Anda di halaman 1dari 15

JURNAL

EVALUASI PENGGUNAAN INFUS


ALBUMIN
Oleh
Andi Adriana M
.

Pembimbing : dr.Dian Wirdiyana M.Kes Sp.An

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2018
PENDAHULUAN

 Albumin merupakan koloidal protein, plasma


ekspander yang berperan penting dalam regulasi
volume sirkulasi darah

 Hipoalbuminemia didefinisikan sebagai keadaan


serum albumin < 3,5 g/dl, meskipun hipoalbuminemia
yang bermakna klinis akan didapatkan dalam kadar
albumin < 2,5 g/dl.
Tujuan Penelitian

 Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran


indikasi pemberian albumin, mengetahui persentase
penggunaan albumin yang sesuai dengan guideline,
mengetahui efektivitas pemberian albumin dilihat
dari rata-rata kenaikan serum albumin setelah
pemberian infus albumin dan mengetahui angka
kejadian efek samping pemberian infus albumin.
Metode Penelitian

 Subjek penelitian ini adalah pasien rawat inap


yang menerima infus albumin yang berjumlah
100 pasien dengan kriteria tertentu, yaitu
dengan umur > 18 tahun dan lengkap data
serum albumin sesudah dan sebelum
pemberian infus albumin di RSU Dr. Soetomo
selama Januari sampai Februari 2015.
Alat Ukur Penelitian

 Pedoman kesesuaian indikasi pemberian


albumin berdasarkan kombinasi Pedoman
Penggunaan Albumin (Vermeuler et al., 1995),
Pedoman Pengunaan Albumin di RSU Dr
Soetomo (RSU Dr Soetomo, 2003) dan Clinical
Guideline for Human Albumin Use (National
Servise Scotland, 2012).
Analisis Hasil Penelitian

 Efektivitas albumin dinilai berdasarkan peningkatan


kadar albumin plasma sesudah pemberian infus
albumin pada tiap kelompok penyakit, menggunakan
uji t-berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95%
 efektivitas albumin berdasarkan jumlah infus
albumin yang diperoleh pasien dengan uji statistika
one way anova. Pengkajian kejadian efek samping
pemberian albumin disajikan secara deskriptif
dengan pencatatan waktu terjadi kejadian efek
samping dan jenis efek samping yang dialami
pasien.
HASIL DAN PEMBAHASAN
KESIMPULAN

 pemberian albumin efektif meningkatkan kadar


serum albumin pada keempat kelompok penyakit (p
< 0,05).
 Peningkatan kadar serum albumin pada pemberian
2 fls infus albumin 20% 100 ml sama dengan
pemberian 3 fls infus albumin (p > 0,05).
 Indikasi penggunaan infus albumin pada 100
sampel pasien yang memenuhi kriteria inklusi adalah
42% pada kasus CLD, 23 % pada kasus DM, 10%
pada kasus Nefrotik Sindrom dan 25 % pada kasus
lainnya.
 Persentase penggunaan albumin yang
sesuai pedoman adalah 59% dan yang tidak
sesuai pedoman adalah 41%.
 Terdapat 2 pasien (2%) yang mengalami
adverse drug event berupa sesak bertambah
setelah diberikan infus albumin.
Terima Kasih