Anda di halaman 1dari 11

Assalamualaikum Wr.

Wb
Pergaulan Bebas
(Tawuran Antar Pelajar)
I. Pergaulan Bebas

Sebelum masuk ke materi pokok kita alangkah baiknya kita menjelaskan terlebih
dahulu pengertian “Pergaulan Bebas” karna pengertian ini juga adalah induk pokok
dari permasalahan “Tawuran Antar Pelajar”.

a. Pengertian Pergaulan Bebas


Pergaulan Bebas adalah salah satu bentuk menyimpang yang melewati batas
dari kewajiban, tuntutan, aturan, syarat, dan perasaan malu. Pergaulan Bebas juga
dapat diartikan sebagai perilaku menyimpang yang melanggar norma agama
maupun norma kesusilaan.
Pengertian Pergaulan Bebas diambil karna arti dari Pergaulan dan Bebas.
Pengertian Pergaulan adalah merupakan proses interaksi antara individu atau
individu dengan kelompok. Sedangkan Bebas adalah terlepas dari kewajiban,
aturan, tuntutan, norma agama dan norma kesusilaan. Pergaulan berpengaruh
terhadap pembentukan kepribadian seorang individu baik pergaulan Positif atau
Negatif.
B. Ciri – Ciri Pergaulan Bebas
- Penghamburan harta untuk memenuhi sex bebasnya.
- Rasa ingin tahu yang sangat besar.
- Terjadi perubahan – perubahan emosi, pikiran, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab
yang dihadapi.
- Terjerat dalam pesta hura – hura dengan menggunakan
obat – obat terlarang seperti Ganja, Sabu dan sejenisnya.
C. Akibat atau Dampak Pergaulan Bebas
- Ketergantungan Obat
- Meningkatkan Kriminalitas
- Mencoret nama baik keluarga

D. Jenis – Jenis Pergaulan Bebas


- Narkoba
- Merokok
- Pelecehan Seksual
- Seks bebas
- Tawuran Antar Pelajar maupun Antar Remaja
II. TAWURAN ANTAR PELAJAR
1. LATAR BELAKANG MASALAH
TAWURAN YANG SERING DILAKUKAN PADA SEKELOMPOK REMAJA TERUTAMA OLEH PARA
PELAJAR SEOLAH SUDAH TIDAK LAGI MENJADI PEMBERITAAN DAN PEMBICARAAN YANG ASING
LAGI DI TELINGA KITA. INILAH BEBERAPA CONTOH YANG BIAS KITA KEMUKAKAN SEBAGAI BUKTI
TERJADINYA TAWURAN YANG DILAKUKAN OLEH PARA REMAJA BEBERAPA TAHUN LALU.
DI SUBANG PADA TANGGAL 26 JANUARI 2006 TERJADI TAWURAN ANTARA PELAJAR SMK YPK
PURWAKARTA DAN SMK SUKAMANDI.
DI MAKASAR PADA TANGGAL 19 SEPTEMBER 2006 TERJADI TAWURAN ANTARA PELAJAR SMA
5 DAN SMA 3
TIDAK HANYA PELAJAR TINGKAT SEKOLAH MENENGAH SAJA YANG TERLIBAT TAWURAN, DI
MAKASAR PADA TANGGAL 12 JULI 2006 MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MAKASAR TERLIBAT
TAWURAN DENGAN SESAMA REKANNYA DISEBABKAN PRO DAN KONTRA ATAS KENAIKAN BIAYA
KULIAH.
KEKERASAN SUDAH DIANGGAP SEBAGAI PEMECAH MASALAH YANG SANGAT EFEKTIF YANG
DILAKUKAN OLEH PARA REMAJA. HAL INI SEOLAH MENJADI BUKTI NYATA BAHWA SEORANG
YANG TERPELAJAR PUN LELUASA MELAKUKAN HAL – HAL YANG BERSIFAT ANARKIS, PREMANIS,
DAN RIMBANIS. TENTU SAJA PERILAKU BURUK ITU TIDAK HANYA MERUGIKAN ORANG LAIN YANG
TIDAK TERLIBAT SECARA LANGSUNG.
2. LANDASAN TEORI

PENGERTIAN TAWURAN
DALAM KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA ( KBBI ) “TAWURAN” DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI
PERKELAHIAN YANG MELIPUTI BANYAK ORANG.
SECARA PSIKOLOGIS, PERKELAHIAN YANG MELIBATKAN PELAJAR USIA REMAJA DIGOLONGKAN
SEBAGAI SALAH SATU BENTUK “KENAKALAN REMAJA” ( JUVENILE DELIQUENCY ). KENAKALAN
REMAJA, DALAM HAL PERKELAHIAN, DAPAT DIGOLONGKAN KE DALAM 2 JENIS DELIKUENSI YAITU
SITUASIONAL DAN SISTEMATIK.

1. DELIKUENSI SITUASIONAL, PERKELAHIAN TERJADI KARENA ADANYA SITUASI YANG


“MENGHARUSKAN” MEREKA UNTUK BERKELAHI. KEHARUSAN ITU BIASANYA MUNCUL AKIBAT
ADANYA KEBUTUHAN UNTUK MEMECAHKAN MASALAH SECARA CEPAT.
2. DELIKUENSI SISTEMATIK, PARA REMAJA YANG TERLIBAT PERKELAHIAN ITU BERADA DI DALAM
SUATU ORGANISASI TERTENTU ATAU GENG. DI SINI ADA ATURAN, NORMA DAN KEBIASAAN
TERTENTU YANG HARUS DIIKUTI ANGGOTANYA, TERMASUK BERKELAHI
3. PEMBAHASAN
* FAKTOR – FAKTOR YANG MENYEBABKAN TAWURAN PELAJAR.
BERIKUT INI ADALAH FAKTOR – FACTOR YANG MENYEBABKAN TAWURAN
PELAJAR, DIANTARANYA :

A. FAKTOR INTERNAL
FAKTOR INTERNAL INI TERJADI DIDALAM DIRI INDIVIDU ITU SENDIRI YANG BERLANGSUNG MELALUI PROSES
INTERNALISASI DIRI YANG KELIRU DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN DISEKITARNYA DAN SEMUA
PENGARUH YANG DATANG DARI LUAR. REMAJA YANG MELAKUKAN PERKELAHIAN BIASANYA TIDAK MAMPU
MELAKUKAN ADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN YANG KOMPLEKS. MAKSUDNYA, IA TIDAK DAPAT
MENYESUAIKAN DIRI DENGAN KEANEKARAGAMAN PANDANGAN, EKONOMI, BUDAYA DAN BERBAGAI
KEBERAGAMAN LAINNYA YANG SEMAKIN LAMA SEMAKIN BERMACAM-MACAM. PARA REMAJA YANG
MENGALAMI HAL INI AKAN LEBIH TERGESA-GESA DALAM MEMECAHKAN SEGALA MASALAHNYA TANPA
BERPIKIR TERLEBIH DAHULU APAKAH AKIBAT YANG AKAN DITIMBULKAN. SELAIN ITU, KETIDAKSTABILAN EMOSI
PARA REMAJA JUGA MEMILIKI ANDIL DALAM TERJADINYA PERKELAHIAN. MEREKA BIASANYA MUDAH
FRIUSTASI, TIDAK MUDAH MENGENDALIKAN DIRI, TIDAK PEKA TERHADAP ORANG-ORANG DISEKITARNYA.
SEORANG REMAJA BIASANYA MEMBUTUHKAN PENGAKUAN KEHADIRAN DIRINYA DITENGAH-TENGAH
ORANG-ORANG SEKELILINGNYA.
B. FAKTOR EKSTERNAL
FAKTOR EKSTERNAL ADALAH FAKTOR YANG DATANG DARI
LUAR INDIVIDU, YAITU :

1. FAKTOR KELUARGA
KELUARGA ADALAH TEMPAT DIMANA PENDIDIKAN PERTAMA DARI ORANGTUA
DITERAPKAN. JIKA SEORANG ANAK TERBIASA MELIHAT KEKERASAN YANG
DILAKUKAN DIDALAM KELUARGANYA MAKA SETELAH IA TUMBUH MENJADI
REMAJA MAKA IA AKAN TERBIASA MELAKUKAN KEKERASAN KARENA INILAH
KEBIASAAN YANG DATANG DARI KELUARGANYA. SELAIN ITU KETIDAK
HARMONISAN KELUARGA JUGA BISA MENJADI PENYEBAB KEKERASAN YANG
DILAKUKAN OLEH PELAJAR. SUASANA KELUARGA YANG MENIMBULKAN RASA
TIDAK AMAN DAN TIDAK MENYENANGKAN SERTA HUBUNGAN KELUARGA YANG
KURANG BAIK DAPAT MENIMBULKAN BAHAYA PSIKOLOGIS BAGI SETIAP USIA
TERUTAMA PADA MASA REMAJA.
MENURUT HIRSCHI (DALAM MUSSEN DKK, 1994).
BERDASARKAN HASIL PENELITIAN DITEMUKAN BAHWA SALAH SATU
PENYEBAB KENAKALAN REMAJA DIKARENAKAN TIDAK BERFUNGSINYA ORANG TUA SEBAGAI
FIGURE TELADAN YANG BAIK BAGI ANAK (HAWARI, 1997).
BERDASARKAN HASIL PENELITIAN DITEMUKAN BAHWA SALAH SATU PENYEBAB KENAKALAN REMAJA
DIKARENAKAN TIDAK BERFUNGSINYA ORANG TUA SEBAGAI FIGURE TELADAN YANG BAIK BAGI
ANAK (HAWARI, 1997). JADI DISINILAH PERAN ORANGTUA SEBAGAI PENUNJUK JALAN ANAKNYA
UNTUK SELALU BERPRILAKU BAIK.

2. FAKTOR SEKOLAH
SEKOLAH TIDAK HANYA UNTUK MENJADIKAN PARA SISWA PANDAI SECARA AKADEMIK NAMUN
JUGA PANDAI SECARA AKHLAKNYA . SEKOLAH MERUPAKAN WADAH UNTUK PARA SISWA
MENGEMBANGKAN DIRI MENJADI LEBIH BAIK. NAMUN SEKOLAH JUGA BISA MENJADI WADAH
UNTUK SISWA MENJADI TIDAK BAIK, HAL INI DIKARENAKAN HILANGNYA KUALITAS PENGAJARAN
YANG BERMUTU. CONTOHNYA DISEKOLAH TIDAK JARANG DITEMUKAN ADA SEORANG GURU
YANG TIDAK MEMILIKI CUKUP KESABARAN DALAM MENDIDIK ANAK MURUIDNYA AKHIRNYA GURU
TERSEBUT MENUNJUKKAN KEMARAHANNYA MELALUI KEKERASAN. HAL INI BISA SAJA DITIRU OLEH
PARA SISWANYA. LALU DISINILAH PERAN GURU DITUNTUT UNTUK MENJADI SEORANG PENDIDIK
YANG MEMILIKI KEPRIBADIAN YANG BAIK.
3. FAKTOR LINGKUNGAN

LINGKUNGAN RUMAH DAN LINGKUNGAN SEKOLAH DAPAT MEMPENGARUHI PERILAKU REMAJA.


SEORANG REMAJA YANG TINGGAL DILINGKUNGAN RUMAH YANG TIDAK BAIK AKAN MENJADIKAN
REMAJA TERSEBUT IKUT MENJADI TIDAK BAIK. KEKERASAN YANG SERING REMAJA LIHAT AKAN
MEMBENTUK POLA KEKERASAN DIPIKIRAN PARA REMAJA. HAL INI MEMBUAT REMAJA BEREAKSI
ANARKIS. TIDAK ADANYA KEGIATAN YANG DILAKUKAN UNTUK MENGISI WAKTU SENGGANG OLEH
PARA PELAJAR DISEKITAR RUMAHNYA JUGA BISA MENGAKIBATKAN TAWURAN.

4. DAMPAK AKIBAT TAWURAN

- KERUGIAN FISIK, SEPERTI CIDERA ATAUPUN KEHILANGAN NYAWA.


- KERUGIAN NON FISIK, SEPERTI RUSAKNYA SARANA – SARANA DI TEMPAT KEJADIAN TAWURAN.
- MASYARAKAT SEKITAR JUGA DIRUGIKAN, CONTOHNYA : RUSAKNYA RUMAH WARGA APABILA
PELAJAR YANG TAWURAN ITU MELEMPARI BATU DAN MENGENAI RUMAH WARGA
- TERGANGGU NYA PROSES BELAJAR MENGAJAR
- MENURUNNYA MORALITAS PARA PELAJAR
- HILANG NYA PERASAAN PEKA, TOLERANSI, TENGGANG RASA, DAN SALING MENGHARGAI
CARA – CARA UNTUK MENGHINDARI ATAU MENGATASI
TAWURAN ANTAR PELAJAR
- MEMBERIKAN PENDIDIKAN MORAL YANG BAIK.
- ADANYA FIGUR YANG MENJADI TELADAN, YANG BISA MEMBERIKAN CONTOH YANG BAIK,
SEPERTI ORANG TUA, GURU, ATAUPUN TEMAN.
- ORANG TUA MEMBERIKAN PERHATIAN LEBIH DENGAN MENGAKUI KEBERADAANNYA.
- MENGGUNAKAN WAKTU LUANG DENGAN MENGIKUTI KEGIATAN – KEGIATAN SEKOLAH ATAUPUN
DI LUAR SEKOLAH SEPERTI OLAHRAGA, KEGIATAN MUSIK, ATAUPUN LES.
- LEBIH DEKAT DENGAN KELUARGA, KARNA BANYAK HAL YANG BISA DIDISKUSIKAN DAN BIAS DI
PECAHKAN BERSAMA – SAMA.
- BERKALI DIRI DENGAN PENGETAHUAN AGAMA SEBANYAK – BANYAKNYA.
- PENGAWAS ORANG TUA PERLU.
- JANGAN MUDAH TERPROVOKASI.
- JALIN SILAHTURAMI ANTAR SEKOLAH.
- PENGARUH FILM, SINETRON, DAN BERBAGAI TONTONAN TENTANG KEKERASAN.
BERIKUT INI CONTOH GAMBAR TAWURAN PELAJAR