Anda di halaman 1dari 13

Kelompok 1

 Yuliana
 Kharintia
 Husna
 Nurhairun
 Jejep
Radioisotop
adalah isotop yang
dengan
tidak stabil yang
menggunakan reaksi
secara alami
memancarkan sinar- inti dengan netron.
sinar radioaktif.

sengaja dibuat oleh


alamiah manusia dalam
reaktor penelitian
Sinar
α

Jenis-jenis
radioisoto
Sinar
p yang
β
sering
digunakan
Sinar
γ
APLIKASI RADIOISOTOP DI BIDANG KEDOKTERAN
 Pemeriksaan diagnostik pada bagian dalam
tubuh
 Pasien diberi radioisotop baik secara oral
(melalui mulut), suntikan atau inhalasi
(pernafasan), kemudian dideteksi aktivitasnya
dari luar tubuh.
 senyawa yang dipilih adalah senyawa yang
mempunyai mekanisme pengangkutan maupun
metabolism dalam tubuh yang sesuai dengan
organ yang diperiksa
 Contohnya : phosphate-Tc-99m, Na-I-131
Untuk pemeriksaan kelenjar
gondok digunakan Na-I-131
atau Pertechnetate-Tc-99m.

Ketika diberi Na-I-131 atau pertechnetate


Tc-99m, sebagian besar akan diserap oleh
kelenjar gondok. Hasil pemeriksaan
selanjutnya dibandingkan dengan harga
normal, dan akan nampak adanya daerah
yang menunjukkan aktifitas tinggi (hot
nodule), aktivitas rendah (cold nodule) atau
adanya kelainan anatomis disekitar
kelenjar gondok.
Senyawa Hippuran – I – 131
yang dimasukkan ke dalam
tubuh melalui pembuluh balik
lengan dengan cara di suntikan
dan dideteksi pada daerah ginjal
Senyawa yang digunakan kiri dan kanan, dapat
adalah Hippuran-I-131 memberikan informasi mengenai
fungsi ginjal. Hasil pemeriksaan
ditampilkan dalam bentuk kurve
dan penilaian terhadap fungsi
ginjal di dasarkan pada
kecepatan setiap fase dan bentuk
kurva.
Radioisotop yang
digunakan pada
pemeriksaan adalah Tc-
99m, Au-98, I-131, NaI-131
Senyawa dimasukkan dalam tubuh
dan dengan bantuan scanner dapat
diperoleh hasil berupa gambaran yang
dapat memberikan informasi antara
lain :
a. Ukuran hati
b. Adanya kelainan disekitar jaringan
hati.
c. Respon jaringan hati terhadap hasil
pengobatan penyakit hati
d. Adanya kelainan bawaan hati.
Tc-99 yang
disuntikkan ke dalam
pembuluh darah akan
diserap terutama oleh
jaringan yang rusak
pada organ tertentu,
seperti jantung, hati
dan paru-paru
.Sebaliknya Ti-201
terutama akan diserap
oleh jaringan yang Isotop yang digunakan
sehat pada organ yaitu teknesium-99 (Tc-99)
jantung dan talium-201 (Ti-201)
Berbagai jenis tumor atau kanker dapat diterapi
dengan radiasi. Sebenarnya, baik sel normal
maupun sel kanker dapat dirusak oleh radiasi
tetapi sel kanker atau tumor ternyata lebih sensitif
(lebih mudah rusak). Oleh karena itu, sel kanker
atau tumor dapat dimatikan dengan mengarahkan
radiasi secara tepat pada sel-sel kanker tersebut.
 Pemeriksaan diagnostik yang dilakukan
dibagian luar tubuh
 Dengan cara mengambil sampel dari pasien
(misal darah). Selanjutnya dianalisis dengan
metoda yang menggunakan radioisotope (RIA
= Radio Immuno Assay)

 Teknik RIA berfungsi untuk mengukur kandungan hormon tertentu dalam darah.
 Dasar teknik RIA adalah reaksi spesifik antigen-antibodi.
 pemeriksaan hormon insulin dalam darah.
digunakan antibodi terhadap insulin (AB) dan
antigen insulin yang diberi tanda radioisotop
(Ag)+
 sehingga insulin dalam darah bertindak
sebagai antigen yang tidak bertanda (Ag).
Apabila Ag, Ag+ dan Ab dicampur akan
terjadi komposisi antara Ag dan Ag+ untuk
berikatan dengan Ab. Akhirnya akan
diperoleh ikatan sebagai berikut :

Ab Ag
+
Ab Ag