di Jogjakarta yang menjadi cikal bakal Teknik Kimia
UGM.
 21 Juni 1946 berdirilah Nood-Universiteit (Universitas Sementara)
oleh Nederlandsch Indië Civil Administrate – NICA (Pemerintahan Sipil Hindia
Belanda) di mana perguruan tinggi di Jl. Ganesha masuk yang dalamnya
termasuk nama Technische Faculteit.
 12 Maret 1947 Nood-Universiteit diubah menjadi Universiteit van
Indonesie (UVI) adapun fakultas yang ada di Bandung menjadi Universiteit van
Indonesie etBandoeng yang berlaku surut mulai November 1945 di mana
perguruan tinggi di Jl. Ganesha masuk di dalamnya dengan nama Faculteit
van Technische Wetenschap (Fakulteit Ilmu Pengetahuan Teknik).

11
• 19 Desember 1948 STT Bandung di Jogjakarta terpaksa tutup karena
serbuan tentara Belanda tetapi dibuka kembali tahun 1949 dengan
menyelenggarakan bagian Sipil saja.
• 19 Desember 1949 UGM berdiri sebagai Universitas Negeri Republik
Indonesia yang pertama, STT itupun dimasukkan ke dalamnya sebagai
Fakultas Teknik.
• 2 Februari 1950 Berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun
1950 itu dibentuklah Balai Perguruan Tinggi RIS yang merupakan
peleburan antara Balai Perguruan Tinggi RI dan Universiteit van
Indonesie yang diserahkan pemerintah Belanda ke pangkuan ibu pertiwi
dengan namanya yang beragam : Universiteit Indonesia / Balai Perguruan
Tinggi Republik Indonesia Serikat / Balai Perguruan Tinggi Republik
Indonesia bahkan di salah satu pidato ketua fakultas di Bandung
disebut Universiteit van de Republiek Indonesië.
• Penyerahan tersebut termasuk semua fakulteitnya di Bandung
yaitu Faculteit van Technische Wetenschap (Fakultas Ilmu Pengetahuan
Teknik), Faculteit van Wiskunde en Natuurwetenschap (Fakultas Ilmu Pasti
dan Ilmu Alam) dan Universitaire Leergang voor de Opleiding van
Tekenleraren (Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar).
12
 Pada awalnya Universiteit Indonesia memiliki 9 fakultas dan 3 lembaga yang
tersebar di lima kota, yaitu Fakulteit Kedokteran, Fakulteit Ilmu Hukum dan
Ilmu Pengetahuan Masyarakat, serta Fakulteit Sastra dan Filsafat di Jakarta;
Fakulteit Ilmu Alam dan Ilmu Pasti, Fakulteit Ilmu Pengetahuan Teknik, dan
Lembaga Pendidikan Guru Gambar di Bandung (ITB sekarang); Fakulteit
Pertanian dan Fakulteit Kedokteran Hewan di Bogor (IPB sekarang); Fakulteit
Ekonomi di Makassar (UNHAS sekarang); Fakulteit Kedokteran dan Lembaga
Kedokteran Gigi di Surabaya (UNAIR sekarang).
 Berangsur-angsur fakultas-fakultas yang berada di daerah memisahkan diri
membentuk lembaga pendidikan yang berdiri sendiri. Pada tanggal 2
Maret 1959 Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam di Bandung
terbentuk dan berkembang menjadi Institut Teknologi Bandung. Selanjutnya
pada 1 September 1963 Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan UI
memisahkan diri pula menjadi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang kini menjadi
perguruan tinggi pertanian terkemuka bertaraf internasional. Fakultas
Keodkteran dan Lembaga Kedokteran Gigi di Surabaya menjadi Universitas
Airlangga dan Fakultas Ekonomi di Makasar menjasi Universitas Hasanuddin.
Pada 1964 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi Institut Keguruan
dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta dan kini berubah kembali
menjadi Universitas Negeri Jakarta.

13
• Pada Tahun 1950 Teknik Kimia menjadi dibawah Fakultet Teknik Bandung,
Universiteit Indonesia Bandung pada saat penyerahan Universiteit van
Indonesia oleh belanda ke pangkuan Indonesia.
• Pada Tahun 1951 Fakultet Teknik berubah nama menjadi Fakultet
Pengetahuan Teknik dan kembali menjadi Fakultet Teknik pada tahun
1952.
• 2 Februari 1952 dilangsungkan Dies Natalis ke-2 Universiteit Indonesia di
Kampus Ganesha, Bandung. Di sinilah untuk pertama kalinya dies natalis
UI dirayakan.
• Sampai 2 Maret 1959 dimana Universiteit Indonesia te Bandoeng berubah
nama menjadi Institut Teknologi Bandung maka Teknik Kimia pertama saat
itu menjadi dibawah Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi
Bandung.

14
Sarjana Teknik Kimia
• Memiliki dua bidang aktivitas profesionalisme utama,
yaitu:
 mengembangkan dan merancang proses-proses kimia
berskala komersial dan;
 mengoperasikan pabrik proses kimia yang akan dan telah
didirikan atau memperbaiki pengoperasian pabrik tersebut
sehingga menjadi semakin aman, handal, efisien dan
ekoonomis.
• Seringkali disebut juga insinyur proses karena
ketrampilannya dalam masalah pemrosesan bahan.

15
Merancang proses:
1. Sintesis rangkaian proses pengolahan kimia dan kimia-fisik yang
dibutuhkan untuk mengubah bahan mentah menjadi produk.
2. Penetapan kondisi proses (a.l: temperatur, tekanan, konsentrasi
zat, laju alir bahan).
3. Penentuan ukuran peralatan pemroses yang diperlukan dan sarana
pendukungnya (pompa, kompresor, perpipaan, peralatan pemasok
dan pendayaguna energi, dll).

Menterjemahkan konsep/penemuan
Laboratorium menjadi pabrik komersial.

16
Ruang Lingkup Teknik Kimia
• Teknik Kimia merupakan ilmu yang mengembangkan antara
teori kimia tradisional menjadi teori kimia modern.
• Teknik Kimia juga mengembangkan dirinya bukan hanya dalam
segi pengolahan bahan anorganik melainkan juga mampu
mengembangkan bahan organik.
• Teknik kimia memiliki ruang lingkup yang dapat dijadikan
profesi bagi lulusan teknik kimia itu sendiri.
Migas Indonesia
• Di Indonesia, energi migas masih menjadi andalan utama
perekonomian Indonesia, baik sebagai penghasil devisa
maupun pemasok kebutuhan energi dalam negeri. Kebutuhan
pertumbuhan konsumsi energi rata-rata mencapai 7% dalam
10 tahun terakhir.
• Kebutuhan yang meningkat ini tidak didasari dengan upaya
luar biasa untuk menemukan cadangan-cadangan baru dan
peningkatan produksi. Sehingga, produksi minyak Indonesia
dari tahun ke tahun mengalami penurunan.
• Dalam beberapa tahun belakangan ini penyediaan BBM dalam
negeri tidak dapat seluruhnya dipenuhi oleh kilang minyak
domestik, hampir 20%-30% kebutuhan minyak bumi dalam
negeri sudah harus diimpor dari luar negeri.
Wilayah Kandungan Migas Indonesia
Cadangan Migas Indonesia
Sekilas tentang Minyak Bumi
• Minyak Bumi telah digunakan oleh manusia sejak zaman kuno,
dan sampai saat ini masih merupakan komoditas yang
penting.
• Minyak bumi erat kaitannya dengan produk-produk
petrokimia. Hal ini disebabkan dalam minyak bumi terkandung
bahan-bahan selain karbon, yaitu hidrogen sulfur, nitrogen,
oksigen, dan lain-lain.
• Pada awalnya, minyak bumi banyak dimanfaatkan sebagai
minyak tanah, namun seiring dengan perkembangan teknologi
maka minyak bumi diolah menjadi bahan lain yang sangat
berguna bagi manusia seperti bahan bakar (bensin, solar,
kerosin, minyak diesel, dll.) yang lebih dikenal dengan sebutan
BBM (bahan bakar minyak).
Komposisi Minyak Bumi
• Minyak bumi bersumber dari cadangan alam yang tidak dapat
diperbaharui, sehingga makin hari cadangannya makin
menipis sejalan dengan tuntutan kebutuhan energi dunia yang
semakin meningkat.
• Sebagai bahan alami, komposisi minyak bumi bervariasi tidak
hanya dari daerah ke daerah, melainkan juga lapangan yang
satu ke lapangan yang lain dalam satu daerah.
• Minyak bumi terdiri dari ribuan senyawa kimia termasuk gas,
cairan dan zat padat mulai dari metana sampai aspal.
Komposisi Minyak Bumi (Lanjutan)
Klasifikasi Aktivitas Industri Migas
Kegiatan Hulu
• Kegiatan eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasi
mengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh perkiraan
cadangan migas di Wilayah Kerja yang ditentukan, sedangkan kegiatan
eksploitasi merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk
memproduksi migas yang terdiri atas pengeboran dan penyelesaian sumur,
pembangunan sarana pengangkutan, penyimpanan, dan pengolahan untuk
pemisahan dan pemurnian Minyak dan Gas Bumi di lapangan serta kegiatan
lain yang mendukungnya.
Kegiatan Hilir
Kegiatan Hilir (Lanjutan)
• Kegiatan usaha hilir terdiri atas kegiatan usaha Pengolahan (Refinery),
Pengangkutan, Penyimpanan dan/atau Niaga.
• Pengolahan/Pengilangan (Refinery)
Pengolahan/Pengilangan adalah kegiatan memurnikan, memperoleh
bagian-bagian, mempertinggi mutu dan mempertinggi nilai tambah minyak
bumi dan/atau gas bumi, tapi tidak termasuk pengolahan lapangan.
Pengolahan minyak mentah dilakukan pada kilang minyak bumi sebagai
sistem peralatan untuk mengolah minyak mentah / crude oil (minyak bumi)
menjadi berbagai produk kilang. Produk hasil pengolahan minyak bumi
berupa berbagai jenis BBM dan produk-produk non-BBM. Sebagai ilustrasi,
berbagai produk yang dihasilkan dari suatu kilang minyak bumi.
• Pengangkutan
Adalah kegiatan pemindahan Minyak Bumi, Gas Bumi, dan/atau hasil
olahannya dari Wilayah Kerja atau dari tempat penampungan dan
Pengolahan, termasuk pengangkutan Gas Bumi melalui pipa transmisi dan
distribusi.
Kegiatan Hilir (Lanjutan)
• Penyimpanan
Adalah kegiatan penerimaan, pengumpulan, penampungan, dan
pengeluaran Minyak Bumi dan/atau Gas Bumi, Bahan Bakar Minyak, Bahan
Bakar Gas, dan atau hasil olahan pada lokasi diatas/dibawah tanah untuk
tujuan komersial, misalnya depot dan tangki timbun terapung (floating
storage).
• Niaga
meliputi kegiatan pembelian, penjualan, ekspor, impor Minyak Bumi, Bahan
Bakar Minyak, Bahan Bakar Gas dan/atau Hasil Olahan, termasuk gas
melalui pipa. Untuk Kegiatan Usaha Niaga dibagi menjadi 2 macam yaitu:
1. Usaha Niaga Umum (Wholesale) yaitu suatu kegiatan usaha pembelian,
penjualan, ekspor dan impor Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar
Gas (BBG), Bahan Bakar Lain (BBL) dan Hasil Olahan dalam skala besar
yang menguasai atau memiliki fasilitas dan sarana niaga dan berhak
menyalurkannya kepada semua pengguna akhir dengan menggunakan
merk tertentu.
2. Usaha Niaga Terbatas (Trading) merupakan usaha
penjualan (Trading) produk-produk niaga migas dalam hal ini adalah
Minyak Bumi, BBM, BBG, BBL, Hasil Olahan, Niaga gas bumi yang tidak
memiliki fasilitas dan Niaga terbatas LNG.
Pengolahan Minyak Bumi

• Fraksi-fraksi minyak bumi hasil fraksinasi tidak langsung


digunakan atau dipasarkan. Hasil destilasi merupakan produk-
antara dalam pengolahan minyak bumi. Fraksi-fraksi yang
diperoleh diolah kembali sesuai dengan kebutuhan jumlah
rantai karbonnya. Proses pengolahan minyak bumi dilakukan
dengan berbagai metode dan pendekatan tertentu sesuai
dengan produk yang diinginkan.
Pengolahan Minyak Bumi (Lanjutan)
Produk & Pemanfaatannya
Pohon Industri Minyak Bumi
Kaca Indonesia

• Industri kaca indonesia merupakan industri yang sedang


berkembang di Indonesia karena peningkatan permintaan
produk kaca dalam negeri dari sektor otomotif (8%) dan
properti (12,5%).
• Pertumbuhan industri kaca pada akhir 2013 meningkat
sebanyak 6,5% (Ketua III Asosiasi Kaca Lembaran dan
Pengaman (AKLP))
• Industri kaca merupakan salah satu industri yang memiliki
pemain global yang mampu bersaing dipasar ekspor.
Sekilas Tentang Kaca
• Gelas adalah benda yang transparan, lumayan kuat, biasanya
tidak bereaksi dengan barang kimia, dan tidak aktif secara
biologi yang bisa dibentuk dengan permukaan yang sangat
halus dan kedap air.
• Sifat gelas ini kemudian dimodifikasi dan bahkan diubah
seluruhnya dengan proses kimia atau dengan pemanasan.
Sehingga modifikas ini dinamakan kaca
• Kaca merupakan bahan lutsinar, kuat, tahan hakis, lengai, dan
secara biologi merupakan bahan yang tidak aktif, yang boleh
dibentuk menjadi permukaan yang tahan dan licin. Sifat
lutsinar disebabkan kaca terdiri daripada bahan yang tidak
mempunyai keadaan perubahan garisan atomik dalam tenaga
cahaya.
• Kaca adalah pruduk yang mengalami vitrifikasi sempurna, atau
setidak-tidaknya produk yang mengandung amat sedikit
bahan nonvitreo dalam keadaan suspensi.
Sifat Kaca
• Padatan amorf (short range order)
• Berwujud padat tapi susunan atom-atomnya seperti zat cair
• Tidak memiliki titik lebur yang pasti (ada range tertentu)
• Mempunyaiu viskositas cukup tinggi ( lebih besar dari 1012
Pa.s)
• Transparan, tahan terhadap serangan kimia, kecuali hidrogen
fluorida. Karena itulah kaca sering digunakan untuk peralatan
laboratorium
• Efektif sebagai isolator
• Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan.
Jenis-jenis Pembentuk Kaca
• Kaca Jendela
• Kaca Plat
• Kaca Apung
• Kaca Berkawat dan Berpola
• Kaca Tiup
• Bola Lampu
• Tabung Televisi
• Tabung Kaca
Bahan Pembuat Kaca (Bahan Baku)
• Pasir
Pasir yang di gunakan adalah pasir kuarsa hampir murni dengan
kandungan besinya tidak boleh melebihi 0,45 % untuk barang gelas
pecah belah atau 0,015 % untuk kaca optik, sebab kandungan besi
ini bersifat merusak warna kaca pada umumnya.
• Soda (Na2O)
Soda ini di dapat dari soda abu padat Na2 CO3. Sumber lainnya
adalah bikarbonat, kerak garam, dan natrium karena sangat berguna
untuk mengoksidasi besi dan untuk mempercepat pencairan pada
pembuatan kaca.
• Kaca Soda Gamping (soda lime glass)
Merupakan 95 % dari semua kaca yang di hasilkan. Kaca ini di
gunkan untuk membuat segala macam bejana, kaca lembaran,
jendelamobil, atau lain-lain, gelas atau barang pecah belah.
Bahan Pembuat Kaca (Bahan Penunjang)
• Feldspar
Mempunyai rumus umum P2O.Al2O3 6SiO2. Feldspsr mempunyai
banyak keunggulan di banding produk lain. Hal ini disebabkan karena
murah, murni dan dapat di lebur dan seluruhnya terdiri dari oksidasi
pembentuk kaca.
• Borax
Borax adalah perawis tambahan yang menambahkan Na2O dan boron
oksida kepada kaca. Walaupun jarang di pakai dalam kaca jendela
atau kaca lembaran, borax sekarang banyak di gunkan di dalam
berbagai jenis kaca pengemas.
• Kerak Garam ( salt cake )
Sudah lama digunakan dalm perawis tambahan pada pembuatan
kaca, demikian pula beberapa sulfat lain amonium sulfat dan barium
sulfat. Kerak garam ini di perkirakan dapat membersihkan buih yang
mengganggu pada tanur tangki. Sulfat ini harus di pakai bersama
karbon agar tereduksi menjadi sulfit.
• Arsen Trioksida
Ditambahkan untuk menghilangkan gelombang-gelombang dalam
kaca.
Bahan Pembuat Kaca (Bahan Penunjang)
• Nitrat
Natrium maupun kalium digunakan untuk mengoksidasi besi
sehingga tidak terlalu kelihatan pada kaca produk.
• Kalium Nitrat
Digunakan pada berbagai jenis kaca meja, kaca dekorasi dan kaca
optik.
• Kulet (Cullet)
Kaca hancuran yang di kumpulkan dari barang-barang rusak,
pecahan kaca beling dan berbagai kaca limbah. Bahan ini dapat di
pakai 10% atau bahkan sampai 80% dari muatan bahan baku.
• Blok Refraktori
Zirkon, alumina, mulit, mulit alumina sinter dan zirkonia alumina
elektrokast banyak di gunakan sebagai refraktor pada tanki kaca.
Macam-macam Proses yang digunakan dalam
Industri Kaca
1. Roll Out Proses
Proses pembentukan kaca yang menggunakan rol-rol penarik.
Setelah molten glass keluar dari furnace, kemudian ditarik dan dibentuk
oleh rol-rol besi. Setelah itu penarikan tersebut dilanjutkan dengan
menggunakan rol yang berputar. Kaca kemudian didinginkan melalui
proses annealing sebelum dipotong sesuai dengan ukuran yang
diinginkan.
Reaksi yang terjadi pada Kaca
Contoh Proses Pembuatan Botol Kaca Industri
Tahap Pembuatan Botol Kaca adalah sebagai berikut :
1. Batch Plant
Pada tahapan ini dilakukan proses weighing dan mixing. Maksudnya yaitu bahan baku
ditimbang kemudian dicampurkan
2. Batch Charging
Batch diumpankan kedalam dapur secara kontinue pada permukaan atas gelas yang
sedang dilebur.
3. Glass Melting
Batch dipanasi hingga melebur pada temperatur ± 15300 C menggunakan Oil Burner
dengan bahan bakar Heavy Fuel Oil.
4. Forehearth Glass Conditioning
Gelas cair mengalir dalam saluran Forehearth Channel sambil dipanasi atau
didinginkan untuk mendapatkan gelas dengan temperatur tertentu dan homogen.
5. Gob Feeding
Gelas keluar secara gravitasi pada ujung saluran melalui lubang Orifice yang ada pada
bagian dasar dan dipotong-2 menjadi potongan gelas (Gob) sesuai dengan bentuk
dan berat botol yang akan dicetak.
6. Bottle Forming
Gob didistribusikan pada cetakan-2 yang terpasang pada masing-masing seksi yang
ada pada mesin secara bergantian dan ditiup dalam 2 (dua) tahapan.
• Tahap I : Pembentukan Parison pada cetakan blank.
• Tahap II : Pembentukan akhir pada cetakan botol sesuai bentuk botol
yang dikehendaki.
7. Lher Loading / Stacker
Botol panas keluar dari mesin forming menggunakan Conveyor dipindahkan dan diumpankan menggunakan
stacker pada Conveyor Annealing Lehr.
8. Bottle Annealing
Pendinginan botol secara pelan dan dikendalikan pada kecepatan pendinginan bertahap untuk mendapatkan
gelas Non Kristaline yang bebas tegangan (Strain - Stress) menggunakan conveyor berjalan melalui Oven Tunnel
(Annealing Lehr).
9. Cold End Transport
Botol keluar dari Annealing Lehr melalui Belt Transport untuk dilewatkan pada proses penyortiran.
10. Sorting
Penyortiran botol cacad dipisahkan dari botol baik melalui 100 % Inspeksi oleh tenaga kerja manual dan
didukung oleh mesin inspeksi automatis yaitu :
- Dual Head Gauger
- Check Plus
- Alpha Cam
- BWI – Inex
- AF CD
- M-Machine
11. Packing
Botol-botol baik dikemas dalam beberapa macam model kemasan, disesuaikan dengan permintaan dari
customer a.l. :
- Pallet + tray triplex
- Pallet + tray karton
- Pallet + tray plastic
- Pallet + tray ped
- Pallet + Box
- Pallet + karung
- Pallet + krat
- dll
Pohon Industri Kaca Lembaran