Anda di halaman 1dari 19

PREVENTIF DENTISTRY

Disampaikan oleh:
Marlindayanti, S.Pd, MDSc

1
Evidence based Preventif
dentistry?
Suatu tindakan pencegahan dalam
kesehatan gigi berdasarkan bukti-bukti
yang ada
LATAR
BELAKANG

NAWACITA

KEADAAN DAN GLOBAL GOAL FOR


MASALAH KESEHATAN ORAL HEALTH 2020
GIGI DAN MULUT (WHO)

UPAYA KESEHATAN
TERPADU

Oleh : Marlindayanti.S.Pd.,MDSc
INDIKATOR KESEHATAN
GIGI DAN MULUT DI INDONESIA
KELOMPOK INDIKATOR KEADAAN Keadaan
UMUR 2010 2013

5-6 TAHUN % ANAK BEBAS KARIES 50 %


12 TAHUN -PTI <2
-DMF-T 20 %
18 TAHUN -% ANAK DENGAN LENGKUNG 85 %
GIGI LENGKAP
35-44 TAHUN -- % PENDUDUK DENGAN 90 %
MINIMUM 20 GIGI BERFUUNGSI 0,1 %
-- PENDUDUK TIDAK BERGIGI 90 %
65 TAHUN - % PENDUDUK DENGAN 50%
KEATAS MINIMUM 20 GIGI ERFUUNGSI <10%
-- PENDUDUK TIDAK BERGIGI

Oleh : Marlindayanti.S.Pd.,MDSc
N
A
PROMOTIF
W
A
PREVENTIF
C
I
KURATIF
T
A
Oleh : Marlindayanti.S.Pd.,MDSc
TINGKATAN PENCEGAHAN PENYAKIT GIGI DAN MULUT
LEAVEL AND CLARK

PREPATHOGENESIS PATHOGENESIS

DIAGNOSA DAN
PENINGKATAN
PENGOBATAN
KESEHATAN GIGI
SEDINI MUNGKIN

PENGOBATAN
PERLINDUNGAN
PENYAKIT YG SDH
KHUSUS
PARAH

REHABILITASI
Mengapa preventif dentistry harus
didasarkan bukti empirik?
1. BERAPA BANYAK PROGRAM YANG
DILAKSANAKAN UNTUK MENURUNKAN
KARIES GIGI ANAK?
2. SEBERAPA BESAR DANA YANG DIKELUARKAN
UNTUK MENJALANKAN PROGRAM
TERSEBUT?
3. SEBERAPA BESAR PENURUNAN KARIES?

7
Apa yang harus dilakukan bila tidak ada
bukti?
• Perlunya dilakukan need assessment
• Pertimbangkan tentang anggaran
• Pertimbangkan tentang penggunaan metode
lokal
• Realistik terhadap sumber (material dan non
material)

8
Tujuan Program dan Evaluasi
• Tujuan jangka panjang diukur dengan
evaluasi (outcome)
• Tujuan jangka menengah dan pendek
diukur dengan evaluasi hasil (impact)
• Tujuan strategi diukur dengan evaluasi
proses

9
Tujuan program dan analisis masalah
kesehatan

• Tujuan jangka panjang berhubungan


dengan masalah kesehatan
• Tujuan jangka menengah berhubungan
dengan faktor resiko
• Tujuan jangka pendek berhubungan dengan
hal-hal yang berkontribusi terhadap faktor
resiko

10
Indeks DMF-T
Indonesia (2013)
4,6

Indeks DMF-T Sumatera Selatan


5,3 (2013)

Prevalensi
Karies Palembang
92,46 % (2007)
Karies di Palembang

RISKESDAS
4,6
2009
SD N 161
100%
2005
92, 43 %
PREVENTIF BERBASIS RISIKO

• KARIES YANG TERUS MENINGKAT


• KASUS KEHILANGAN GIGI MENINGKAT
• PROGRAM SELALU BERUBAH TIDAK
MENURUNKAN KARIES
RISIKO

INTRA EKSTRA
BEBERAPA ALAT UKUR RISIKO
1. IRENE DONUT
2. CARIOGRAM
3. SIMUNO
4. AYUN’S PREDIKTOR
5. DLL

marlindayanti@ymail.com
Preventive procedure :
• water fluoridation,
• topical fluor application by professional
• reduction of fermentable carbohydrates in the diet
• routine dental examinassions
• routine dental care
• daily removal of plaque from the teeth
 reduced the incidence of tooth decay
pits and fissures  remained vulnerable
Seal the pits and fissure with enamel bonding
 added link in preventive dentistry.
KESIMPULAN
Setiap kegiatan preventif dentistry harus
berdasarkan bukti empirik

Bukti didapat dari hasil survey atau pemeriksaan yang


dilakukan secara tepat

Hasil pemeriksaan diketahui prediksi risiko ke depan

Ditentukan program pencegahan dengan beaya dan


tindakan yang tepat berdasarkan penelitian-penelitian
yg valid.