Anda di halaman 1dari 17

PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI ARANG

TONGKOL JAGUNG DENGAN VARIASI


KONSENTRASI AKTIVATOR NATRIUM
KARBONAT (NA2CO3)

Nama : Sari Riski Hasibuan Pembimbing I : Meilianti, S.T., M.T.


Kelas : 6 KB Pembimbing II : Ir. Siti Chodijah, M.T.
NPM : 061530400336
Jagung merupakan salah satu sumber daya alam yang melimpah di
Indonesia. Produksi jagung di Indonesia setiap tahunnya menunjukkan peningkatan.
Berdasarkan informasi dari Biro Pusat Statistik (2015), Produksi jagung tahun 2015
(ARAM II) diperkirakan sebanyak 19,61 juta ton pipilan kering atau mengalami
kenaikan sebanyak 0,604 jutan ton (3,3 persen) dibandingkan dengan tahun 2014.
Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 58,7 ribu
hektar (1,5 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 0,8 kuintal/hektar (1,7
persen). Bukti lainnnya dapat diamati dari semakin banyaknya produk-produk
makanan yang bahan utamanya berasal dari jagung. Dampak dari banyaknya jagung
yang dikonsumsi menyebabkan bertambahnya limbah bonggol jagung yang
berpotensi mencemari lingkungan.
Masyarakat selama ini memanfaatkan limbah tongkol jagung sebagai pakan
ternak bahkan tidak sedikit juga yang membuangnya tanpa pengolahan lebih
lanjut. Salah satu upaya yang dilakukan untuk memanfaatkan limbah pertanian
tersebut serta meningkatkan nilai ekonominya ialah diolah menjadi arang aktif atau
karbon aktif yang selanjutnya diaplikasikan sebagai adsorben.
Adapun tujuan daripenelitian ini adalah :
1. Membuat karbon aktif dengan aktivator Na2CO3 agar memenuhi standar dari
karbon aktif SNI.
2. Mengetahui karakterisasi karbon aktif yang dibuat dari tongkol jagung sesuai
variabel kadar air, kadar abu serta zat terbang dan uji daya serap terhadap larutan
iodium, metilen biru dan fenol pada air limbah.
3. Mengethui konsentrasi optimum aktivator Na2CO3 yang dapat mengadsorpsi
kadar fenol secara maksimal dalam air limbah.

 Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :


1. Memanfaatkan dan meningkatkan nilai tambah tongkol jagung secara optimal
sehingga dapat menghasilkan karbon aktif yang bernilai ekonomis.
2. Memberikan informasi tentang manfaat karbon aktif dan pengolahan limbah
tongkol jagung, sehinngga petani dapat mengerti betapa pentingnya limbah
bonggol jagung.
3. Sebagai referensi bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk melanjutkan
penelitian ini sebagai uji penyerapan karbon aktif dari tongkol jagung, dapat
diaplikasikan sebagai adsorben terhadap air limbah.
 Tongkol Jagung

Jagung merupakan tanaman yang sangat sering dijumpai di Indonesia. Hal ini
dikarenakan tanaman jagung mempunyai daya adaptasi yang luas di daerah
subtropik ataupun tropik. Jagung memiliki potensial besar sebagai komoditas
unggulan tanaman pangan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan
penganekaragaman (deservikasi) makanan bergizi bagi penduduk. Permintaan
konsumen terhadap jagung semakin lama semakin meningkat dari tahun ke tahun,
karena merupakan peluang bisnis yang menguntungkan (Rukmana, 2009: 8).
 Karbon Aktif

 Arang adalah suatu bahan padat berpori yang dihasilkan melalui proses pirolisis
dari bahan-bahan yang mengandung karbon (Kinoshita, 2001 dalam Lempang,
2009). Arang aktif atau karbon aktif adalah arang yang konfigurasi atom karbonnya
dibebaskan dari ikatan dengan unsur lain serta rongga atau porinya dibersihkan
dari senyawa lain atau kotoran, sehingga permukaan dan pusat aktifnya menjadi
luas atau meningkatkan daya adsorbsi terhadap cairan dan gas (Sudrajat dan
Soleh, 1994).
 Secara umum, ukuran pori arang aktif dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu
makropori, mesopori dan mikropori. Makropori memiliki diameter 1000 – 100.000
Ǻ, mesopori memiliki diameter 100 – 1000 Ǻ, sedangkan mikropori memiliki
diameter kurang dari 100 Ǻ (Roy, 1995).
 Adsorpsi

 Adsorpsi merupakan peristiwa terakumulasinya partikel pada


permukaan/antarmuka. Partikel yang terakumulasi da terjerap oleh permukaan
disebut adsorbat dan material tempat terjadinya adsorpsi disebut adsorben
(atkins, 1999). Adsorpsi juga merupakan proses pengikatan suatu molekul dari
fasa gas atau larutan ke dalam suatu lapisan terkondensasi dari ppermukaan
padatan atau cairan (Azamila, 2012).
 Adsorben

 Adsorben merupakan zat padat yang menyerap suatu komponen tertentu dari
suatu fase fluida. Kebanyakan adsorben adalah bahan-bahan yang sangat berpori
dan adsropsi berlangsung terutama pada dinding-dinding pori atua pada letak-
letak tertenntu didalam paartikel itu. Ukuran pori-pori yang sangat kecil
mengakibatkan luas permukaan mennjadi beberapa orde besaran lebih besar
daripada permukaan luar dan bisa mencapai 2000 m2/g.
Karbonisasi Penghancuran Penghalusan
bahan Hasil Karbonisasi (Grinding) (Sieving)

Pengeringan
bahan

Analisa SNI
dan Aplikasi
pada air Proses pencucian Proses aktivasi
limbah Produk karbon aktif Pengeringan karbon
karbon aktif
aktif (oven)
Tabel 1. Karakteristik Raw Material (Tongkol Jagung)
Jenis analisis Hasil pengujian
Kadar air 0,8421 %
Kadar abu 12,5100 %
Zat terbang 8,1579 %
Daya serap iodium 317,275 mg/g
Tabel 2. Hasil Analisa Karbon Aktif dengan Variasi Konsentrasi Aktivator Natrium Karbonat (Na2CO3)
Sampel Karbon aktif dengan variasi konsentrasi
No. Data Uji
5% 5,5% 6% 6,5% 7%
1 Kadar air (%) 0,21 0,39 0,45 0,48 0,55
2 Kadar abu (%) 0,93 3,03 5,51 6,54 15,32
3 Zat terbang (%) 7,79 7,45 5,488 5,32 5,16
4 Daya Serap Iodium 824,9 888,37 920,10 1142,19 507,64
(Mg/g)
5 Daya Serap Metilen 17,71 21,41 21,83 24,309 22,40
Blue (Mg/g)
Tabel. 3 Hasil Analisa Daya Serap Karbon Aktif Terhadap Fenol dalam Air
Limbah Berdasarkan Variasi Konsentrasi Aktivator Na2CO3 dan Waktu Kontak

Waktu Kontak
Jenis Analisa
20 Menit 40 Menit
Tanpa Pengontakan 0,091 mg/l
5% Aktivator Na2CO3 0,09 mg/l 0,076 mg/l
5,5% Aktivator Na2CO3 0,072 mg/l 0,072 mg/l

6% Aktivator Na2CO3 0,072 mg/l 0,068 mg/l


6,5% Aktivator Na2CO3 0,066 mg/l 0,065 mg/l

7% Aktivator Na2CO3 0,072 mg/l 0,069 mg/l


1. Karakterisasi Karbon Aktif dari Arang Tongkol Jagung
A. Pengaruh Variasi Konsentrasi Aktivator Na2CO3 Terhadap
Kadar Air
16.00%

14.00%

12.00%
Kadar Air (%)

10.00%

8.00%

Kadar air
6.00%
SNI
4.00%

2.00%

0.00%
5.00% 5.50% 6% 6.50% 7%

Konsentrasi Aktivator Na2CO3


B. Pengaruh Variasi Konsentrasi Aktivator Na2CO3 Terhadap Kadar Abu

18.00%

16.00%

14.00%

12.00%
Kadar Abu (%)

10.00%

8.00%
Kadar Abu
SNI
6.00%

4.00%

2.00%

0.00%
5.00% 5.50% 6% 6.50% 7%

Konsentrasi Aktivator Na2CO3


C. Pengaruh Variasi Konsentrasi Aktivator Na2CO3 Terhadap Kadar Zat Terbang

30.00%

25.00%

20.00%
Zat Terbang (%)

15.00%
Zat terbang
SNI
10.00%

5.00%

0.00%
5.00% 5.50% 6% 6.50% 7%

Konsentrasi Aktivator Na2CO3


D. Pengaruh Konsentrasi Na2CO3 Terhadap Uji Daya Serap Dengan Larutan
Iodium

1200

Bilangan iodium (mg/g) 1000

800

600
bilangan iod
SNI
400

200

0
5.00% 5.50% 6% 6.50% 7%

Konsentrasi Aktivator Na2CO3


E. Pengaruh Konsentrasi H3PO4 Terhadap Uji Daya Serap Dengan Larutan
Metilen Biru.

140

120
Daya Serap Metilen Biru (mg/g)

100

80

tongkol jagung
60
SNI

40

20

0
5.00% 5.50% 6% 6.50% 7%

Konsentrasi Aktivator Na2CO3


2. .Penentuan Daya Adsorpsi Karbon Aktif dari Tongkol Jagung dengan
Aktivator Na2CO3 Terhadap Fenol pada Air limbah Berdasarkan Variasi
Konsentrasi Aktivator dan Waktu Kontak.

0.1

0.09

0.08
Konsentrasi Fenol (mg/g)

0.07

0.06

0.05
20 Menit
0.04
40 Menit
0.03

0.02

0.01

0
5.00% 5.50% 6% 6.50% 7%

Variasi Konsentrasi Na2CO3


Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
 Karbon aktif dari arang tongkol jagung yang dihasilkan memenuhi standar dari karbon aktif yaitu
SNI 06-3730-1995.
 Karakterisasi karbon aktif sesuai dengan SNI yang diperoleh dari arang tongkol jagung yaitu kadar
air 0,45 %, kadar abu 5,51 %, zat terbang 5,48 %, daya serap terhadap larutan iodium 1142,19
mg/g, sedangkan untuk daya serap dengan metilen biru tidak memenuhi SNI yaitu 24,309 mg/g.
 Konsentrasi optimum yang dapat mengadsorpsi kadar fenol pada air limbah yaitu pada karbon
aktif dengan konsentrasi 6,5 %w/v.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian Pembuatan Karbon Aktif dari Arang Tongkol Jagung dengan
Variasi Konsentrasi Aktivator Na2CO3, penulis menyarankan kepada peneliti selanjutnya yaitu :
 Memilih zat kimia yang lebih tepat untuk digunakan sebagai aktivator agar karbon aktif dapat lebih
menyerap methilen biru.
 Ada baiknya proses aktivasi dilakukan tidak hanya aktivasi kimia, tetapi dilakukan aktivasi fisika
juga.
 Pada pengaplikasian karbon aktif terhadap air limbah ada baiknya waktu kontak yang digunakan
sedikit lebih lama diatas 40 menit.