Anda di halaman 1dari 19

KUALITAS HIDUP PASIEN

TUBERKULOSIS PARU YANG


MENJALANI PENGOBATAN OAT
(Obat Anti Tuberkulosis) DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN
BANJARMASIN
2017
Oleh
Nama : Virginius Mario Beda
NIM : 113063C113039
LATAR BELAKANG
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman tuberkulosis
(Mycobacterium Tuberculosis). Sebagian besar kuman tuberkulosis menyerang paru,
tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. (Depkes RI., 2006).
Pada penderita TB, ada banyak aspek dari Tuberculosis yang dapat menyebabkan penurunan
kualitas hidup (QOL), diantaranya :
 Pengobatan TB membutuhkan waktu terapi yang lama (setidaknya 6 bulan)
 Beberapa obat berpotensi beracun yang dapat menyebabkan reaksi yang merugikan pada
sejumlah besar pasien TB, dan
 Stigma sosial terhadap QOL (Quality Of Life) pasien TB
(Shamkh, et al. 2014)
Lanjutan...
Menurut data Global Taberculosis Control Report di dunia, tahun 2009 ada 9,4 juta kasus baru, tahun
2010 ada 88 juta dan jumlah korban meninggal 14 juta jiwa.
Di kawasan Asia Tenggara, TB membunuh sekitar 2.000 jiwa setiap hari. Sekitar 40% dari kasus
tuberkulosis paru di dunia berada di kawasan Asia Tenggara. (Depkes. RI. 2008)
Profil Kesehatan Indonesia (2014), Pada tahun 2013 ditemukan jumlah kasus baru (BTA+) sebanyak
196.310 kasus.
 Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (2015), pada tahun 2014 sebanyak 4.984 jiwa.
Jumlah kasus baru BTA+ tertinggi di daerah Kota Banjarmasin sebanyak 639 kasus, diikuti daerah
Kota Baru sebanyak 443 kasus, daerah Kota Kabupaten Banjar sebanyak 416 kasus, dan terendah di
daerah Balangan sebanyak 84 kasus.
 Data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tahun 2014, puskesmas yang memiliki prevalensi TB
tertingi berada di Puskesmas Pekauman Banjarmasin sebanyak 56 penderita TB BTA (+) dan tahun
2015 meningkat menjadi 69 penderita TB BTA (+)
 Data Pukesmas Pekauman Banjarmasin, tahun 2016 triwulan I ada 15 penderita TB BTA (+),
triwulan II ada 21 penderita TB BTA (+), triwulan III ada 10 penderita TB BTA (+).
Lanjutan...

Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada tanggal 13 dan 14 Desember 2016 terhadap tiga pasien
tuberkulosis yang datang ke poli-TB Puskesmas Pekauman Banjarmasin.
Tiga partisipan mengatakan kondisi fisiknya mengalami penurunan berat badan, terasa sakit
dibagian dada dan batuk terus menerus-menerus sejak terkena tuberkulosis.
Dua partisipan mengatakan ada perasaan sedih dan menyesal dengan kondisi kesehatan
sekarang dan satu partisipan mengatakan ada perasaan putus asa dalam pengobatan ini karena
sebelumnya sudah pernah melakukan pengobatan enam bulan dan sekarang kambuh lagi.
Dua partisipan mengatakan sebelum menjalani terapi Anti-TB selalu didalam rumah, satu
partisipan mengatakan ada perasaan minder dengan tetangga.
Dua partisipan mengatakan lingkungan di rumah baik-baik saja, satu partisipan mengatakan
lingkungan sekitar rumah sedikit ribut sehingga membuatnya terganggu.
FOKUS MASALAH
 Berdasarkan uraian latar belakang, fokus masalah dalam penelitian ini adalah kualitas
hidup pasien tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis)
di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin 2017.

TUJUAN
 Tujuan Umum
 Tujuan Khusus
MANfAAT PENELITIAN

Teoritis Praktis

Puskesmas Institusi
Pasien TB Pendidikan Perawat Peneliti
Pekauman
/Tenaga Komunitas selanjutnya
Banjarmasin
Kesehatan
KEASLIAN PENELITIAN
Suci Tuty Putri (2015), Nagi & Shamkh (2014), Mawaddah (2013),
“Kualitas Hidup Pada Pasien “Dampak Tuberkulosis pada “Gambaran Kualitas
Tuberkulosis Paru Berdasarkan Kualitas Hidup Pasien yang Hidup Pasien
Aspek Kepatuhan Terhadap menjalani Directly Tuberkulosis Paru yang
Pengobatan Di Puskesmas Observed Treatment Short Menjalani Terapi Obat
Padasuka Kota Bandung”. Course (DOTS) di kota AL- Anti Tuberkulosis di
Penelitian ini merupakan Amarah”. Balai Kesehatan Paru
penelitian deskriptif Tujuan penelitian ini untuk (BKPM) Banda Aceh”.
observasional dengan mengetahui dampak dari Jenis penelitian ini
pendekatan waktu cross penyakit TBC pada kualitas adalah deskriptif
sectional. hidup pasien yang eksploratif. Teknik
menjalani Directly pengumpulan data
Observed Treatment Kursus menggunakan kuesioner
Singkat (DOTS). Jenis baku dari World Health
penelitian ini deskritif, non- Organization (WHO)
probabilitas (Purposive)
sampling.
TINJAUAN PUSTAKA

 The World Health Organization Quality of Life atau WHOQOL Group (2004)
mendefinisikan kualitas hidup sebagai persepsi individu terhadap kehidupan dalam konteks
budaya dan sistem nilai dimana mereka tinggal dan hubungannya dengan tujuan, harapan,
standar, dan juga perhatian individu.
 Domain The Abbreviate Version of The World Health Organization Quality of Life
(WHOQOL-BREF) dari kualitas hidup yaitu kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial
dan lingkungan.
 Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman mycobacterium
tuberculosis yang menyerang paru-paru dan bronkus. Tuberkulosis paru tergolong penyakit
air borne infection, yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara pernafasan ke
dalam paru paru ke bagian tubuh lainnya melalui system peredaran darah, system saluran
limfe, melalui bronkus atau penyebaran langsung ke bagian tubuh lainnya (widyanto, dkk
2013).
SKEMA LANDASAN TEORI
Konsep Manifestasi Klinik
Tuberkulosis Tuberkulosis
Paru Paru

Karakteristik Cara penularan


Tuberkulosis Tuberkulosis
Paru Paru

Domain Kualitas Hidup (WHOQOL-BREF):


 Pengobatan :
Komplokasi  Pengobatan Kesehatan Fisik
Tuberkulosis Primer Psikologis
 Pengobatan
Paru
Lanjutan
Hubungan sosial
Lingkungan

Tidak Diteliti Diteliti


KERANGKA KONSEP PENELITIAN

Fisik

Kualitas Hidup Pasien Psikologis


Tuberkulosis Paru yang
menjalani Pengobatan OAT
(Obat Anti Tuberkulosis) Hubungan
Sosial

Lingkungan
METODOLOGI PENELITIAN

 Jenis dan Rancangan Penelitian


Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan
pendekatan secara fenomenologi
 Partisipan Penelitian
Partisipan pada penelitian ini adalah pasien tuberkulosis yang menjalani terapi OAT
(Obat Anti Tuberkulosis) di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin
 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan Januari-februari 2017 di wilayah kerja Puskesmas
Pekauman Banjarmasin dan di masing-masing rumah partisipan.
Lanjutan...

 Subjek Penelitian
 Subyek dalam penelitian ini adalah pasien, keluarga dan petugas kesehatan di
wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin.
 Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan peneliti adalah snowball
sampling
 Partisipan berjumlah 3
 Variabel Penelitian
Kualitas hidup pasien tuberkulosis yang menjalani terapi OAT (Obat Anti
Tuberkulosis) di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin.
Lanjutan...

 Definisi Operasional
Kualitas hidup adalah persepsi pasien tuberculosis tentang pengalaman hidupnya
terkait penyakit yang dideritanya dan penatalaksanaannya (terapi OAT) yang
menggambarkan penilaian pasien tuberculosis yang bersifat subjektif
berdasarkan hal-hal yang diyakininya seperti harapan, nilai-nilai dan
keyakinannya
 Kesehatan fisik adalah kondisi fisik pasien tuberkulosis seperti batuk
berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Batuk dapat diikuti dengan gejala
tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan
lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, rasa kurang enak badan,
berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu
bulan.
Lanjutan...

 Kesejahtraan psikologis adalah keadaan kejiwaan atau emosi atau yang meyertai
pasien tuberkulosis yang menjalani terapi OAT termasuk yang juga aspek
spiritual
 Hubungan sosial adalah interaksi yang dialami pasien tuberkulosis yang
menjalani terapi OAT, baik dengan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.
 Lingkungan adalah hal-hal diluar pribadi pasien tuberkulosis paru yang
menjalani terapi OAT.
Pengobatan tuberkulosis paru bertujuan menyembuhkan, memperbaiki kualitas
hidup, meningkatkan produktivitas, mencegah kematian, mencegah kekambuhan,
memutuskan rantai penularan, dan mencegah terjadinya resistensi kuman terhadap
obat anti tuberkulosis.
Lanjutan...

 Instrumen Penelitian
Peneliti sendiri (human instrument).
 Uji Keabsahan Data
Uji keabsahan data pada penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan triangulasi.
Triangulasi adalah pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan
berbagai waktu. Sumber informasi selain pasien juga keluarga dan petugas
kesehatan puskesmas
 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah dengan
wawancara dan observasi
Tahap persiapan

Jalannya Penelitian Tahap pengumpulan data

Tahap pelaporan
Membuat
transkrip data

Menentukan
meaning unit

Reduksi Data
Meringkas dan
mengorganisir Koding
Penyajian data
Cara Analisis Data/Data
Data Display
Melakukan
Membuat kategori
abstraksi data
Menarik
Kesimpulan/
Verifikasi
Menyusun tema
respect for human
dignity Informed Concent

respect for privacy Anonymity (Tanpa


confidentiality Nama)
Etika Penelitian
Keperawatan
respect for justice Confidentiality
inclusiveness (kerahasian)

balancing harm and


benefits
TERIMAKASIH